Senin, 31 Januari 2011

Der Kaiser Kritik Hoeneß


SEBUAH TAMPARAN dilayangkan Franz Beckenbauer, presiden kehormatan FC Bayern München, ke arah Presiden Uli Hoeneß. Dalam kaitan buruknya hubungan antara Hoeneß dan pelatih Louis van Gaal, Der Kaiser menilai Hoeneß agak berlebihan.

“Louis van Gaal memang sepertinya sensitif, tapi saya kira dia sudah berlaku dengan benar. Uli mengeluh dirinya tak lagi dilibatkan dalam pengambilan putusan. Tapi, ingat, meninggalkan urusan manajerial dan menggantikan saya sebagai presiden adalah pilihannya,” kecam Beckenbauer. “Uli sudah tak berusrusan lagi dengan masalah operasional. Dia masih harus belajar.”

Meski begitu, Beckenbauer bisa memahami kesulitan Hoeneß meninggalkan kebiasaan mengurusi segala tetek-bengek di Bayern. “Seseorang yang telah 30 tahun mengurusi segalanya siang dan malam tentu butuh waktu untuk melupakan apa yang biasa dilakukan selama 30 tahun itu,” ujar dia.

Menariknya, Beckenbauer juga tak sepenuhnya membela Van Gaal. Dalam hal lain, dia justru mengecam cara pelatih asal Belanda itu dalam menghadapi kritik dari dua eks penggawa Bayern, Oliver Kahn dan Mehmet Scholl. Van Gaal mengistilahkan kritik keduanya sebagai “kicauan kakaktua”.

“Saya kira ucapan itu sama sekali tidak bijaksana. Scholl dan Kahn hanya mengungkapkan kritik yang ringan. Sebagai orang yang pernah juga menjadi pelatih, saya akan memilih kata-kata yang lain,” ujar Der Kaiser. (Sepp Ginz)

Foto: Münchener Abendzeitung

Minggu, 30 Januari 2011

Völler Yakin Adler Bertahan

NEGOSIASI KONTRAK BARU belum dilakukan, namun manajemen Bayer 04 Leverkusen sangat yakin bisa menahan penjaga gawang Rene Adler untuk tetap berada di BayArena. Sesuai penuturan Direktur Olahraga Rudi Völler, Leverkusen dan Adler telah mulai mengintensifkan pembicaraan.

Dari pembicaraan-pembicaraan itulah Völler menangkap loyalitas tinggi dalam diri Adler. Itu sebabnya, dia tak terlalu khawatir soal klausul pindah ke Manchester United yang tertera di kontrak lama Adler. Lagi pula, berdasarkan klausul tersebut, MU harus membayar 20 juta euro jika menginginkan kiper yang lama diasuh pelatih kiper Rüdiger Vollborn itu.

"Sejak kecil, Rene adalah fans MU. Itu sebabnya ada klausul khusus dalam kontraknya," ungkap Völler. "Namun, kami juga berniat mempertahankan dia. Kami selalu menyampaikan itu dalam setiap pembicaraan dengan dia."

Menilik perkembangan yang ada, kemungkinan Adler bertahan terbilang besar. Pasalnya, manajer MU Sir Alex Ferguson telah menyatakan Marteen Stekelenburg dari Ajax Amsterdam sebagai kandidat utama pengganti Edwin van der Sar yang pasti pensiun pada akhir musim nanti. Fakta ini, bagaimanapun, akan membuat Adler cenderung bertahan di Leverkusen. (Sepp Ginz)

VdV Tuding Schalke Tak Bertanggung Jawab

POLEMIK SOAL JULIAN DRAXLER terus berlanjut. Setelah Matthias Sammer dan Günter Netzer mengemukakan pendapat, kini giliran Vereinigung der Vertragsfußballspieler (VdV), payung para pemain profesional di Jerman, yang angkat suara.

Berbeda dengan Sammer dan Netzer yang tak secara tegas menuding pihak tertentu, VdV terang-terangan mengkritik FC Schalke 04. Managing Director VdV Ulf Baranowsky menuding Die Knappen sebagai pihak yang tak bertanggung jawab. "Sungguh tak bertanggung jawab menyuruh anak 17 tahun meninggalkan sekolahnya," ungkap dia kepada Focus. "Telah banyak talenta yang diundang untuk ikut berlatih namun akhirnya gagal."

Berdasarkan data yang ada, hanya satu dari sepuluh pesepak bola di Jerman yang bisa tetap eksis setelah karier sebagai pemain usai. Fakta itulah yang membuat VdV berharap setiap klub menaruh perhatian dan tanggung jawab lebih terhadap para pemain. "Pendidikan adalah hal yang harus diprioritaskan dan dijamin oleh klub disamping sepak bola itu sendiri," lanjut Baranowsky.

Adapun tudingan yang langsung diarahkan kepada Schalke juga bukan tak berdasar. Meski membantah sengaja meminta Draxler putus sekolah, pelatih Felix Magath pernah keceplosan berkata, "Draxler tak memerlukan lagi ijazah (pendidikan formal)." (Sepp Ginz)

Dortmund Adalah Tim Juara

PERFORMA SANGAT APIK yang diperlihatkan Borussia Dortmund saat menang 3-0 atas VfL Wolfsburg mendapat pujian setinggi langit. Pelatih lawan, Steve McClaren, tanpa ragu menyebut dirinya baru saja melihat sebuah tim juara.

"Borussia Dortmund adalah lawan terberat yang pernah kami hadapi sepanjang musim ini," ucap McClaren yang musim lalu mengantar FC Twente Enschede menjuarai Eredivisie. "Kami baru saja melihat juara Jerman yang baru. Para pemain Dortmund tampil dengan fresh, inspiratif, dan punya mentalitas kuat."

Ucapan McClaren sangat beralasan. Bukan hanya dari skor akhir, permainan Dortmund memang sangat apik dan nyaris tanpa cela. Kehilangan playmaker Shinji Kagawa tak lantas mengurangi kekuatan tim asuhan Jürgen Klopp tersebut. Mereka bahkan bisa mencetak gol cepat lewat striker Paraguay berdarah Argentina, Lucas Barrios.

Meski begitu, pujian tersebut tak lantas membuat Klopp besar kepala. "Saya sangat mengagumi McClaren. Pujian itu jelas sebuah sanjungan bagi kami. Tapi, itu bukan berarti kami sudah pasti menjadi juara," tutur eks pelatih 1.FSV Mainz 05 itu. (Sepp Ginz)

Netzer Juga Nasihati Draxler

SETELAH DINASIHATI Matthias Sammer, kini Julian Draxler juga diberi saran oleh Günter Netzer. Dalam kolomnya di Bild, legenda Borussia Mönchengladbach itu ikut menyesalkan putusan Draxler yang hendak meninggalkan bangku sekolahnya demi memburu karier di sepak bola profesional.

Menurut Netzer, pendidikan adalah dasar untuk membuat seorang pemain menjadi profesional. Dia pun mencontohkan pengalamannya saat menjadi manajer di Hamburger SV.

"Saat itu, saya juga punta talenta besar dalam diri Thomas von Heesen. Saya tegaskan kepada dia, tak akan ada kontrak profesional sebelum sekolahnya usai," terang Netzer. "Bagaimanapun, tak ada jaminan dia akan mendapat karier gemilang."

Netzer berharap Draxler tetap memperhitungkan segala kemungkinan, termasuk yang terburuk. Pendidikan, menurut dia, bisa menjadi penolong dalam keadaan darurat. Misalnya ketika karier terhenti karena cedera atau saat sang pemain tak mendapatkan karier secemerlang bakatnya. (Sepp Ginz)

Kagawa Pilih Operasi di Jepang

SHINJI KAGAWA dipastikan harus menjalani operasi akibat cedera patah tulang metatarsal di kaki kanannya saat membela Jepang di semifinal Piala Asia. Kepastian itu didapat setelah dia menjalani pemindaian Sinar X dan penelaahan oleh tim dokter Borussia Dortmund. Menariknya, operasi itu tak akan dilakukan di Jerman.

Sesuai keinginan Kagawa, operasi akan dilaksanakan di Jepang. Keinginan itu dikabulkan oleh pelatih Jürgen Klopp yang mengaku tak keberatan. Nah, demi memantau perkembangan Kagawa, nantinya tim dokter Dortmund akan terus melakukan kontak intensif dengan tim dokter yang akan menangani sang pemain selama di Jepang.

"Dioperasi di Jepang atau di sini bukan masalah berarti. Hal terpenting, dia merasa nyaman dan mendapatkan operasi yang baik. Lagi pula, asosiasi sepak bola Jepang memberikan dukungan penuh bagi dia," jelas Klopp.

Sementara menyangkut kemungkinan kekuatan Dortmund melemah akibat absennya Kagawa, Klopp meyakini hal itu tak bakal terjadi. "Kami punya skuad yang bagus. Tak perlu ada tambahan pemain. Saya yakin kami tetap bisa juara," pungkas dia. (Sepp Ginz)

Sabtu, 29 Januari 2011

Löw Cibir Gustavo

AMBISI LUIZ GUSTAVO masuk ke timnas Jerman mendapat tantangan serius. Tak tanggung-tanggung, tantangan itu datang dari Joachim Löw. Pelatih Der Panzer itu dengan jelas memperingatkan Gustavo untuk tak memakai ambisi itu demi mendapatkan paspor Jerman.

"Saya kira siapa pun tak boleh memperalat tim nasional hanya untuk memperoleh paspor Jerman. Putusan menjadi warga negara Jerman dan membela timnas Jerman harus berdasarkan pembuktian dari yang bersangkutan," papar Löw kepada TZ München.

Meski Manajer Oliver Bierhoff menyatakan pihaknya mempertimbangkan kemungkinan Gustavo membela Jerman, Löw menganggap itu sebagai wacana serius. "Jika seorang pemain berpaspor Jerman, barulah kita bisa bicara peluang dia masuk timnas Jerman," terang Löw lagi.

Secara tak langsung, Löw meragukan integritas dan kemauan Gustavo. Apalagi pemain asli Brasil itu pernah mengakui keinginan membela timnas tanah airnya. "Impian setiap pemain Brasil tentu saja Seleçao," ujar dia.

Bagi Gustavo, ucapan Löw adalah tantangan kedua yang didapatkan dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, kapten baru FC Bayern München, Philipp Lahm, menyatakan keraguannya terhadap perekrutan dia dari TSG 1899 Hoffenheim dengan harga 17 juta euro. "Kita lihat saja nanti. Hanya waktu yang akan membuktikan apakah dia pembelian yang benar atau tidak," ujar Lahm. (Sepp Ginz)

Jumat, 28 Januari 2011

Heynckes Hukum Helmes


KESABARAN SESEORANG selalu ada batasnya. Begitu pula Jupp Heynckes. Kamis (28/1), batas kesabarannya terhadap Patrick Helmes menemui titik akhir. Kecewa atas sikap sang striker, pelatih Bayer 04 Leverkusen itu memutuskan tak membawa Helmes ke skuadnya saat bersua Hannover 96. Sebuah hukuman yang sangat berat dan menyakitkan.

Heynckes kesal karena hati Helmes seperti sudah tak lagi di BayArena. Keinginan eks pemain 1.FC Köln itu untuk pergi dinilainya sudah tak lagi kondusif bagi tim. “Dia sepertinya terlalu sibuk memikirkan untuk pergi pada beberapa hari terakhir. Mungkin ini akan berubah ketika bursa transfer usai. Tapi, saat ini, dia masih belum berubah,” ucap Heynckes kepada Kölner Express.

Pelatih yang sempat mengantar FC Bayern München juara Bundesliga 1 pada akhir 1980-an itu pantas kesal. Pasalnya, Helmes seperti tak pernah lagi mendengarkan kata-katanya. Seusai kembali dari cedera panjang, Helmes disarankan untuk berlatih lebih keras, namun hal itu tak dipenuhi dengan sungguh-sungguh.

Lalu, sepekan silam, Heynckes meminta Helmes tetap fokus dan mempertimbangkan amsak-masak keinginannya hengkang. Nasihat itu lagi-lagi diabaikan. “Seorang pemain, terutama yang membela Bayer 04, hanya akan membuang-buang waktu jika terus berpikir untuk pergi,” ucap dia seperti dikutip Rheinische Post. “Di mana pun, konpetisi itu selalu ada!”

Satu hal yang menarik, putusan Heynckes tak membawa Helmes bisa juga merupakan sinyal awal bagi realisasi transfer ke klub lain. Sejauh ini, Köln dan VfL Wolfsburg adalah dua klub yang paling berminat. Masalahnya kemudian, Wolfsburg sudah keburu meminjam Dieumerci Mbokani dari AS Monaco. Untuk musim depan, Die Wolfe sudah dipastikan mendapat Srdjan Lakić dari 1.FC Kaiserslautern.

Sementara itu, kubu Köln sepertinya tak punya cukup uang untuk membeli atau meminjam Helmes. Salah satu petinggi klub itu, Claus Horstmann menyatakan, “Saya memang telah berbincang dengan Rudi Völler soal itu. Tapi, satu hal yang pasti, Patrick adalah pemain dengan bayaran tinggi. Oleh karenanya, kans kami untuk membeli atau sekadar meminjam dia bisa dikatakan tak ada,” terang dia. (Sepp Ginz)

Foto: Kölner Express

Nasihat Sammer Untuk Draxler


KABAR SOAL Julian Draxler drop out dari sekolahnya karena memilih berkonsentrasi pada karier sepak bola di FC Schalke 04 membuat Matthias Sammer prihatin. Secara khusus, Direktur Olahraga DFB itu memberikan nasihat kepada pemain yang baru diorbitkan oleh Felix Magath itu agar tak begitu saja meninggalkan pendidikan formal.

“Saya benar-benar sedih mendengar dia akan meninggalkan sekolahnya. Saya tak menilai Magath bersalah, tapi sangat prihatin bahwa kami tak mendorong pemain yang luar biasa secara individual,” beber Sammer.

Sammer menilai para pemain muda tetap harus memikirkan sekolahnya demi hari tua karena karier pesepak bola bisa berakhir dramatis dan tiba-tiba. Sebastian Deisler dan Sammer sendiri adalah contohnya. “Anak itu harus setidaknya tamat sekolah menengah. Caranya mungkin dengan kelas tambahan atau privat,” usul Sammer.

Sementara itu, Magath membantah tegas bila ada yang beranggapan dirinyalah yang memaksa Draxler putus sekolah. “Saya sudah berbicara dengan kedua orang tuanya tentang masalah ini pada Agustus lalu,” tandas dia. (Sepp Ginz)

Foto: Westline

Schürrle Yakin Mainz Bangkit


DUA KEKALAHAN sejak paruh kedua musim dimulai pada 15 Januari lalu membuat 1.FSV Mainz 05 mulai terancam. Posisi tim asuhan Thomas Tuchel itu kian melorot. Dari posisi kedua pada akhir paruh pertama, kini mereka berada di posisi kelima. Frustrasi mulai menyergap, namun semangat tetap menyala. Striker Andre Schürrle sangat yakin Mainz tidak sedang menukik.

Jelang laga derby melawan 1.FC Kaiserslautern, Sabtu (29/1), Schürrle yakin Die Nullfunfer akan bangkit. Secara pribadi, dia berambisi menjebol gawang Die Roten Teufel. “Mungkin ini saatnya kami mendapatkan gol kotor, yakni gol yang berawal dari bola yang mental atau bola yang melejit tak terkontrol,” ungkap dia.

Lebih jauh, Schürrle tak melihat adanya masalah besar di tubuh Mainz pada saat ini. “Kami punya kualitas yang cukup untuk kembali mencetak gol dan bangkit. Kami hanya perlu lebih tenang di sepertiga akhir lapangan. Umpan terakhir harus benar-benar bagus sehingga peluang gol tercipta,” papar pemain yang musim depan berkostum Bayer 04 Leverkusen itu. (Sepp Ginz)

Foto: Allgemeine Zeitung

Penjelasan Van Gaal Soal Van Bommel


SETELAH BERLALU tiga hari, Louis van Gaal akhirnya buka suara soal kepergian kapten Mark van Bommel ke AC Milan. Pelatih FC Bayern München itu menyatakan dirinya tak ingin melepas Van Bommel, namun sang pemain sendiri yang menginginkan hal itu.

“Sebelum libur paruh musim, saya berbicara dengan dia soal prospeknya. Saya katakan, banyak pemain yang bisa bermain di posisinya. Ada Schweinsteiger, Gustavo, Tymoshchuk, Kroos, Ottl, dan Pranjić,” terang Van Gaal seperti dikutip TZ München. “Menjadi hal yang lumrah ketika pelatih tak menjamin seorang pemain, hubungan yang ada pun retak. Saya kira putusan saya itu benar, tapi saya tak memutuskan dia pergi atau tidak.”

Mengenai ban kapten yang dipakai Van Bommel, Van Gaal tak memandang itu sebagai jaminan tempat di line up. Hal itulah yang lantas membuat Van Bommel berpikir alternatif yang ada bagi dia hanya dua, bangku cadangan atau pindah! Padahal, sejak paruh kedua dimulai, Van Bommel selalu bermain penuh.

Lalu, bagaimana Van Gaal menyikapi anggapan publik soal hilangnya seorang pemain berpengaruh di lapangan? Dengan enteng, dia menjawab, “Saya akui, Mark punya pengaruh. Tapi, Bastian Schweinsteiger juga punya pengaruh sama besar dengan dia.” (Sepp Ginz)

Foto: TZ München

Kamis, 27 Januari 2011

Ada Apa Dengan Bayern?


KEPERGIAN MENDADAK kapten Mark van Bommel ke AC Milan pada Selasa (25/1) saat kontraknya masih tersisa lima bulan menyisakan banyak tanya. Bukan hanya awam, orang-orang yang paham kultur Bayern juga mengernyitkan dahi. Salah satunya Mehmet Scholl, eks gendang brilian nan loyal yang kini menjadi komentator di sebuah stasiun televisi.

“Pasti ada sesuatu yang terjadi di Bayern. Akhir seperti itu (yang dialami Van Bommel) lebih mirip akhir sebuah pertarungan. Sebelumnya, Lucio pergi, lalu Martin Demichelis, Luca Toni... Mereka seperti tak punya peluang untuk diakui secara terhormat,” ungkap Scholl.

Dalam pandangan Scholl, pangkal masalahnya ada di Van Gaal. Dia menilai pelatih asal Belanda itu kurang peka dalam memperlakukan para pemain. “Performa tim tidak buruk-buruk amat, kondisi keuangan juga baik, tapi pemain juga manusia biasa,” tambah dia.

Ulasan Scholl selaras dengan rumor yang beredar selama ini. Bild secara terbuka menuding memburuknya hubungan dengan Van Gaal sebagai penyebab utama kepergian Van Bommel. Kekakuan Van Gaal dalam menerapkan filosofi juga diakui manajemen Bayern. “Kita sama-sama tahu bagimana dan siapa Louis van Gaal,” ucap Direktur Olahraga Christian Nerlinger.

Meski demikian, Van Gaal tak sepenuhnya bersalah. Ego pemain juga berperan. Lihat saja, empat pemain yang disebutkan Scholl semuanya dikenal punya ego tinggi. Toni, Lucio, Demichelis, dan Van Bommel sama-sama pergi karena tak mau berkompetisi dengan para pemain lain. Mereka menuntut sebuah garansi di tim inti. Padahal, nama besar, reputasi, dan jasa masa lalu tak masuk hitungan Can Gaal. Dia berprinsip, posisi di tim inti hanya bagi mereka yang fit dan menunjukkan performa apik. (Sepp Ginz)

Foto: TZ München

Kagawa Terancam Absen Lama


MUSIM GEMILANG Shinji Kagawa bersama Borussia Dortmund terancam berakhir lebih cepat. Gelandang energik itu dikabarkan mendapat cedera parah saat memperkuat Jepang menghadapi Korea Selatan di semifinal Piala Asia, Selasa (25/1). Ada kemungkinan, dia harus absen hingga akhir tahun.

Kabar pahit itu pertama kali diungkapkan agen Kagawa, Bernhard Schmittenbecher kepada Bild. “Shinji mengalami patah tulang metatarsal dan sekarang sedang dalam perjalanan kembali ke Jerman untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Dia mungkin harus menepi hingga akhir musim,” terang dia.

Hal itu dipertegas oleh keterangan Asoasiasi Sepak Bola Jepang (JFA). Pada Rabu (26/1) siang, keterangan resmi JFA secara rinci menyebutkan tulang metatarsal kelima di kaki Kagawa patah.

Tentu saja kabar tersebut membuat kubu Dortmund bersedih. “Musim akan berakhir dalam tiga setengah bulan. Cedera patah tulang metatarsal sangatlah sulit diprediksi,” ucap Chief Executive Hans-Joachim Watzke.

Watzke benar. Pada beberapa kasus terdahulu, pemain yang mengalami cedera semacam itu harus absen antara enam hingga delapan pekan. Bagi pelatih Jürgen Klopp, itu jelas pukulan tersendiri. Maklum, Kagawa adalah salah satu pemain kunci Die Schwarzgelben pada musim ini.

Bersama Lucas Barrios, dia adalah penyumbang gol terbanyak bagi Dortmund. Dalam 17 laga, Kagawa mengemas delapan gol. Kombinasinya dengan Mario Götze dan Kevin Grosskreuz diakui sangat mematikan dalam merobek pertahanan lawan. Kini, secara otomatis Klopp harus menumpukan harapan kepada gelandang Polandia, Jakub Blaszczykowski, untuk menutup kehilangan Kagawa. (Sepp Ginz)

Foto: Reviersport

Rabu, 26 Januari 2011

2014, Hopp Lepas Hoffe


PENGUSAHA KAYA Dietmar Hopp kembali menyita perhatian publik. Setelah sempat mencuat gara-gara dianggap melanggar aturan 50+1 saat terlibat dalam proses transfer Luiz Gustavo, dia kini mencuat karena pernyataannya yang dimuat Sport Bild. Hopp menyatakan bakal segera melepas Hoffenheim!

Berdasarkan perhitungan salah satu pendiri perusahaan perangkat lunak SAP itu, rencana itu bisa terealisasi pada 2014. Dalam bayangannya, sejak musim 2014-15, Hoffe tak perlu lagi di back up karena sudah bisa menjalankan roda bisnisnya sendiri. “Segera setelah berada di titik nol, saya akan pensiun,” ujar dia.

Lebih jauh, penguasaha yang telah mengucurkan dana 240 juta euro untuk membangun Hoffenheim dari divisi antah-berantah menjadi klub anggota Bundesliga 1 itu mengakui pihaknya melakukan salah estimasi pada musim pertama berada di Bundesliga 1. “Perkiraan saya, karena tidak berpengalaman, kami mengeluarkan uang 30 juta euro lebih banyak,” tambah dia.

Rencana Hopp itu jelas tantangan berat bagi Hoffe. Pasalnya, klub dari Negara Bagian Baden-Württemberg itu telah lama bergantung pada suntikan dana dari Hopp. Klub itu tercatat menerima kucuran dana Hopp sejak 2000. (Sepp Ginz)

Foto: Westline

Schaaf Benahi Set Piece


ADA YANG BERBEDA pada latihan SV Werder Bremen pada awal pekan ini. Pelatih Thomas Schaaf tampak sangat serius membenahi para pemainnya dalam mengeksekusi tendangan bebas dan sepak pojok. Tentu saja itu bukan tanpa alasan.

Seperti diungkapkan asisten pelatih Wolfgang Rolff, itu adalah bagian dari persiapan menghadapi laga versus FC Bayern München, akhir pekan nanti. “Menghadapi Bayern, kami tak akan mendapatkan banyak peluang. Untuk itu, sangat penting memanfaatkan dengan baik situasi set piece,” terang dia kepada Weser Kurier.

Persiapan khusus memang perlu dilakukan Die Werderaner karena performa yang buruk sepanjang musim ini. Terakhir, pada spieltag ke-19, mereka secara mengejutkan ditaklukkan 1.FC Köln dengan skor telak 3-0. Gara-gara itu, mereka hanya terpaut tiga angka dari zona degradasi. (Sepp Ginz)

Foto: Weser Kurier

Zieler Tak Masalah Menjomblo


TAK MEMILIKI PACAR adalah hal yang tak mengenakkan bagi sebagian orang. Label jomblo sering membuat orang tak nyaman. Namun, itu tak berlaku bagi kiper muda Hannover 96, Ron-Robert Zieler. Bagi pemuda berumur 21 tahun itu, pasangan hidup bukan prioritasnya pada saat ini.

“Saat ini, aku memang menjomblo. Itu bukan masalah bagiku walaupun tentu aku pun tak ingin terus sendirian,” jelas Zieler kepada Neuepresse. “Saat ini, fokus utamaku adalah sepak bola.”

Sejak kembali dari petualangan bersama Manchester United dan Northampton Town, Zieler tinggal sendiri di sebuah apartemen di Kirchrode, Hannover. Dia melakukan segalanya sendiri, tak terkecuali memasak sarapan dan makan malam.

Hal yang menarik, apartemen yang ditempati kiper kelahiran Köln itu terbilang besar. “Sebuah apartemen indah dengan tiga kamar tidur. Juga ada sebuah dapur,” ungkap penyuka film horor itu. (Sepp Ginz)

Foto: www.torwart.de

Resep Bugar Pogrebnyak


SAAT MENCETAK gol penyeimbang ke gawang Borussia Dortmund, Sabtu (22/1), Pavel Pogrebnyak sangat emosional. Dia melepas baju dan memperlihatkan bagian atas tubuhnya. Banyak orang terkesima karena bentuk tubuh striker VfB Stuttgart yang atletis dengan otot-otot yang sempurna itu.

Penyerang asal Rusia itu mengaku dirinya memang terobsesi memiliki tubuh yang sempurna. Untuk itu, dia pun bekerja keras. “Aku pertama kali mengolah tubuh di ruang kebugaran saat pindah ke Tomsk pada 2006,” ungkap dia kepada Bild. “Kini, di Stuttgart, aku biasa menghabiskan waktu sebelum latihan di gym tiga kali dalam sepekan.”

Saking sangat memerhatikan kebugaran tubuhnya, Pogrebnyak menambah sendiri porsi latihan saat Stuttgart melakukan pemusatan latihan di Turki beberapa waktu silam. Pasalnya, dengan tiga sesi latihan per hari, dia tak punya cukup waktu untuk melatih otot-ototnya. Guna menyiasatinya, dia memanfaatkan waktu pascalaga uji coba.

“Setelah dua laga uji coba, aku menghabiskan waktu di ruang fitness bersama pelatih fisik (Christos) Papadopoulos,” aku pemain yang diangkut dari Zenit St. Petersburg pada awal musim 2009-10 itu.

Menyangkut menu wajib yang dilahapnya dalam sekali latihan, Pogrebnyak menyebutkan 40 kali push up, 20 kali pull up, dan 100 kali sit up. Dari ketiga menu tersebut, pull up adalah kesukaannya. “Aku tak bisa melakukan push up banyak-banyak. Paling dua set 20 kali,” ungkap dia.

Lalu, bagaimana komentar sang istri, Maria, ketika melihat tubuh suaminya terpampang di banyak surat kabar. Pogrebnyak mengaku sang istri sepertinya agak cemburu. “Maria jelas tak menyukai kala melihat fotoku (saat selebrasi tanpa baju) terpampang di koran. Mungkin dia tak ingin banyak wanita melihat bagian atas tubuhku,” jelas dia. (Sepp Ginz)

Foto: www.torwart.de

Selasa, 18 Januari 2011

Kembalinya Gairah Frings


AKHIR PEKAN LALU, ada luapan emosi yang begitu menggelegak dari Torsten Frings begitu sepakan kaki kanannya menembus jala gawang TSG 1899 Hoffenheim yang dijaga Tom Starke. Dia berlari, menepuk dadanya beberapa kali, lalu memukulkan kepalan tangan ke udara.

Frings memang emosional. Selain tercipta pada menit terakhir, gol itu juga mengantar SV Werder Bremen. Namun, lebih dari itu, gol tersebut tak ubahnya kelahiran ulang. Ya, dia merasa terlahir kembali menjadi sosok Frings seperti yang dikenal orang beberapa tahun silam.

Seperti diungkapkan kepada Weser Kurier, Frings mengaku dirinya kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam beberapa bulan terakhir. “Dalam setengah tahun terakhir, aku telah kehilangan kegembiraan dalam bermain,” ucap dia. “Selama itu, kami menghadapai masalah perilaku dan karakter. Aku sudah lelah dengan masalah itu!” tandas dia.

Nah, saat melawan Hoffenheim, Frings merasakan kembali gairah yang sempat hilang itu. Dalam pandangannya, kesatuan dan cara main seperti melawan Hoffe itulah yang harusnya diperlihatkan seluruh awak Die Werderaner di atas lapangan. “Itulah resep sukses yang sempat kami lupakan,” ucap dia.

Luapan emosi seusai gol kemenangan atas Hoffe tentu saja diharapkan bisa menjadi pemantik semangat para pemain Bremen lain dalam menghadapi laga-laga ke depan. Jika asisten pelatih Wolfgang Rolff yang berada di pinggir lapangan saja mampu merasakan luapan emosi itu, para pemain yang berada di lapangan harusnya juga merasakan hal yang sama. (Sepp Ginz)

Foto: Weser Kurier

Senin, 17 Januari 2011

Hannover Pindah Alamat


ALAMAT MARKAS Hannover 96 dipastikan berubah. Bukan karena klub itu memindahkan home base-nya, melainkan karena nama jalan tempat markas mereka berada saat ini resmi diganti. Seperti dilansir Hannoverische Allgemeine Zeitung, ruas jalan Arthur-Menge-Ufer telah diganti menjadi Robert-Enke-Straße.

Hal itu dilakukan sebagai penghormatan kepada Robert Enke, penjaga gawang Hannover yang bunuh diri karena depresi dengan melompat ke arah kereta yang melaju kencang pada 10 November 2009. Tentu saja penghormatan itu bukan atas bunuh diri yang dilakukan Enke, melainkan atas prestasi dan kontribusinya.

"Dia adalah sosok yang luar biasa. Dia telah membuat banyak orang terkesan bukan hanya sebagai atlet yang luar biasa, melainkan juga dengan kepribadian dan kepedulian sosialnya," papar Wali Kota Hannover Stephan Weil. "Tanda ini diletakkan tepat di tempat dia mengabdi, tempat dia menginspirasi banyak fans."

Wacana pengabadian Robert Enke menjadi nama jalan sudah mengemuka sejak beberapa bulan silam. Namun, karena prosesnya yang tidak mudah, hal itu baru terealisasi pada saat ini. So, kini kalau berkirim surat ke Hannover 96, jangan salah alamat. Bukan lagi Arthur-Menge-Ufer 5, melainkan Robert-Enke-Straße. (Sepp Ginz)

Foto: Hannoverische Allgemeine Zeitung

Zieler Mungkin Geser Fromlowitz


SAAT MENJALANI laga perdana pada paruh kedua musim ini, FC Bayern München tampil dengan kiper baru, Thomas Kraft. Dia tampil menawan denagn berhasil menggagalkan eksekusi penalti Grafite. Meski akhirnya kebobolan dan hanya membawa Bayern bermain imbang 1-1, banyak pihak memuji penampilan kiper berumur 22 tahun tersebut.

Ternyata, Kraft bukanlah satu-satunya kiper belia yang menjalani debut. Ada kiper lain yang juga mengalami hal serupa. Dialah Ron-Robert Zieler. Kiper berumur 21 tahun itu secara mengejutkan dipilih pelatih Mirko Slomka untuk mengawal gawang hanover 96 saat menang 3-0 atas Eintracht Frankfurt.

Sama halnya Kraft, performa Zieler tidak mengecewakan. Pada akhir laga, dia sempat membuat penyelamatan gemilang dari serbuat Ioannis Amanatidis dan Caio. Dia seolah membuktikan kelasnya tak kalah dari kiper utama Florian Fromlowitz yang anehnya justru berada di bangku cadangan.

Seperti halnya Kraft di Bayern juga, ada indikasi kuat Zieler memang diproyeksi menjadi kiper utama Hannover. Itu tercermin dari komentar Slomka seusai laga. “Dia menyebarkan aura ketenangan dan tampil sangat baik,” ucap dia. "Putusan memasang Ron-Robert didasarkan pada hasil persiapan selama dua pekan. Lain dari itu, Florian absen pada laga permanasan pertama karena sakit dan pada laga kedua terkena kartu merah. Tak ada yang salah dengan Florian, tapi Ron tampil sangat baik saat latihan."

Sementara itu, menanggapi kepercayaan Slomka, Zieler mengaku kaget. “Ini sebuah kejutan yang menyenangkan buatku. Tentu saja aku agak gugup, tapi akhirnya mampu membawa tim meraih kemenangan. Aku cukup senang dengan penampilanku,” aku kiper yang pernah menimba ilmu di Manchester United itu.

Berkat performa apiknya, Zieler kemungkinan besar akan kembali dipercaya oleh Slomka saat Hannover menjamu FC Schalke 04 pada akhir pekan nanti. Jika benar demikian, itu tentu menjadi ancaman tersendiri buat Fromlowitz yang sebenarnya punya kualitas lumayan baik. (Sepp Ginz)

Foto: Neuepresse

Bendera Putih dari Bavaria


TETAP YAKIN bakal mempertahankan Die Meisterschale. Begitulah sikap FC Bayern München hingga paruh pertama musim ini berlalu pada Desember silam. Kini, sikap itu mulai berubah. Seiring hasil imbang di kandang VfL Wolfsburg, Sabtu (15/1), yang menjadi laga pembuka paruh kedua, sedikit demi sedikit kepercayaan diri itu luntur.

Perlahan-lahan, bendera putih dikerek oleh para penggawa FC Hollywood. Dua pemain andalan Bayern, Arjen Robben dan Thomas Müller terang-terangan menyebut kans merebut kembali gelar juara sangat kecil.

“Dortmund telah melaju sangat jauh. Kami harus menerima dan menghormati hal itu. Mereka selalu tampil sangat baik. Oleh karenanya, aku harus mengucapkan selamat kepada mereka,” ungkap Robben. Sementara Müller menimpali, “Saat ini, kami harus berhenti berbicara tentang Dortmund!”

Pelatih Louis van Gaal juga secara implisit sependapat dengan kedua pemainnya itu. Meski menilai segala sesuatu masih mungkin terjadi, dia menegaskan posisi kedua sebagai hal yang paling menentukan bagi Bayern pada saat ini.

Perbedaan 16 angka dengan Dortmund yang bertengger di puncak klasemen memang membuat kans Bayern bisa dikatakan musnah. Itu sebabnya, Kölner Express tak segan menyindir Presiden Uli Hoeneß yang selama ini tetap yakin Bayern bisa membalikkan situasi. “Ini teropongmu, Mr. Hoeneß! Itu akan membantumu melihat Dortmund yang berada di atas,” sebut Kölner Express.

Foto: TZ München

Stevens Untuk McClaren?


MENAHAN IMBANG FC Bayern München pada laga pembuka paruh kedua tak lantas membuat rumor pemecatan Steve McClaren dari kursi pelatih VfL Wolfsburg lenyap. Kabar terakhir menyatakan manajemen Die Wolfe telah melakukan pendekatan kepada pelatih Red Bull Salzburg, Huub Stevens. Gara-garanya, Manajer Dieter Hoeneß diketahui bertemu dengan Stevens di Salzburg.

Hoeneß tak menyangkal kepergiannya ke Salzburg. Akan tetapi, dia membantah telah melakukan penjajakan kontrak dengan pelatih yang mengantar FC Schalke 04 menjuarai Piala UEFA 1996-97 tersebut. "Berita yang menyatakan saya telah berbicara dengan Stevens adalah isapan jempol belaka. Saya pergi ke Salzburg untuk menemui seorang kolega, bukan bertemu dengan Stevens," tegas dia.

Bantahan boleh saja meluncur, namun kemungkinan Wolfsburg membidik Stevens terbilang besar. Pasalnya, dua kandidat lain, Ralf Rangnick dan Mirko Slomka, sepertinya sulit digaet. Rangnick yang memutuskan pergi dari TSG 1899 Hoffenheim telah menyatakan ingin menjauh dari lapangan hijau hingga akhir musim nanti. Sementara Slomka telah dipagari untuk tetap bertahan di Hannover 96 setidaknya hingga Juni mendatang.

Penjajakan manajemen klub terhadap beberapa pelatih memang wajar. Mereka sepertinya sudah gerah melihat prestasi buruk Marcel Schäfer cs yang tak pernah menang dalam delapan laga terakhir. Alih-alih berada di papan atas dan mendekati zona Liga Champions yang menjadi target musim ini, mereka malah rawan terseret ke zona degradasi. Jika Die Wolfe gagal menuai hasil apik dalam beberapa pekan ke depan, pemecatan McClaren bisa saja menjadi kenyataan. (Sepp Ginz)

Foto: www.redbull.com

Van Nistelrooy Diminta Hormati Kontrak


SOAL MENCETAK GOL, meski tak lagi muda, Ruud van Nistelrooy memang salah satu yang terbaik di dunia. Catatan impresif selama berkiprah di Eredivisie, Premier League, dan Liga BBVA adalah buktinya. Belakangan, di Bundesliga 1, dia pun tetap menunjukkan kelasnya. Dari 26 laga, dia telah melesakkan 11 gol bagi Hamburger SV sejak bergabung pada akhir Januari 2010.

Konsistensi performa di mulut gawang itu pula yang membuat Van Nistelrooy kembali dilirik eks klubnya, Real Madrid, pada bursa transfer musim dingin kali ini. Meski hanya diproyeksi sebagai pengisi kekosongan di lini depan gara-gara Gonzalo Higuain absen hingga tiga bulan ke depan, ketertarikan El Real sanggup membuat striker asal Belanda itu terpikat.

Bagi Van Nistelrooy, Madrid memang mempunyai tempat tersendiri di hatinya. "Situasinya sungguh sulit bagiku. Tak seperti klub-klub lain, Madrid adalah satu-satunya yang bisa membuatku tergoda," ungkap dia kepada Hamburger Morgenpost.

Eks striker timnas Belanda itu pun sepertinya sudah mendapatkan kepastian tak bakal tersia-sia di Santiago Bernabeu. Seperti diungkapkan Hamburger Morgenpost, Van Nistelrooy telah berbicara selama empat jam dengan entrenador Jose Mourinho, sembilan hari lalu.

Ikatan spesial itu dipahami betul oleh kubu Hamburg. Kiper Frank Rost mengaku sangat paham bila Van Nistelrooy ingin menghabiskan kariernya di Madrid. Akan tetapi, manajemen Die Rothosen terang-terangan memblokir kemungkinan itu. Pelatih Armin Veh terang-terangan berkata, "Kami tak bisa membiarkan Ruud pergi."

Keberatan serupa ditegaskan Direktur Olahraga Bastian Reinhardt. "Tak ada alasan yang bisa membuat dia boleh pergi. Dia harus tetap di sini. Saya belum berbicara dengan Ruud, tapi putusan telah dibuat. Dia tak boleh pergi. Jikapun Real Madrid datang untuk bernegosiasi, jawabannya tetap, Ruud harus menyelesaikan kontraknya di sini," tandas dia.

Reinhardt beralasan, kepergian Van Nistelrooy tak akan bisa dikompensasi dengan pembelian striker lain pada sisa masa transfer. "Dalam 14 hari, kami tak akan menemukan pengganti yang sepadan," ungkap dia.

Lain dari itu, secara implisit, Hamburg sepertinya tersinggung oleh sikap Van Nistelrooy yang terkesan tak tahu terima kasih. Padahal, bersama Die Rothosen-lah dia kembali bersinar setelah sempat menjadi penghias bangku cadangan Madrid selepas cedera panjang yang membekap dia. Apalagi dia sempat mengancam. "Jika tak diperbolehkan pergi, aku tak akan sudi lagi bermain bagi HSV!" ucap dia sebelum Hamburg menjalani paruh kedua Bundesliga 1.

Selama setahun di Imtech Arena, itu bukan kali pertama Van Nistelrooy mengungkapkan keinginan pergi. Tak heran bila manajemen Hamburg jengkel terhadap pemain yang masih terikat kontrak hingga Juni 2011 itu. Tak seperti FC Schalke 04 yang mempersilakan Jefferson Farfán mencari klub anyar dan TSG 1899 Hoffenheim yang membebaskan Demba Ba pergi, Hamburg sama sekali tak memberi celah bagi Van Nistelrooy. (Sepp Ginz)

Foto: Hamburger Morgenpost

Minggu, 16 Januari 2011

Mainz Tidak Panik


KEKALAHAN MENYESAKKAN dari VfB Stuttgart, Sabtu (15/1), memang sangat disesalkan oleh pelatih Thomas Tuchel. Meski begitu, dia menegaskan kekalahan itu tak lantas membuat 1.FSV Mainz 05 gundah apalagi panik. Menurut dia, kekalahan yang membuat Die Nullfünfer kian rawan tergusur dari zona Liga Champions tidak perlu dijadikan beban.

"Sejak awal, saya tak pernah berkata tentang Liga Champions. Target klub seperti Mainz, seperti biasa, hanyalah bertahan di Bundesliga. Kini, kami punya modal 33 poin untuk melawan degradasi," Papar Tuchel. "Saya yakin kami akan tetap meraih kesuksesan pada paruh kedua ini."

Di samping tak terdegradasi, pelatih berumur 37 tahun itu menyatakan ada satu target lain yang sejauh ini sudah tercapai. Itu adalah memesona lewat permainan. "Kami ingin dikenal karena cara main (yang baik). Sejauh ini, kami telah menunjukkan hal itu dengan konsisten sepanjang paruh pertama," jelas dia. (Sepp Ginz)

Foto: Allgemeine Zeitung

Cedera Ribéry Tak Parah


FC BAYERN MÜNCHEN bisa bernapas lega. Cedera yang didapat Franck Ribéry saat ditahan imbang VfL Wolfsburg, Sabtu (15/1), tidak seburuk yang diperkirakan sebelumnya. Menurut Direktur Media Bayern, Markus Horwick, winger Prancis itu hanya mendapat cedera ringan.

"Dia hanya terkilir di bagian tempurung lututnya," ungkap Horwick seusai tim dokter memeriksa secara seksama cedera di lutut kiri Ribéry. Sementara Dr. Hans-Wilhelm Müller-Wohlfarth menyatakan Ribéry hanya perlu absen berlatih selama lima hari. Kabar terakhir menyebutkan, Ribéry hanya absen selama dua pekan.

Kekhawatiran sempat merebak saat Ribéry harus meinggalkan lapangan pada menit ke-20 gara-gara terjangan Josué, gelandang bertahan Die Wolfe. Sudah begitu, Ribéry pun mengaku lutut kirinya terasa sangat sakit. "Sepanjang malam, aku sampai tak bisa tidur karena sakitnya luar biasa," ungkap dia. (Sepp Ginz)

Foto: Münchner Abendzeitung

Jumat, 14 Januari 2011

Magath Siapkan Kejutan


JELANG PARUH KEDUA Bundesliga 1, sebuah kejutan disiapkan oleh pelatih FC Schalke 04, Felix Magath. Dia resmi mengangkut pemain junior Julian Draxler yang baru berumur 17 tahun ke tim utama. Itu diumumkan saat Schalke mengakhiri pemusatan latihan di Belek, Kamis (13/1) silam.

Draxler dinilai memuaskan selama mengikuti pemusatan latihan. “Dia adalah talenta besar. Segala yang dilakukannya sangat baik. Dengan performanya, bukan hanya saya yang puas dan yakin, rekan-rekan setimnya pun demikian,” ungkap Magath.

Pelatih yang sempat mengantar Bayern München dan VfL wolfsburg menjuarai Bundesliga 1 itu tidak sedang berbasa-basi. Dia secara khusus telah berbicara dengan orang tua Draxler tentang rencana tersebut. Itu sianggap penting karena promosi ke tim utama akan membuat kegiatan studi Draxler terganggu.

Promosi pemain muda memang bukan hal baru sejak Schalke ditangani Magath. Sebelum Draxler, pelatih berjuluk Qualix itu sempat mengorbitkan Joel Matip, Christoph Moritz, dan Lukas Schmitz.

Menariknya, promosi yang dilakukan terhadap Draxler punya nuansa lain. Ada indikasi, hal itu dilakukan sebagai upaya memblokir upaya rival sejati Schalke, Borussia Dortmund, yang belakangan telah menyatakan berminat merekrut Draxler. Koordinator tim junior Dortmund, Lars Ricken sangat terkesan oleh bakat yang dimiliki anak muda asal Gladbeck itu. (Sepp Ginz)

Foto: Der Westen

Hopp Tak Langgar Aturan


INVESTOR UTAMA TSG 1899 Hoffenheim, Dietmar Hopp, boleh menarik napas lega. Tudingan pelanggaran terhadap aturan 50+1 yang diungkapkan banyak pihak dinyatakan tidak terbukti. Hal itu dikemukakan langsung oleh Presiden Detuscher Fussball Liga (DFL) Reinhard Rauball.

Menurut Rauball, keterlibatan Hopp dalam transfer Luiz Gustavo ke FC Bayern München sudah sesuai aturan. Hal itu diungkapkan Rauball dalam wawancara dengan Sport1. Kritik terhadap Hopp pun dinilai terlalu berlebihan.

"Keterlibatan Hopp terlalu dikritisi secara berlebihan. DFL sebagai penjaga aturan telah meminta dokumen-dokumen resmi kepada Hoffenheim," jelas Rauball. "Saya tak mau mendahului DFL, tapi sepengetahuan saya, tak ada pelanggaran. Soalnya, kesepakatan (transfer Gustavo, -Red.) juga ditandatangani oleh dua orang direktur. Dalam pandangan saya, transfer itu tak bermasalah."

Dua direktur yang dimaksud Rauball adalah Frank Briel dan Jochen Rotthaus. Tanda tangan keduanya menegaskan persetujuan parent company yang berisis para member klub terhadap penjualan Gustavo. Hopp sendiri sudah berkali-kali menegaskan keterlibatannya dalam proses transfer lebih karena permintaan khusus kubu Bayern. (Sepp Ginz)

Foto: Der Spiegel

Kamis, 13 Januari 2011

Flu Babi Serang Köln

JELANG BERGULIRNYA paruh kedua Bundesliga 1, 1.FC Köln dihadapkan pada permasalahan serius. Beberapa penggawa skuad asuhan Frank Schaefer dinyatakan terinfeksi virus H1N1 alias flu babi. Tiga pemain dan satu asisten pelatih dinyatakan harus menjalani perawatan intensif dan karantina.

Ketiga pemain tersebut adalah Youssef Mohamad, Kevin McKenna, dan Miso Brecko. Sementara asisten pelatih yang juga terkena virus itu adalah Thomas Häßler. Keempatnya kini berada dalam pengawasan tim dokter klub.

"Ini penyakit yang harus dicermati serius. Kini mereka ditangani tim dokter kami dan tak boleh berinteraksi dengan orang lain selama satu pekan," jelas juru bicara Köln, Christopher Lymberopoulos. Sementara soal kemungkinan penyebaran virus itu kepada pemain lain, dia berkata, "Kami masih melakukan penyelidikan."

Meski demikian, pelatih Schaefer ternyata tak panik. Padahal, dia potensial kehilangan tiga pemain andalan. Kehilangan terbesar tentu saja bila Mohamad tak bisa bermain. Pasalnya, bek asal Lebanon itu sangat diandalkan di jantung pertahanan bersama Pedro Geromel.

Kasus flu babi sendiri bukan hal baru di Köln. Tahun lalu, bek muda Christopher Schorch juga terjangkiti virus H1N1 dan tercatat sebagai pebola profesional pertama yang ditangani serius karena penyakit itu. (Sepp Ginz)

Rabu, 12 Januari 2011

Restu Untuk Van Gaal

POTENSI KONFLIK antara Louis van Gaal dan manajemen FC Bayern München tak jadi meletup. Menyangkut penunjukan Thomas Kraft sebagai kiper utama yang baru menggeser Hans-Jörg Butt, manajemen Bayern menerima dengan tangan terbuka. Chairman Karl-Heinz Rummenigge menyatakan pihaknya mendukung penuhun putusan Van Gaal.

"Jika pelatih ingin memainkan Thomas Kraft pada Sabtu nanti, boleh-boleh saja. Itu putusan final yang eksklusif. Kami sama sekali tak merasa terganggu ataupun tersinggung," jelas Rummenigge. "Siapa pun pelatih di sini, kami selalu memberikan dukungan penuh."

Bukan hanya Rummenigge, Franz Beckenbauer yang menjabat presiden kehormatan juga menghargai dan memahami langkah pelatih asal Belanda tersebut. Dia malah memuji langkah Van Gaal memberi kepercayaan kepada para pemain muda yang minim pengalaman.

"Itu adalah langkah yang sangat berani. Itu yang membuat dia berbeda. Berapa banyak pelatih yang memiliki keberanian seperti dia? Hampir tak ada!" ucap Beckenbauer kepada spox.com.

Menurut Der Kaiser, Van Gaal membuktikan diri sebagai pelatih yang mau mengambil risiko besar. Penunjukan Kraft menunjukkan hal itu. Di posisi lain, kesalahan seorang pemula bisa jadi tak bakal vital. Tetapi, kesalahan seorang kiper bisa berkibat fatal dan membuat tim menelan kekalahan.

Patut ditunggu apakah Kraft bisa seperti Thomas Müller dan Holger Badstuber yang tampil ciamik dan berhasil menjadi penggawa andalan? Ataukah dia bakal angin-anginan seperti Diego Contento dan David Alaba? (Sepp Ginz)

Völler Minta Perubahan Jadwal Kompetisi

SEBUAH IDE MENARIK dilontarkan Direktur Olahraga Bayer 04 Leverkusen Rudi Völler. Dia mengusulkan perubahan kalender kompetisi Bundesliga 1. Jika biasanya kompetisi diputar dari Agustus hingga Mei, Völler meminta pergeseran menjadi Februari hingga akhir November.

Tentu usulan itu bukan tanpa alasan. Völler menilai penyesuaian kalender kompetisi itu perlu dilakukan sebagai antisipasi terhadap Piala Dunia 2022 di Qatar yang kemungkinan digelar pada musim dingin, yakni sekitar Januari 2022. Hal itu diungkapkannya dalam wawancara dengan Bonner Generalanzeiger dan Kölner Rundschau.

"Mari kita mencoba bermain sesuai kalender tahun. Itu perlu dipikirkan. Qatar merupakan sebuah kesempatan," ungkap Völler. "Piala Dunia sudah pasti digelar di sana. Kita tentu harus bersiap sebaik mungkin dan ini mungkin menjadi satu-satunya cara. Piala Dunia harus digelar pada musim dingin. Itu artinya kita harus mempertimbangkan perubahan waktu kompetisi. Misalnya dari Februari hingga akhir November."

Menurut eks striker dan pelatih timnas Jerman itu, perubahan kalender kompetisi bukan ide radikal dan tak akan menjadi beban berat karena waktu penyesuaian yang sangat banyak. "Ingat, Piala Dunia-nya bukan tiga tahun lagi, melainkan sebelas tahun ke depan," terang dia.

Sejak Qatar dinyatakan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, polemik soal waktu penyelenggaraan memang menyeruak. Jika digelar seperti biasanya, yakni pada musim panas antara Juni-Juli, dikhawatirkan bakal menyiksa para pemain dan fans. Maklum, pada musim panas, suhu udara di Qatar sangat tinggi. Sebagai solusi, Franz Beckenbauer mengusulkan penyelenggaraan digeser ke Januari-Februari saat cuaca lebih bersahabat. Presiden FIFA Sepp Blatter tak menutup opsi tersebut. (Sepp Ginz)

Selasa, 11 Januari 2011

Fährmann Ancam Frankfurt


PERSAINGAN ANTARKIPER di klub-klub Bundesliga memang tengah panas-panasnya. Salah satu yang paling menarik tentu saja antara Oka Nikolov dan Ralf Fährmann di Eintracht Frankfurt. Meski sudah karatan, Nikolov sejauh ini tetap menjadi kiper kepercayaan pelatih Michael Skibbe. Fährmann baru diandalkan ketika Nikolov absen.

Fakta tersebut jelas membuat Fährmann meradang. “Aku datang ke Frankfurt dari Schalke untuk bermain. Jika hanya untuk duduk di bangku cadangan, aku bisa melakukannya di Liga Champions (bersama Schalke, -Red.),” tandas dia kepada Bild. “Aku hanya ingin bermain. Jika tidak di sini, ya di tempat lain.”

Sebuah ancaman yang harus diperhatikan oleh Skibbe. Apalagi Fährmann kabarnya mulai dibidik Bayer 04 Leverkusen yang potensial kehilangan Rene Adler. Saat ini, kiper timnas Jerman itu tengah dibidik Manchester United dan belum mau membicarakan perpanjangan kontrak dengan Leverkusen.

Di Frankfurt, peluang Fährmann bukannya tak ada. Mengingat umur Nikolov yang sudah menginjak angka 36, kesempatan menjadi kiper utama sangat terbuka. Namun, Fährmann rupanya tergolong pemuda yang tak sabaran. “Aku harus menggenjot performa dan terus berkembang. Sangat menyakitkan jika terus berada di bangku cadangan,” ujar kiper yang baru bermain tujuh kali sejak bergabung pada awal musim 2009-10 itu. (Sepp Ginz)

Foto: Frankfurter Rundschau

Ballack Belum Pikirkan Timnas


KEMBALI BERMAIN untuk timnas Jerman adalah harapan terbesar Michael Ballack. Maklumlah, sebelum didera cedera parah yang membuat dia absen di Piala Dunia 2010, Ballack adalah kapten tim. Meski begitu, eks pemain 1.FC Kaiserslautern, FC Bayern München, dan Chelsea itu terlalu termakan ambisi. Dia coba bersikap realistis.

Dalam wawancara dengan Die Welt, dia mengaku tak berpikir soal Der Panzer apalagi Piala Eropa 2012 pada saat ini. Bagi Ballack, konsentrasi penuh untuk Bayer 04 Leverkusen adalah prioritas utama. Pasalnya, dia tak tampil dalam waktu lumayan lama.

“Jika mampu menemukan ritme permainan, aku baru akan berpikir soal timnas. Tentu saja aku masih berambisi bermain untuk mereka (Timnas). Itu akan tetap ada sampai kapan pun. Tapi, hal terpenting adalah kembali ke level permainanku,” jelas Ballack.

Lebih jauh, pemain yang kerap disebut sebagai Mr. Runner-up itu menyatakan tak mencemaskan posisinya di skuad Piala Eropa 2012. “Aku hanya perlu bermain dan menemukan permainan terbaikku bersama Bayer. Jika berhasil, barulah aku bisa berpikir tentang timnas. Aku harus realistis,” tambah dia.

Ballack memang tak bisa jemawa. Saat ini, dia harus berjuang ektrakeras untuk mendapatkan tempat di tim utama Leverkusen. Jelang bergulirnya paruh kedua Bundesliga 1, dia bahkan belum mendapatkan lampu hijau dari pelatih Jupp Heynckes. Pelatih senior itu malah menyatakan Ballack tak akan berada di starter. Posisi di bangku cadangan pun masih tanda tanya. (Sepp Ginz)

Foto: www.rheinpfalz.de

Tanda Tanya Veltins Arena


PARUH KEDUA Bundesliga 1 akan kembali bergulir pada akhir pekan nanti. Selain Bayer Leverkusen vs Borussia Dortmund, laga menarik lain yang sedianya digelar pada pekan tersebut adalah Schalke 04 melawan Hamburger SV. Namun, laga itu sepertinya masih belum pasti.

Hal yang membuat laga Schalke vs Hamburg masih tanda tanya adalah kondisi Stadion Veltins Arena yang mengalami kerusakan lumayan parah di bagian atap. Bukan apa-apa, kerusakan sepertinya makin meluas. Bagian yang sobek karena tak kuat menahan salju yang turun terdapat di beberapa sektor.

Seperti diungkapkan pengelola stadion kepada Westline pada Selasa (11/1), laga tersebut belum pasti bisa digelar di Veltins Arena. Itu dikarenakan kerusakan atap sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan penonton yang duduk di tribun yang ada di bawahnya.

Hingga saat ini, belum jelas apakan Schalke akan memindahkan laga tersebut ke stadion lain atau meminta penundaan kepada Deutscher Fussball Liga (DFL). (Sepp Ginz)

Foto: Westline

Klose Tak di Daftar Allofs


SPEKULASI MEDIA MASSA yang menyebutkan kemungkinan Miroslav klose kembali ke klub lamanya, SV Werder Bremen, dibantah keras oleh direktur olahraga Klaus Allofs. Dia mengungkapkan hal itu di sela-sela pemusatan latihan Bremen di Belek (Turki).

“Itu murni spekulasi. Transfer seperti itu adalah sesuatu yang tak mungkin bagi kami pada saat ini,” jelas Allofs kepada Weser Kurier seraya menegaskan pihaknya hanya berkonsentrasi pada skuad yang ada dan mematangkan rencana pemangkasan beban gaji yang terbilang besar.

Rumor kemungkinan Klose kembali ke Stadion weser mencuat setelah Hugo Almeida hengkang ke Besiktas. Bremen jelas butuh pengganti sepadan. Apalagi kontrak Klose di FC Bayern München juga akan habis pada akhir musim ini.

Bagi Klose pribadi, dikait-kaitkan dengan klub lama bukanlah barang baru. Sebelum dirumorkan bakal kembali ke Bremen, striker timnas Jerman itu juga sempat dikabarkan bakal kembali ke 1.FC Kaiserslautern, klub yang mencuatkan namanya. (Sepp Ginz)

Foto: www.sportschau.de

Sinyal Positif Bagi Gustavo


KEINGINAN Luiz Gustavo berkostum timnas Jerman sepertinya tak bertepuk sebelah tangan. Hanya sepekan setelah kembali mengungkapkan kesediannya bergabung dengan Die Nationalmannschaft jika dikehendaki pelatih Joachim Löw, Gustavo mendapat sinyal positif dari Manajer timnas Jerman, Oliver Bierhoff.

“Kami akan mendiskusikan hal ini terlebih dahulu dengan Gustavo. Tapi, jika Bayern mau membayar banyak uang untuk mendapatkan dia, itu membuktikan dia memiliki sesuatu yang besar,” ujar Bierhoff seperti dikutip TZ München.

Pembicaraan itu jelas sangat mendasar mengingat Bierhoff dan Presiden Deutscher Fussball Bund (DFB) Theo Zwanziger sangat menekankan kesungguhan pemain untuk membela Jerman. Keduanya sangat menghindari kemungkinan Gustavo mengingiinkan timnas Jerman demi mendongkrak kariernya belaka.

Kehati-hatian itu bukan tak berdasar. Maklum saja, eks pelatih Hoffenheim, Ralf Rangnick, sempat mengungkapkan bahwa Gustavo adalah orang yang sangat Brasil. “Hatinya adalah Brasil,” ucap dia.

Andai nanti jadi dinaturalisasi dan dipanggil oleh Löw, Gustavo akan menjadi pemain Brasil ketiga yang membela timnas Jerman. Sebelumnya, ada Paulo Roberto Rink dan Cacau. Rink membela Jerman pada 1998 hingga 2000. Sementara Cacau mulai membela Der Panzer pada 29 Mei 2009. (Sepp Ginz)

Foto: Weser Kurier

Minggu, 09 Januari 2011

Ribéry Terlahir Kembali

SEPANJANG PARUH PERTAMA musim 2010-11, Franck Ribéry tampil baik bersama FC Bayern München. Enam gol dan sebelas assist telah dia buat dalam 15 partai yang dilakoni FC Hollywood di semua ajang. Publik pun kembali terkenang pada musim 2007-08 ketika Ribéry menjadi sosok sentral dalam kesuksesan Bayern merengkuh double winners.

Performa apik itu ternyata tak terlepas dari kembalinya unsur fun dalam diri Ribéry. Dia merasa seperti terlahir kembali pada musim ini. Hal itu diakui Ribéry dalam konferensi pers di sela-sela pemusatan latihan Bayern di Doha, Qatar.

Secara khusus, Ribéry menunjuk membaiknya hubungan dengan pelatih Louis van Gaal sebagai salah satu faktor utama kembalinya kegembiraan yang sempat hilang itu. "Tahun lalu, semuanya serbasulit. Kini, aku merasakan kembali kegembiraan," ujar dia. "Bahkan, hubunganku dengan pelatih Louis van Gaal juga lebih baik."

Ribéry pun sangat yakin dia akan mampu mengatrol Bayern ke posisi yang lebih baik pada paruh kedua yang dimulai akhir pekan depan. Apalagi Arjen Robben sudah pulih dari cedera. "Kalau aku dan Arjen dalam kondisi terbaik, itu akan sangat baik bagi tim. Sebaliknya, kepercayaan diri lawan pasti terganggu," ungkap pemain yang direkrut dari Olympique Marseille dengan nilai transfer 25 juta euro pada awal musim 2007-08 itu. (Sepp Ginz)

Sabtu, 08 Januari 2011

Potensi Konflik Bernama Kraft

RENCANA PERUBAHAN di posisi penjaga gawang yang diusung Louis van Gaal sepertinya tak bakal mulus. Manajemen FC Bayern München belum yakin terhadap kemampuan Thomas Kraft untuk menjadi kiper utama pada paruh kedua nanti. Seperti dilaporkan Sueddeutsche Zeitung dan Münchner Abendzeitung, Direktur Olahraga Christian Nerlinger mengaku sangat terkejut.

Selain Nerlinger, Presiden Uli Hoeneß dan Chairman Karl-Heinz Rummenigge juga ternyata belum mendapat informasi langsung dari Van Gaal tentang rencana tersebut. Ini jelas mencemaskan karena potensial memercikkan konflik antara manajemen dan pelatih yang sempat beberapa kali terjadi sepanjang musim ini.

Potensi itu jelas terbuka mengingat niat Van Gaal memasang Kraft sebagai kiper utama bisa diartikan sebagai penentangan terhadap niat manajemen yang hendak menggaet Manuel Neuer dari FC Schalke 04. Sejauh ini, Van Gaal memang belum menyatakan apa pun secara tegas. "Tunggu saja. Saya memutuskan ketika saya mengatakan hal itu," ujar dia.

Toh, secara tersirat, Van Gaal telah menyampaikan hal itu. "Anak berumur 22 tahun itu (Kraft) termasuk talenta besar. Dia harus dilatih berada di bawah tekanan," terang dia. Itu bisa diartikan, Kraft harus bermain di partai-partai resmi.

Untungnya, Van Gaal punya banyak dukungan. Eks kapten Bayern, Oliver Kahn, memahami rencana pergantian kiper utama itu secara positif. "Ini bukan soal Butt, melainkan lebih ke soal Kraft," terang dia. "Ini juga lebih pada filosofi. Van Gaal punya filosofi sesegera mungkin memberikan kesempatan bermain kepada berlian yang dia temukan."

Ucapan Kahn bukan tanpa fakta. Musim lalu, Van Gaal langsung menempatkan Holger Badstuber dan Thomas Müller di starter. Khusus kiper, ada tiga bukti keberanian Van Gaal. Pertama, dia menjadikan Edwin van der Sar sebagai kiper utama Ajax Amsterdam pada 1993. Saat itu, Van der Sar baru berumur 22 tahun. Kedua, Victor Valdes yang baru berumur 20 tahun diberi kesempatan 14 kali main bersama Barcelona pada musim 2002-03. Ketiga, Sergio Romero diangkat sebagai kiper utama AZ Alkmaar saat berumur 21 tahun pada 2007.

Kahn juga mengakui talenta yang dimiliki Kraft. Dia bahkan tak ragu menyamakan kiper berumur 22 tahun itu dengan sang legenda, Sepp Maier. "Dia punya kecepatan dan gerakan bak kucing yang mengingatkan saya kepada Sepp Maier. Lalu, saat saya berlatih dengan dia, saya tahu bakatnya lebih baik dari Michael Rensing," lanjut Kahn. (Sepp Ginz)

Dekat Ke Eropa, Mainz Gamang

TAMPIL DI ANTARKLUB EROPA adalah impian terbesar hampir semua klub di Benua Biru. Baik klub-klub besar maupun kecil sama-sama ingin berlaga di Liga Champions atau Europa League. Selain bentuk eksistensi, berlaga di kancah antarklub Eropa menjanjikan pendapatan tambahan lumayan besar.

Akan tetapi, bagi 1.FSV Mainz, semakin dekat ke Liga Champions dan Europa League justru mendatangkan kegamangan. Di satu sisi, tampil di sana akan menjadi prestasi dan sejarah tersendiri. Namun, di sisi lain, mereka tak punya cukup dana untuk bersaing di sana.

Kegamangan itu tercermin dari sikap beberapa elemen klub. Playmaker Lewis Holtby menegaskan, tampil di Eropa adalah impian yang harus diraih. "Mungkin terlalu berlebihan, tapi Mainz bisa berlaga di Liga Champions," kata dia kepada Mainzer Allgemeine Zeitung.

Sementara itu, Manajer Christian Heidel justru punya pandangan berbeda. "Jika pada akhirnya kami bermain di kompetisi antarklub Eropa, saya tak tahu itu baik atau tidak," ujar dia kepada Frankfurter Allgemeine Zeitung. "Liga Eropa mungkin akan menjadi ancaman berbahaya karena kami tak punya cukup uang."

Modal besar memang dibutuhkan oleh Mainz jika harus berpartisipasi di Liga Champions atau Europa League. Terutama demi memperkuat skuad. Maklum, beberapa pilar dipastikan pergi. Striker Andre Schürrle akan membela Bayer 04 Leverkusen. Sementara itu, Holtby sepertinya bakal dipanggil pulang oleh pemiliknya, FC Schalke 04.

Holtby sebenarnya bisa saja bertahan. Eks pemain Alemannia Aachen itu mengaku mulai kerasan di Mainz. "Aku sangat nyaman berada di sini," ungkap dia. "Hal-hal lainnya tinggal mengikuti aturan yang ada."

Holtby pantas betah karena berkembang pesat selama berbaju Mainz. Sementara di Schalke, dia seolah tak punya kesempatan unjuk gigi. Masalahnya kemudian, melihat prestasi Holtby sepanjang musim ini, Schalke tentu tak ingin melepas pemainnya secara gratis atau dalam status pinjaman. Tentu ada harga yang harus dibayar Mainz dan itu tentunya memberatkan finansial Die Nullfünfer. (Sepp Ginz)

Jumat, 07 Januari 2011

Magath Alergi Pemain Bandel

TINGKAH PEMAIN yang menekan klub untuk melepas dengan mengaku telah menerima tawaran dari klub lain memang memuakkan bagi banyak pelatih. Tak terkecuali Felix Magath, pelatih FC Schalke 04. Maklum, salah satu yang berulah begitu adalah Jefferson Farfán, anak asuhnya. Farfán sempat mengaku kepada media Peru bahwa dirinya telah mendapat tawaran dari klub lain.

"Menurut saya, itu adalah hal yang tak bisa ditoleransi. Pemain telah menandatangani kontrak dan harus mematuhinya," tegas Magath.

Lebih lanjut, pelatih yang pernah mencicipi gelar juara Bundesliga 1 bersama FC Bayern München dan VfL Wolfsburg itu menegaskan, Farfán tak bisa pergi begitu saja. "Jefferson Farfán tak pernah berbicara kepada saya. Selama tak ada klub yang mengontak saya, transfer tak akan terjadi!" tandas dia lagi.

Magath mengatakan dirinya tak alergi terhadap lalu-lintas pemain sepanjang dilakukan dengan baik-baik. "Perpindahan pemain dan pelatih sangatlah lumrah di sepak bola," pungkas pelatih yang juga pernah menangani SV Werder Bremen dan Eintracht Frankfurt itu. (Sepp Ginz)

Pemimpin Baru Köln

RUMOR PERGANTIAN kapten di 1.FC Köln menjadi kenyataan. Saat paruh kedua Bundesliga 1 bergulir pada pekan depan, ban kapten tak akan lagi melingkar di lengan Youssef Mohamad. Seperti sudah diduga, penggantinya adalah Lukas Podolski yang sepanjang paruh pertama memang tampil sebagai the real leader di atas lapangan.

"Mengisi posisi kapten jelas sebuah kehormatan bagiku. Tapi, menjadi pemimpin di tim dan klub ini juga sekaligus menjadi tantangan yang juga besar," ungkap Podolski.

Di mata pelatih Frank Schaefer, pemain yang akrab dipanggil Poldi itu punya kapasitas untuk menjadi kapten tim. "Lukas punya power dan pengalaman yang membuatnya memang berpotensi menjalankan tugas ini," terang dia. "Bagi dia, ini juga langkah besar. Sebagai kapten, dia harus memimpin para pemain dan menjadi kontak pertama bagi staf pelatih."

Selain menunjuk kapten baru, Schaefer juga menunjuk tiga pemain lain untuk masuk komite pemain. Ketiganya adalah eks kapten Milivoje Novakovic, defender Kevin McKenna, dan kiper anyar Michael Rensing. Ketiganya akan membantu Poldi sebagai penghubung tim dengan manajemen dan pelatih. (Sepp Ginz)

Setengah Juta Dari Piala Dunia

PIALA DUNIA bak pisau bermata dua bagi FC Bayern München. Di satu sisi, mereka menderita kerugian karena sebagian besar pemain didera keletihan yang dahsyat. Bahkan, Arjen Robben tak bisa bermain sepanjang paruh pertama karena dugaan salah perawatan pada cedera yang didapatnya sebelum Piala Dunia berlangsung. Ujung-ujungnya, Bayern hanya menangguk 29 poin dan terpaut jauh dari Borussia Dortmund yang memimpin klasemen.

Akan tetapi, di sisi lain, Piala Dunia juga membawa berkah tersendiri. Terutama dalam segi finansial. Sesuai rilis FIFA, berkat partisipasi banyak pemainnya di Afrika Selatan lalu, Bayern mendapatkan bagian setengah juta euro, tepatnya 588.210 euro. Itu tak terlepas dari keberadaan tiga pemain di tim finalis dan delapan pemain di tim semifinalis. FC Hollywood hanya kalah dari Barcelona yang mendapatkan 654.384 euro.

Total, FIFA mendistribusikan 30 juta euro kepada 400 klub yang menyetor 736 pemain ke Piala Dunia lalu. Untuk Piala Dunia 2014, jumlah yang akan dibagikan bertambah besar, yakni 50 juta euro. (Sepp Ginz)

Butt Terancam Kraft

SAAT PARUH KEDUA Bundesliga 1 bergulir pada pekan depan, jangan heran bila melihat Thomas Kraft berada di line-up FC Bayern München. Pada pemusatan latihan di Doha (Qatar), ada indikasi Kraft menggeser posisi Hans-Jörg Butt sebagai kiper utama. Indikasi ini ditangkap oleh TZ München. Dalam sesi game 9 vs 9, Kraft selalu berada di tim utama.

Pada beberapa kali game tersebut, Kraft berada satu tim dengan Breno, Holger Badstuber, Philipp Lahm, Bastian Schweinsteiger, Mark van Bommel, Franck Ribéry, Arjen Robben, dan Thomas Müller. Van Gaal sendiri tak menampik kemungkinan pergeseran posisi di bawah mistar gawang itu. "Segalanya mungkin. Saya memang selalu menggeser pemain," ungkap dia.

Bila benar-benar dilakukan, penunjukan Kraft sebagai kiper utama yang baru bisa jadi merupakan penegasan sikap Van Gaal yang lebih suka mengedepankan dia ketimbang membeli kiper baru andai Butt pensiun. Saat manajemen mengindikasikan ketertarikan kepada Manuel Neuer, kiper FC Schalke 04, beberapa waktu lalu, Van Gaal tak begitu peduli. Bagi pelatih asal Belanda itu, Kraft pantas dijadikan kiper utama. Keyakinannya makin kuat kala Kraft tampil gemilang dalam dua laga terakhir Bayern di fase grup Liga Champions.

Sikap serupa tetap dipegang teguh Van Gaal. Saat kembali ditanya soal Neuer, dia dengan tegas berkata, "Kami tak punya masalah di posisi itu karena punya dua kiper yang sama hebatnya."

Bagi Kraft pribadi, paruh kedua musim ini adalah masa pembuktian diri. Maklum saja, kontraknya akan habis pada Juni nanti. Satu-satunya syarat untuk meyakinkan para petinggi Bayern yang kadung jatuh hati kepada Neuer adalah dengan tampil apik. Oleh karenanya, jika benar dijadikan kiper utama, dia tentu tak akan menyia-nyiakan kesempatan begitu saja. (Sepp Ginz)

Rabu, 05 Januari 2011

Bremen Rencanakan Pemangkasan Gaji


BANYAK ORANG yang tersentak dan mengernyitkan dahi ketika SV Werder Bremen melepas Hugo Almedia ke Besiktas pada bursa transfer ini. Pasalnya, striker asal Portugal itu merupakan mesin gol utama Die Werderaner. Dari 13 kali tampil, dia mengemas sembilan gol.

Ternyata, penjualan itu memang memiliki maksud lain. Seperti diungkapkan Direktur Olahraga Klaus Allofs kepada Weser Kurier, hal itu dilakukan atas pertimbangan ekonomi. Dengan melepas Almeida, Bremen bisa menghemat 1 juta euro. “Kami harus memanfaatkan kesempatan ini. Hugo dilepas atas pertimbangan ekonomi,” ucap dia.

Lebih jauh, Allofs menyiratkan tindakan itu bukan yang terakhir. Pasalnya, dia mengemukakan rencana pemangkasan gaji secara signifikan guna membuat keuangan klub sehat. Saat ini, Bremen harus menanggung beban gaji 48 juta euro per tahun. Itu pengeluaran yang cukup besar mengingat pendapatan Bremen hanya 126,4 juta euro.

Jika Bremen gagal meraih tiket Liga Champions, sangat mungkin beberapa pemain bergaji tinggi akan mengalami nasib seperti Almeida. “Kami hanya berusaha mengamankan posisi keuangan. Semua rencana harus didasarkan pada seberapa banyak uang yang kami punya,” lanjut Allofs.

Memburuknya keuangan Die Werderaner tak terlepas dari upaya memelihara kekuatan tim dan renovasi stadion. Pembelian pemain-pemain mahal macam Marko Marin (8 juta euro), Wesley (7,5 juta euro), dan Marko Arnautović (6,5 juta euro) jelas menyedot uang Bremen. Belum lagi renovasi sebagian tribun Stadion Weser yang dikabarkan menghabiskan dana 76 juta euro.

“Kami harus memangkas anggaran untuk gaji. Hal lain adalah prioritas berikutnya!” tegas Allofs. So, jangan heran bila gelombang eksodus terjadi pada Juni nanti. (Sepp Ginz)

Foto: Weser Kurier

Gustavo Pertimbangkan Jerman


GELANDANG ANYAR FC Bayern München, Luiz Gustavo, mengungkapkan pengakuan yang sungguh mengejutkan. Pemain berumur 23 tahun itu menyatakan ingin membela timnas Jerman. Hal itu diungkapkan kepada Bild saat dia tengah mengikuti pemusatan latihan di Doha,Qatar.

“Aku adalah orang Brasil, tentu saja aku ingin membela timnas Brasil. Tapi, aku saat ini telah hampir empat tahun di Jerman. Aku merasa sangat nyaman di sini. Jika ada kans membela Jerman, aku akan mempertimbangkannya dengan serius,” ungkap Gustavo.

Pemain serbabisa itu memang telah berada di Jerman sejak Agustus 2007. Kala itu, dia dipinjam TSG 1899 Hoffenheim dari Corinthians. Setahun kemudian, dia resmi dibeli dengan harga 1 juta euro. Hingga saat ini, dia telah 72 kali berlaga di Bundesliga 1 dan 27 kali di Bundesliga 2.

Secara khusus, Gustavo mengucapkan terima kasih kepada Ralf Rangnick yang turun dari kursi pelatih Hoffenheim saat Gustavo resmi menyeberang ke Bayern. “Rangnick adalah orang yang sangat membantuku untuk berkembang hingga seperti saat ini,” aku pemain yang sangat religius ini.

Sementara itu, disinggung soal kepindahannya yang terkesan mendadak, Gustavo mengakui itu murni keinginannya. “Ini adalah impianku. Ketika kesempatan datang, aku tentu harus mengambilnya,” tegas pemain yang mengagumi Lucio dan Zé Roberto itu. (Sepp Ginz)

Foto: TZ München

Nasib Nahas Grafite


MALANG TAK DAPAT DITOLAK. Ungkapan itu rupanya pas buat Edinaldo Batista Libânio alias Grafite. Saat tengah mengikuti pemusatan latihan di Marbella, Spanyol, rumah milik striker VfL Wofsburg itu yang terletak di Gifhorn disatroni pencuri. Berdasarkan keterangan polisi, beberapa barang senilai 100.000 euro pun lenyap.

Insiden itu pertama kali diketahui oleh seorang wanita yang biasa mengurusi rumah Grafite selama si empunya dan keluarganya berlibur. Dia mengetahui hal itu saat hendak membersihkan rumah pada Senin (3/1). Dia pun lantas menghubungi pihak kepolisian.

Menurut Thomas Reuter, juru bicara kepolisian, pembobolan rumah Grafite berlangsung antara 28 Desember dan 3 Januari. Pada saat itu, Grafite dan keluarganya memang tengah berlibur di Brasil dalam rangka merayakan tahun baru. Reuter berjanji pihaknya akan berusaha menangkap si pencuri.

“Kami saat ini tengah melakukan investigasi dan menanyai beberapa orang saksi,” terang Reuter. “Pencurinya pasti akan diketahui.”

Grafite yang tengah berlatih jelas terkejut mendengar berita tak mengenakkan tersebut. “Aku berharap polisi bisa menuntaskan kasus ini dan menangkap si pencuri,” harap Grafite setelah mendengar kabar itu dari juru bicara Die Wolfe. (Gepp Ginz)

Foto: Kölner Express

Farfan Memang Ingin Pergi


TEKA-TEKI di balik keterlambatan Jefferson Farfan mengikuti latihan jelang paruh kedua yang dilakukan klubnya, FC Schalke 04, terkuak. Kepada sebuah stasiun televisi Peru, pemain sayap produktif itu menyatakan terlambat karena ingin hengkang dari Veltins Arena.

"Aku harus berbicara dengan pelatih Felix Magath. Aku akan menjelaskan keterlambatanku menghadiri latihan adalah karena ada tawaran yang datang," ungkap Farfan. Sementara menyangkut klub yang telah mengajukan tawaran itu, dia bungkam. "Setiap orang ingin berkembang. Kalian lihat saja nanti ke mana aku akan pergi."

Berdasarkan rumor yang beredar, setidaknya ada tiga klub besar Spanyol yang mungkin menjadi pelabuhan baru karier eks pemain PSV Eindhoven tersebut. Ketiganya adalah Atletico Madrid, Valencia, dan Sevilla. Belakangan, Farfan kerap dikait-kaitkan dengan ketiga klub itu. Sementara klub lain yang juga mungkin merekrutnya adalah VfL Bochum. Maklum, mereka butuh penyerang anyar sebagai pengganti Edin Dzeko yang dilepas ke Manchester City, Selasa (4/1).

Toh, jika ditelaah secara seksama, kemungkinan Farfan bertahan di Jerman terbilang kecil. Pasalnya, seperti kebanyakan pemain dari Amerika Selatan, Farfan terkendala oleh iklim Jerman yang sangat berbeda. Itu pula yang membuat dia kerap berlama-lama di negeri asalnya ketika liburan tiba. Sepertinya, Spanyol akan menjadi pilihan logis bagi Farfan. (Sepp Ginz)

Foto: Westline

Zé Hormati Kontrak di Hamburg


GELANDANG GAEK Hamburger SV, Zé Roberto, menunjukkan kesetiaan kepada klubnya. Meski ditawari bergabung pada musim dingin ini oleh klub lain, dia bergeming dengan tetap menghormati kontraknya yang baru berakhir pada Juni depan.

Seperti diungkapkan kepada Sport1 di sela-sela pemusatan latihan Hamburg yang digelar di Dubai (Uni Emirat Arab), Zé mengaku dikontak oleh klub lamanya, Santos. "Aku telah ditawari bergabung oleh Santos. Tetapi, aku hanya akan bermain bersama Hamburg hingga kontrakku selesai pada akhir musim nanti," ungkap dia.

Sebelumnya, Zé memang kerap dirumorkan bakal hengkang lebih awal pada musim dingin ini. Padahal, sepanjang paruh pertama, dia termasuk pemain andalan pelatih Armin Veh. Zé tercatat turun dalam 15 laga dengan mengemas tujuh assist. Koleksi itu membuat dia menjadi salah satu pencetak assist terbanyak di Bundesliga 1 musim ini.

Terlepas dari hal tersebut, Zé memberi satu isyarat menyangkut masa depannya. Dia mengisyaratkan kemungkinan besar hengkang dari Jerman. "Jika tetap di Jerman, aku hanya akan bermain di Hamburg," pungkas pemain asal Brasil yang pernah merumput di Real Madrid, Bayer Leverkusen, dan Bayern München tersebut. (Sepp Ginz)

Foto: Hamburger Morgenpost