
Spanduk itu sungguh besar. Warnanya hitam pekat. Di atas dasar hitam itu terdapat sembilan huruf berwarna putih. Ukurannya pun tidak kecil. R, O, B, E, R, T... R.I.P.
Spanduk itu dibentangkan dan dibawa berlari oleh segenap penggawa Hannover 96, Sabtu lalu. Wajah mereka senada, gembira bercampur haru. Tiga gol yang disarangkan ke jala gawang VfL Bochum adalah pangkalnya.
Itu bukanlah kemenangan pertama Hannover pada musim ini, namun pastinya yang terpenting. Berkat kemenangan itulah, Hannover tetap bertahan di Bundesliga 1 sementara Bochum terdegradasi ke Bundesliga 2.
Lain dari itu, kemenangan itu juga adalah pemenuhan janji terhadap seseorang. "Kami memenangi laga ini buat Robert Enke!" Teriak kiper Florian Fromlowitz yang bersama rekan-rekannya membentangkan spanduk hitam itu.
Gelandang asal Belanda yang mencetak salah satu gol Hannover, Arnold Brugginka, mengakui hal itu. Dia pun tak meyangkal adanya emosi yang campur-baur. "Beberapa di antara kami tak kuasa menahan air mata karena perasaan bahagia dan sedih yang berpadu," ungkap dia.
Spanduk yang mereka bentangkan di hadapan puluhan ribu penonton di Rewirpowerstadion juga bukan tanpa makna. "Robert RIP" adalah pesan bahwa Enke bisa beristirahat dengan tenang karena Hannover mampu bertahan di Bundesliga 1. Andai terdegradasi, arwah kiper yang bunuh diri karena depresi berat pada November 2009 itu pasti takkan tenang.
Lebih dari itu, keberhasilan menghindari degradasi adalah bukti bahwa anak-anak Die Roten mampu melepaskan diri dari pukulan mental yang bertubi-tubi sejak ditinggal mati Enke. Faktanya, mereka tak menuai kemenangan dalam 12 laga pascakematian tragis Enke. Sebelas di antaranya adalah kekalahan.
Rekor buruk itu pula yang membuat Andreas Bergmann terdepak dari kursi pelatih pada 19 Januari 2010. padahal, dia baru bertugas selama lima bulan. Dia diangkat sebagai pelatih gara-gara Dieter Hecking mundur secara tiba-tiba pada 19 Agustus 2009.
Mirko Slomka, pelatih yang lantas menggantikan Bergmann, mengakui kemenangan atas Bochum adalah pembebasan dari nasib buruk. Ibarat sebuah pesawat, mereka mampu mendarat mulus setelah mengalami turbulensi dahsyat dan mesin hampir mati total saat di udara. "Ini adalah kebangkitan luar biasa dari sederet kemunduran sepanjang musim," terang eks pelatih Schalke itu dengan haru.
Dalam pandangan Slomka, lepasnya Hannover dari jerat degradasi memang tak ubahnya keajaiban mahadahsyat. Sempat mengejutkan dengan menghantam Schalke 4-2 pada pekan ke-30, mereka lantas dihajar 0-7 oleh Bayern Muenchen dan 0-3 oleh Wolfsburg. Tapi, keinginan lepas dari degradasi demi Enke ternyata membuat Bruggink cs tampil beringas dan penuh determinasi pada dua laga terakhir. Bahkan Mike Hanke yang sepanjang musim mandul malah selalu mencetak gol di dua laga itu.
"Para pemain tampil dengan adrenalin yang sangat tinggi," puji Slomka. "Saya acungkan jempol buat mereka semua."
Adrenalin yang meninggi itu bukan hanya milik para pemain. Para fans pun demikian. Buktinya, 10.000 suporter hadir di Rewirpowerstadion guna memberikan dukungan penuh. Melihat hal itu, Presiden Martin Kind tak kuasa menahan haru. "Kebersamaan yang terjalin antara tim dan para fans dalam beberapa pekan terakhir ini sungguh luar biasa," ucap lelaki yang tak kuasa menahan tangis saat melepas Enke ke peristirahatan terakhir pada November lalu itu.
Semoga spirit yang ditunjukkan dalam dua pekan terakhir bisa terus dipelihara sehingga Hannover tak lagi terpuruk di papan bawah sepanjang musim. Jika terwujud, Enke bukan hanya tenang, melainkan tersenyum di peristirahatannya. (Sepp Ginz)

0 comments:
Posting Komentar