Minggu, 31 Oktober 2010

Wolfsburg Cetak Rekor Baru


SAAT TANDUKAN Edin Dzeko menyambut umpan Simon Kjaer menembus jala gawang VfB Stuttgart yang dikawal Sven Ulreich, Sabtu (30/10), sebuah rekor baru resmi menjadi milik VfL Wolfsburg. Gol pada menit ke-6 itu menahbiskan Die Wolfe sebagai tim yang selalu menjebol gawang lawan dalam 40 laga kandang secara beruntun di Bundesliga 1.

Wolfsburg terakhir kali gagal mencetak gol di kandang sendiri pada 4 Mei 2008 saat menjamu Bayern München. Menariknya, rekor selalu mencetak gol di kandang sendiri sebelumnya dipegang oleh Bayern yakni dalam 39 laga antara November 1986 dan April 1989.

Pemecahan rekor yang dilakukan saat melawan Stuttgart juga menjadi catatan menarik lain. Pasalnya, rangkaian 40 laga kandang yang selalu dihiasi gol itu juga diawali saat menghadapi Stuttgart. Itu terjadi pada 10 Mei 2008 lewat kemenangan 4-0. Uniknya lagi, kedua laga tersebut dihiasi oleh gol Edin Dzeko. Kedua gol itu pun sama-sama membuat Wolfsburg unggul 2-0. (Sepp Ginz)

Foto: www.sportschau.de

Masih Ada Kegembiraan Untuk Herrmann


KEKALAHAN TELAK selalu menimbulkan kesedihan, kekecewaan, dan kekesalan yang sangat besar. Kadang, perlu waktu lama bagi seorang pemain untuk melupakannya. Apalagi bagi mereka yang masih sangat muda.

Akan tetapi, hal itu tampaknya tak terlalu berlaku pada diri Patrick Herrmann. Gelandang berumur 19 tahun itu masih menyimpan kegembiraan di tengah kekalahan 0-3 yang diderita klubnya, Borussia Mönchengladbach, saat melawat ke kandang 1.FC Kaiserslautern.

Hal yang membuat penggawa timnas U-21 Jerman itu tak terlalu kecewa adalah hubungan emosional dirinya dengan Kaiserslautern dan Stadion Fritz Walter. Seperti diungkapkan kepada Kölner Express sebelum laga, Herrmann mengaku sebagai fans Die Roten Teufel. Maklum, Neunkirchen, kota kelahirannya, berdekatan dengan Kaiserslautern.

"Aku sangat menantikan atmosfir spesial Betzenberg (nama lama Stadion Fritz Walter, -Red.). Saat remaja, aku beberapa kali datang ke sana," urai Herrmann. "Aku kira hampir seluruh keluargaku akan datang karena kampung halamanku tak terlalu jauh dari Kaiserslautern."

Kesukaan Herrmann kepada Die Roten Teufel juga tak terlepas dari pengaruh lingkungan. "Di Uchtelfang-Humes ada fans club FCK. Aku kerap menumpang bus mereka saat berangkat ke Betzenberg," kisah dia lagi.

Hal lain yang mungkin membuat Herrmann tak bakal terlarut di dalam kesedihan tentu saja fakta bahwa kemenangan Kaiserslautern punya makna spesial. Itu adalah hadiah bagi peringatan hari lahir ke-90 Fritz Walter yang jatuh sehari setelah laga tersebut. Sebagai fans Kaiserslautern, Herrmann tentu tahu betapa pentingnya perayaan tersebut. (Sepp Ginz)

Foto: mylaunchpad.com.my

Sabtu, 30 Oktober 2010

Herbstmeister Bukan Untuk Bayern


MESKI MENANG 4-2 atas SC Freiburg, Jumat (29/10), Bayern München tak bisa berharap menjadi juara musim dingin alias herbstmeister. Menurut Presiden Bayern, Uli Hoeneß, gelar itu sepertinya bakal menjadi milik Borussia Dortmund atau 1.FSV Mainz yang saat ini bergantian menghuni puncak klasemen.

Lebih jauh, meski mengaku tetap optimistis, sosok yang sangat sentral dalam menjadikan Bayern masuk ke jajaran klub terkaya di Eropa itu mengisyaratkan kans pasukan Louis van Gaal mempertahankan Die Meisterschale terbilang kecil. "Kini hanya ada satu kesempatan tersisa, yakni jika kami bisa mengurangi jarak menjadi hanya enam hingga tujuh poin pada winter break nanti," jelas dia.

Guna mewujudkan hal tersebut, ada dua syarat yang harus dipenuhi. Pertama, Philipp Lahm cs wajib memenangi tujuh laga sisa sebelum winter break. Kedua, mereka juga harus berharap tim-tim yang berada di papan atas terpeleset, terutama yang berada di posisi teratas saat ini.

Oleh sebab itulah, Louis van Gaal berharap laga Dortmund versus Mainz pada Minggu (31/10) tak menghasilkan pemenang. "Saya cukup pintar untuk berhitung. Saya tentu berharap partai dua tim teratas, Dortmund dan Mainz, berakhir imbang," ungkap pelatih asal Belanda tersebut. (Sepp Ginz)

Foto: Münchner Abendzeitung

Tanda Cinta dari Micho


SESAAT SETELAH MENCETAK GOL ke gawang SC Freiburg, Jumat (29/10), Martin Demichelis tampak emosional. Dengan histeris, bek Bayern München itu menarik logo Bayern di kostum dan menunjukkannya ke arah para fans yang memadati Stadion Allianz Arena. Itulah tanda cinta yang sangat besar dari pemain yang mulai terpinggirkan tersebut.

"Aku ingin menunjukkan bahwa aku masih ada. Ini juga bukti bahwa aku akan melakukan apa pun bagi tim," tegas pemain yang akrab dipanggil Micho itu seusai laga seperti dikutip Munchner Abendzeitung.

Micho pantas berkata demikian. Maklum, laga versus Freiburg itu merupakan kali pertama dirinya bermain sebagai starter. Itu pun karena Holger Badstuber mengalami cedera saat pemanasan jelang kick-off. Dalam sembilan pekan sebelumnya, dia kerap menghiasi bangku cadangan. Bahkan, dia sempat diabaikan oleh pelatih Louis van Gaal gara-gara menolak berada di sana.

Performa Micho yang membuka kemenangan 4-2 Bayern atas Freiburg itu tak pelak membuat Van Gaal tak kuasa menahan pujian. "Satu-satunya orang yang mengatakan dia bisa bertahan adalah saya. Kalian tentu ingat, saya katakan, 'Jika Demichelis mampu menjadi pemain utama pada musim pertama di bawah Louis van Gaal, dia tentu mampu juga melakukannya pada musim kedua.' Dia telah menunjukkan bahwa dirinya adalah bek yang sangat bagus," papar dia.

Toh, performa apik itu tak lantas membuat Micho yakin untuk bertahan di Bayern. "Aku mencintai Bayern. Aku telah berada di sini selama delapan tahun dan selalu mensyukuri hal itu," ujar dia. "Tapi, situasi saat ini jelas tak menyenangkan. Ini mungkin laga terakhirku bagi Bayern. Akan lebih baik bagiku dan klub untuk segera mencari solusi terbaik. Jika situasi tak berubah, aku akan pergi."

Ini jelas dilema tersendiri bagi Bayern dan Van Gaal. Di satu sisi, kurangnya stok pemain belakang membuat Demichelis sangat dibutuhkan. Namun, di sisi lain, Micho mengalami penurunan performa. Sejak musim lalu, dia terlihat lambat dan tidak lugas lagi dalam mengawal lini pertahanan. Bahkan, tak jarang dia membuat blunder yang berakibat fatal. (Sepp Ginz)

Foto: Die Welt

Jumat, 29 Oktober 2010

Frings Mungkin Ikuti Baumann


MENYUSUL PENGAKUAN Torsten Frings tentang kemungkinan hengkang ke Major League Soccer (MLS) bila kontraknya tak diperpanjang, manajemen SV Werder Bremen angkat suara. Menurut Direktur Olahraga Klaus Allofs, pihaknya masih mempertimbangkan keberadaan Frings di skuad Thomas Schaaf musim depan.

“Kami telah berkali-kali menyatakan ingin melanjutkan kerja sama dengan Torsten. Meski begitu, kami belum mendiskisikan hal-hal yang bersifat detail,” jelas Allofs. “saya bahkan membayangkan solusi lain setelah kariernya usai.”

Karier yang dimaksud Allofs adalah kemungkinan Frings masuk ke jajaran manajemen. Itu sudah dilakukan kepada Frank Baumann yang memutuskan pensiun pada 2009. Saat ini, eks kapten Die Werderaner itu menjadi asisten Allofs.

Pelatih Thomas Schaaf sendiri mengakui sangat ingin melihat Frings tetap berada di skuadnya. “Saya berharap memiliki skuad yang kuat pada musim depan. Tentu saja akan sangat menarik bila pemain seperti Torsten tetap bertahan. Tapi, saya tak bisa menjanjikan apa pun,” papar dia. (Sepp Ginz)

Foto: Weser Kurier

Kostum Khusus untuk Fritz Walter


SEBUAH PERSEMBAHAN KHUSUS akan diberikan 1.FC Kaiserslautern dalam memperingati hari lahir ke-90 legenda klub, Fritz Walter, yang jatuh pada 31 Oktober mendatang. Saat menjamu Borussia Mönchengladbach, Sabtu (30/10), Srdjan Lakić cs akan mengenakan kostum khusus.

Pada kostum tersebut, logo sponsor yang selalu menghiasi bagian dada selama tiga dekade terakhir akan menghilang. Sebagai gantinya, akan ada sketsa wajah Walter dan salah satu ucapan dari kapten timnas Jerman Barat saat menjuarai Piala Dunia 1954 itu.

Penghormatan itu pantas dilakukan mengingat Walter adalah legenda sejati. Sepanjang kariernya, dia hanya membela Die Roten Teufel. Sejak melakukan debut profesional pada 1937 hingga pensiun pada 1959, dia tampil sebanyak 411 kali dan mencetak 380 gol bagi Kaiserslautern. Walter meninggal dunia pada 17 Juni 2002. (Sepp Ginz)

Foto: www.1asport.de

Kamis, 28 Oktober 2010

Jerman Juara Dunia Berkat Doping?


KABAR TAK SEDAP berembus pada awal pekan ini. Studi awal yang dilakukan Bundesinstitutes für Sportwissenschaften (BISp) dan Deutschen Olympischen Sportbund (DOSB) mengindikasikan keberhasilan Jerman menjuarai Piala Dunia 1954 tak lepas dari doping. Diduga, beberapa pemain mendapat suntikan pervitin dari masseur timnas Jerman pada waktu itu.

Erik Eggers, peneliti yang khusus menelusuri kasus doping yang terjadi sepak bola dalam 50 tahun terakhir, adalah orang yang menyatakan indikasi tersebut. Menurut dia, tak seperti yang selama ini diungkapkan, beberapa pemin bukannya mendapatkan suntikan vitamin c, melainkan pervitin. Kecurigaan itu sangat berdasar karena zat doping pervitin dikenal kerap digunakan pada dekade 1930-an dan 1940-an oleh para tentara angkatan darat dan udara Jerman.

Kecurigaan tersebut bukan pertama kalinya diungkapkan ke publik. Sebelumnya, pada 2004, stasiun televisi ARD pernah membahas stimulan yang digunakan tim asuhan Sepp Herberger di Swiss tersebut. Namun, kala itu, rumor tersebut dibantah habis-habisan. Salah satunya oleh Horst Eckel, salah seorang pilar waktu itu. “Hanya glukosa yang disuntikkan. Saya bersumpah, kami tak mendapat suntikan apa pun sebelum final,” tegas dia.

Kini patut ditunggu hasil lengkap penelitian BISp dan DOSB yang dilakukan sejak Juli 2009 tersebut. Rencananya, laporan hasil penelitian tersebut bakal dikemukakan kepada publik pada tahun depan. (Sepp Ginz)

Foto: memoriavirtual.net

Tymoshchuk Belum Merasa Puas


MESKI BELAKANGAN mendapat kepercayaan dari pelatih Louis van Gaal untuk tampil di tim utama Bayern München, Anatoliy Tymoshchuk tetap belum puas. Pujian yang diberikan Chief Executive Karl-Heinz Rummenigge pun tak memberi dia rasa nyaman. Faktanya, dia kini mempertimbangkan opsi hengkang dari klub itu.

“Hingga musim dingin nanti, aku akan melakukan berjuang keras untuk tim. Setelah itu, kita lihat saja nanti,” jelas pemain asal Ukraina itu. “Semua orang di sini sangat bersahabat denganku. Satu-satunya masalah, aku tak selalu mendapat kesempatan bermain.”

Niat itu tentu menjadi pekerjaan rumah tambahan bagi Direktur Olahraga Christian Nerlinger. Jika sebelumnya hanya ingin mempercepat perpanjangan kontrak Bastian Schweinsteiger, sepertinya kini dia juga harus melakukan negosiasi lebih awal dengan Tymoshchuk. Pasalnya, Van Gaal dipastikan tak akan rela melepas gelandnag bertahan yang fasih bermain sebagai bek tengah itu lebih awal.

Bukan apa-apa, Bayern pada saat ini sangat kekurangan stok bek tengah. Di posisi itu, Van Gaal hanya memiliki Daniel van Buyten, Holger Badstuber, Breno, Martin Demichelis, dan Maximilian Haas. Mengingat Demichelis sudah merasa tak betah karena menjadi pilihan keempat, kehilangan Tymoshchuk tentu akan membuat pelatih asal Belanda itu pusing tujuh keliling. Tymoshchuk sendiri saat ini masih terikat kontrak hingga Juni 2012. (Sepp Ginz)

Foto: www.spox.com

Schalke Terus Galang Dana dari Fans


FC SCHALKE 04 dikenal sebagai klub yang memiliki banyak suporter setia nan fanatik. Kecintaan para fans itu tidak main-main. Meski sempat menentang pendepakan wakil fans di board of director, Rolf Rojek, mereka tetap mendukung pelbagai program yang dibuat oleh manajemen klub. Salah satunya adalah penggalangan dana lewat penjualan surat utang.

Sejak digulirkan pada 1 Agustus 2010, manajemen telah berhasil mengumpulkan dana 9 juta euro dari program tersebut. Nah, mengingat masih tingginya minat para fans untuk ikut andil, manajemen Schalke memutuskan untuk memperpanjang program itu hingga akhir tahun, tepatnya 31 Desember mendatang.

“FC Schalke 04 sangat berterima kasih kepada para investor atas kepercayaan yang telah mereka berikan,” terang pernyataan resmi klub. Adapun surat-surat utang itu ada yang berharga 100 euro, ada pula yang berupa sertifikat perhiasan senilai 100 euro, 500 euro, dan 1.904 euro. (Sepp Ginz)

Foto: www.spox.com

Rabu, 27 Oktober 2010

Neuer Kritik Magath


SEUSAI FC SCHALKE 04 menaklukkan FSV Frankfurt dengan skor tipis 1-0 di Babak II DFB Pokal, Selasa (26/10), kapten Manuel Neuer melancarkan kritik pedas kepada pelatih Felix Magath yang mempermasalahkan tindakan para pemain yang menghabiskan waktu di lantai dansa hingga pagi seusai mereka ditahan Eintracht Franfurt pada spieltag ke-9.

“Malam itu sangat penting bagi tim. Saat itulah kami bisa menghabiskan waktu bersama-sama dan mengenal satu sama lain dengan lebih baik. Sangat bagus bagi kami untuk menyingkir sejenak dari sepak bola,” urai Neuer seperti dikutip Der Westen.

Neuer yang bersama Jermaine Jones dan Klaas-Jan Huntelaar termasuk ke dalam kelompok pemain yang pergi ke kelab malam seusai laga versus Frankfurt pantas berkata demikian. Pasalnya, dia dan rekan-rekannya tak terlambat mengikuti latihan yang digelar keesokan harinya. Sudah begitu, mereka pun sanggup menaklukkan FSV Frankfurt.

Sehari sebelumnya, Magath yang dikenal sangat menjunjung tinggi disiplin mengecam perilaku Neuer cs. Dia bahkan mengancam akan menghukum mereka jika tak bisa melewati adangan FSV Frankfurt. “Atlet profesional seharusnya tahu bahwa performa mereka bukan hanya ditentukan oleh latihan, melainkan juga oleh nutrisi dan recovery. Hal terbaik setelah menjalani laga sepanjang 90 menit adalah tidur!” tegas dia.

Lalu, bagaimana tanggapan Magath terhadap kemenangan atas FSV Frankfurt? Dia agak melunak. “Masalah sudah terselesaikan. Para pemain telah menunjukkan respons yang sangat baik. Mereka yang sempat begadang tampil dengan performa yang memuaskan,” beber dia. (Sepp Ginz)

Foto: Die Welt

Kebahagiaan Ganda Sang Gembala


TAK ADA ORANG yang melebihi kebahagiaan Frank Schaefer kala 1.FC Köln menang 3-0 atas TSV 1860 München di Babak II DFB Pokal, Selasa (26/10). Bagi pelatih anyar Köln itu, kemenangan tersebut punya banyak makna.

Setidaknya ada dua kebahagiaan yang meliputi Schaefer. Pertama, kemenangan itu menandai debutnya sebagai pelatih utama Köln. Menariknya, jumlah gol yang dicetak Lukas Podolski cs identik dengan jumlah hari yang baru dilaluinya sebagai pelatih. Selasa itu adalah hari ketiga dia "menggembala" Die Geißbocke.

Kedua, kemenangan itu bak kado indah. Maklum, tepat pada hari itu, dia merayakan ulang tahun ke-47. Seusai pertandingan itu, dia pun langsung mendapat janji tambahan kado manis. “Aku akan mempersembahkan kemenangan atas Schalke pada Sabtu nantu sehingga kado ulang tahunnya sempurna,” ucap Podolski.

Secara tidak langsung, kemenangan telak atas TSV 1860 itu menjustifikasi putusan Presiden Wolfgang Overath yang menunjuk dia sebagai pelatih. Maklum, tak sedikit orang yang meragukan kemampuannya karena selama ini dia hanya berkutat dalam penanganan para pemain muda.

Pengakuan sudah meluncur dari mulut Poldi. "Kami sekarang punya dua orang Köln asli (Schaefer dibantu eks striker Köln, Dirk Lottner, -Red.)," ungkap dia. "Aku mendengar banyak spekulasi tentang pelatih baru. Tapi, aku kira kami juga bisa berharap pada orang-orang dalam ini. Aku tak melihat alasan untuk menghentikan kerja mereka."

Menanggapi kemenangan tersebut, Schaefer mengaku terkejut. “Setelah hasil buruk yang didapatkan pada beberapa pekan terakhir, saya sama sekali tak menyangka kami bisa bermain bagus sejak menit awal. Skor 3-0 tentu menjadi momentum yang baik bagi kami,” terang dia kepada Kölner Express. (Sepp Ginz)

Foto: Die Welt

Selasa, 26 Oktober 2010

Frings Tergiur Paman Sam


MAJOR LEAGUE SOCCER (MLS) memang liga alternatif yang sangat menggiurkan bagi para pemain yang sudah memasuki pengujung karier. Tak terkecuali kapten SV Werder Bremen, Torsten Frings. Menyikapi negosiasi perpanjangan kontraknya yang masih buntu, dia menjadikan MLS sebagai salah satu opsi bagi masa depannya.

“Aku tak akan pindah ke klub lain di Bundesliga 1. Amerika Serikat adalah tanah yang membuatku tertarik. Aku sangat terkesan dengan AS, sementara New York adalah kota impianku,” beber pemain berumur 33 tahun tersebut.

Meski begitu, prioritas Frings tetaplah bertahan di Bremen, klub yang membesarkan namanya. “Aku masih punya satu atau tiga musim lagi untuk meneruskan karier sepak bolaku. Aku merasa masih sangat fit dan mampu bermain. Tentu saja, Werder Bremen akan tetap menjadi pihak pertama yang kukontak,” tambah dia.

Kini, seiring buntunya negosiasi kontrak baru, dia menginginkan kejelasan secepatnya. Secara spesifik, eks gelandang bertahan timnas Jerman itu berharap kepastian masa depannya bisa terkuak pada musim dingin nanti. (Sepp Ginz)

Foto: Westline

Ya Konan Bakal Ditawan


NAMA DIDIER YA KONAN memang tak seharum Didier Drogba, Salomon Kalou, Michael Essien, dan Samuel Eto’o. Namun, di mata Martin Kind, Ya Konan punya arti sebesar para bintang dunia asal afrika tersebut. Presiden Hannover 96 itu mengaku bakal menawan striker Pantai Gading itu lebih lama di AWD Arena.

“Saya tak akan melepas dia. Target kami adalah memperpanjang kontraknya,” ungkap Kind seraya mengisyaratkan pihaknya akan segera mengajukan perpanjangan kontrak berdurasi dua hingga tiga musim pada musim dingin mendatang.

Kind pantas terkesan oleh penyerang berumur 26 tahun itu. Sejak bergabung pada musim lalu, Ya Konan telah 33 kali membela Hannover di Bundesliga 1 dan mengemas 14 gol. Lima dari 14 gol itu dilesakkannya pada musim ini. Ketajaman tersebut sungguh melewati harga belinya yang hanya 450 ribu euro. Kini, berdasarkan situs transfermarkt.de, harga jual Ya Konan mencapai 4 juta euro.

Secara khusus, Ya Konan bersama Mohammed Abdellaoue tercatat sebagai salah satu duet tersubur di Bundesliga 1. Hingga spieltag ke-9, keduanya sudah mengemas sembilan gol. Mereka hanya terpaut dua gol dari duet maut milik VfL Wolfsburg, Edin Džeko dan Grafite. (Sepp Ginz)

Foto: Neuepresse

Senin, 25 Oktober 2010

Resep Rahasia Dutt


SC FREIBURG pada musim ini terbilang stabil. Sejak spieltag ke-1, tim asuhan Robin Dutt tak pernah absen mencetak gol. Lain dari itu, mereka pun tak pernah keluar dari 10-besar sejak spieltag ke-3. Bagi tim yang musim lalu finis di posisi ke-14, itu jelas prestasi tersendiri. Pertanyaannya, apa sih yang membuat mereka demikian gemilang?

Jawabannya sederhana: harmonisasi. Setidaknya, itulah pengakuan Dutt. Menurut pelatih berdarah India itu, hal terpenting dalam mewujudkan harmoni di antara para pemain adalah komunikasi yang intensif.

“Seseorang yang tak mau berbicara dalam bahasa tim, salah satunya tentu bahasa yang digunakan sehari-hari, tidak punya tempat di sini,” ungkap Dutt. “Kami selalu mengharuskan para pemain menguasai bahasa Jerman. Mereka yang belum bisa harus belajar dua atau tiga kali seminggu.”

Hal itu, menurut Dutt, sangat penting agar dirinya bisa melakukan pembicaraan empat mata dengan semua pemain. Saya selalu ingin berbicara empat mata dengan pemain secepat mungkin,” terang dia lagi.

Tuntutan untuk bisa menguasai bahasa Jerman itu pun bukan hanya ditujukan untuk mempermudah komunikasi di lapangan. Dutt berpandnagan, hal itu pun akan membantu para pemain menjalani kehidupan pribadi dan sosial dengan baik.

“Para pemain harus merasa nyaman saat berada di luar klub, tak terkecuiali ketika mereka berhubungan dengan tukang roti dan pelayan di stasiun pengisian bahan bakar. Keseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi sangatlah menguntungkan bagi siapa pun,” pungkas dia seperti dikutip Badische Zeitung. (Sepp Ginz)

Foto: Badische Zeitung

Guerrero Tak Lawan Veh

SI ANAK NAKAL bernama Jose paolo Guerrero akhirnya buka suara soal ulahnya saat digantikan Mladen Petrić pada laga Hamburger SV versus Bayern München, Jumat (22/10) lalu. Dia menjelaskan, ulah buruk yang dilakukannya saat itu bukan bentuk penentangan terhadap pelatih Armin Veh.

Minggu (24/10), kepada Hamburger Morgenpost, striker asal Peru itu menjelaskan, “Aku sudah meminta maaf kepada pelatih. Aku kira persoalannya sudah usai. Aku sangat marah dan kecewa pada saat itu. Aku ingin bermain dan mencetak gol. Reaksiku saat itu bukanlah perlawanan terhadap pelatih, melainkan hanya luapan rasa frustrasi.”

Penjelasan itu setidaknya menunjukkan itikad baik Guerrero yang belakangan dicap sebagai anak nakal karena kerap berulah. Hal itu pun setidaknya meredakan amarah Veh yang sempat mengumpat Guerrero sebagai anak kecil. Dia sangat tersinggung karena eks penyerang Bayern München itu meninggalkan lapangan tanpa berkata apa pun. (Sepp Ginz)

Effe Dukung ter Stegen


GARA-GARA kebobolan 27 gol dalam sembilan laga, Logan Bailly akhirnya didepak ke bangku cadangan oleh pelatih Borussia Mönchengladbach, Michael Frontzeck. Kiper asal Belgia itu dipastikan tak akan mengawal gawang Die Fohlen saat menghadapi Bayer Leverkusen di Babak II DFB Pokal, Rabu (27/10).

“Banyaknya gol yang bersarang adalah tanggung jawab penjaga gawang walaupun tentu saja dia tak sendirian menanggung kesalahan tersebut,” terang Frontzeck seusai berdiskusi dengan pelatih kiper, Uwe Kamps.

Lalu, siapa yang akan mengisi tempat Bailly? Nama Christopher Heimeroth jelas mengemuka. Maklum, dia berposisi sebagai kiper kedua dan sempat diberi kepercayaan saat Mönchengladbach mengalahkan FC Erzgebirge Aue di Babak I DFB Pokal, 14 Agustus lalu.

Menariknya, Stefan Effenberg, pemain legendaris Mönchengladbach, justru punya pendapat lain. Dia lebih memilih kiper ketiga yang baru berumur 18 tahun, Marc-Andre ter Stegen. “Christopher memang bisa diandalkan. Itu sudah terlihat ketika Mönchengladbach menang 3-1 atas Aue. Akan tetapi, Marc-Andre adalah talenta luar biasa,” ungkap dia.

Effe tak asal bicara. Faktanya, ter Stegen adalah sosok yang sangat berperan dalam keberhasilan Jerman menjuarai Piala Eropa U-17 pada 2009. Lain dari itu, banyak pihak juga menilai kiper yang kini mengawal gawang timnas U-19 Jerman itu sebagai salah satu calon kiper terbaik pada masa datang.

“Saya telah bertemu dan berbicara dengan banyak orang yang mengatakan bahwa inilah saatnya kita menaruh kepercayaan kepada anak-anak muda. Saya telah mendengar banyak hal positif tentang ter Stegen,” tambah Effe yang dikenal punya hubungan erat dengan Frontzeck dan Kamps. (Sepp Ginz)

Foto: www.spox.com

Minggu, 24 Oktober 2010

Tak Ada Waktu Lagi Untuk Soldo


TEKANAN dari para fans 1.FC Köln akhirnya didengar para petinggi klub. Minggu (24/10), pelatih Zvonimir Soldo akhirnya resmi dipecat. Hal itu diumumkan oleh Manajer Michael Meier, sosok yang sebenarnya juga diminta hengkang oleh para fans.

Menurut Meier, putusan itu diambil setelah para direktur dan manajemen klub melakukan pertemuan. Mereka menganalisis secara detail kinerja Soldo. Pada akhirnya, mereka bermufakat untuk mengakhiri kerjasama dengan pelatih asal Kroasia tersebut.

Guna mengambil alih tugas Soldo, manajemen menugasi Frank Schäfer, pelatih tim U-23 Köln. Tugas terpentingnya tentu saja mempersiapkan tim untuk menghadapi TSV 1860 München di laga Babak II DFB Pokal, Selasa (26/10).

Penunjukan Schäfer cukup beralasan. Selain waktu yang sangat mepet, prestasi Schäfer musim ini juga terbilang baik. Di Regionalliga West, tim asuhannya berada di peringkat keempat dan tercatat sebagai yang tersubur. Jika mampu menularkan tangan dinginnya, eks asisten Christoph Daum pada 2006-07 itu bisa saja dipermanenkan seperti halnya Thomas Tuchel di 1.FSV Mainz 05 pada musim lalu. (Sepp Ginz)

Foto: Rheinische Post

Pizarro Lewati Elber


SABTU, 23 OKTOBER 2010, menjadi hari bersejarah bagi Claudio Pizarro. Gol yang dicetaknya ke gawang Borussia Mönchengladbach punya banyak makna. Selain mengantar Werder Bremen menang 4-1 dan menjadi gol pertamanya untuk musim ini, gol itu juga membuat dia melewati rekor Giovane Elber sebagai pemain asing tersubur di Bundesliga 1.

Gol ke gawang Mönchengladbach itu adalah yang ke-134 sepanjang kariernya di Bundesliga 1. Itu membuat dia resmi melewati Elber yang hanya mengemas 133 gol. Pizarro butuh 287 laga dalam sebelas musim untuk membukukan 134 gol dan melewati rekor Elber tersebut. Jumlah itu 27 laga lebih banyak dari yang dilakoni Elber.

Pizza mengaku bangga bisa melewati torehan prestasi Elber. "Bahkan, teman-temanku di Peru juga menantikan saat bersejarah ini," aku striker yang mengawali kariernya bersama Deportivo Pesquero tersebut.

Minggu (24/10), dia secara khusus menyempatkan diri melihat DVD rekaman 134 golnya. Itu dilakukan bersama anak-anaknya. Dia mengenang kembali setiap perayaan gol yang dilakukan pada setiap gol yang dicetaknya bersama Bremen dan Bayern München.

Dalam pandangan Thomas Schaaf, pelatih Bremen, rekor itu pantas diraih Pizarro. "Dia adalah pemain yang luar biasa dengan skill mumpuni. Rekor itu hanya urusan waktu saja bagi dia," ucap pelatih yang merekrut Pizza dari Alianza Lima pada awal musim 1999-00 itu. (Sepp Ginz)

Foto: Die Welt

Soldo di Ujung Jalan


BEBERAPA HARI LALU, Zvonimir Soldo mendapatkan jaminan untuk melanjutkan kerjanya. Presiden 1.FC Köln Wolfgang Overath dan jajaran direktur klub masih menaruh kepercayaan penuh kepada pelatih asal Kroasia itu.

Akan tetapi, jaminan itu sepertinya takkan berarti apa-apa seiring tekanan yang kian bertubi-tubi dari para fans. Pemandangan di AWD Arena, Hannover, Sabtu (23/10) adalah buktinya. Dalam laga yang berakhir dengan kekalahan keenam bagi Die Geißbocke itu, para fans tak henti menggugat Soldo.

Laga baru berjalan 15 menit, bentangan kain putih terlihat di tribun yang ditempati para fans Köln. Lalu, mereka pun menyuarakan satu hal, "Pergilah, Soldo... Meier juga..." Mereka terus mendesak Soldo ke ujung jalan.

Ungkapan kekesalan tersebut bisa dimaklumi. Bagaimanapun, keterpurukan Köln di zona degradasi tak terlepas dari peran pelatih. Apalagi Soldo seolah menutup diri dari segala kritik dan saran. Dia terus berjalan di atas keyakinannya meski itu terbukti tak sesuai harapan.

Jelang lawatan ke kandang Hannover, Soldo menyiapkan timnya bermain dalam formasi dua striker. Namun, pada saat berlaga, dia kembali ke pola 4-1-4-1 yang sangat disukainya. Tak heran bila hasil yang didapatkan Lukas Podolski cs pun tak berubah.

Overath yang datang ke Hannover dan memberikan motivasi di ruang ganti seperti yang diminta kapten Youssef Mohamad sepertinya mulai jengah juga. "Hasil ini sungguh mengecewakan dan tak bisa diterima. Kini, kami harus berpikir keras," terang dia.

Adakah itu artinya laga versus TSV 1860 München di Babak II DFB Pokal tengah pekan nanti bakal menjadi penentuan nasib Soldo? (Sepp Ginz)

Foto: Die Welt

Frontzeck Masih Punya Nyali


SEMASA MASIH BERMAIN, Michael Frontzeck dikenal sebagai bek yang lugas, keras, dan berani mengambil risiko. Tak heran bila dalam 19 tahun berkarier di lapangan hijau, dia mendapatkan 71 kartu kuning dan dua kartu merah. Bahkan, dia pernah diganjar sepuluh kartu kuning dalam satu musim.

Kini, Frontzeck tak lagi muda. Umurnya sudah mendekati angka 47. Tapi, keberaniannya tidaklah berkurang. Sabtu (23/10), dia memperlihatkan hal itu. Di Borussia-Park, dia tak segan menghampiri para ultras di tribun utara yang diliputi kekecewaan seusai timnya ditekuk 1-4 oleh SV Werder Bremen. Bersama asistennya, Frank Geideck, manajer tim Steffen Korell, dan Direktur Olahraga Max Eberl, pelatih Borussia Mönchengladbach itu berkomunikasi dengan 200 ultras yang sengaja berkumpul di tribun itu.

"Mereka adalah ultras yang selalu menemani kami ke mana pun," terang Frontzeck. "Saya perlu menjelaskan hal-hal yang mencemaskan kami semua. Mengapa? Saya tidak mencari apologi. Dalam situasi seperti ini, penting bagi kami untuk mencari pemecahan masalah secara bersama-sama."

Para fans fanatik Die Fohlen memang pantas menuntut penjelasan. Pasalnya, sejak 9 April lalu, pasukan Frontzeck tak mampu meraih kemenangan dalam sembilan laga kandang! Mereka hanya mampu merebut dua dari potensi 27 angka yang bisa didapat. Sudah begitu, gawang Logan Bailly sudah jebol 27 kali dalam sembilan laga yang telah dilalui musim ini.

Terlepas dari prestasi timnya, sikap yang ditunjukkan Frontzeck sungguh pantas diacungi jempol. Sangat jarang pelatih yang mau mengambil risiko besar seperti yang dilakukannya itu. (Sepp Ginz)

Foto: Westdeutsche Zeitung

Sabtu, 23 Oktober 2010

Guerrero Berulah Lagi


ANCAMAN HUKUMAN PENJARA ternyata tak mampu membuat perilaku Jose Paolo Guerrero berubah. Dia tak jera berulah. Jumat (22/10), dia marah-marah kala ditarik keluar lapangan oleh pelatih Armin Veh saat laga Hamburger SV melawan Bayern München memasuki menit ke-62.

Sesaat setelah meninggalkan lapangan, dia mengabaikan Veh yang menunggu di bangku cadangan. Dia malah langsung menuju ruang ganti. Hal yang membuat Veh terkejut, striker asal Peru itu sempat menendang papan reklame saat melangkah ke ruang ganti.

Melihat ulah memuakkan itu, Veh marah besar. Dia pun menyiapkan denda sejumlah uang atas kekurangajaran Guerrero itu. "Hal itu sungguh tak pantas dilakukan. Guerrero tak ubahnya anak kecil," geram dia.

Veh pantas berkata demikian. Faktanya, perilaku Guerrero tak ubahnya anak kecil. Beberapa bulan lalu, dia kedapatan memarkir mobilnya di tempat yang diperuntukkan bagi orang cacat. (Sepp Ginz)

Foto: Die Welt

Dortmund Buru Rekor Baru

LAGA VERSUS TSG 1899 HOFFENHEIM, Minggu (24/10) punya makna sangat besar bagi Borussia Dortmund. Selain bakal mempertahankan posisi di puncak klasemen, anak-anak asuh Jürgen Klopp itu dinanti sebuah rekor khusus pada laga tersebut.

Kemenangan atas Hoffe akan membuat Nuri Sahin cs membukukan delapan kemenangan beruntun. Andai terjadi, itu akan menjadi rekor tersendiri bagi klub yang berdiri pada 1909 itu. Sebelumnya, rekor terbaik mereka adalah menang tujuh kali secara berturut-turut yang dibukukan pada pekan ke-25 hingga 31 musim 2008-09.

Peluang pasukan Klopp menorehkan rekor baru sangat terbuka lebar. Pasalnya, mereka akan berlaga di kandang sendiri, Stadion Signal Iduna Park, yang terkenal angker. Dalam sepuluh laga kandang terakhir di Bundesliga 1, Dortmund hanya tiga kali gagal menang. Itu terjadi kala mereka dikalahkan Bayer Leverkusen pada spieltag ke-1 musim ini serta ditahan imbang VfL Wolfsburg dan Hoffenheim pada dua laga kandang terakhir musim lalu.

Hal yang menambah tinggi kemungkinan tersebut adalah rekor yang sangat apik dalam tiga laga terakhir di Signal Iduna Park. Lucas Barrios dkk mencetak sembilan gol tanpa kebobolan!

Defender Neven Subotic punya keyakinan kuat. "Skuad kami memang sangat muda. Namun, saat ini, kami telah bermain bersama-sama dalam waktu lumayan lama dan mampu mempertahankan performa di level tertinggi," jelas bek tengah asal Serbia itu.

Meski begitu, Die Schwarzgelben tentu tak boleh jemawa. Kubu Hoffenheim telah siap membuat kejutan. Pelatih Ralf Rangnick sudah mewanti-wanti anak-anak asuhnya untuk tampil dengan kemampuan terbaik. Sementara bek Marvin Compper menilai Hoffe bakal tampil tanpa beban.

"Saat ini, semua orang menilai BVB bakal meneruskan rentetan kemenangan. Menurutku, itu justru menjadi peluang tersendiri karena tak ada seorang pun yang menjagokan kami," beber Compper. (Sepp Ginz)

Jumat, 22 Oktober 2010

Barrios Ucap Janji Setia


UANG adalah hal yang paling utama di sepak bola profesional pada saat ini. Itu sebabnya, sangat jarang ditemukan pemain yang bertahan lama di satu klub. Di antara kelompok pemain langka itu adalah Luca Barrios.

Striker Borussia Dortmund itu berikrar setia kepada klubnya. Seperti diungkapkan kepada Kicker, striker timnas Paraguay itu menyatakan bakal menghormati kontraknya dan tak berpaling ke klub lain.

“Aku merasa sangat diterima di sini dan terikat kontrak hingga 2014. Aku hanya akan meninggalkan Dortmund jika memang aku harus pergi,” ucap Barrios. “Bagiku, uang bukanlah segalanya.”

Menanggapi tawaran 20 juta euro dari Rubin Kazan, Barrios tetap bergeming dengan tekadnya. “Aku selalu katakan bahwa Dortmund adalah rumahku untuk saat ini. Aku akan tinggal di sini dan merebut prestasi tinggi. Aku tak tertarik meski Manchester City, AC Milan, dan Rubin Kazan mengincarku,” papar pemain yang menarik perhatian Jürgen Klopp lewat video kompilasi gol-golnya bersama Colo-Colo di YouTube itu.

Barrios memang pantas mengucap janji setiap kepada Die Schwarzgelben. Pasalnya, dia kini menjadi salah satu pujaan baru para fans fanatik. (Sepp Ginz)

Foto: Die Welt

Raul Puji Magath


FELIX MAGATH adalah pelatih yang sangat menekankan kebugaran fisik pemain-pemainnya. Gara-gara metode latihannya yang sangat menguras tenaga, dia dijuluki Qualix. Meski begitu, dia tak lantas kehabisan pemuja. Terakhir, Raul Gonzalez yang memberikan pujian tulus.

Seusai mencetak dua gol ke gawang Hapoel Tel Aviv, Rabu (20/10), Raul mengatakan dirinya tertolong oleh metode latihan Magath. “Aku merasa jauh lebih muda, setidaknya lima tahun lebih muda,” ujar pemain berumur 33 tahun itu. “Itu karena kami berlatih sangat keras di bawah Felix Magath.”

Hal lain yang membantu Raul menemukan kembali sentuhannya adalah lebih banyaknya laga yang harus dijalani. “Aku bisa bermain lebih sering ketimbang saat di Real (Madrid),” ujar dia.

Raul benar. Musim ini, dia enam kali tampil penuh dari delapan laga yang telah dilalui bersama Schalke di Bundesliga 1. Total, dia bermain selama 657 menit. Artinya, dia rata-rata bermain selama 82 menit!

Angka itu jauh lebih besar dibanding statistiknya saat masih berkostum Madrid pada musim lalu. Dari 31 kali bermain di Liga BBVA, dia hanya tampil selama 37 menit per laga. Rinciannya, sembilan kali starter, tiga kali bermain penuh, sisanya 22 kali tampil sebagai pengganti. (Sepp Ginz)

Foto: Sport Bild

Van Gaal Tak Inginkan Sahin

KABAR yang menyatakan Bayern München tertarik menggaet gelandang bertahan Borussia Dortmund, Nuri Sahin, dibantah oleh pelatih Louis van Gaal. Tanpa tedeng aling-aling, dia mengatakan rumor itu sebagai rekaan agen pemain asal Turki itu.

“Saya pikir ini sengaja dilancarkan agennya. Itu hal biasa dalam sepak bola,” ucap Van Gaal. “Jika menginginkan seorang pemain, saya akan mendiskusikannya dengan manajemen, bukan malah mengatakannya kepada jurnalis.”

Lebih jauh, pelatih asal Belanda itu mengutarakan satu analisis yang sangat masuk akal. Menurut dia, rumor tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan harga pemain. Apalagi Sahin yang kontraknya akan usai pada Juni 2011.

Menariknya, Van Gaal justru pernah memuji Sahin. Dia menilai pemain berumur 22 tahun itu sebagai gelandang bertahan terbaik di Bundesliga 1 pada musim ini. Atas dasar itulah rumor berkembang. Apalagi Bayern butuh pengganti sepadan bagi Mark van Bommel yang kontraknya akan habis pada akhir musim ini. (Sepp Ginz)

Bayern Siap Tolong Tetangga


MENOLONG klub-klub yang kesusahan adalah hal yang selalu dilakukan Bayern München. St. Pauli, Dynamo Dresden, dan Stuttgarter Kickers pernah merasakan kemurahan hati Bayern. Melalui laga persahabatan dengan Bayern, mereka mendapatkan banyak uang untuk menutup utang atau defisit anggaran.

Uluran tangan seperti itulah yang kini sangat dinantikan SpVgg Unterhaching yang berada di ambang kebangkrutan. Mereka butuh 2,3 juta euro hingga akhir Oktober untuk menyelamatkan diri dari likuidasi. Presiden Engelbert Kupka secara resmi telah menghubungi koleganya di Bayern.

Pada 11 Oktober lalu, Kupka telah menyampaikan masalah yang dihadap klubnya kepada Direktur Olahraga Bayern, Christian Nerlinger, kala bersama-sama menonton laga timnas U-21 Jerman melawan timnas U-21 Ukraina. Setelah itu, Kupka pun lantas menelepon Presiden Bayern, Uli Hoeneß.

“Benar, saya telah menghubungi Hoeneß. Kami telah melakukan pembicaraan,” ungkap Kupka. “Situasi yang kami hadapi saat ini benar-benar serius. Bagi saya dan manajemen, ini merupakan pil yang sangat pahit.”

Tanggapan positif sudah diberikan Nerlinger. Menurut dia, kondisi yang dialami Unterhaching akan sangat diperhatikan. Bagi Bayern sendiri, ini adalah saat untuk balas budi. Pasalnya, pada musim 1999-00, Bayern berhasil menjuarai Bundesliga 1 berkat keberhasilan Unterhaching menekuk Bayer Leverkusen pada pekan terakhir.

Skenario yang paling memungkinkan untuk menyelamatkan Unterhaching tentu saja menggelar laga persahabatan di Stadion Allianz Arena. Dari laga tersebut, Bayern diprediksi bisa menyumbang 2 juta euro kepada klub yang kini ditangani Klaus Augenthaler, salah satu defender terbaik Bayern sepanjang masa, itu.

Selain bagi Unterhaching, Bayern juga dikabarkan siap mengulurkan tangan bagi rival sekotanya, TSV 1860 München, yang juga mengalami masalah serupa. “Kami punya hubungan yang baik. Jika mereka datang, kami akan mendengarkan keluhan mereka,” ucap Hoeneß. (Sepp Ginz)

Foto: www.bundesliga.de

Kamis, 21 Oktober 2010

Schürrle Dikenai Larangan Wawancara


JELANG LAGA melawan Bayer 04 Leverkusen, manajemen 1.FSV Mainz melarang striker Andre Schürrle melayani wawancara dengan media massa. Menurut Manajer Christian Heidel, itu dilakukan demi menjaga konsentrasi striker timnas U-21 Jerman tersebut.

“Hingga saat ini, tak kurang dari 634 permintaan wawancara yang kami terima. Kami ingin dia berkonsentrasi pada pertandingan, bukan hal lain,” tutur Heidel.

Larangan tersebut memang sangat beralasan. Pasalnya, Schürrle telah resmi menandatangani kontrak berdurasi lima tahun dengan Leverkusen. Heidel dan petinggi Mainz lainnya takut ada pertanyaan-pertanyaan sensitif yang nantinya membuat Schürrle tak bisa bermain maksimal. (Sepp Ginz)

Foto: Rheinische Post

Knasmüllner Impikan Schalke


DUA SETENGAH TAHUN menimba ilmu di akademi sepak bola Bayern München bukan berarti Christoph Knasmüllner menutup mata dan hati untuk klub lain. Meski mulai dipercaya masuk ke daftar pemain cadangan sejak Bayern menjamu Hannover 96, Sabtu (16/10) lalu, dia mengaku punya klub impian.

Kepada sportnet.at, Knasmullner secara mengejutkan menyebut rival utama Bayern dalam beberapa tahun terakhir, FC Schalke 04, sebagai klub yang ingin dibela. “Jika tak di Bayern, aku ingin bermain untuk Schalke. Akan sangat menyenangkan bila bisa bermain bersama Raul,” ucap dia.

Toh, itu bukan berarti pemain muda asal Austria itu tak punya nyali untuk bersaing menembus tim utama Bayern. Menurut dia, itu merupakan bentuk kesadaran terhadap ketatnya persaingan yang harus dihadapi. Dia pun menampik pernyataan Direktur Akadaemi Sepak Bola Austria, Ralf Muhr, yang menyatakan dirinya akan kembali karena tak cocok dengan kultur Bayern.

“Targetku adalah masuk ke tim utama pada musim dingin nanti. Jika tak terwujud, aku memikirkan opsi pindah sebagai pemain pinjaman. Aku sangat tertarik bermain di Bundesliga 1 atau Bundesliga 2. Aku rasa aku punya kemampuan untuk bermain di level itu,” beber dia lagi.

Peluang Knasmüllner untuk masuk ke tim utama Bayern dengan cepat memang terbilang tipis. Dia tak seperti Thomas Müller, Holger Badstuber, Diego Contento, dan David Alaba yang langsung berhasil memikat hati pelatih Louis van Gaal. Apalagi kiprahnya bersama Bayern München II pada musim ini tidak terlalu bagus. (Sepp Ginz)

Foto: www.sportnet.at

Zé Roberto Tak Kasihan Kepada Bayern


ENAM MUSIM bermain untuk Bayern München memang sangat berkesan bagi Zé Roberto. Maklum, selama enam musim itu, dia merebut sepuluh trofi. Itu termasuk empat double winners, yakni menjuarai Bundesliga 1 plus DFB Pokal, bersama dua pelatih berbeda. Dalam pandangannya, kiprah di Bayern adalah masa terindah dalam kariernya.

Meski begitu, Jumat nanti, dia akan menyimpan dalam-dalam ikatan emosional yang terjalin antara dia dan Bayern. Dia tak akan membiarkan eks klubnya itu menangguk poin saat melawat ke Imtech Arena, kandang klubnya, Hamburger SV.

“Kami ingin berada di atas. Itu artinya kami harus mencegah Bayern bangkit. Pertandingan nanti akan sangat penting bagi kami dalam upaya memburu gelar juara,” terang Zé.

Lebih jauh, dia pun akan tetap melakukan selebrasi sebagaimana mestinya bila berhasil menjebol gawang Hans-Jörg Butt. “Aku selalu melakukan selebrasi setiap kali mencetak gol. Aku ini bukan seorang penjebol gawang ulung sehingga setiap kali mencetak gol, aku tentu harus merayakannya,” tegas dia kepada Hamburger Morgenpost.

Peran Zé bagi Hamburg pada musim ini memang sangat vital. Meski telah berumur 36 tahun, dia adalah motor lini tengah yang sangat diandalkan pelatih Armin Veh. Selain liat dalam menjaga daerah, Zé juga sangat lihai melepas umpan matang ke mulut gawang. Hingga spieltag ke-8, pemain religius ini telah mengemas lima assist. Dia hanya kalah dari playmaker 1.FSV Mainz, Lewis Holtby, yang telah mencetak enam assist. (Sepp Ginz)

Foto: Hamburger Morgenpost

Rabu, 20 Oktober 2010

Rahasia Kesuburan Huntelaar


ENAM GOL dari delapan laga yang dilakoni bersama FC Schalke 04. Itulah prestasi Klaas-Jan Huntelaar hingga jelang laga versus FC Twente Enschede, Rabu (20/10). Itu masih ditambah delapan gol dari empat laga bersama timnas Belanda. Sungguh bukti tak terbantahkan akan ketajaman penyerang asal Belanda itu.

Tak sedikit orang yang tercengang oleh performa apik tersebut. Pasalnya, dalam satu setengah musim terakhir, dia terpuruk bersama dua klub raksasa, Real Madrid dan AC Milan. Kini, di tengah krisis yang dialami Schalke, dia justru mencorong. Lalu, apakah yang menjadi rahasia kesuburan pemain berjuluk The Hunter itu?

Kepada Rheinische Post, Huntelaar mengaku tak punya resep spesial. Menurut dia, ketajamannya akhir-akhir ini adalah buah kepercayaan yang diberikan pelatih Felix Magath. “Aku selalu bermain 90 menit. Bagiku, itu adalah hal yang paling penting,” kata dia.

Jaminan bermain di tim utama itulah yang tak didapatkan top skorer Eredivisie musim 2005-06 dan 2007-08 tersebut saat membela Madrid dan Milan. “Ketika hanya diberi kesempatan selama sepuluh menit, tentu sangat sulit bagiku. Aku selalu ingin bermain dan tak betah berada di bangku cadangan. Aku lebih suka duduk di rumah ketimbang di stadion,” beber dia lagi.

Kepercayaan yang tinggi itu tak terlepas dari penilaian Magath terhadap dia. Sejak awal, pelatih yang dikenal punya metode latihan yang sangat keras itu selalu yakin Huntelaar adalah penyerang spesial. “Dia adalah pemain yang tahu posisi gawang dan selalu ingin mencetak gol,” terang Magath. “Dia selalu buas dalam memaksimalkan peluang, punya lari yang cepat, dan dua kaki yang sama baiknya.” (Sepp Ginz)

Foto: Westline

Westermann Dikaruniai Anak Kedua

BEK HAMBURGER SV, Heiko Westermann, tengah berbahagia. Suasana rumahnya akan kembali dihiasi tangisan bayi. Rabu (20/10) pukul 2.13 waktu setempat, Irina, istrinya, melahirkan bayi perempuan berbobot 4.065 gram yang diberi nama Nikita.

Nikita adalah anak perempuan kedua yang meramaikan keluarga Westermann dan Irina. Dua tahun lalu, mereka juga dikaruniai seorang anak perempuan yang lantas dinamai Lena Rubi.

Kehadiran Nikita sendiri telah lama dinantikan Westermann. Pekan lalu ketika memperkuat timnas Jerman, dia harap-harap cemas menanti saat Irina melahirkan. Dia selalu siap sewaktu-waktu meninggalkan timnas guna menemani istrinya.

Kini, kelahiran Nikita tentunya akan membuat Westermann lebih bergairah di lapangan hijau saat Hamburg menjamu Bayern München, Jumat (22/10). Dia pastinya sangat berharap membawa pulang kemenangan sebagai hadiah bagi sang putri. (Sepp Ginz)

Mohamad Tak Salahkan Poldi


KRITIK PEDAS yang dilancarkan Lukas Podolski pekan lalu mampu membuat jengah para petinggi 1.FC Köln. Sebagai konsekuensinya, penyerang timnas Jerman itu akan dimintai keterangan secara langsung oleh Manajer Michael Meier. Bukan tak mungkin, dia akan dijatuhi denda atas ulahnya itu.

Meski begitu, di mata kapten Youssef Mohamad, Poldi tidak bersalah. "Aku tak menentang Poldi dan menerima semua yang dia katakan. Dia hanya menginginkan tim yang lebih baik," ujar dia dalam wawancara dengan Kölner Express.

Satu hal yang bisa dinilai keliru, menurut Mohamad, adalah cara dan waktu yang tidak tepat. "Jika hal itu lantas menimbulkan masalah, tentu saja jadinya tak baik," tambah dia. Sementara soal sikap diamnya selama ini, Mohamad berkata, "Aku sendiri berpendapat, semua masalah yang ada di manajemen bukanlah urusanku. Aku hanya pemain yang bertugas untuk bermain di lapangan."

Menyangkut masalah yang dialami Die Geißbocke, bek asal Libanon itu menilai pangkal masalahnya ada pada motivasi pemain yang kurang tinggi. Untuk itu, dia berharap Presiden Wolfgang Overath turun tangan.

"Aku harap Wolfgang Overath datang ke ruang ganti setiap kami hendak berlaga. Aku kira para pemain akan sangat senang jika hal itu dilakukan. Saat ini, kami membutuhkan hal itu. Presiden Overath juga pernah jadi pemain, pastinya dia tahu persis apa yang kami butuhkan saat ini," papar Mohamad lagi.

Lalu, apakah itu berarti Mohamad tak lagi percaya kepada pelatih Zvonimir Soldo? Dengan lugas dia menjawab, "Aku telah satu setengah tahun bekerja sama dengan Soldo. Dia adalah pribadi dan pelatih yang baik." (Sepp Ginz)

Foto: Kölner Express

Schalke Bidik Tiga Target dari Hapoel

MESKI TERTATIH di Bundesliga 1, FC Schalke 04 tetap penuh percaya diri menghadapi laga versus Hapoel Tel Aviv pada Matchday III, Rabu (20/10). Die Königsblauen yakin bisa merebut kemenangan kedua dan selangkah lebih dekat untuk lolos ke fase knock out.

Kepercayaan diri itu bersumber dari keberhasilan menangguk poin penuh kala melawan Benfica pada Matchday II. "Ini kompetisi yang berbeda di mana kami berada di posisi yang baik setelah kemenangan atas Benfica. Jika berhasil melanjutkan hal itu, kami bisa mendapatkan kepercayaan diri untuk berlaga di liga," beber kapten Manuel Neuer.

Guna mewujudkan hal itu, Schalke telah melakukan persiapan intensif. "Laga melawan Benfica adalah laga terbaik kami. Kini, kami harus menyamai hal itu. Untuk itu, kami telah melihat rekaman video dan membahas secara seksama lawan yang akan dihadapi," terang gelandang Ivan Rakitic.

Tak salah bila Schalke berharap mendekatkan diri ke fase knock out dengan menaklukkan Hapoel. Pasalnya, jika itu terjadi, satu penghalang bisa disingkirkan karena kekalahan itu akan menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Hapoel. Nah, berdasarkan data sejak diberlakukannya fase grup di babak 32-besar, hampir semua tim dengan rekor itu tak sanggup lolos ke fase berikutnya.

Sejak diberlakukan pada musim 1999-00, ada 28 tim yang merasakan hal tersebut. Dari jumlah tersebut, 25 di antaranya malah mengakhiri fase grup sebagai juru kunci. Hapoel sendiri dihantui jejak dua wakil Israel terdahlu, Maccabi Tel Aviv pada 2004-05 dan Maccabi Haifa pada musim lalu, yang mengalami nasib nahas tersebut. Tercatat hanya Newcastle United pada 2002-03 yang mampu lolos setelah dihajar tiga kekalahan beruntun.

Andai hal itu tetap berlaku, berarti Schalke hanya tinggal memperhitungkan dua rival tersisa, yakni Olympique Lyon dan Benfica. Secara khusus, andai Schalke kembali mampu menaklukkan Benfica, kans lolos ke fase knock out akan terbuka lebar. (Sepp Ginz)

Nasib Peraih Tiga Kekalahan Beruntun
Musim: Klub (Posisi Akhir di Grup/Rekor Akhir)

1999-00: Sturm Graz (Ketiga/2-0-4)
1999-00: Molde (Juru kunci/1-0-5)
1999-00: Willem II Tilburg (Juru kunci/0-2-4)
2000-01: Shakhtar Donetsk (Ketiga/2-0-4)
2000-01: sc Heerenveen (Juru kunci/1-1-4)
2000-01: Helsingborg (Juru kunci/1-2-3)
2001-02: Schalke 04 (Juru kunci/2-0-4)
2001-02: Lazio (Juru kunci/2-0-4)
2001-02: Fenerbahce (Juru kunci/0-0-6)
2002-03: Newcastle United (Runner-up/3-0-3)
2002-03: Spartak Moskva (Juru kunci/0-0-6)
2003-04: Olympiacos (Juru kunci/1-1-4)
2004-05: Anderlecht (Juru kunci/0-0-6)
2004-05: Glasgow Celtic (Juru kunci/1-2-3)
2004-05: Maccabi Tel Aviv (Juru kunci/1-1-4)
2004-05: AS Roma (Juru kunci/0-1-5)
2005-06: Anderlecht (Juru kunci/1-0-5)
2005-06: Olympiacos (Juru kunci/1-1-4)
2005-06: Rapid Wien (Juru kunci/0-0-6)
2006-07: SV Hamburg (Juru kunci/1-0-5)
2006-07: Dynamo Kyiv (Juru kunci/0-2-4)
2006-07: Levski Sofia (Juru kunci/0-0-6)
2007-08: Steaua Bucuresti (Juru kunci/0-1-5)
2007-08: Dynamo Kyiv (Juru kunci/0-0-6)
2007-08: VfB Stuttgart (Juru kunci/1-0-5)
2008-09: Olympique Marseille (Ketiga/1-1-4)
2008-09: FC Basel (Juru kunci/0-1-5)
2009-10: Debreceni (Juru kunci (0-0-6)
2009-10: Maccabi Haifa (Juru kunci/0-0-6)

Kembalinya Bayern-Dusel


HARAPAN BAYERN MÜNCHEN untuk sesegera mungkin memastikan tiket ke fase knock out Liga Champions kian mulus. Kemenangan 3-2 atas CFR Cluj pada Matchday III membuat FC Hollywood berada di atas angin. Apalagi pada saat yang bersamaan, AS Roma tumbang 1-3 di tangan FC Basel.

Satu hal yang menarik dari kemenangan Bayern itu, aroma Bayern-Dusel alias "keberuntungan Bayern" sangat terasa. Bukan apa-apa, dua gol pertama tercipta lewat bunuh diri pemain lawan. Lalu, gol ketiga dari Mario Gomez tercipta dari bola muntah hasil sepakan Toni Kroos. Lain dari itu, sebuah peluanh Lacina Traore pada akhir babak pertama yang potensial menyamakan kedudukan menjadi 2-2 hanya membentur tiang gawang.

Media-media massa Jerman mengulas kemenangan itu dengan menarik. TZ München menampilkan judul "Para Badut Sepak Bola dari Cluj Memberikan Kemenangan Kepada Bayern", sementara Spox.com menulis, "Cluj membagi-bagikan hadiah kepada Bayern". Rheinische Post lebih pedas dengan menulis, "Cluj mencetak empat gol, Bayern menang."

Kubu Bayern tak memungkiri dekapan mesra Dewi Fortuna di Allianz Arena tersebut. "Musim ini, keberuntungan sangat jarang menemani kami. Tetapi, hari ini kami justru beruntung. Sungguh pertandingan yang tidak mudah, tapi kami pantas untuk menang," aku pelatih Louis van Gaal.

Ucapan pelatih asal Belanda itu diamini Gomez. "Hari ini, kami sepatutnya bersyukur," terang striker timnas Jerman itu. "Begitulah sepak bola. Berpekan-pekan selalu gagal mencetak gol, kini gol malah seperti datang dengan sendirinya."

Gomez benar. Masih segar dalam ingatan betapa jengkelnya para penggawa Bayern saat gagal mengonversi banyak peluang menjadi gol di depan gawang Borussia Dortmund, tiga pekan silam. Bahkan, hingga spieltag ke-7 Bundesliga 1, rasio peluang yang menjadi gol hanya 20 persen.

Terlepas dari mulai akrabnya Dewi Fortuna dengan mereka, masih banyak kelemahan yang harus diperbaiki Van Gaal jika ingin merebut trofi juara. Instabilitas lini belakang dan faktor kelelahan masih sangat terlihat. Di samping itu, masih banyaknya pemain yang absen karena cedera membuat Van Gaal tak punya banyak pilihan. Pada laga itu, dia terpaksa menyertakan Christoph Knasmüllner dan Nicolas Jüllich dari tim amatir sebagai cadangan.

Pertimbangan kondisi fisik itu pula yang membuat Van Gaal harus menarik Bastian Schweinsteiger pada menit ke-79. "Saya terpaksa harus mengganti Bastian karena Dr. Müller-Wohlfarth mengatakan, dia tak bisa dipaksa bermain lebih lama (karena baru pulih dari cedera, -Red.)," beber dia. (Sepp Ginz)

Foto: Die Welt

Selasa, 19 Oktober 2010

Bayern Ingin Segera Pastikan Tiket Fase Knock Out


BERBEKAL KEMENANGAN atas Hannover 96 di Bundesliga, Sabtu (16/10), Bayern München membidik kemenangan ketiga secara beruntun di Fase Grup Liga Champions saat menjamu wakil Rumania, CFR Cluj, Selasa (19/10). Direktur Olahraga Christian Nerlinger menegaskan pentingnya kemenangan pada Matchday III tersebut.

“Tugas berikut adalah menang atas Cluj di Liga Champions, Selasa nanti. Jika menang, kami akan berada di posisi yang sangat baik,” ujar Nerlinger, Senin (18/10), seperti dikutip TZ München. Kiper Hans-Jörg Butt menimpali, “Dengan sembilan angka, sebuah klub akan berada jauh di depan.”

Nerlinger dan Butt benar. Sepanjang sejarah Liga Champions, tak ada tim dengan tiga kemenangan beruntun di fase grup 32-besar yang gagal lolos ke babak berikutnya. Sejak 1999-00, ada 31 tim yang merasakan hal tersebut. Bayern sendiri pernah merasakan tuah tiga kemenangan beruntun itu pada 2005-06 dan 2006-07.

Dalam pandangan Chief Executive Karl-Heinz Rummenigge, memastikan lolos secepat mungkin sangatlah penting. “Kami perlu sesegera mungkin memastikan lolos agar bisa lebih fokus ke Bundesliga,” tegas dia.

Guna merealisasikan target tersebut, pelatih Louis van Gaal berharap anak-anak asuhnya bisa mencetak gol cepat. “Cluj akan bertahan total dan mengunci kami. Untuk itu, saya berharap kami bisa secepar mungkin mencetak gol,” terang pelatih asal Belanda itu. (Sepp Ginz)

Nasib Peraih Tiga Kemenangan Beruntun
Musim: Tim (Posisi Akhir di Grup/Rekor Akhir)

2000-01: Arsenal (Juara/4-1-1)
2000-01: Valencia (Juara/4-1-1)
2001-02: Real Madrid (Juara/4-1-1)
2001-02: Panathinaikos (Juara/4-0-2)
2001-02: Bayer Leverkusen (Runner-up/4-0-2)
2002-03: Arsenal (Juara/3-1-2)
2002-03: Valencia (Juara/5-1-0)
2002-03: Man. United (Juara/5-0-1)
2002-03: AC Milan (Juara/4-0-2)
2002-03: Barcelona (Juara/6-0-0)
2003-04: Real Madrid (Juara/4-2-0)
2003-04: Juventus (Juara/4-1-1)
2004-05: Chelsea (Juara/4-1-1)
2004-05: Inter Milan (Juara/4-2-0)
2004-05: AC Milan (Juara/4-1-1)
2004-05: Juventus (Juara/5-1-0)
2005-06: Olympique Lyon (Juara/5-1-0)
2005-06: Arsenal (Juara/5-1-0)
2005-06: Bayern München (Runner-up/4-1-1)
2006-07: Man. United (Juara/4-0-2)
2006-07: Olympique Lyon (Juara/4-2-0)
2006-07: Valencia (Juara/4-1-1)
2006-07: Bayern München (Juara/3-3-0)
2006-07: Chelsea (Juara/4-1-1)
2007-08: Arsenal (Runner-up/4-1-1)
2007-08: Man. United (Juara/5-1-0)
2008-09: Barcelona (Juara/4-1-1)
2009-10: Sevilla (Juara/4-1-1)
2009-10: Olympique Lyon (Runner-up/4-1-1)
2009-10: Chelsea (Juara/4-2-0)
2009-10: Man. United (Juara/4-1-1)

Foto: TZ München

Denda Besar Untuk Kembang Api


JANGAN MAIN-MAIN dengan kembang api. Setidaknya, itulah pelajaran yang bisa dipetik dari hukuman yang dijatuhkan Deutscher Fussball Bund (DFB) kepada Borussia Dortmund. Gara-gara ulah suporternya yang menyalakan kembang api di stadion, Die Schwarzgelben harus membayar 5.000 euro.

Denda itu dijatuhkan atas dua insiden berbeda. Insiden pada Derby Lembah Ruhr menghadapi FC Schalke 04, 26 Februari. Setidaknya ada dua orang yang kedapatan menyalakan kembang api saat laga berlangsung.

Sementara itu, insiden kedua terjadi saat Dortmund melawat ke kandang St. Pauli, Stadion Millerntor, pada 25 September lalu. Saat itu, ada bom asap yang menyala di tribun yang ditempati para suporter Dortmund. (Sepp Ginz)

Foto: www.spox.com

Cinta Berbatas Derby


TAK BANYAK YANG TAHU kisah kasih yang dirajut pemain muda 1.FC Köln yang mulai mengemuka musim ini, Christian Clemens. Dia ternyata berpacaran dengan gadis yang juga berprofesi sebagai pemain sepak bola. Namanya Lynn Julia Mester. Sama halnya Clemens, Lynn juga berposisi sebagai gelandang serang.

Menariknya, Lynn tidak berada satu panji dengan Clemens. Dia bahkan berada di klub rival sewilayah Köln, yakni Bayer Leverkusen. Sesuai pengakuan Clemens, tali cinta bertaut saat keduanya bertemu di lapangan hijau. Mengingat rivalitas kedua klub, kisah kasih antara keduanya bisa dibilang terlarang.

“Benar, kami saat ini tengah pacaran. Aku bertemu dia dalam sebuah turnamen,” ungkap Clemens tentang Lynn yang termasuk gelandang haus gol di tim wanita Leverkusen. Musim lalu, Lynn yang berumur 18 tahun tercatat sebagai gelandang terproduktif.

Hubungan spesial Clemens dan Lynn merupakan bukti bahwa cinta bisa menembus batas apa pun. Meski begitu, fanatisme terhadap klub masing-masing tetap diusung. “Hingga saat ini, aku tidur dengan seprai FC Köln,” terang Clemens yang tercatat sebagai penggawa timnas U-19 Jerman itu. (Sepp Ginz)

Foto: Kölner Express, Die Welt

St. Pauli Hampir Pasti Selamat


KOMPETISI BUNDESLIGA 1 memang baru berjalan seperempatnya, tepatnya delapan laga. Akan tetapi, nasib St. Pauli sudah hampir bisa dipastikan. Klub promosi itu ditengarai tak akan terkena degradasi pada akhir musim nanti. Itu berkat kemenangan 3-2 yang dibukukan atas 1.FC Nürnberg pada akhir pekan lalu.

Berkat tambahan tiga angka itu, St. Pauli kini mengoleksi 13 poin. Itu adalah rekor tersendiri. Sebelumnya, nilai tertinggi pasukan dari Stadion Millerntor itu hingga pekan ke-8 hanya sepuluh angka. Nah, selidik punya selidik, angka 13 juga menjamin mereka untuk bisa berharap tak terdegradasi pada akhir musim nanti.

Berdasarkan statistik sejak sistem tiga nilai untuk kemenangan diberlakukan pada 1995-96, hanya satu dari 21 tim yang terdegradasi setelah mampu mengoleksi 13 poin pada pekan ke-8. Itu berarti kans St. Pauli untuk bertahan mencapai 95 persen! Satu-satunya tim yang mengalami nasib sial adalah Fortuna Düsseldorf pada musim 1996-97.

Jika ditelisik lebih jauh, perolehan 13 poin itu pun bisa menjadi dasar bagi anak-anak asuh Holger Stanislawski untuk merenda asa berprestasi. Pasalnya, sembilan dari 21 tim ternyata mampu finis di papan atas alias 6-besar. Bahkan, VfL Wolfsburg pada 2008-09 mampu menjadi juara.

“Kini, kami ingin naik empat peringkat lagi,” ungkap Bastian Oczipka. Sementara Rouwen Hennings berkata,” Angka 13 sangatlah penting. Ini adalah rekor start terbaik. Jika bisa terus melaju, kami tak perlu lagi waswas terhadap ancaman degradasi.”

Meski begitu, Stanislawski tak mau terlalu optimistis. Dia sadar betul bahwa segala kemungkinan bisa terjadi dalam sebuah kompetisi. “Saya sama sekali tak tertarik pada apa pun, termasuk hitungan statistik. Hal yang kami pikirkan saat ini adalah pertandingan berikutnya!” tegas dia. (Sepp Ginz)

Nasib Para Peraih 13 Poin pada Pekan Ke-8
Musim: Klub (Posisi Akhir)

2009-10: Wolfsburg (8)
2008-09: Wolfsburg (1)
2008-09: Stuttgart (3)
2008-09: Dortmund (6)
2008-09: Schalke (8)
2008-09: Köln (12)
2007-08: Hannover (8)
2006-07: Bayern (4)
2006-07: Hertha (10)
2002-03: Wolfsburg (8)
2002-03: Rostock (13)
1999-00: TSV 1860 (4)
1998-99: Hertha (3)
1998-99: Freiburg (12)
1996-97: Karlsruhe (6)
1996-97: Bremen (8)
1996-97: Düsseldorf (16)
1995-96: Schalke (3)
1995-96: Mönchengladbach (4)
1995-96: Bremen (9)
1995-96: Leverkusen (14)

Foto: Hamburger Morgenpost

Gomez Diselamati Gomez


KEBERHASILAN Mario Gomez mencetak empat gol dalam dua laga bersama timnas Jerman dan Bayern München mendapat apresiasi khusus. Striker berumur 25 tahun itu mendapatkan ucapan selamat spesial dari petambang Cile yang sempat terjebak selama 69 hari yang memiliki nama sama, Mario Gomez.

Dalam acara penyambutan di rumahnya, Gomez petambang mendapatkan informasi tentang Gomez pebola dari seorang wartawan Jerman. Saat itu, si wartawan memperlihatkan foto Gomez pebola yang ada di ponselnya.

"Ada seorang teman yang sempat memberitahukan bahwa ada pebola dengan nama sama dengan saya. Tapi, saya tak tahu hal itu sebelum wartawan datang. Dia terlihat lebih segar dan muda," beber Gomez petambang. "Jadi, dia baru saja mencetak satu gol untuk Jerman dan tiga gol untuk Bayern München? Saya ucapkan selamat. Saya akan sangat senang bila suatu hari nanti bisa pergi ke Jerman."

Harapan Gomez petambang sepertinya tidaklah terlalu tinggi. Siapa tahu dalam waktu dekat ini Gomez pebola mengundang dia ke Jerman untuk menyaksikan aksinya secara langsung. (Sepp Ginz)

Foto: www.ran.de

Senin, 18 Oktober 2010

Poldi Tuai Kecaman


LUKAS PODOLSKI mulai menuai badai dari kecaman kerasnya kepada manajemen 1.FC Köln pada pekan lalu. Ulahnya dikecam habis oleh Huub Stevens, eks pelatih Die Geißbocke. Dalam kolomnya di Sport1, pelatih asal Belanda itu menyarankan Poldi untuk tak terlalu bicara banyak.

“Komentarnya itu menjadi badai baru di tengah klub yang tengah berjuang keras lolos dari zona degradasi,” ucap Stevens. “Poldi seharusnya berkonsentrasi pada performanya. Berbekal kualitas yang dimiliki, dia akan sangat berguna untuk menolong tim.”

Kecaman lain datang dari Udo Lattek. Bedanya, pelatih legendaris Bayern München itu menyoroti provokasi yang dilakukan kepada Nuri Sahin saat Köln berhadapan dengan Borussia Dortmund, Jumat (15/10). Setelah mencetak gol penyeimbang, dia mengacungkan tiga jari kanan dengan telunjuk dan ibu jari tangan kiri membentuk angka nol di depan Sahin seolah ingin mengingatkan skor akhir Jerman vs Turki. Provokasi itu dibalas oleh Sahin saat dirinya menjadi penentu kemenangan Dortmund.

“Saya sungguh tak mengerti arti provokasi Poldi di tengah situasi buruk yang dialami Köln saat ini. Saya juga tak mengerti dan rasanya tidak benar bila dia mengatakan mulai berpikir tentang masa depannya,” ulas Lattek.

Dari pihak klub, Manajer Michael Meier sudah merencanakan memanggil Poldi untuk menjelaskan segala tindak-tanduknya yang nyeleneh akhir-akhir ini, terutama kecaman pedasnya kepada klub. “Dia harus menjelaskan banyak hal kepada saya. Tapi, tentu saja hal itu akan dilakukan secara internal,” jelas Meier. (Sepp Ginz)

Foto: Die Welt

Micho Kian Terdesak


NASIB Martin Demichelis kian tak menentu. Setelah terdepak dari tim inti, bek asal Argentina itu kian tersisih saja. Protes keras yang dilakukannya kepada pelatih Louis van Gaal benar-benar membuat dirinya tak bisa berharap lagi untuk bertahan lebih lama di Bayern München.

Micho saat ini tak lagi menjadi bek tengah ketiga di Bayern. Dia telah tergusur ke posisi keempat oleh Anatoliy Tymoshchuk. Itu terlihat saat Bayern menaklukkan Hannover 96, Sabtu (16/10). Di tengah cedera yang memaksa Daniel van Buyten absen, Van Gaal bukannya memilih Micho, namun justru menugaskan Tymo untuk mendampingi Holger Badstuber di jantung pertahanan.

Hal yang membuat Micho kian murung, Tymo ternyata bermain apik dan mendapat pujian. “Saya sangat senang melihat dia bermain sangat baik,” ucap Presiden Uli Hoeneß. Sementara Chief Executive Karl-Heinz Rummenigge berkata, “Terlepas dari tiga gol Mario Gomez, saya melihat Tymoshchuk adalah pemain terbaik. Dia membuktikan kami tak keliru menahannya di sini.”

Seusai laga yang berakhir 3-0 pun, Micho tampak tak ikut larut dalam kegembiraan rekan-rekannya. Dia hanya diam dan sesekali menggelengkan kepalanya. Hal itu ditangkap dengan baik oleh Van Gaal. “Dia tentu sangat kecewa. Saya kira itu sangatlah wajar, tapi dia harus menerimanya secara profesional,” ungkap dia.

Rumornya, Micho kemungkinan bakal mencari klub baru pada bursa transfer Januari nanti. Pasalnya, dia dipastikan bakal kian tersudut bila Breno pulih dari cedera dan bisa membela Bayern. Sudah bukan rahasia, para petinggi Bayern dan Van Gaal menaruh kepercayaan besar kepada bek asal Brasil tersebut. (Sepp Ginz)

Foto: TZ München

Magath Yakin Juara Bersama Schalke


BERKUTAT di zona degradasi dengan hanya menoleksi satu kemenangan dari delapan laga mulai membuat para pemain FC Schalke 04 resah. Bek Christoph Metzelder terang-terangan menilai Die Knappen saat ini tak perlu melihat ke puncak klasemen. Menurut dia, mereka harus mengubah pola pikir dan menerima fakta harus berjuang melepaskan diri dari degradasi.

Menariknya, pelatih Felix Magath justru tak sependapat. “Terlalu dini berbicara soal degradasi. Ingat, kita baru melalui delapan laga. Saat ini, kami memang bermain seperti laiknya tim yang berjuang melawan degradasi. Akan tetapi, saya sangat yakin kami akan mampu keluar dari situasi sulit ini,” terang dia.

Lebih jauh, mengenai kemungkinan tekanan untuk mundur, pelatih yang sampat tiga kali merebut gelar juara Bundesliga 1 bersama Bayern München dan VfL Wolfsburg itu mengaku akan tetap bergeming di kursinya. “Saya baru memulai proses pembangunan ulang. Saya akan tetap tinggal di sini hingga merebut gelar juara!” tandas dia.

Sementara itu, menyangkut performa timnya yang sangat buruk, Magath dengan tegas menyatakan itu sebagai bagian dari risiko yang harus diambil. Menurut dia, barang siapa ingin berprestasi tinggi, dia harus berani mengambil risiko besar. Itulah yang dilakukan Magath pada awal musim ini.

“Kami bukan hanya melakukan perubahan radikal di dalam tim, melainkan juga dalam pola permainan. Kami ingin bermain lebih agresif. Itu tentu saja perlu sebuah harmonisasi,” pungkas Magath. (Sepp Ginz)

Foto: Westline

Minggu, 17 Oktober 2010

Gomez Dinaungi Takdir Cile


ADA HAL BERBEDA yang dilakukan Mario Gomez seusai mengantar Bayern München mengalahkan Hannover 96 dengan hat-trick-nya, Sabtu (16/10). Dia sibuk dengan ponselnya, mengetik pesan singkat untuk seseorang. Bukan untuk sang kekasih, melainkan buat 33 petambang Cile yang baru-baru ini berhasil dievakuasi setelah terjebak di kedalaman 700 m selama 69 hari.

Gomez merasa ada takdir tersendiri yang mengaitkan dirinya dengan insiden di Cile tersebut. "Aku ingin mengirimkan ucapan selamat. Petambang tertua memiliki nama serupa denganku, Mario Gomez. Lalu, jumlah yang terjebak adalah 33 orang, sama seperti nomor punggungku. Ini benar-benar bak sebuah takdir," papar dia.

Lebih lanjut, penyerang timnas Jerman itu dengan gamblang mengaku punya firasat bagus sebelum pertandingan dimulai. Itu sebabnya dia tampil dengan mobilitas tinggi dan tak kenal lelah. "Aku tentu tak ingin insiden itu terjadi, tapi aku memiliki keyakinan tersendiri sebelum laga," lanjut dia.

Gomez pantas bersyukur dan mengirimkan pesan singkat kepada para petambang Cile. Pasalnya, trigol ke gawang Hannover adalah yang pertama dalam 17 bulan. Dia terakhir kali mencetak hat-trick pada 9 Mei 2009 ketika membela VfB Stuttgart menaklukkan VfL Wolfsburg 4-1. Di kancah Bundesliga 1, Gomez telah puasa mencetak gol sejak medio Februari lalu. Gol terakhir Gomez adalah ketika Bayern menang 3-1 atas Borussia Dortmund pada 13 Februari 2010.

Bagi Bayern, hat-trick Gomez tak ubahnya pembebasan dari start terburuk sepanjang berkiprah di Bundesliga 1. Direktur Olahraga Christian Nerlinger berharap kemenangan atas Hannover adalah sebuah titik balik perjalanan Bayern. Sementara pelatih Louis van Gaal menilai trigol Gomez punya makna spesial.

"Sungguh tiga gol yang sangat indah. Saya sangat senang karena hal itu akan sangat penting bagi Bayern dalam menjalani laga-laga berikut pada pekan-pekan selanjutnya," terang Van Gaal. (Sepp Ginz)

Foto: Die Welt