Minggu, 23 Mei 2010

Menolong Negeri Lewat Mimpi


"Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia. Berlarilah tanpa lelah sampai Engkau meraihnya..." Itulah penggalan lagu milik Nidji yang menjadi soundtrack Laskar Pelangi, film yang dirilis pada 2008 sebagai adaptasi dari novel berjudul sama karya Andrea Hirata.

Beberapa waktu lalu, PSSI juga punya mimpi ketika menetapkan Alfred Riedl sebagai pelatih anyar tim nasional menggantikan Benny Dollo. Para petinggi PSSI bermimpi pelatih asal Austria itu mengangkat prestasi Indonesia seperti kala dia menukangi Vietnam dan Laos.

Akan tetapi, belum apa-apa, nada miring menerpa. Bisa apa Riedl? Tengoklah, Peter Withe yang sukses bersama Thailand saja tak bisa berbuat apa-apa kala menangani Tim Garuda.

Nada miring memang selalu terlantun setiap kali PSSI menetapkan pelatih baru, baik yang pribumi maupun asing. Bukan apa-apa, banyak pihak menilai Indonesia tak punya sumber daya pemain yang memadai untuk menciptakan timnas yang kuat. Sebagus apa pun pelatihnya, timnas Indonesia tak akan pernah bisa bangkit dan menjadi kekuatan besar.

Fenomena itu sungguh menggelikan sekaligus mengherankan. Sebabnya, selama ini banyak event dibuat untuk mengangkat talenta-talenta berbakat yang diharapkan bisa menjadi kebanggaan nasional.

Salah satu event tersebut adalah Biskuat Juara Indonesia 2010 yang diluncurkan oleh PT Kraft Foods Indonesia (KFI) pada Jumat, 21 Mei silam. Sebuah kerangka hebat terkuak kala pemilik program menjelaskan mekanismenya.

Antara 29 Mei dan 13 Juni 2010, akan dijaring talenta-talenta terbaik berumur 7-12 tahun lewat audisi di lima kota besar, yakni Makassar (Lapangan Hasanuddin, 29-30 Mei), Surabaya (Lapangan Persebaya, 5-6 Juni), Medan (Stadion Teladan, 5-6 Juni), Bandung (Sabuga, 12-13 Juni), dan Jakarta (Lapangan D Gelora Bung Karno, 12-13 Juni). Siapa pun yang memendam impian menjadi pebola hebat boleh ikut serta. Bukan hanya buat anak laki-laki, melainkan juga buat anak-anak perempuan.

"Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap talenta-talenta belia untuk meraih mimpinya di sepak bola," ujar Sovan Ganguly, Sales Director PT KFI.

Itu kiranya bukan lip sevice semata. Kesungguhan mencari talenta terbaik tergambar dari proses seleksi yang tidak mudah. Para peserta harus melewati tiga tahapan jika ingin menjadi salah satu dari 20 orang terbaik.

Seperti dijelaskan Ade Savitri, Marketing Manager Health & Wellnes PT KFI, proses pertama meliputi tes dasar yang terdiri dari sit up, vertical jump, lari 400 m, dan dribbling. "Mereka harus mencapai skor tertentu untuk bisa masuk ke tes kedua, yakni tes kemampuan," jelas dia.

Dalam tes kemampuan, dribbling, long passing, dan juggling menjadi mata ujian yang harus dilalui. "Terakhir, jika mampu melewati tes kedua, ada tes game vision yang berupa permainan 4 lawan 4," jelas Ade lagi.

TAK TERNILAI

Menilik ketiga tes tersebut, mestinya hanya anak-anak dengan talenta di atas rata-rata yang bisa lolos. Mereka pun dipastikan harus berjuang keras karena Biskuat Juara Indonesia 2010 membuka peluang sebanyak mungkin anak-anak untuk mengikuti audisi. Tak percaya? Tengok saja persyaratannya yang begitu ringan.

Pertama, mereka harus berumur 7-12 tahun yang dibuktikan dengan akta kelahiran. Kedua, harus mengantungi izin dari orang tua. "Ini prosedur biasa dalam penyelenggaraan event yang pesertanya anak-anak," urai Ade.

Sementara itu, persyaratan yang ketiga, calon peserta harus membawa empat buah bungkus kosong Biskuat. Persyaratan ini pun tidaklah memberatkan. Dengan harga per bungkus Biskuat yang hanya Rp500, seorang anak hanya perlu merogoh kocek Rp2.000 untuk mengikuti audisi.

Itu sangatlah kecil dibanding pengalaman yang akan diraih jika bisa lolos dari audisi. Mendapat gemblengan dari para pelatih macam Dale Mulholland, Jules Onana, dan Claudio Luzardi dalam training camp dari 28 Juni hingga 9 Juli 2010 di SSI Arsenal jelas sangat berharga bagi mereka. Apalagi jika terpilih dalam 15 pemain yang nantinya diberangkatkan ke London (Inggris) untuk mengikuti 20th Arsenal International Soccer Festival yang berlangsung antara 31 Juli dan 8 Agustus.

Itu belum seberapa. Seperti dijanjikan Dale selaku kepala pelatih SSI Arsenal, anak-anak yang nantinya terpilih mengikuti 20th Arsenal International Soccer Festival tak akan ditelantarkan setelah event tersebut. "Tak akan ada dari mereka yang dipulangkan!" tegas Dale. "Mereka akan tetap berlatih bersama kami."

Itu sejalan dengan kebijakan PT KFI yang akan tetap memberikan sokongan kepada talenta-talenta terpilih tersebut. Seperti diungkapkan Ade, paket beasiswa sudah disiapkan oleh PT KFI. "Itu dilakukan agar mimpi mereka tetap terpelihara," ucap dia.

Event Arsenal International Soccer Festival juga tentunya menjadi tempaan tersendiri bagi mental anak-anak berbakat itu. Maklum, mereka datang sebagai duta negeri yang harus berkompetisi dengan wakil dari negara-negara lain.

Dalam pandangan Bambang Pamungkas yang didaulat sebagai duta Biskuat, para pemain yang terpilih nantinya tergolong orang-orang beruntung. "Pergi ke London adalah sebuah pengalaman besar. Mereka sangat beruntung karena saya pribadi belum pernah ke sana," lanjut dia.

Bambang sendiri tak begitu saja dipilih sebagai duta oleh PT KFI. Talenta, pengalaman, dan kebintangannya adalah contoh sempurna bagi anak-anak Indonesia yang punya impian besar menjadi pemain sepak bola profesional. Lain dari itu, dia memiliki filosofi yang selaras dengan program yang dirilis PT KFI. "Saya selalu memegang prinsip jangan pernah berhenti bermimpi," terang dia.

Pada akhirnya, publik sepak bola Indonesia pun tentu boleh bermimpi. Sederhana saja, semoga setidaknya satu dari 20 bakat yang terjaring nanti bisa menjadi pemain hebat. Lalu, terlahir pula pemain-pemain brilian dari event-event lain yang sejenis. Andai itu terwujud, tentu tak perlu ada lagi nada sumbang ketika PSSI menetapkan pelatih baru. Semoga... (Sepp Ginz)

Minggu, 09 Mei 2010

Kemenangan Buat Enke


Spanduk itu sungguh besar. Warnanya hitam pekat. Di atas dasar hitam itu terdapat sembilan huruf berwarna putih. Ukurannya pun tidak kecil. R, O, B, E, R, T... R.I.P.

Spanduk itu dibentangkan dan dibawa berlari oleh segenap penggawa Hannover 96, Sabtu lalu. Wajah mereka senada, gembira bercampur haru. Tiga gol yang disarangkan ke jala gawang VfL Bochum adalah pangkalnya.

Itu bukanlah kemenangan pertama Hannover pada musim ini, namun pastinya yang terpenting. Berkat kemenangan itulah, Hannover tetap bertahan di Bundesliga 1 sementara Bochum terdegradasi ke Bundesliga 2.

Lain dari itu, kemenangan itu juga adalah pemenuhan janji terhadap seseorang. "Kami memenangi laga ini buat Robert Enke!" Teriak kiper Florian Fromlowitz yang bersama rekan-rekannya membentangkan spanduk hitam itu.

Gelandang asal Belanda yang mencetak salah satu gol Hannover, Arnold Brugginka, mengakui hal itu. Dia pun tak meyangkal adanya emosi yang campur-baur. "Beberapa di antara kami tak kuasa menahan air mata karena perasaan bahagia dan sedih yang berpadu," ungkap dia.

Spanduk yang mereka bentangkan di hadapan puluhan ribu penonton di Rewirpowerstadion juga bukan tanpa makna. "Robert RIP" adalah pesan bahwa Enke bisa beristirahat dengan tenang karena Hannover mampu bertahan di Bundesliga 1. Andai terdegradasi, arwah kiper yang bunuh diri karena depresi berat pada November 2009 itu pasti takkan tenang.

Lebih dari itu, keberhasilan menghindari degradasi adalah bukti bahwa anak-anak Die Roten mampu melepaskan diri dari pukulan mental yang bertubi-tubi sejak ditinggal mati Enke. Faktanya, mereka tak menuai kemenangan dalam 12 laga pascakematian tragis Enke. Sebelas di antaranya adalah kekalahan.

Rekor buruk itu pula yang membuat Andreas Bergmann terdepak dari kursi pelatih pada 19 Januari 2010. padahal, dia baru bertugas selama lima bulan. Dia diangkat sebagai pelatih gara-gara Dieter Hecking mundur secara tiba-tiba pada 19 Agustus 2009.

Mirko Slomka, pelatih yang lantas menggantikan Bergmann, mengakui kemenangan atas Bochum adalah pembebasan dari nasib buruk. Ibarat sebuah pesawat, mereka mampu mendarat mulus setelah mengalami turbulensi dahsyat dan mesin hampir mati total saat di udara. "Ini adalah kebangkitan luar biasa dari sederet kemunduran sepanjang musim," terang eks pelatih Schalke itu dengan haru.

Dalam pandangan Slomka, lepasnya Hannover dari jerat degradasi memang tak ubahnya keajaiban mahadahsyat. Sempat mengejutkan dengan menghantam Schalke 4-2 pada pekan ke-30, mereka lantas dihajar 0-7 oleh Bayern Muenchen dan 0-3 oleh Wolfsburg. Tapi, keinginan lepas dari degradasi demi Enke ternyata membuat Bruggink cs tampil beringas dan penuh determinasi pada dua laga terakhir. Bahkan Mike Hanke yang sepanjang musim mandul malah selalu mencetak gol di dua laga itu.

"Para pemain tampil dengan adrenalin yang sangat tinggi," puji Slomka. "Saya acungkan jempol buat mereka semua."

Adrenalin yang meninggi itu bukan hanya milik para pemain. Para fans pun demikian. Buktinya, 10.000 suporter hadir di Rewirpowerstadion guna memberikan dukungan penuh. Melihat hal itu, Presiden Martin Kind tak kuasa menahan haru. "Kebersamaan yang terjalin antara tim dan para fans dalam beberapa pekan terakhir ini sungguh luar biasa," ucap lelaki yang tak kuasa menahan tangis saat melepas Enke ke peristirahatan terakhir pada November lalu itu.

Semoga spirit yang ditunjukkan dalam dua pekan terakhir bisa terus dipelihara sehingga Hannover tak lagi terpuruk di papan bawah sepanjang musim. Jika terwujud, Enke bukan hanya tenang, melainkan tersenyum di peristirahatannya. (Sepp Ginz)