Senin, 29 November 2010

Stuttgart Denda Dua Pemain


KEKALAHAN 2-4 yang diderita VfB Stuttgart dari Hamburger SV menyisakan cerita tak sedap. Die Schwaben menjatuhkan hukuman kepada dua pemainnya gara-gara berulah pada laga tersebut. Mereka adalah striker Ciprian Marica dan gelandang Zdravko Kuzmanovic.

Marica didenda 50.000 euro karena kartu merah yang diterimanya dari wasit Wolfgang Stark. Saat laga berjalan 17 menit, Marica mendapat kartu kuning gara-gara menghardik Stark saat rekannya, bek Georg Niedermeier, melanggar Mladen Petric. Kartu kuning itu segera berubah menjai merah ketika striker asal Rumania itu mengeluarkan kata-kata tak senonoh.

Marica membantah keterangan yang diungkapkan Stark. "Siapa pun yang mengenalku pasti tahu betapa aku selalu menjunjung tinggi sikap. Menghina wasit adalah sebuah kemustahilan. Itu hanya terjadi dalam mimpi," terang dia.

Denda yang harus dibayar Marica menjadi rekor tersendiri. Sebelumnya, denda terbesar yang dijatuhkan manajemen Stuttgart adalah 40.000 euro. Itu terjadi setahun silam kala kiper Jens Lehmann mengkritik petinggi klub.

Sementara itu, Kuzmanovic harus membayar 10.000 euro atas penolakannya menghampiri para pendukung Stuttgart seusai laga. Meski telah diperintahkan, gelandang timnas Serbia itu tetap bergeming. Itu dilakukan sebagai protes atas kebijakan caretaker Jens Keller yang tak menurunkan dia di starting line-up. (Sepp Ginz)

Foto: Stuttgarter Nachrichten

Minggu, 28 November 2010

Van Buyten di Titik Nadir


"VAN BUYTEN RAUS!" Teriakan itu menjadi salah satu warna saat FC Bayern München menang 4-1 atas Eintracht Frankfurt. Teriakan meminta Van Buyten ditarik keluar itu berasal dari sebagian fans yang merasa kesal atas performa buruk bek asal Belgia itu.

Pada laga itu, Van Buyten memang tampil sangat buruk. Sejak menit awal, dia kerap melakukan kesalahan. Itu sangat kontras dengan Breno yang tampil penuh percaya diri. Dari lima duel yang dilakoni sepanjang babak pertama, Van Buyten hanya sekali menang. Hal yang membuat para fans kesal, dia tiga kali kalah dalam duel udara dari Theofanis Gekas dan Halil Altintop yang berpostur lebih pendek.

Statistik itu rupanya tak lepas dari pengamatan Louis van Gaal. Itu sebabnya, dia mengganti Van Buyten dengan Martin Demichelis saat babak kedua dimulai. Sial bagi Van Buyten, Demichelis mampu membentuk benteng yang solid bersama Breno. Tak heran bila banyak yang memperkirakan dia akan kehilangan tempat di tim utama.

Untungnya, Van Buyten tetap mendapat dukungan dari dalam tim. "Saya berharap dia akan segera kembali ke performa terbaiknya," ucap Van Gaal. Sementara itu, Direktur Olahraga Christian Nerlinger berkata, "Setiap orang pasti mengalami penurunan performa."

Ini bukan kali pertama Van Buyten mendapat sorotan tajam. Sebelumnya, pada awal musim, dia juga menunjukkan performa buruk. Kala itu, dia seperti tak bisa berkonsentrasi di lapangan. Nah, mengingat saat itu dia baru mendapatkan seorang anak, Van Gaal sempat berseloroh, mungkin Van Buyten terlalu sering begadang.

Penurunan performa Van Buyten jelas memperkuat tuntutan agar Bayern membeli bek anyar pada bursa transfer musim dingin. Terakhir, mencuat nama Alvaro Dominguez dari Atletico Madrid. Namun, hingga saat ini, manajemen Bayern masih bungkam. (Sepp Ginz)

Foto: TZ München

Bayern Incar Posisi Ketiga


KEMENANGAN BESAR 4-1 atas Eintracht Frankfurt, Sabtu (27/11), membuat FC Bayern München kembali bergairah. Meski masih terpaut 14 angka dari Borussia Dortmund yang berada di puncak klasemen, FC Hollywood yakin bisa mencapai prestasi lebih baik sebelum jeda musim dingin.

Secara khusus, pelatih Louis van Gaal menyatakan target timnya saat ini adalah berada di posisi ketiga. "Saat ini, kami hanya terpaut tiga poin dari posisi ketiga. Seburuk-buruknya, kami harus berada di posisi tersebut," terang dia seusai laga.

Optimisme itu diamini Thomas Müller yang menyumbang satu assist dan satu gol pada laga tersebut. Namun, top skorer Piala Dunia 2010 itu menyebut satu syarat mutlak. "Kami bermain bagus pada babak pertama dan tak seharusnya hanya imbang 1-1. Kami harus menghindari itu saat menghadapi Schalke dan Stuttgart. Jika menang lawan Schalke, semuanya akan kembali normal dan kami bisa kembali melihat klasemen," tutur dia.

Müller benar. Schalke dan Stuttgart tetaplah lawan tangguh meski kini terseok-seok di papan bawah. Gagal memaksimalkan peluang pada babak pertama seperti yang terjadi akhir-akhir ini, Bayern bisa saja tersungkur. Apalagi kedua laga tersebut akan dilakoni di kandang lawan. Sepanjang musim ini, Bayern tak punya rekor tandang bagus. Dari enam lawatan ke kandang lawan, mereka hanya sekali menang, yakni atas TSG 1899 Hoffenheim pada spieltag ke-5. (Sepp Ginz)

Foto: www.sportschau.de

Kamis, 25 November 2010

Szalai Takkan Pulang ke Madrid


ISU SEPUTAR rencana pembelian kembali Adam Szalai oleh Real Madrid ternyata cukup mengganggu manajemen 1.FSV Mainz. Manajer Christian Heidel benar-benar terusik oleh rumor yang pertama kali dilansir harian olehraga Spanyol, As, tersebut. Buktinya, dia sampai memberikan tanggapan agak emosional.

“Szalai kembali ke Real? Itu benar-benar omong kosong!” tegas Heidel seraya menegaskan pihaknya tak akan membiarkan striker asal Hungaria itu meninggalkan Stadion Bruchweg begitu saja.

Mainz memang dipastikan bakal mati-matian memagari Szalai. Pasalnya, mereka sudah dipastikan kehilangan dua pemain andalan pada musim depan. Andre Schürrle telah diikat Bayer 04 Leverkusen, sementara playmaker Lewis Holtby bakal dipanggil pulang oleh pemiliknya, FC Schalke 04.

Toh, kemungkinan Szalai kembali ke Madrid sebenarnya tetap terbuka. Sesuai perjanjian awal, jika Szalai tampil apik di Budnesliga 1 dan timnas Hungaria, El Real bisa membelinya lagi dengan harga 5 juta euro. Sebelumnya, status Szalai memang pinjaman pada tengah musim 2009-10. Namun, pada awal musim ini, dia dibeli secara penuh dengan harga hanya 600 ribu euro. (Sepp Ginz)

Foto: Allgemeine Zeitung

Bremen Dua Kali Sial


KEKALAHAN TELAK 0-3 ternyata bukan satu-satunya kesialan yang diperoleh SV Werder Bremen kala menyambangi markas Tottenham Hotspur di London (Inggris). Sebelum kekalahan yang membuat Bremen harus gigit jari dan tak bisa melangkah ke babak 16-besar Liga Champions tersebut, sebuah kesialan lain didapatkan oleh Per Mertesacker cs.

Saat hendak menuju Stadion White Hart Lane guna menjalani latihan pada Selasa (23/11) atau sehari jelang laga, bus yang membawa para pemain mengalami kecelakaan lalu-lintas. Bus Bremen bertabrakan dengan sebuah van.

Akibatnya, lampu depan dan pintu di kanan bus mengalami kerusakan. Bahkan, guna melanjutkan perjalanan, lampu terpaksa ditempel dengan selotip. Untungnya, tak ada yang terluka dalam kecelakaan ringan tersebut. (Sepp Ginz)

Foto: Kölner Express

Babi di Kandang Kambing


ADA-ADA SAJA ulah yang dilakukan suporter sepak bola dalam mendukung timnya. Tak percaya? Tengok saja ulah para fans 1.FC Köln pada Selasa lalu. Guna mendoakan Die Geißbocke mengakhiri krisis dan merebut hasil positif, mereka menderetkan boneka babi di dekat pintu masuk kompleks olahraga RheinEnergie, markas Köln.

Babi-babi di kandang kambing –maskot Köln adalah kambing– itu pun spesial. Di bagian depan terdapat tulisan Viel Glück, sementara di belakang ada yang ditulisi inisial Presiden Wolfgang Overath, pelatih Frank Schaefer, dan asisten pelatih Dirk Lottner, ada pula yang ditulisi nomor punggung beberapa pemain.

Harapan para fans sederhana saja. Mereka ingin Lukas Podolski melanjutkan keberuntungan yang didapatkan akhir pekan lalu saat menghadapi VfB Stuttgart. Saat itu, mereka menang 1-0 lewat penalti Podolski. Kemenangan tersebut mengakhiri rentetan dua kekalahan telak yang didapatkan dari 1.FC Nürnberg dan Borussia Mönchengladbach.

Menariknya, akhir pekan nanti, Die Geißbocke akan kedatangan kawanan serigala Wolfsburg. Akankah kawanan babi itu sanggup menjadi penangkal kegananasan para serigala? Kita tunggu saja. “Satu hal yang pasti, andai tampil seperti melawan Stuttgart, kami akan memetik hasil saat melawan Wolfsburg,” ujar Poldi. (Sepp Ginz)

Foto: Kölner Express

Rabu, 24 November 2010

Dortmund Tak Punya Lawan


MEMIMPIN KLASEMEN sejak spieltag ke-10 dengan keunggulan tujuh angka dari peringkat kedua plus rekor tujuh kemenangan tandang beruntun membuat banyak pihak mulai meramalkan Borussia Dortmund tak bakal teradang untuk menjadi juara. Salah satunya Huub Stevens, pelatih asal Belanda yang lama berkiprah di Bundesliga 1.

Kepada Sport1, Stevens mengungkapkan, Dortmund tak lagi punya lawan sepaadn di Bundesliga 1 musim ini. “Saat ini timbul pertanyaan, ‘Siapa yang bisa menghentikan Dortmund?’ Jawabannya, diri mereka sendiri!”

Dalam pandangan Stevens, Die Schwarzgelben punya semua syarat untuk merengkuh Die Meisterschale. Mereka punya skuad yang didominasi anak-anak muda, lapar kemenangan, sangat bersemangat, memiliki kemampuan merata, dan ditukangi pelatih jempolan.

“Aliran bola mereka sangat baik dan sangat mematikan kala melakukan serangan ke pertahanan lawan,” ulas Stevens. “Belum lagi dukungan dari manajemen tim. Hans-Joachim Waltzke selalu mampu menjaga kabin tetap dingin dan tak memberikan tekanan berat.”

Keyakinan Stevens kian kuat setelah melihat Dortmund menang 2-1 atas SC Freiburg setelah terlebih dahulu tertinggal satu gol. Kemenangan itu, di mata Stevens, menunjukkan kekuatan mental Nuri Sahin cs. “Jika mampu meraih kemenangan seperti ini, tak pelak lagi, mereka bisa jadi juara.” (Sepp Ginz)

Foto: Westline

Aogo Tegar Karena Pacar


ABSEN SEJAK AWAL MUSIM karena cedera pangkal paha dan harus menjalani operasi jelas bukan hal yang mudah bagi Dennis Aogo. Tak bisa bermain dalam waktu yang lama potensial membuat dia dilanda frustrasi. Untungnya, bek kiri Hamburger SV itu punya pacar Alessia Walch, penyanyi yang juga mahasiswi bidang psikologi.

“Dia selalu memberikan semangat dan tak henti mengatakan bahwa aku akan bisa berbuat lebih dari sebelumnya saat pulih nanti. Aku sungguh beruntung memiliki dia sebagai pacar,” ungkap Aogo kepada Hamburger Morgenpost.

Kini, kondisi fisik pemain yang sempat diminati Juventus itu kian membaik. Bahkan, belakangan, pelatih Armin Veh mengisyaratkan bakal segera mengikutsertakan Aogo dalam latihan. Itu tentu saja membuat Aogo kian bersemangat. “Sangat menyenangkan mengetahui diriku masih dibutuhkan,” ungkap dia. “Namun, setelah absen selama beberapa bulan, aku tentu harus hati-hati.” (Sepp Ginz)

Foto: www.mirror.co.uk

Matahari Untuk Moa


CEDERA OTOT PAHA yang tak kunjung sembuh memaksa Mohamed Abdellaoue tak bisa bermain sejak spieltag ke-12. Kondisi itu rupanya meresahkan pelatih Mirko Slomka yang memang sangat mengandalkan duet Moa dengan Didier Ya Konan di lini depan.

Sebagai solusi, Slomka mengambil langkah mengejutkan. Dia mengirim Moa ke Mesir untuk menjalani terapi. Dia menilai kondisi Moa akan jauh lebih baik jika mendapatkan sorotan sinar matahari Timur Tengah.

“Masalah otot pahanya tak berubah. Kini, kami mengirim dia ke Mesir selama seminggu. Kami yakin istirahat selama sepekan membuat dia lebih baik,” ungkap Slomka. “Saya berharap dia akan kembali siap dimainkan dalam dua laga ke depan.”

Slomka menduga, lambatnya pemulihan cedera Moa diakibatkan oleh kondisi psikis yang kurang baik. Maklum, sejak bergabung dari Valerenga pada awal musim ini, Moa tak pernah menikmati liburan. (Sepp Ginz)

Foto: www.1asport.de

Min Son Siap Angkut Keluarga


SEIRING PENINGKATAN TENSI konflik antara Korea Selatan dan Korea Utara, kecemasan melingkupi diri pemain belia Hamburger SV, Heung Min Son. Dia mencemaskan keselamatan keluarganya yang tinggal di Seoul, Ibu Kota Korsel. Apalagi ketika Korut melakukan pengeboman pada Selasa, 23 November lalu.

Sebagai ancang-ancang, Min Son sudah menyiapkan rencana penyelamatan. Itu adalah memboyong semua anggota keluarganya untuk tinggal bersama dia. “Jika keadaan kian memburuk, aku akan membawa orang tua dan saudaraku ke Hamburg,” ungkap dia kepada Hamburger Morgenpost.

Meski dilanda kecemasan, Min Son tak lantas kehilangan konsentrasi. Dia tetap fokus pada upaya membangkitkan Hamburg yang menelan empat kekalahan dalam lima laga terakhir di semua ajang yang diikuti. Dia pun bersyukur karena mendapat banyak dukungan dari para seniornya, terutama Ruud van Nistelrooy.

“Dia selalu memberiku nasihat dengan menunjukkan kesalahan-kesalahan yang kulakukan. Dia pun kerap mengajakku berbincang tentang segala hal mengenai kehidupan,” aku Min Son. (Sepp Ginz)

Foto: Rheinische Post

Pinola Benar-benar Menyesal


JAVIER PINOLA benar-benar dihantui oleh kelakuan buruknya saat 1.FC Nürnberg menghadapi FC Bayern München dua pekan silam. Meski sudah mendapatkan maaf dari Bayern dan Bastian Schweinsteiger, pemain yang diludahinya, dia kembali mengungkapkan penyesalan yang sangat mendalam atas insiden tersebut.

Tanpa tedeng aling-aling, bek sayap asal Argentina itu menyebut kelakuannya itu sebagai kesalahan terbesar dalam kariernya. “Aku merasa sangat tidak enak. Itu adalah hal yang bodoh, perilaku yang sangat memalukan. Sayangnya, aku tak bisa menghapus hal itu,” ujar dia kepada Nürnberger Nachrichten. “Saat itu, pikiranku berada di dunia lain.”

Menurut Pinola, dia waktu itu terpancing oleh sikutan yang diterimanya dari Basti dalam sebuah duel. Meski begitu, dia menegaskan itu tak bisa dijadikan pembelaan. Dia pun menerima dengan lapang dada skorsing empat laga yang dijatuhkan DFB. (Sepp Ginz)

Foto: Rheinische Post

Selasa, 23 November 2010

Hanke Tak Merasa Berbeda


MENJADI PAHLAWAN KEMENANGAN Hannover 96 atas Hamburger SV, akhir pekan lalu, tak membuat Mike Hanke bahagia. Striker berumur 27 tahun tak merasa ada yang berubah pada situasi dirinya di tim asuhan Mirko Slomka tersebut.

“Situasiku di sini jelas membuatku tak puas. Untuk tim, gol itu mungkin sangat berarti, tapi tidak demikian bagiku. Dengan gol itu, situasiku tetap tak berubah,” ungkap dia kepada Neuepresse.

Hanke memang sudah merasa tak begitu diterima di Hannover. Pada laga itu pun, banyak fans yang terus menyiulinya setiap kali dia menguasai bola. Bahkan, ketika baru sepuluh menit dia berada di lapangan, ada fans yang berteriak, “Hanke out!”. Menanggapi hal itu, Hanke berujar lirih, “Aku merasa sangat sedih ketika sebagian fans menyiuliku kala aku menguasi bola.”

Situasi itu pun tak lepas dari pengamatan Direktur Olahraga Jörg Schmadtke. “Ketika dia masuk, para penonton agak keterlaluan. Akan sangat lebih baik jika dia menerima sambutan normal,”ucap dia.

Terlepas dari hal itu, posisi Hanke memang tak bakal berubah di Hannover. Dia tetaplah back up bagi dua striker utama, Mohamed Abdellaoue dan Didier Ya Konan. Ketika keduanya sehat, sudah pasti dirinya kembali tersingkir. “Mungkin aku memang tak sesuai dengan sistem permainan yang menuntut adanya dua peneyrang cepat,” ungkap dia. (Sepp Ginz)

Foto: Neuepresse

Bantahan Untuk Schaaf


RAMAINYA KABAR yang menyatakan Thomas Schaaf sudah menawarkan pengunduran diri seperti dilansir beberapa media massa Jerman dibantah habis-habisan oleh kubu SV Werder Bremen. Dua bantahan datang dari Direktur Olahraga Klaus Allofs dan kapitän Torsten Frings.

Menurut Allofs, dalam beberapa pertemuan yang dilakukan belakangan ini, pihak manajemen tak pernah membicarakan kemungkinan mengganti Schaaf. Demikian pula sebaliknya, Schaaf tak pernah mengungkapkan kemungkinan mundur dari posisinya sebagai pelatih.

Sementara itu, Frings lebih keras. “Ini benar-benar berita sampah. Aku sama sekali tak tahu dari mana asalnya,” geram dia.

Belakangan, posisi Schaaf yang telah menangani Bremen sejak 1999 memang rawan seiring prestasi Bremen yang menukik drastis. Kini, mereka hanya terpaut empat poin dari zona degradasi. Tekanan kian berat ketika Bremen dikalahkan 0-4 oleh FC Schalke 04, akhir pekan lalu. (Sepp Ginz)

Foto: Westline

Ribéry Keluhkan Van Gaal


TAK HENTI diberi komentar miring membuat Franck Ribéry gerah. Winger asal Prancis itu terang-terangan mengeluhkan perlakuan pelatih Louis van Gaal yang dianggap tak menunjang proses pemulihan dirinya.

Ribéry mengaku terpukul oleh kritik terbuka yang dilontarkan Der Tulpen General seusai laga persahabatan versus SpVgg Unterhaching, 17 November silam. Dalam laga itu, Ribéry dinilai tidak serius. Padahal, manajemen khusus mengadakan laga tersebut untuk dia dan Breno.

“Aku sangat kecewa melihat apa yang tertulis di media massa. Aku kira akan lebih baik jika dia berkata secara langsung kepadaku,” ungkap Ribéry seperti dikutip Münchner Abendzeitung.

Dalam pandangan eks penggawa Olympique Marseille itu, komentar miring Van Gaal adalah penghambat bagi proses recovery dirinya. “Aku berjuang sebaik mungkin untuk kembali fit. Tapi, jika pelatih selalu berkata negatif, situasinya jadi sulit. Dia selalu membuatku kembali terpukul,” terang dia.

Lebih jauh, Ribéry mengeluhkan minimnya kesempatan bermain yang diberikan Van Gaal. Menurut dia, waktu 25-30 menit yang selama ini diberikan tidaklah cukup untuk membuat dia mengubah situasi di lapangan. “Aku harus bermain 90 menit untuk mencapai performa terbaik,” jelas dia.

Demi mendapatkan penjelasan, Ribéry mengaku akan segera berbicara langsung dengan Van Gaal. “Bagaimanapun, aku butuh kepercayaan dari pelatih. Tanpa itu, mustahil aku bisa bermain bagus di lapangan,” pungkas dia. (Sepp Ginz)

Foto: Rheinische Post

Jumat, 19 November 2010

Breno Tak Ingin Kehilangan Micho


MESKI BERSAING mendapatkan tempat di tim utama FC Bayern München, Vinicius Rodrigues Borges alias Breno ternyata tak begitu rela bila Martin Demichelis hengkang. Dia mengaku bakal sangat kehilangan andai defender asal Argentina itu pergi dari Bayern.

“Aku akan sangat menyesal karena dia adalah pemain hebat. Lain dari itu, sebagai sesama pemain asal Amerika Selatan, kami punya kedekatan. Selama ini, aku belajar banyak dari dia,” ungkap Breno dalam wawancara dengan Sport1.

Terlepas dari hal itu, bek asal Brasil itu menyatakan siap menjawab tantangan yang ada. Setelah sekian lama hanya menjadi sebuah potensi, dia ingin membuktikan diri sebagai pemain yang benar-benar bisa diandalkan. Secara khusus, dia menunjuk kehadiran Louis van Gaal sebagai faktor tersendiri.

“Dia punya peran besar dalam kebangkitanku. Dia tak henti menyuruhku berlatih lebih intensif. Dia katakan, aku pasti akan menikmati hasilnya. Dia pun selalu berbicara secara detail kepadaku sebelum pertandingan,” urai Breno.

Sementara itu, menyangkut rumor yang mengatakan Van Gaal berencana menjadikan dirinya dan Holger Badstuber sebagai tembok pertahanan Bayern masa depan, Breno tak terlalu ambil pusing. Menurut dia, Van Gaal tak pernah berbicara mengenai hal itu. “Dia hanya mengatakan bahwa aku punya peluang besar untuk bermain sejak awal pertandingan,” jelas dia. (Sepp Ginz)

Foto: Sport1

Van Gaal Siap Lepas Basti


DI TENGAH upaya keras yang dilakukan manajemen FC Bayern München memperpanjang kontrak Bastian Schweinsteiger, pelatih Louis van Gaal mengemukakan pendapat yang agak bertolak belakang. Dia menyatakan siap kehilangan sang bintang. Seperti dikutip Sport1, Van Gaal menyatakan Basti harus dijual jika tak mau memperpanjang kontrak.

“Klub saya harus mendapatkan uang. Bagaimanapun, menurut saya, Bayern München tetaplah harus berbisnis karena sepak bola adalah bisnis,” ungkap Van Gaal. Meski begitu, sama seperti para petinggi Bayern, dia tetap berharap Basti bertahan. “Saya tentu berharap dia tinggal lebih lama di sini. Tapi, itu tergantung putusannya, bukan putusan saya.”

Sementara itu, mengenai kontraknya sendiri, Van Gaal tak menutup kemungkinan bertahan lebih lama lagi meski impian menangani sebuah tim nasional pada Piala Dunia 2014 tetap membara. “Jika para pemain menginginkan saya bertahan lebih lama, saya akan melakukannya,” pungkas dia. (Sepp Ginz)

Foto: sports.mylaunchpad.com.my

Bayern Akan Seperti Vettel


TERPAUT DUA BELAS POIN dari Borussia Dortmund yang kini memimpin Klasemen Bundesliga 1 bukan sebuah kiamat bagi FC Bayern München. Setidaknya, itulah yang kini diyakini winger Franck Ribéry. Dia menyatakan Bayern bakal bangkit dan menjadi juara.

“Aku masih yakin kami punya kans meraih gelar juara. Saat ini, kami bermasalah karena banyaknya pemain yang cedera dan Dortmund tampil sangat bagus. Dortmund memainkan sepak bola yang sangat bagus. Tapi, mereka tentu akan terpeleset juga pada akhirnya. Jika mampu memenangi semua laga sisa, aku yakin kami masih bisa juara,” beber Ribéry kepada TZ München.

Lebih jauh, Ribéry menunjuk keberhasilan Sebastian Vettel menjadi juara Formula 1 sebagai contoh ideal. “Vettel adalah seorang pebalap yang kuat dan terus meningkat secara stabil. Dia pun selalu bekerja keras. Pada akhirnya, meski sempat tertinggal, dia pantas juara,” ungkap dia. “Itu menunjukkan bahwa jika tetap yakin, seseorang bisa melakukan apa pun. Vettel adalah role model bagi kami pada saat ini.”

Secara khusus, Ribéry sangat bernafsu membawa Bayern meraih gelar sebagai timbal balik atas perlakuan manajemen Bayern yang snagat baik kepadanya sepanjang akhir musim lalu. Saat Ribéry dirundung masalah, Bayern memang selalu memberikan perlindungan dan tak menambah tekanan. “Di sini ada banyak orang berhati mulia. Aku ingin membalas kebaikan mereka,” tegas dia. (Sepp Ginz)

Foto: TZ München

Veh Siap Orbitkan Besic


SETELAH HEUNG MIN SON yang berhasil diorbitkan pada awal musim ini, Hamburger SV siap meroketkan bintang muda baru. Dialah Mohamed Besic. Defender asal Bosnia-Herzegovina itu diperkirakan bakal menjadi starter pada laga versus Hannover 96. Dia diperkirakan bakal mengisi pos Joris Mathijsen yang harus absen karena cedera lutut saat membela timnas Belanda, Rabu (17/11).

Peluang Besic terbuka lebar mengingat pelatih Armin Veh tak punya cukup banyak alternatif. Guy Demel bermasalah dengan tendon achilles-nya, sementara Collin Benjamin masih belum fit untuk kembali bermain.

Veh sudah mengisyaratkan hal itu. Dia tak khawatir menurunkan Besic. “Dia sudah menunjukkan performa yang sangat baik saat pramusim, salah satunya ketika menghadapi Juventus,” ungkap dia.

Hal senada diungkapkan kapitän Heiko Westermann. Dia bahkan memuji defender berumur 18 tahun itu sebagai talenta istimewa. “Dia punya pengamatan tajam dan sangat bagus dalam membuka serangan,” ucap dia. “Aku tak mengkhawatirkan dirinya bila diturunkan. Aku akan memberikan dukungan penuh kepada dia.”

Tingkat keyakinan Veh dan Westermann dipastikan kian tinggi mengingat Besic sudah dipanggil ke timnas Bosnia-Herzegovina oleh pelatih Safet Susic. (Sepp Ginz)

Foto: Hamburger Morgenpost

Rabu, 17 November 2010

Jurus Baru Pertahanan Bayern


KEMBALINYA BRENO setelah lama absen karena cedera ligamen lutut membuat Bayern München punya formula baru di lini belakang. Jika selama ini hanya bertumpu pada Daniel van Buyten, Holger Badstuber, dan Martin Demichelis, kini Breno menjadi alternatif baru jika salah satu di antara ketiganya tak dalam performa yang baik.

Hal itu sudah terlihat kala Breno menggantikan Demichelis pada awal babak kedua laga versus 1.FC Nürnberg, Sabtu (15/11). Meski hanya tampil 45 menit, Breno membuat para petinggi Bayern terkesan. “Breno meninggalkan kesan yang sangat baik pada laga tadi,” aku Direktur Olahraga Christian Nerlinger. Sementara Chief Executive Karl-Heinz Rummenigge berkata, “Saya yakin kali ini dia akan menunjukkan potensinya.”

Pujian serupa dilontarkan kiper Hans-Jörg Butt. “Dia tampil sangat percaya diri dan memenangi hampir semua duel. Dia sanggup menghadirkan rasa aman,” ungkap kiper gaek tersebut.

Menariknya, keberadaan Breno juga membuat pertahanan Bayern punya jurus baru. Sesuai pengakuan Butt, dia dan Breno melakukan komunikasi di atas lapangan tidak dalam bahasa Jerman. “Kami berbicara dalam bahasa Portugis. Itu ternyata cukup bagus untuk berkoordinasi di lapangan,” jelas Butt.

Butt memang menguasai bahasa ibu orang-orang Brasil tersebut. Maklum, meski hanya sebentar, dia sempat berkiprah di Liga Portugal, yakni bersama Benfica pada musim 2007-08. (Sepp Ginz)

Foto: TZ München

Müller Bersyukur Jadi Cadangan


MENJADI PEMAIN CADANGAN adalah hal yang tak menyenangkan bagi hampir semua pemain sepak bola. Namun, bagi Thomas Müller, hal itu justru dinilai positif. Top skorer Piala Dunia 2010 itu justru bersyukur hanya menjadi pemain pengganti dalam beberapa laga terakhir yang dilakoni FC Bayern München.

“Sebenarnya itu tidak seburuk yang diberitakan media massa. Sebelum melawan Cluj, aku berbicara dengan pelatih dan kami sepakat bahwa aku butuh istirahat. Ketika itu, kami menang 4-0 sehingga tak ada alasan untuk mengubah komposisi tim. Lalu, kami pun bermain bagus saat melawan Gladbach sehingga lagi-lagi aku harus berada di bangku cadangan,” terang Müller yang sepanjang musim lalu tak pernah absen membela Bayern.

Bagi Müller pribadi, kesempatan untuk tak berada di starting line-up adalah hal positif. Dia menilai kondisi fisiknya yang sempat didera kelelahan mulai membaik. “Kini, aku juga melakukan latihan tambahan untuk mengembalikan kondisi fisikku,” tambah dia.

Kondisi fisik Müller memang kian terkuras seiring popularitas yang didapatkan seusai tampil gemilang bersama timnas Jerman di Piala Dunia 2010. Dia mengakui hal itu. “Setelah Piala Dunia, hidupku memang berubah dan penuh tantangan karena aku juga harus memenuhi tuntutan di luar lapangan. Aku memiliki lebih banyak janji dengan media dan kegiatan marketing,” beber pemain bertubuh kurus itu.

Meski begitu, Müller menilai kegiatan-kegiatan di luar lapangan tersebut tak lantas mengganggu kariernya. “Sejauh ini, aku mampu menatanya dengan baik. Satu hal terpenting, aku selalu menikmati kehidupanku seperti biasanya,” pungkas dia. (Sepp Ginz)

Foto: Münchner Abendzeitung

Euforia Keluarga Schürrle


KEBERANGKATAN Andre Schürrle ke Göteborg bersama timnas Jerman membuat keluarganya dilanda kebahagiaan sangat besar. Secara khusus, Louise, sang ibu, bersama Joachim (ayah Schürrle), Sabrina (saudara Schürrle), dan Sandra (kekasih Schürrle) terbang ke Göteborg pada Rabu (17/11) pagi. Mereka sangat berharap Schürrle diturunkan oleh pelatih Joachim Löw.

Ada rasa bangga yang melingkupi hati mereka, terutama Louise. Maklum, mereka tak pernah menyangka anaknya bakal mengenakan seragam kebesaran Der Panzer. Bahkan, menurut dia, Schürrle pribadi tak pernah mengungkapkan ambisi menjadi pemain timnas.

“Tentu saja kami sangat bangga kepada dia,” ungkap Louise kepada Allgemeine Zeitung. “Ini adalah sesuatu yang besar bagi Andre. Sejak kecil sekalipun, dia tak pernah bermimpi membela timnas Jerman. Di keluarga kami, itu tak pernah menjadi topik pembicaraan meski Andre pernah bermain di timnas U-19 dan U-20.”

Bukan hanya Louise beserta segenap keluarga besar Schürrle yang harap-harap cemas menanti laga Swedia versus Jerman di Stadion Ullevi, Rabu malam. Presiden 1.FSV Mainz 05, Harald Strutz pun demikian. Maklum, hingga saat ini hanya Manuel Friedrich yang pernah mewakili Die Nullfünfer di timnas Jerman. Secara kebetulan, dia juga berangkat ke Göteborg meski dalam kapasitas sebagai delegasi DFB. (Sepp Ginz)

Foto: www.calcionews24.com

Adler Tak Remehkan Bayern


PERFORMA APIK Bayer 04 Leverkusen yang selalu menang dalam tiga laga terakhir di Bundesliga 1 tak lantas membuat kiper Rene Adler jemawa. Jelang big match menghadapi FC Bayern München, Sabtu (20/11), kiper timnas Jerman itu menyatakan timnya tak boleh meremehkan lawan.

“Meski Bayern berada pada fase terburuk, mereka tetap tak bisa dianggap enteng. Bayern tetaplah tim terbesar di Jerman,” ungkap Adler di sela-sela latihan timnas Jerman jelang laga versus Swedia seperti dikutip Spox.com. “Meski begitu, dengan kondisi saat ini, kami boleh berbesar hati. Kami bermain di kandang dan bisa mengalahkan mereka.”

Menyangkut perkembangan Die Werkself yang hingga spieltag ke-12 mampu bertengger di posisi kedua dengan koleksi 24 angka, Adler menunjuk kualitas pemain yang merata sebagai salah satu sebabnya.

“Kami terus memperkuat skuad. Tapi, yang terpenting, semua pemain kini kian menyatu. Itu membuat kami tak bermasalah ketika Sami Hyypiä, Michael Ballack, Eren Derdiyok, dan Stefan Kießling cedera. Para pemain lain seperti Sidney Sam dan Lars Bender terbukti mampu diandalkan. Ini menunjukkan kualitas tim kami yang sangat baik,” terang Adler.

Hal lain yang membuat Leverkusen bisa terus tampil baik, menurut kiper berumur 25 tahun itu, adalah ekspektasi dan sorotan publik yang tak terlalu tinggi. “Itu membuat kami bisa santai mempersiapkan diri untuk merebut poin-poin berikutnya. Bisa dibilang, kami senang berada di posisi sebagai pengejar,” pungkas dia. (Sepp Ginz)

Foto: Kölner Express

Selasa, 16 November 2010

Götze Ancam Poldi


MARIO GÖTZE berpeluang menyalip Lukas Podolski di daftar pemain termuda yang melakukan debut bersama timnas Jerman. Andai diturunkan pada laga versus Swedia, Rabu (17/11), Götze baru berumur 18 tahun 167 hari. Itu artinya, dia akan berada di atas Poldi yang melakukan debut pada umur 19 tahun 2 hari.

Peluang Götze menorehkan rekor tersebut cukup terbuka. Pasalnya, pelatih Joachim Löw sudah lama terkesan oleh kiprahnya yang bak meteor pada musim ini. Lain dari itu, kesempatan masuk tim juga terbuka lebar mengingat Löw tak memanggil Thomas Müller dan Mesut Özil. Sudah begitu, Poldi pun urung berangkat ke Göteborg.

Hingga saat ini, rekor pemain termuda masih dipegang Willy Baumgärtner. Dia turun pada laga pertama Der Panzer, yakni menghadapi Swiss di Basel yang berakhir 5-3 untuk tuan rumah. Saat itu, dia berumur 17 tahun 104 hari. Tragisnya, karier Baumgärtner terhenti pada umur 18 tahun. Di timnas Jerman sendiri, dia hanya mengantungi empat caps. (Sepp Ginz)

Debutan Termuda Der Panzer
Willy Baumgärtner (17 tahun 104 hari)
Marius Hiller (17 tahun 241 hari)
Uwe Seeler (17 tahun 345 hari)
Friedel Holz (18 tahun 27 hari)
Karl Wolter (18 tahun 65 hari)
Franz Jelinek (18 tahun 67 hari)
Willy Tänzer (18 tahun 178 hari)
Olaf Thon (18 tahun 229 hari)
Edwin Dutton (18 tahun 361 hari)
Lukas Podolski (19 tahun 2 hari)
Karl-Heinz Schnellinger (19 tahun 2 hari)

Foto: www.dfb.de

Ada TK di Millerntor


BAJAK LAUT dan tengkorak adalah dua hal yang selama ini membuat nama St. Pauli terdengar garang. Dua hal itu pun sungguh tak cocok buat anak-anak. Namun, siapa sangka, di balik kegarangan itu, St. Pauli ternyata punya perhatian yang sangat besar kepada anak-anak kecil.

Mulai Senin (15/11), di salah satu sudut Stadion Millerntor berdiri sebuah taman kanak-kanak yang bisa menampung seratus anak-anak. Letaknya terdapat di antara tribun selatan dan tribun utama. Menariknya, anak-anak itu juga bisa melihat secara langsung aksi Gerald Asamoah cs di lapangan karena salah satu bagiannya menghadap langsung ke lapangan.

Proyek yang dikerjakan bersama dengan Pestalozzi Foundation itu khusus diperuntukkan bagi anak-anak berumur 0 hingga 6 tahun. Selain bagi para murid, taman kanak-kanak ini juga bisa digunakan sebagai tempat penitipan anak kala pertandingan berlangsung. Jadi, para pendukung St. Pauli tak perlu lagi meninggalkan anak-anaknya di rumah.

“Kini, orang tua dan anak-anak bisa datang ke stadion bersama-sama. Para orang tua bisa menyerahkan anak-anak mereka kepada kami dan mereka bisa menonton pertandingan dengan nyaman dan aman,” ujar Chief Executive Pestalozzi, Christian Violka yang memang termasuk suporter fanatik klub sekota Hamburger SV tersebut.

Sementara itu, keberadaan taman kanak-kanak yang diberi nama St. Pauli Piraten Nest itu jelas menjadi kebanggaan tersendiri bagi St. Pauli. “Keunikan proyek ini membuat kami sangat bangga,” ucap Presiden St. Pauli, Corny Littmann. (Sepp Ginz)

Foto: www.n24.de

Pinola Minta Maaf


JAVIER PINOLA ternyata berjiwa besar. Dia menunjukkan hal itu dengan meminta maaf atas perilaku tak terpujinya saat 1.FC Nürnberg menyambangi Allianz Arena, markas FC Bayern München, Minggu (14/11). Saat itu, dia terekam kamera meludah ke arah Bastian Schweinsteiger.

Pinola menyampaikan permintaan maaf tersebut secara langsung pada Senin (15/11) kepada Direktur Media Bayern Markus Hörwick melalui sambungan telepon. "Aku sungguh malu dan sangat menyesal. Aku sadar, tak seharusnya aku melakukan hal itu," ucap Pinola. "Aku tak bisa mengendalikan emosi pada saat itu, tapi aku tak bermaksud menyerang Bastian Schweinsteiger."

Menurut Hörwick, permintaan maaf Pinola telah diteruskan kepada Basti yang tengah memperkuat timnas Jerman. Dia menyatakan Basti telah memaafkan Pinola. Sebelumnya, Basti sempat mengecam pemain asal Argentina itu dan meminta DFB menjatuhkan hukuman.

"Aku tak pernah mengalami hal ini sebelumnya. Seharusnya kita saling menghormati satu sama lain. Coba bayangkan apa yang ada di benak anak-anak yang juga menonton pertandingan itu," kecam Basti.

Kecaman senada datang dari Franz Beckenbauer, presiden kehormatan Bayern. Menurut dia, meludah ke arah lawan adalah perilaku paling tak terpuji di lapangan. Dalam pandangannya, meludah jauh lebih kasar dibandingkan tekel keras sekalipun.

Selain kepada kubu Bayern, Pinola juga menyampaikan permintaan maaf kepada klubnya. Setelah menjelaskan insiden itu kepada pelatih Dieter Hecking dan Manajer Martin Bader, dia meminta maaf karena telah mengotori citra klub. (Sepp Ginz)

Foto: Sport1

Misi Schmelzer di Der Panzer

DIPANGGIL MEMPERKUAT tim nasional adalah impian terbesar setiap pemain sepak bola. Hal itu pula yang dirasakan Marcel Schmelzer, bek kiri Borussia Dortmund. Itu sebabnya, dia sama sekali tak peduli terhadap omongan beberapa pihak yang menyatakan keberadaan dia dan beberapa pemain baru lain tak ubahnya kelinci percobaan pelatih Joachim Löw.

Secara tegas, bek kiri berumur 21 tahun ini mengungkapkan ada misi tersendiri yang diusung pada laga kali ini. Itu adalah mengharumkan kembali nama Dortmund di Der Panzer. Maklum, dalam beberapa tahun terakhir, Dortmund tak mampu menyumbang pemain ke tim asuhan Löw.

"Aku sama sekali tak peduli apakah laga yang kujalani hanya persahabatan atau kompetisi resmi. Bagiku dan teman-temanku, hal terpenting adalah menunjukkan kepada Joachim Löw bahwa kami bisa bermain bola dengan baik," urai Schmelzer. "Kami harus menunjukkan bahwa di Dortmund, kami tengah berada dalam kondisi yang sangat baik."

Schmelzer sangat yakin bisamembuat Löw terkesan. Salah satu sebabnya, dia tak sendirian. Ada tiga pemain Dortmund lain yang juga dipanggil oleh Löw. Mereka adalah Kevin Großkreutz, Mats Hummels, dan Mario Götze.

"Keberadaan sejumlah pemain Dortmund jelas keuntungan tersendiri bagiku. Terutama keberadaan Mats Hummels, rekanku di timnas U-21," aku Schmelzer.

Lebih jauh, Schmelzer punya kenangan manis dengan Swedia, negeri yang disambanginya bersama Der Panzer kali ini. "Di Swedia pula aku pernah meraih gelar juara Eropa bersama timnas U-21," pungkas dia. (Sepp Ginz)

Jumat, 12 November 2010

Neuer Tak Akan Pergi

RENCANA Manchester United dan FC Bayern München untuk memboyong Manuel Neuer pada musim depan sepertinya tak bakal terwujud. Kiper timnas Jerman itu diyakini tak akan pergi dari Veltins Arena, markas FC Schalke 04.

Hal itu diungkapkan Felix Magath, pelatih Die Königsblauen. "Kami sepertinya akan mampu mempertahankan Manuel Neuer. Bahkan bila kami ternyata tak mampu berlaga di kancah antarklub Eropa musim depan," ujar dia tanpa merinci alasan yang mendasari keyakinan tersebut.

Tadinya, banyak rumor yang menyatakan masa depan Neuer akan sangat ditentukan prestasi Schalke musim ini. Gagal meraih tiket ke Eropa, terutama Liga Champions, kiper yang mencorong bersama timnas Jerman di Piala Dunia 2010 itu diyakini bakal hengkang.

Ramainya rumor menyangkut Neuer tak terlepas dari kontraknya yang tinggal tersisa satu musim. Andai benar-benar dia ingin hengkang, Schalke sepertinya tak bakal terlalu ngotot. Maklum, andai dilepas akhir musim 2011-12, Schalke tak akan mendapatkan uang sepeser pun. (Sepp Ginz)

Kamis, 11 November 2010

Basti Pimpin Der Panzer di Göteborg


BASTIAN SCHWEINSTEIGER dipastikan bakal menjadi kapten timnas Jerman saat melakukan laga persahabatan melawan Swedia di Göteborg, 17 November mendatang. Itu dikarenakan pelatih Joachim Löw positif tak membawa Philipp Lahm. Bersama Mesut Özil dan Thomas Müller, Lahm sengaja diistirahatkan.

Selain ketiga pemain tersebut, Löw juga tak membawa Tim Wiese yang baru pulih dari cedera dan Holger Badstuber yang kini masih belum bisa kembali merumput. Sebagai gantinya, Löw memanggil para muka baru dan beberapa pemain lapis kedua.

Dari skuad Piala Dunia 2010, selain Schweinsteiger, hanya ada sembilan nama yang dibawa Löw. Mereka adalah Manuel Neuer, Jerome Boateng, Per Mertesacker, Sami Khedira, Toni Kroos, Marko Marin, Lukas Podolski, Cacau, dan Mario Gomez.

“Pertemuan dengan Swedia adalah kesempatan untuk memberikan kesempatan kepada para pemain yang tengah menanjak dan sejalan dengan filosofi kami,” ungkap Löw mengungkapkan alasan pemanggilan nama-nama baru macam Mario Götze, Lewis Holtby, dan Andre Schürrle. “Mereka telah direkomendasikan karena performa yang meyakinkan dan konsisten selama di Bundesliga 1.” (Sepp Ginz)

Skuad yang Dipersiapkan:
Kiper: 1-Manuel NEUER, 12-Rene ADLER
Belakang: 2-Andreas BECK, 3-Marcel SCHMELZER, 4-Sascha RIETHER, 5-Heiko WESTERMANN, 13-Mats HUMMELS, 17-Per MERTESACKER, 20-Jerome BOATENG
Tengah: 6-Sami KHEDIRA, 7-Bastian SCHWEINSTEIGER, 8-Lewis HOLTBY, 10-Lukas PODOLSKI, 11-Andre SCHÜRRLE, 14-Mario GÖTZE, 15-Christian TRÄSCH, 16-Kevin GROßKREUTZ, 18-Toni KROOS, 21-Marko MARIN
Depan: 9-Patrick HELMES, 19-CACAU, 23-Mario GOMEZ

Foto: www.sportschau.de

Schmelzer Pun Ikut Dipanggil


BUKAN HANYA lima talenta yang kerap disebut-sebut sejak September lalu, bek kiri Marcel Schmelzer pun ternyata ikut dipanggil ke skuad timnas Jerman untuk menghadapi Swedia, Rabu (17/11) mendatang. Pemain berumur 22 tahun itu telah dihubungi secara resmi oleh Löw pada Selasa malam lalu.

“Dia mengatakan bahwa aku telah menunjukkan performa yang sangat baik belakangan ini. Aku tentu saja senang. Bagaimanapun, membela timnas adalah impian terbesar semua pemain sepak bola,” tutur Schmelzer seperti dikutip Ruhr Nachrichten.

Bagi Schmelzer, ini adalah kesempatan yang sangat besar. Bukan apa-apa, sejak tahun lalu, Löw sibuk mencarai bek kiri anyar setelah Philipp Lahm digeser ke bek kanan. Beberapa nama telah dicoba, namun tak ada yang memuasakan. Marcel Schäfer, Marcell Jansen, Dennis Aogo, Jerome Boateng, Holger Badstuber, dan Heiko Westermann adalah beberapa sosok yang pernah dipercaya namun tak bisa memikat hati Löw.

Itu artinya, Schmelzer punya kans lumayan besar untuk dimainkan sejak menit pertama. Nah, jika tampil seperti saat membela Dortmund, bukan tak mungkin dia akan menjadi pemain inti di skema baru Löw.

Direktur Olahraga Dortmund, Michael Zorc, tentu saja berharap Schmelzer dan tiga pemain lainnya –Mats Hummels, Mario Götze, Kevin Großkreutz– tampil memuaskan. “Saya berharap para pemain kami itu mampu memberikan kesan mendalam saat diberi kesempatan,” urai dia. (Sepp Ginz)

Foto: Bleacher Report

Rabu, 10 November 2010

Ziarah Tiga Tokoh DFB


DALAM PERINGATAN setahun kematian Robert Enke, Rabu (10/11), tiga tokoh dari Deutscher Fussball Bund (DFB) berziarah ke pusara Robert Enke di Empede, Hannover. Ketiganya adalah Presiden DFB Theo Zwanziger, Manajer Timnas Jerman Oliver Bierhoff, dan pelatih timnas Jerman, Joachim Löw.

Didampingi Presiden Hannover 96 Martin Kind dan Jörg Neblung, eks agen Enke, ketiganya meletakkan karangan bunga dengan tulisan “Kami tak melupakanmu” sebagai bentuk kecintaan tak bertepi dari DFB terhadap Enke.

Karangan bunga itu pun menjadi satu dari sedikit yang diizinkan masuk ke area makam. Itu sesuai permintaan Janda Enke, Teresa. Dia meminta orang-orang yang berziarah untuk tidak masuk ke areal makam dan meletakkan karangan bunga.

Selain di makam Enke, peringatan setahun meninggalnya kiper yang sempat membela Barcelona dan Benfica itu dipusatkan di salah satu sudut Stadion AWD Arena. Di sana didirikan sebuah tenda putih berukuran 35 meter persegi. Di dalam tenda itu, para pengunjung bisa mengekpresikan memorinya mengenai Enke di buku tamu yang disediakan. (Sepp Ginz)

Foto: Hamburger Morgenpost

Lima Talenta Untuk Hadapi Swedia


NIAT JOACHIM LÖW memanggil para pemain muda yang tengah bersinar di Bundesliga 1 kala timnas Jerman menghadapi Swedia, 17 November mendatang ternyata bukan bualan. Rabu (10/11), dia mempertegas hal tersebut.

“Andre Schürrle dan Lewis Holtby dari Mainz serta Martio Götze, Mats Hummels, dan Kevin Großkreutz dari Dortmund pasti akan berada di skuad,” terang Löw seperti dikutip Bild.

Khusus untuk Schürrle, Holtby, dan Götze, mereka akan menjalani debut jika diturunkan oleh Löw. Sementara Hummels dan Großkreutz sempat mengenyam debut pada saat Der Panzer menghadapi Malta, 13 Mei silam.

Peluang Götze, Holtby, dan Schürrle menjalani debut bisa dibilang terbuka. Pasalnya, Löw sepertinya bakal mengistirahatkan beberapa pemain utama yang dikhawatirkan dilanda kelelahan. “Rencananya, beberapa akan memulai dari awal. Sepanjang pertandingan, beberapa pemain dimungkinkan mendapat istirahat,” papar dia.

Pemanggilan kelima pemain muda tersebut juga bukan tanpa alasan. Menurut Löw, dengan performa yang sangat apik sepanjang musim ini, mereka patut mendapatkan lompatan besar. (Sepp Ginz)

Foto: n-tv.de

Nerlinger Puji Dua Pelapis


PERFORMA PARA PEMAIN PELAPIS di Bayern München dalam beberapa pekan terakhir ternyata tak lepas dari perhatian Direktur Olahraga Christian Nerlinger. Secara khusus, dia memuji Andreas Ottl dan Anatoliy Tymoshchuk yang sangat solid mengisi kekosongan di lini tengah dan belakang.

“Bicara tentang pemain-pemain yang bisa diandalkan, Andi Ottl adalah sosok yang sangat bisa diandalkan dalam situasi yang sangat sulit. Sayang, performanya sering diremehkan. Padahal, di klub Bundesliga 1 lain, dia bisa menjadi pemain inti. Kmai sangat menghargai kinerjanya saat ini,” ungkap Nerlinger.

Sementara itu, menyangkut Tymoshchuk, Nerlinger menyoroti sikap profesional yang ditunjukkan selama ini. “Dalam masa sulit, dia tetap bersikap profesional dan fair,” ujar dia. “Tymo punya kualitas sangat bagus. Masalahnya, persaingan sangat ketat di gelandang bertahan karena adanya Bastian Schweinsteiger dan Mark van Bommel.”

Nerlinger pantas berkata demikian. Tymo dan Andi selalu berusaha menampilakn permainan terbaik kala diberi kepercayaan oleh Louis van Gaal. Bahkan, Tymo tak mengeluh kala ditempatkan sebagai bek tengah dalam beberapa kesempatan. Pertanyaannya kemudian, akankah sanjungan Nerlinger membuat mereka tetap loyal dan sabar menjadi pemain cadangan? Kita tunggu saja. (Sepp Ginz)

Foto: www.torwart.de

Chihi Terus Bikin Alergi


JIKA ADA PEMAIN yang pantas disebut keras kepala, Adil Chihi tentu salah satunya. Meski sempat dihukum pelatih Frank Schaefer dengan tak dimasukkan ke skuad kala 1.FC Köln menghadapi 1.FC Nürnberg pada pekan lalu, Chihi tetap tak mau belajar. Buktinya, Selasa (9/11), pemain asal Maroko itu kembali berulah saat berlatih.

Gara-gara ulahnya itu, Schaefer murka. Chihi diusir dari arena latihan. Schaefer mengaku alergi terhadap perilaku Chihi. “Saya harus bertindak dengan mengirimkan dia ke ruang ganti. Perilakunya sungguh provokatif dan memberikan aura tak bagus kepada tim dan staf pelatih,” ungkap dia.

Hal yang membuat Schaefer kian tersinggung, Chihi malah langsung pulang. Itu sebabnya, Schaefer langsung berdiskusi dengan Manajer Michael Meier seusai latihan. Akhirnya, Chihi dihukum dengan harus mengikuti latihan dengan tim amatir Köln.

Meski begitu, Schaefer tak lantas menutup pintu selama-lamanya untuk pemain berumur 22 tahun itu. “Adil selalu punya kans untuk kembali ke skuad utama. Syaratnya, dia harus berlatih dengan baik,” tambah dia. (Sepp Ginz)

Foto: Kölner Express

Si Gila Musik dan Sepatu


SALAH SATU SOSOK yang cukup menonjol di Hamburger SV adalah Jonathan Pitroipa. Pemain lincah asal Burkina Faso tersebut menunjukkan peningkatan performa lumayan pesat. Hingga spieltag ke-11, Pit telah mengemas satu gol dan tiga assist. Padahal, musim lalu, dia butuh 20 laga untuk mencetak tiga gol dan satu assist.

Di skema Armin Veh, Pit saat ini adalah pemain utama. Itu sungguh berbeda dengan musim lalu. Kala itu, dari 20 laga yang dilakoni di Bundesliga 1, Pit hanya tujuh kali tampil sebagai starter. Perlahan namun pasti, eks penggawa SC Freiburg itu mulai kerasan di Imtech Arena.

Di balik peningkatan performa itu, Pitroipa ternyata punya keunikan tersendiri di luar lapangan. Seperti diungkap Hamburger Morgenpost, pemain berumur 24 tahun itu ternyata sangat menggandrungi dua hal, yakni musik dan sepatu. Di rumahnya, ada ruangan khusus untuk menyalurkan dua hobinya itu.

Di lantai bawah, Pit secara khusus membuat studio rekaman. “Musik kesukaanku adalah hip-hop. Bagiku, musik adalah sarana untuk menenangkan diri. Aku bisa lebih santai oleh musik. Kadang, aku juga merekam suaraku sendiri. Tentu saja hanya untuk iseng-iseng saja,” tutur dia.

Sementara itu, di sudut lain rumahnya berdiri rak besar dengan tumpukan sepatu. Kebanyakan berjenis sneaker. Pit mengaku sengaja berburu sepatu kala menjalani liburan. “Baru-baru ini, aku pergike AS. Di sana, aku menemukan banyak sepatu yang tak biasa. Tapi, sepatu favoritku adalah yang ada namaku dan bendera Burkina Faso,” jelas dia. (Sepp Ginz)

Foto: Hamburger Morgenpost

Selasa, 09 November 2010

Panggilah Sam, Jogi!


JELANG LAGA VERSUS SWEDIA, 17 November mendatang, timnas Jerman dilanda krisis lini depan. Miroslav Klose dipastikan absen karena cedera. Sementara itu, performa para penyerang lain macam Mario Gomez, Patrick Helmes, Stefan Kießling, dan Lukas Podolski juga sangat fluktuatif.

Melihat kondisi tersebut, sudah sepatutnya pelatih Joachim Löw merekrut striker anyar. Setidaknya, itulah yang ada di benak Rudi Völler. Direktur Olahraga Bayer Leverkusen itu secara khusus menyebut satu nama: Sidney Sam. Alasannya jelas tiga gol yang dicetak dalam dua laga terakhir Die Werkself.

“Sam masih bisa terus berkembang. Saat ini mungkin terlalu dini memanggil dia ke timnas. Tapi, dari kemampuan, dia memenuhi syarat untuk membela timnas,” terang Völler seperti dikutip Kölner Express.

Ucapan Völler seolah menjadi bantahan atas klaim Löw sebelumnya yang menyatakan tak ada penyerang baru yang bisa diandalkan melapis Klose cs. Pekan lalu, Löw mengaku tak melihat adanya penyerang spesial di jajaran pemain muda yang ada.

Menanggapi kemungkinan membela Der Panzer, Sam yang juga berpeluang membela timnas Nigeria berujar, “Itu tentu saja menjadi impianku selama ini. Tapi, aku saat ini hanya berkonsentrasi pada laga berikutnya bersama Leverkusen.” (Sepp Ginz)

Foto: Die Welt

Pesan Dari Kematian Enke


RABU, 10 NOVEMBER 2010 adalah tepat setahun kematian tragis kiper Hannover 96, Robert Enke, yang menyerahkan nyawanya di atas rel kereta api. Kejadian itu pun ternyata masih lekat di ingatan Bastian Reinhardt, Direktur Olahraga Hamburger SV. Dalam renungan mantan bek tengah mumpuni itu, ada pesan tersendiri dari tragedi tersebut.

“Satu tahun berlalu, tak ada yang berubah drastis di bisnis sepak bola profesional,” jelas Reinhardt. “Akan tetapi, setidaknya kita bisa mendapatkan perspektif baru. Setidaknya, kita bisa melihat betapa besar dampak psikis dari bisnis ini.”

Hamburg memang menjadi salah satu klub yang terdepan dalam mengambil pelajaran dari tragedi Enke. Pada awal musim ini, Die Rothosen secara khusus merekrut psikolog untuk menangani para pemain. “Kami yakin bahwa kekuatan mental juga bisa dilatih,” tegas Reinhardt lagi. (Sepp Ginz)

Foto: Die Welt

Bayern Tetap Akan Juara


BOLEH-BOLEH SAJA banyak pihak mulai meragukan kans Bayern München menjuarai Bundesliga 1 musim ini. Apalagi dengan kemenangan meyakinkan yang diraih Borussia Dortmund atas Hannover 96. Namun, bagi Paul Breitner, Bayern tetaplah kandidat kuat juara.

“Kami ucapkan selamat kepada Dortmund, tapi saya tak yakin mereka akan juara. Di Bayern, saya selalu dididik untuk tetap yakin merebut gelar hingga secara matematis tak mungkin lagi,” beber eks gelandang Bayern yang kini jadi kepala pemandu bakat itu. “Saya tetap yakin Bayern juara pada musim ini. Kami tak pernah berubah pikiran.”

Breitner punya alasan khusus. Menurut dia, Bayern saaat ini hanya kurang dipayungi keberuntungan. “Lihat saja Sabtu lalu. Andai penalti Bastian Schweinsteiger menjadi gol, ceritanya pasti berbeda. Lihatlah secara keseluruhan, jangan hanya parsial,” lanjut dia. “Lagi pula, sebentar lagi Franck Ribery kembali bermain. Lalu, Arjen Robben juga bakal bermain pada putaran kedua.”

Dalam pandangan pemain yang pernah berposisi sebagai bek kiri itu, duet Robbery adalah pembeda di Bayern. Dia yakin Bayern akan menjadi juara bersama kedua pemain tersebut.

“Ambil contoh Barcelona tanpa Messi dan Xavi atau Chelsea tanpa John Terry dan Didier Drogba. Permainan mereka akan sangat jauh berbeda. Kami pun demikian pada saat ini. Tim yang ada tetap bagus, tapi tidak cukup kuat,” beber dia lagi. (Sepp Ginz)

Foto: www.sportschau.de

Senin, 08 November 2010

Di Balik Pengusiran Kroos Oleh Kircher


ADA YANG MENARIK saat Bayern München hanya menuai hasil imbang di kandang Borussia Mönchengladbach, 8 November 2010. Kala pertandingan baru berjalan 30 menit, Toni Kroos diharuskan meninggalkan lapangan oleh wasit Knut Kircher. Bukan karena kartu merah, melainkan karena dia lupa memakai salah satu perlengkapan.

Perlengkapan yang tak dipakai Kroos itu adalah shinguard alias “pelindung tulang kering”. Kepada Bild, gelandang berumur 20 tahun itu mengaku benar-benar lupa. “Seharusnya itu tak pernah terjadi. Memang memalukan,” ungkap Kroos. “Tapi, itu bukan perkara besar. Aku hanya butuh 30 detik untuk mengenakannya.”

Terlepas dari itu, sangat mungkin pada pekan-pekan ke depan, Kroos bakal mendapat perhatian khusus dari para wasit yang memimpin laga Bayern. Mereka sepertinya bakal segera melirik ke kaki Kroos kala hendak memulai pertandingan. (Sepp Ginz)

Foto: Münchner Merkur

Petrić Rindukan Van Nistelrooy


DUKA SESEORANG tak jarang mendatangkan kebahagiaan bagi orang lain. Fenomena itulah yang terjadi di Hamburger SV pada saat ini. Di tengah cedera yang membekap Ruud van Nistelrooy, Mladen Petrić justru melesat. Bukan hanya mengisi lubang yang ditinggalkan Van Nistelrooy, Petrić selalu mencetak gol dalam dua laga terakhir di Bundesliga 1.

Bahkan, saat Hamburg menjamu TSG 1899 Hoffenheim, Petrić adalah sosok sentral yang membawa Die Rothosen menang 2-1. Dialah yang memberikan assist bagi terciptanya gol Heiko Westermann pada pengujung babak pertama. Lalu, pada babak kedua, sundulannya memastikan Hamburg meraup tiga angka.

Seusai laga, striker asal Kroasia itu mendapatkan pujian dari pelbagai pihak. “Petrić adalah striker yang sangat bertenaga. Sangat sulit menghentikan dia,” ungkap Manajer Hoffenheim Ernst Tanner. Sementara pelatih Hamburg, Armin Veh, berujar, “Jika terus seperti ini, dia akan memastikan tempat di tim utama.”

Apakah itu berarti Petrić akan menggeser Van Nistelrooy? Tak sedikit yang berpikiran demikian. Namun, Petrić buru-buru memberikan penjelasan. “Aku bahagia bila bisa menolong tim meraih kesuksesan,” ucap dia. “Tapi, aku juga menantikan kehadiran kembali Ruud. Aku senang bila dia segera kembali. Kami tetap membutuhkan seorang striker bagus seperti dia.”

Veh sendiri yakin Petrić bisa berduet dengan Van Nistelrooy. “Saya kira, Mladen hanya bagus ketika Ruud absen,” jelas dia. (Sepp Ginz)

Foto: Hamburger Morgenpost

Minggu, 07 November 2010

Gekas Lebih Mirip Müller


RABU, 3 NOVEMBER 2010, Gerd Müller genap berumur 65 tahun. Striker legendaris Bayern München dan timnas Jerman itu mendapat kado istimewa berupa hat-trick Mario Gomez dan satu gol dari pemain yang memiliki nama belakang sama, Thomas Müller. Khusus nama terakhir kerap disebut memiliki kemampuan yang mirip dengan Der Bomber.

Akan tetapi, jika menilik perjalanan musim ini, ada satu nama yang lebih pantas disebut mirip Müller. Dialah Theofanis Gekas. Striker Eintracht Frankfurt itu menunjukkan ketajaman yang luar biasa. Dalam sebelas laga pertama, dia mampu mencetak sebelas gol. Berkat ketajamannya itu, Die Adler pun terbang tinggi dengan bertengger di posisi ketiga pada spieltag ke-11. Secara pribadi, Gekas memimpin di torjägerliste.

"Pergerakan Fanis sungguh mengingatkan pada kekuatan Gerd Müller. Dia seolah tenggelam selama beberapa lama di lapangan, tapi ketika ada kesempatan, dia akan dengan cepat mencetak gol yang tak diduga-duga," puji pelatih Michael Skibbe.

Pujian serupa meluncur dari bek Marco Russ. "Fanis adalah fenomena pada saat ini. Dia bisa mencetak dari posisi apa pun," sanjung dia.

Toh, kehebatan Gekas tak bisa lepas dari peran Skibbe. Sebagai pelatih yang pernah menangani Gekas saat di Bayer 04 Leverkusen, dia tahu betul karakter striker Yunani tersebut. Gekas yang sensitif selalu membutuhkan kenyamanan di lapangan. Itulah yang diberikan oleh Skibbe. Bahkan, dia tak ragu mengubah cara bermain Frankfurt dengan menjadikan Gekas sebagai pusat permainan.

"Kami menyesuaikan permainan dengan karakter Gekas," Aku gelandang bertahan Pirmin Schwegler. "Tak seharusnya sebuah tim tergantung kapada seseorang, tapi memang begitulah adanya."

Sejauh ini, Gekas tak mengecewakan. Dia tercatat empat kali membawa Die Adler unggul 1-0. Bahkan, saat Gekas mencetak gol, Frankfurt hampir selalu menang. Hanya saat
menghadapi Leverkusen, gol Gekas tak berujung kemenangan.

Menilik perkembangan pesat itu, bukan tak mungkin Gekas mampu mengulangi prestasi musim 2006-07. Kala itu, Gekas yang membela VfL Bochum tampil sebagai pemain tertajam di Bundesliga 1 dengan koleksi 20 gol dan berhak menggondol torjägerkanone. Rekan setimnya yang juga berasal dari Yunani, Ioannis Amanatidis, yakin terhadap kemungkinan tersebut. "Bila terus mencetak gol, aku yakin dia akan mencetak 34 gol pada akhir musim," ujar dia. (Sepp Ginz)

Foto: www.bundesliga.de

Bayern Kian Frustrasi


HASIL IMBANG 3-3 dalam lawatan ke kandang Borussia Mönchengladbach, Sabtu (6/11), membuat Bayern München kian disergap rasa frustrasi. Bermain apik tanpa dibarengi efektivitas dalam memaksimalkan peluang membuat target mereduksi jarak dengan pemimpin klasemen hingga menjadi lima poin sebelum jeda kompetisi kian sulit terwujud.

"Kami dihukum dengan sangat kejam. Hasil ini bak sebuah kekalahan bagi kami," ucap Direktur Olahraga Christian Nerlinger. "Kini, perjalanan ke puncak kian panjang dan sulit."

Mario Gomez yang mencetak gol pertama Bayern mengakui hal serupa. "Sungguh sangat buruk. Tak seharusnya kami bermain imbang. Pada babak pertama, kami bermain sangat baik, tapi justru diakhiri dengan menyakitkan," jelas dia.

Van Gaal juga meledak. Seusai laga, dia tak bisa menahan amarahnya. Pelatih yang tengah terlibat perang dingin dengan Presiden Uli Hoeneß itu sempat memberikan peringatan kepada anak-anak asuhnya. Dia menekankan pentingnya agresivitas dan motivasi untuk menang.

"Lihat Gladbach. Mereka mendapat dua peluang yang kedua-duanya menjadi gol. Jika ada hasrat dan motivasi untuk menang, kualitas tak lagi penting. Mungkin Tuhan ingin memberikan pelajaran kepada para pemain kami," terang Van Gaal.

Bayern memang pantas frustrasi. Setidaknya ada tiga peluang yang terbuang sia-sia karena hanya menerpa tiang. Salah satunya penalti Bastian Schweinsteiger pada pengujung babak pertama.

Itu kian menegaskan keangkeran Borussia Park bagi FC Hollywood. Sejak musim 2006-07, mereka tak pernah menang di sana. Sebelum lawatan kali ini, tiga lawatan lainnya juga berakhir imbang. Ketiganya adalah 1-1 pada musim 2006-07, 2-2 pada 2008-09, dan 1-1 pada 2009-10. (Sepp Ginz)

Foto: Rheinische Post

Jumat, 05 November 2010

Rausch Dikejar Rusia


PERFORMA APIK bersama Hannover 96 pada musim ini membuat Konstantin Rausch mulai dilirik timnas Rusia. Kabarnya, pelatih Dick Advocaat berminat memanggil pemain yang fasih bermain sebagai bek kiri dan gelandang kiri itu. Maklum, meski kini membela timnas U-21 Jerman, Rausch punya kemungkinan membela Rusia karena orang tuanya berasal dari Rusia. Dia pun lahir di negeri itu, tepatnya di Kozhevnikovo.

Kabar itu pertama kali dilansir beberapa media massa Rusia dengan mengutip pernyataan dari Russian Football Union (RFU) pada Kamis, 4 November silam. Selain Rausch, di sana juga disebutkan dua pemain lainnya, yakni Andreas Wolf dari 1.FC Nürnberg dan Alexander Merkel yang membela AC Milan.

Seperti halnya Kocka –panggilan akrab Rausch, Wolf dan Merkel punya akar dari eks Uni Soviet. Wolf yang lahir di Tajikistan, sementara Merkel lahir di Kazakhstan. Secara khusus, Advocaat sangat terkesan pada talenta dan kemampuan yang dimiliki Merkel meskipun dia belum bermain di tim utama I Rossoneri.

Dari ketiga pemain tersebut, Wolf sudah menyatakan siap membela Rusia. Sementara itu, Merkel baru menyatakan tertarik. Nah, yang menarik, Kocka justru belum memberikan pernyataan apa pun.

Sikap Kocka itu bisa dimengerti karena sejak remaja, dia selalu berseragam Der Panzer. Dia pernah membela timnas U-17, U-19, dan kini U-21 Jerman. Peluang masuk ke timnas senior cukup terbuka karena Joachim Löw belum menemukan bek kiri yang bisa diandalkan.

Meski demikian, Kocka tentunya tak bisa begitu saja mengabaikan panggilan memperkuat negeri leluhurnya. Seperti diungkapkan kepada Bild pada 2008, dia masih sangat mengingat Rusia. “Di Jerman, aku belajar tentang sepak bola. Tapi, aku juga sangat menghormati negeri asalku,” ungkap dia. (Sepp Ginz)

Foto: Rheinische Post

Rahasia Kebangkitan Gomez


BANYAK YANG TERKEJUT melihat keganasan Mario Gomez dalam beberapa pekan terakhir. Dalam enam laga terakhir, delapan gol dicetaknya untuk Bayern München. Dalam kurun itu pula, dia mencetak dua hat-trick. Pertama kegawang Hannover 96 pada spieltag ke-8, 16 Oktober 2010. Sementara hat-trick kedua dibukukan ke gawang CFR Cluj pada Matchday IV Liga Champions, 3 November lalu.

Itu tentu mengejutkan karena dalam beberapa bulan terakhir, Gomez dicerca habis-habisan gara-gara mandul saat membela Bayern dam timnas Jerman. Lalu, apa yang membuat Gomez menjadi sedemikian garang di mulut gawang lawan?

Berdasarkan analisis harian TZ München, Setidaknya ada tiga hal yang menjadi rahasia kebangkitan tersebut. Pertama, peningkatan kepercayaan diri. Itu disebabkan oleh kepercayaan yang diberikan pelatih Louis van Gaal dan cedera yang membekap para kompetitornya. Dalam pandangan Gomez, kepercayaan pelatih adalah faktor mutlak untuk menggelontorkan gol demi gol.

“Saat ini, aku kian termotivasi untuk menjalani latihan dan memberikan yang terbaik. Kian banyaknya gol tentu saja membuat situasiku lebih baik ketimbang saat tak mencetak gol dalam setengah tahun,” aku Gomez.

Rahasia kedua, Gomez punya kondisi fisik yang sangat baik. Berbeda dengan Miroslav Klsoe dan Thomas Müller, Gomez tidak terlalu sering bermain saat membela Jerman di Piala Dunia lalu. Itu otomatis menjadi keuntungan tersendiri karena kondisi fisiknya tidak terkuras.

Sementara itu, hal ketiga yang menjadi kunci kebangkitan Gomez adalah sistem permainan yang diterapkan Van Gaal. Berbeda dengan musim lalu yang cenderung mempersempit ruang buat striker, Van Gaal musim ini memberikan lebih banyak ruang bagi pemain depan. Itu sesuai dengan karakter Gomez. (Sepp Ginz)

Foto: Die Welt