MESKI TERTATIH di Bundesliga 1, FC Schalke 04 tetap penuh percaya diri menghadapi laga versus Hapoel Tel Aviv pada
Matchday III, Rabu (20/10). Die Königsblauen yakin bisa merebut kemenangan kedua dan selangkah lebih dekat untuk lolos ke fase
knock out.
Kepercayaan diri itu bersumber dari keberhasilan menangguk poin penuh kala melawan Benfica pada
Matchday II. "Ini kompetisi yang berbeda di mana kami berada di posisi yang baik setelah kemenangan atas Benfica. Jika berhasil melanjutkan hal itu, kami bisa mendapatkan kepercayaan diri untuk berlaga di liga," beber kapten Manuel Neuer.
Guna mewujudkan hal itu, Schalke telah melakukan persiapan intensif. "Laga melawan Benfica adalah laga terbaik kami. Kini, kami harus menyamai hal itu. Untuk itu, kami telah melihat rekaman video dan membahas secara seksama lawan yang akan dihadapi," terang gelandang Ivan Rakitic.
Tak salah bila Schalke berharap mendekatkan diri ke fase
knock out dengan menaklukkan Hapoel. Pasalnya, jika itu terjadi, satu penghalang bisa disingkirkan karena kekalahan itu akan menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Hapoel. Nah, berdasarkan data sejak diberlakukannya fase grup di babak 32-besar, hampir semua tim dengan rekor itu tak sanggup lolos ke fase berikutnya.
Sejak diberlakukan pada musim 1999-00, ada 28 tim yang merasakan hal tersebut. Dari jumlah tersebut, 25 di antaranya malah mengakhiri fase grup sebagai juru kunci. Hapoel sendiri dihantui jejak dua wakil Israel terdahlu, Maccabi Tel Aviv pada 2004-05 dan Maccabi Haifa pada musim lalu, yang mengalami nasib nahas tersebut. Tercatat hanya Newcastle United pada 2002-03 yang mampu lolos setelah dihajar tiga kekalahan beruntun.
Andai hal itu tetap berlaku, berarti Schalke hanya tinggal memperhitungkan dua rival tersisa, yakni Olympique Lyon dan Benfica. Secara khusus, andai Schalke kembali mampu menaklukkan Benfica, kans lolos ke fase
knock out akan terbuka lebar.
(Sepp Ginz)
Nasib Peraih Tiga Kekalahan Beruntun
Musim: Klub (Posisi Akhir di Grup/Rekor Akhir)1999-00: Sturm Graz (Ketiga/2-0-4)
1999-00: Molde (Juru kunci/1-0-5)
1999-00: Willem II Tilburg (Juru kunci/0-2-4)
2000-01: Shakhtar Donetsk (Ketiga/2-0-4)
2000-01: sc Heerenveen (Juru kunci/1-1-4)
2000-01: Helsingborg (Juru kunci/1-2-3)
2001-02: Schalke 04 (Juru kunci/2-0-4)
2001-02: Lazio (Juru kunci/2-0-4)
2001-02: Fenerbahce (Juru kunci/0-0-6)
2002-03: Newcastle United (Runner-up/3-0-3)
2002-03: Spartak Moskva (Juru kunci/0-0-6)
2003-04: Olympiacos (Juru kunci/1-1-4)
2004-05: Anderlecht (Juru kunci/0-0-6)
2004-05: Glasgow Celtic (Juru kunci/1-2-3)
2004-05: Maccabi Tel Aviv (Juru kunci/1-1-4)2004-05: AS Roma (Juru kunci/0-1-5)
2005-06: Anderlecht (Juru kunci/1-0-5)
2005-06: Olympiacos (Juru kunci/1-1-4)
2005-06: Rapid Wien (Juru kunci/0-0-6)
2006-07: SV Hamburg (Juru kunci/1-0-5)
2006-07: Dynamo Kyiv (Juru kunci/0-2-4)
2006-07: Levski Sofia (Juru kunci/0-0-6)
2007-08: Steaua Bucuresti (Juru kunci/0-1-5)
2007-08: Dynamo Kyiv (Juru kunci/0-0-6)
2007-08: VfB Stuttgart (Juru kunci/1-0-5)
2008-09: Olympique Marseille (Ketiga/1-1-4)
2008-09: FC Basel (Juru kunci/0-1-5)
2009-10: Debreceni (Juru kunci (0-0-6)
2009-10: Maccabi Haifa (Juru kunci/0-0-6)