Rabu, 16 Maret 2011

Dukungan Untuk Magath

DI AMBANG PEMECATAN bukan berarti Wolfgang "Felix" Magath sudah kehilangan dukungan. Faktanya, sekitar seratus fans FC Schalke 04 melakukan demonstrasi di depan markas klub. Mereka menyuarakan dukungan kepada Magath dan meminta Chairman Clemens Tonnies angkat kaki.

Dalam pandangan kelompok ini, keterpurukan Schalke bukan semata kesalahan Magath, melainkan lebih disebabkan oleh ketidakbecusan para petinggi. Terutama Tonnies yang menentukan banyak putusan vital bagi klub.

Pembelaan bagi Magath yang nasibnya ditentukan Rabu (16/3) siang juga disuarakan Ivan Rakitic. Pemain yang kini membela Sevilla itu menilai Magath tidak pantas didepak. "Dia pelatih yang sangat bagus dan patut diberi kepercayaan. Sejak awal, dia juga mengatakan butuh waktu untuk menerapkan struktur baru yang diinginkannya," ungkap eks penggawa Die Knappen itu seperti dikutip spox.com.

Lebih jauh, Rakitic menilai Magath sudah memberi kesuksesan bagi Schalke. "Tentu saja belum optimal, tapi Schalke sudah meretas kesuksesan. Schalke saat ini sudah berada di final DFB Pokal dan lolos ke perempatfinal Liga Champions," lanjut dia. "Musim ini tidaklah terlalu buruk meski di Bundesliga 1 memang tak berprestasi bagus."

Pembelaan itu senada dengan ulasan Christoph Daum di Kölner Express. Dia secara jelas menuding maraknya kasus pemecatan pelatih di Bundesliga 1 pada musim ini lebih karena tipisnya kesabaran para petinggi klub. (Sepp Ginz)

Dede Harus Tinggalkan Dortmund


MUSIM DEPAN tak akan ada lagi nama Leonardo de Deus Santos "Dede" di skuad Borussia Dortmund. Kontrak pemain senior asal Brasil itu tak diperpanjang oleh manajemen Die Schwarzgelben.

Setidaknya ada dua hal yang membuat Dede harus meninggalkan klub yang telah dibelanya sejak 1998 itu. Pertama, cedera parah yang tak henti mendera dalam tiga musim terakhir. Musim ini, dia tercatat hanya sekali bermain, yakni saat Dortmund menjamu Hamburger SV pada 12 November 2010. Total, sejak 2008-09, dia hanya 20 berlaga. Enam di antaranya sebagai pemain pengganti.

Alasan kedua yang membuat Dede tak dipertahankan adalah keberadaan Marcel Schmelzer. Bek kiri muda itu terbukti mampu menjalankan tugas dengan bagus sepanjang musim ini. Berkat penampilan cemerlangnya itu pula, Schmelzer lantas dipanggil ke timnas Jerman oleh pelatih Joachim Löw.

Dede jelas terpukul oleh kenyataan yang harus dihadapinya. Maklum, dia sudah menganggap Dortmund sebagai rumah keduanya. "Sungguh sangat sulit bagku meninggalkan klub ini. Aku sebenarnya sangat ingin mengakhiri karierku di sini," ucap pemain berumur 32 tahun itu sambil terisak.

Sejak bergabung pada musim 1998-99 dari Atletico Mineiro, Dede telah bermain sebanyak 319 kali di Bundesliga 1. Karena karakternya yang ramah dan penuh semangat saat berlaga, dia menjadi pemain yang sangat disanjung para fans Dortmund. (Sepp Ginz)

Foto: Sport Bild

Löw Hingga Piala Dunia 2014


JOACHIM LÖW dipastikan tetap menukangi timnas Jerman hingga Piala Dunia 2014. Kepastian itu terjadi setelah dia menyetujui perpanjangan kontrak dengan DFB pada Selasa (15/3) di Frankfurt. Selain Löw, Hans-Dieter Flick yang menjabat asisten pelatih dan Andreas Köpke yang menjadi pelatih kiper juga dipastikan bertahan. Demikian pula dengan Manajer timnas, Oliver Bierhoff.

Menanggapi perpanjangan dini kontraknya itu, Löw berkata, "Saya sangat senang kami bisa mencapai kesepakatan lebih awal untuk melanjutkan kerjasama hingga Piala Dunia 2014. Kami sangat yakin terhadap kualitas para pemain yang ada dan prospek yang dimiliki tim ini."

Kepastian itu sekaligus menepis rumor tentang kemungkinan Löw merapat ke FC Bayern München yang pada akhir musim ditinggal Louis van Gaal. Secara khusus, Löw menjelaskan, "Perpanjangan kontrak ini tidak ada kaitannya dengan (rumor) itu. Lagi pula, sejauh ini belum ada tawaran dari Bayern."

Löw mulai menjabat pelatih Der Panzer sejak menggantikan Jürgen Klinsmann pasca-Piala Dunia 2006. Dalam empat tahun kiprahnya, dia berhasil membawa Jerman menjadi runner up Piala Eropa 2008 dan juara ketiga Piala Dunia 2010. (Sepp Ginz)

Foto: Kölner Express

Yilmaz Gantikan Schürrle


TANDA TANYA soal sosok pengganti Andre Schürrle di 1.FSV Mainz 05 akhirnya terjawab. Dia adalah Deniz Yilmaz, striker berdarah Turki yang saat ini membela FC Bayern München II. Jika tak ada aral melintang dalam tes medis yang dilakukan Rabu (16/3), pemain berumur 23 tahun itu dikabarkan bakal membubuhkan tanda tangan dalam kontrak berdurasi tiga tahun dengan bebas transfer.

Kepastian itu diumumkan langsung oleh Manajer Mainz, Christian Heidel. "Saya yakin dia (Yilmaz) memiliki kelas seperti talenta-talenta Bayern yang kini berkiprah di sepak bola profesional," ujar dia. "Kami sangat senang dia memilih mengembangkan karier dengan mengisi lini depan klub ini."

Heidel tak keliru. Sejak bergabung dengan Bayern II pada 2005, Yilmaz dianggap sebagai salah satu calon pemain bintang. Bahkan, sejak musim lalu dia diprediksi bakal diangkut ke tim senior. Sayangnya, hal itu tak terjadi. Selama membela Bayern II di Bundesliga 3, eks kapten timnas U-21 Turki ini tercatat mencetak 30 gol dari 105 penampilan.

Bagi Mainz, Yilmaz adalah pemain kedua yang memastikan bergabung pada musim depan. Sebelumnya, mereka telah berhasil menggaet bek kanan Zdenek Pospech dari FC Kobenhavn. Bek berumur 32 tahun itu diikat selama dua musim dengan tujuan menyeimbangkan komposisi pemain muda dan senior di tim. Seperti halnya Yilmaz, Pospech juga didapatkan secara gratis karena kontraknya dengan Kobenhavn berakhir pada Juni mendatang. (Sepp Ginz)

Foto: www.spox.com

Minggu, 13 Maret 2011

Rost Tuding Para Bos Tak Becus Urusi Klub

KEKALAHAN TELAK pasti membuat siapa pun yang mengalaminya merasa muak. Itu pula yang dirasakan kiper Hamburger SV, Frank Rost, seusai gawangnya dijejali setengah lusin gol oleh para penggawa FC Bayern München, Sabtu (12/3). Dia menilai kekalahan itu plus performa tim yang sangat labil sepanjang musim disebabkan oleh ketidakbecusan para petinggi klub.

Hal itu diungkapkan Rost dalam wawancara dengan Sky seusai laga. "Ini membuktikan betapa kami sangat rapuh dan segalanya dengan mudahnya berantakan. Ini terjadi karena mereka (para petinggi klub) sibuk memikirkan posisi dan kepentingan pribadi," kecam dia.

Eks kiper SV Werder Bremen dan FC Schalke 04 itu lantas memberikan sebuah contoh ketidakbecusan yang dimaksudnya. "Jika berpikir tim memerlukan pemain baru, mereka harus mendatangkannya. Namun, mereka juga harus siap dengan segala konsekuensinya," jelas Rost.

Lebih jauh, dia berujar, "Ketika mereka mendatangkan Jaroslav Drobny, seharusnya dia diberi kesempatan bermain secara konsisten, bukannya berkoar-koar tentang ini dan itu kepada publik. Itulah yang terjadi sepanjang musim ini. Mereka tak bekerja dengan baik."

Kritik pedas itu tentu bakal mendapat perhatian khusus dari manajemen Die Rothosen. Sangat mungkin kiper senior itu dijatuhi sanksi berupa denda lumayan besar mengingat kritik itu disampaikan secara terbuka di layar kaca. (Sepp Ginz)

Dua Makna Gol Tzavellas

EINTRACHT FRANKFURT memang menelan kekalahan 1-2 dari FC Schalke 04, namun itu bukan berarti mereka kehilangan kebanggaan. Setidaknya, ada sebuah prestasi yang dibuat Georgios Tzavellas pada laga itu. Pemain asal Yunani itu mencetak gol spektakuler yang tercatat sebagai gol yang dibuat dari jarak terjauh dalam sejarah Bundesliga 1.

Pada laga itu, Tzavellas menjebol gawang Die Königsblauen dari jarak 73 meter! Dia memecahkan rekor lama milik Klaus Allofs yang dibuat pada 1986. Ketika itu, Allofs yang membela 1.FC Köln menjebol gawang Bayer 04 Leverkusen dari jarak 70 meter.

Hal yang membuat Tzavellas patut berbangga hati, gol itu dicetak ke gawang yang dijaga Manuel Neuer, salah satu kiper terbaik di dunia pada saat ini. Lain dari itu, gol itu juga menghentikan kemandulan Frankfurt yang sebelumnya tak mencetak gol dalam 792 menit.

Predikat gol dari jarak terjauh dan penanda akhir kemandulan Die Adler itu jelas membuat gol Tzavellas memiliki makna sangat spesial. Gol itu akan dikenang banyak orang. Terutama bila keran gol Frankfurt kembali macet atau ada pemain lain yang mencetak gol dari jarak sangat jauh.

Sepanjang sejarah Bundesliga 1, Tzavellas adalah pemain ketujuh yang sanggup mencetak gol dari jarak 50 meter atau lebih. Selain dirinya dan Allofs, lima pemain lainnya adalah Diego Ribas da Cunha (62 meter pada 2007), Alex Alves (52,1 m/2000), Fabian Ernst (52 m/2002), Bernd Schneider (50 m/2001), dan Mike Hanke (50 m/2004). (Sepp Ginz)

VW Beetle yang Tak Henti Melaju

SEBUAH CATATAN PENTING ditorehkan Philipp Lahm saat FC Bayern München menggasak Hamburger SV 6-0, Sabtu (12/3). Itu adalah laga ke-100 secara berturut-turut sebagai starter. Bagi seorang outfield player, itu jelas catatan yang tak biasa.

Sejak laga leg II perempat final Liga Champions 2008-09 menghadapi Barcelona pada 14 April 2009, Lahm tak pernah absen membela Bayern dalam setiap partai resmi. Hebatnya, dia hampir selalu bermain full 90 menit. Tercatat hanya saat Bayern menghadapi Rot-Weiß Oberhausen pada September 2009 dia digantikan pemain lain. Itu pun terjadi saat laga mendekati akhir.

Lahm jelas bangga dan bersyukur atas pencapaian unik tersebut. "Untuk mencapai hal itu, seseorang wajib menjadi pemain inti, dinaungi nasib baik dengan terjauh dari cedera, dan harus fair saat bermain," ungkap dia seperti dikutip Münchner Abendzeitung. "Tentu saja pada perjalanannya, aku sempat merasa lelah dan jenuh."

Lahm memang cukup beruntung karena selalu terhindar dari cedera. Padahal, sebelumnya dia sempat didera beberapa cedera parah. Sebut saja patah tulang metatarsal dan ligamen lutut pada 2005.

Lalu, apa yang menjadi resep rahasia bek sayap berpostur mungil yang oleh Münchner Abendzeitung disamakan dengan VW Beetle tersebut? Ada dua hal. Pertama, istirahat yang cukup. Kedua, relaksasi. Lahm selalu memandang penting kedua hal tersebut. Itu sebabnya, dia memperbanyak jam tidur dan selalu melakukan relaksasi dengan yoga. (Sepp Ginz)

Senin, 07 Maret 2011

Sikap Aneh Marica

SUNGGUH ANEH apa yang dilakukan Ciprian Marica. Mengaku gerah berada di VfB Stuttgart, tapi dia malah menolak tawaran menggiurkan dari Lokomotiv Moskva. Padahal, striker asal Rumania itu sampai menyengajakan diri terbang ke Moskva untuk mempelajari tawaran tersebut.

Seperti dilansir Bild, Marica disodori kontrak tiga tahun dengan gaji bersih 3 juta euro plus bonus 500 ribu euro. Akan tetapi, tawaran itu tampaknya tak sesuai dengan keinginan Marica. "Itu adalah putusan yang diambil oleh sang pemain sendiri," ungkap agen Marica, Roger Wittman.

Putusan itu sungguh mengejutkan. Pasalnya, Marica tak lagi disukai pelatih Stuttgart, Bruno Labbadia. Sejak Februari silam, Marica tak lagi dilirik setelah secara terbuka mengkritik kebijakan Labbadia yang tak menempatkan dia sebagai striker utama Die Schwaben. Marica mengaku tersiksa bermain sebagai second striker karena dia tak bisa mengoptimalkan kemampuannya. (Sepp Ginz)

Van Gaal Bertahan Hingga Akhir Musim

TANDA TANYA soal masa depan Louis van Gaal di FC Bayern München terjawab sudah. Der Tulpen General dipastikan bertahan hingga akhir musim. Itu berarti perpanjangan kontrak yang ditandatangani pada akhir musim lalu resmi dibatalkan.

Kepastian itu didapat setelah dewan direksi Bayern melakukan pembicaraan maraton selama 5,5 jam pada Minggu (6/3) yang disusul pertemuan dengan Van Gaal pada keesokan harinya. Pertemuan dengan Van Gaal dilakukan demi mendapatkan jawaban tegas dari beberapa persoalan teknis yang muncul seperti pergantian kiper utama, perubahan posisi Bastian Schweinsteiger dan Thomas Müller, perubahan terus-menerus di lini belakang, dan penempatan Luiz Gustavo sebagai bek kiri.

Dalam pandangan Franz Beckenbauer, presiden kehormatan Bayern, putusan tersebut lebih didasarkan pada ketiadaan kandidat sepadan dan bisa menangani Philipp Lahm cs secepatnya. "Louis van Gaal memang bersalah, namun dia jauh lebih baik dibandingkan pelatih-pelatih yang bisa menjadi solusi jangka pendek," ungkap dia kepada Münchner Abendzeitung.

Kabar yang beredar menyatakan, manajemen Bayern kini tengah membidik Jupp Heynckes untuk menjadi penerus Van Gaal. Secara kebetulan, eks pelatih FC Hollywood pada 1987-91 itu masih belum menandatangani perpanjangan kontrak dengan Bayer 04 Leverkusen. Selain Heynckes, kandidat lain yang tengah dipertimbangkan adalah eks pelatih Borussia Dortmund yang kini menjabat Direktur Olahraga DFB, Matthias Sammer. (Sepp Ginz)

Jumat, 04 Maret 2011

Hoeneß Kecam Aksi Anti-Neuer

TERSINGGUNG dan marah besar. Begitulah Uli Hoeneß, Presiden FC Bayern München, menyikapi kampanye aksi anti-Neuer yang ditunjukkan sebagian fans saat Bayern menjamu FC Schalke 04, Rabu (2/3) lalu. Dia menilai ulah tersebut mencoreng reputasi dan citra klub.

Hoeneß mengungkapkan hal itu secara gamblang dalam wawancara dengan TZ München. "Aksi itu sungguh tak berdasar. Manuel Neuer tak pernah melakukan sesuatu yang buruk kepada kami. Itu sebabnya saya secara khusus meminta maaf kepada dia," ungkap dia.

Lebih lanjut, Hoeneß mengaku dirinya sangat terkejut. "Selama bertahun-tahun, ini adalah kali pertama saya melihat seorang tamu diperlakukan dengan sangat buruk. Ini bukan Bayern München, bukan Bayern München saya!" Kecam dia. "Bayern adalah klub besar yang selalu memperlakukan setiap tamu dengan sangat baik. Insiden itu sungguh menyakiti hati saya."

Aksi anti-Neuer yang ditunjukkan para fans di tribun selatan itu juga, menurut pria yang sebelumnya pernah menjadi pemain dan manajer Bayern tersebut, tak akan mengubah sikap klub yang mempertimbangkan pembelian Neuer. Hoeneß menegaskan, pihaknya menilai seorang pemain hanya dari performa di lapangan. Ketertarikan terhadap Neuer sendiri dikarenakan potensinya untuk menjadi kiper terbaik di dunia.

Untungnya, Neuer ternyata tak terlalu mempermasalahkan aksi penolakan itu. Dia sudah terbiasa menghadapi perlakuan tak baik dari suporter lawan dan menilai insiden di Allianz Arena itu belum seberapa jka dibandingkan dengan perlakuan yang didapatkannya setiap kali melawat ke kandang Borussia Dortmund, rival abadi Schalke.

Belakangan, aksi menentang pembelian Neuer memang merebak. Para fans fanatik Bayern lebih suka jika manajemen memberikan posisi kiper utama kepada Thomas Kraft. Di beberapa poling online, mereka terang-terangan mendukung Kraft ketimbang Neuer meski kelas keduanya pada saat ini terpaut cukup jauh. (Sepp Ginz)

Hukuman Untuk Ibisevic

STATUS BINTANG di tim tidak lantas membuat seorang pemain bisa berlaku seenaknya. Rupanya itulah prinsip yang dipegang Marco Pezzaiuoli, pelatih TSG 1899 Hoffenheim. Dia menjatuhkan sanksi kepada striker Vedad Ibisevic yang dinilai bersikap tidak patut saat mereka dikalahkan 1.FSV Mainz 05, akhir pekan lalu.

Pada laga itu, Ibisevic mengungkapkan kekecewaannya saat ditarik keluar oleh Pezzaiuoli pada menit ke-70 dengan menendang botol minuman yang ada di pinggir lapangan. Tendangannya itu hampir saja menghantam seorang anak perempuan yang menjadi anak gawang.

Atas sikap tak terpuji itu, Ibisevic diharuskan menggelar sesi tanda tangan di sebuah sekolah. "Saya berharap pemain profesional menunjukkan sikap yang bisa diteladani. Kami sudah menjelaskan hal itu dan dia harus menerima hukuman," terang Pezzaiuoli. "Dia harus melakukan sesi tanda tangan untuk anak-anak di sekolah. Dia menerima hukuman itu dengan lapang dada."

Lebih jauh, Pezzaiuoli menilai tindakannya menjatuhkan hukuman kepada Ibisevic bukanlah hal yang luar biasa. Menurut dia, hukuman seperti itu adalah hal biasa di dunia sepak bola profesional. (Sepp Ginz)

Kamis, 03 Maret 2011

Trik Unik Litti


SEBAGAI PELATIH, Pierre Littbarski bukanlah sosok fenomenal. Sejak beralih menjadi arsitek tim, dia tak pernah menangani klub besar Eropa. Meski begitu, bukan berarti dia tak punya pengetahuan luas soal cara membangkitkan motivasi para pemain. Itu tercermin dari salah satu triknya sebagai caretaker pelatih VfL Wolfsburg.

Tahu timnya tengah terpuruk, pria yang akrab dipanggil Litti itu menerapkan sebuah trik unik. Belakangan, dia selalu meminta para pemain datang ke hotel dengan membawa foto yang menunjukkan mereka bersama dengan keluarga. Tujuannya agar mereka selalu ingat untuk siapa mereka sebenarnya memeras keringat di lapangan hijau.

Jadilah Diego Ribas da Cunha membawa fotonya bersama sang kekasih, Bruna Leticia, sementara Grafite membawa fotonya bersama Grace Kelly, sang istri. Demikian pula dengan kapten Marcel Schäfer yang membawa fotonya bersama Nadine. Para pemain lain juga tentu saja melakukan hal serupa.

Trik itu disambut gembira oleh para pemain. Schäfer adalah salah satu yang paling terkesan. “Dia mampu membuat keseimbangan yang baik antara disiplin dan kesenangan,” ucap dia seperti dikutip Bild.

Trik lain yang dilakukan Litti adalah memberikan catatan tentang kekuatan dan kelemahan setiap pemain lawan kepada para pemain. Dia pun tak lupa memberikan catatan performa mereka masing-masing. Catatan-catatan itu harus dibaca dan ditelaah sebelum hari pertandingan. Hasil awalnya, mereka bisa menekuk Borussia Mönchengladbach pada pekan lalu. (Sepp Ginz)

Foto: www.bundesliga.de

Rabu, 02 Maret 2011

Kacamata Klopp Masuk Museum


MOMENTUM PENTING bisa membuat barang rusak menjadi punya nilai tinggi. Itulah yang terjadi pada kacamata yang dipakai Jürgen Klopp, pelatih Borussia Dortmund, yang patah saat merayakan salah satu gol kemenangan ke gawang FC Bayern München, Sabtu (26/2) lalu. Kacamata itu telah resmi menjadi barang koleksi terbaru museum Borussia Dortmund, Borusseum.

Mengingat kemenangan itu adalah yang pertama kali dipetik di kandang Bayern dalam 19 tahun terakhir, secara otomatis kacamata yang rusak itu menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah tersebut. Hal itu diakui kurator Dr. Reinhold Lunow. “Kacamata itu memiliki arti yang sangat besar. Kami senang pada akhirnya kacamata itu bsia menjadi bagian koleksi museum,” ungkap dia.

Kepastian kacamata Klopp masuk Borusseum sebenarnya sudah didapatkan sesaat setelah laga berakhir. Saat itu, Direktur Media Borussia Dortmund Josef Schneck berkata, “Saya pastikan kacamata itu akan masuk Borusseum.” (Sepp Ginz)

Foto: Westline

Grafite Tanggalkan Sepatu Baru


SEPATU BARU tak selalu membawa keberuntungan baru bagi pemakainya. Mungkin itulah yang dirasakan striker VfL Wolfsburg, Grafite. Saat kembali berlatih pada Selasa (1/3) setelah beberapa waktu menyingkir karena cedera, dia sengaja memakai sepatu lamanya yang berwarna oranye menyala.

Pemain asal Brasil itu mengaku sengaja menanggalkan sepatu baru dan berpaling kepada sepatu lamanya dengan harapan mendapatkan kembali ketajamannya. “Aku tak mampu mencetak banyak gol dengan sepatu baruku,” ujar dia seperti dikutip newsclick.de. “Kini, aku akan mencoba lagi dengan sepatu lama. Kondisi lapangan tempat berlatih memang membuatku tak optimal, tapi aku akan tetap memakai sepatu lama saat melawan Leverkusen, Sabtu nanti.”

Grafite yang dua musim lalu merebut torjägerkanone memang pantas mencari peruntungan baru. Bukan apa-apa, dia selalu gagal mencetak gol dalam tujuh penampilan terakhir. Itu membuat koleksi golnya terpaku di angka tujuh. (Sepp Ginz)

Foto: www.torwart.de

Selasa, 01 Maret 2011

DFL Siapkan Komisi Pengawas Rumput

KUALITAS RUMPUT adalah salah satu penentu kualitas pertandingan. Rumput bagus, kualitas pertandingan pun akan terangkat. Atas dasar itu pula, Deutscher Fussball Bund (DFL) berencana mengambil langkah besar. Regulator Bundesliga itu akan membentuk komisi khusus yang akan mengawasi kualitas rumput di semua stadion yang dipakai klub-klub Bundesliga.

"Mengingat kualitas lapangan pada beberapa laga belakangan ini terbilang buruk, kami menilai ini sebagai langkah yang perlu diambil," jelas Presiden DFL Reinhard Rauball. "Bagi kami, ini berkaitan dengan arti penting pertandingan dan menghindari kecurangan. Kami juga berkewajiban memastikan semua lapangan punya kualitas terbaik sehingga laik menggelar laga bertaraf nasional dan internasional."

DFL memang pantas memberikan perhatian khusus kepada hal yang satu itu. Di tengah meroketnya Bundesliga sebagai salah satu liga elite Eropa belakangan ini, sangat penting memelihara mutu pertandingan dan kualitas lapangan yang ada. (Sepp Ginz)

Skibbe Tolak Psikolog

TAK MAMPU mencetak gol dalam tujuh pertandingan pastinya membuat siapa pun resah. Jangankan pemain atau pelatih, suporter pun pasti geram bukan kepalang. Anehnya, hal itu tak berlaku pada Michael Skibbe. Pelatih Eintracht Frankfurt itu terkesan tak terlalu ambil pusing meski keran gol timnya macet dalam 633 menit terakhir.

Sikap itu tercermin dari kata-kata eks asisten Rudi Völler selama menangani timnas Jerman tersebut kepada Frankfurter Neuen Presse. Dia menilai Theofanis Gekas cs. tak mengalami masalah pelik. "Kami hanya kurang beruntung. Itu saja," ujar dia.

Lebih lanjut, Skibbe menolak usulan beberapa pihak yang menyatakan para pemainnya mungkin butuh bantuan psikolog. Langkah itu terbukti manjur di Hannover 96 dan 1.FC Köln. "Saya menilai para pemain sama sekali tak membutuhkan psikolog dalam hal ini," tegas dia.

Sebagai langkah penyembuhan, Skibbe mengambil langkah pemusatan latihan. Jelang laga melawan 1.FC Kaiserslautern, pelatih yang juga sempat menangani Borussia Dortmund dan Bayer 04 Leverkusen itu secara khusus menggenjot pemainnya selama tiga hari dengan menu yang tentunya lebih berat. (Sepp Ginz)