Jumat, 31 Desember 2010

Resep Akhir Karier Butt


UMUR YANG BERANJAK TUA adalah masalah tersendiri bagi pemain sepak bola. Maklumlah, seiring bertambahnya umur, masa depan karier di lapangan hijau juga memendek. Bagi mereka yang telah berumur 30-an, tak jarang disergap ketakutan saat menghadapi kemungkinan pensiun.

Akan tetapi, ketakutan itu tak berlaku bagi Hans-Jörg Butt. Penjaga gawang gaek FC Bayern München itu sama sekali tak takut menghadapi akhir kariernya yang kian mendekat. Itu berkat dua resep sederhana yang dimilikinya.

Pertama, menurut Butt, hal yang membuat dia tak takut adalah filosofi tetap muda. “Meski sudah ada beberapa uban, aku tetap merasa muda. Aku berada dalam kondisi sangat baik. Jika tidak, aku tentu tak akan bermain untuk Bayern,” ujar kiper berumur 36 tahun itu kepada Bild.

Lain dari itu, Butt juga meniru slogan iklan VW Kodok. “Aku lebih suka membandingkan diriku dengan VW Kodok dengan slogan ‘lari, lari, dan terus berlari.’ Aku sendiri memiliki sebuah mobil kodok Meksiko buatan 2003,” tambah dia.

Kedua, hal yang membuat Butt tak pernah cemas adalah persiapan matang yang dilakukannya jelang akhir karier. Tentu saja berkaitan dengan hal-hal di luar sepak bola. Saat ini, dia tengah dalam proses akhir studi di bidang bisnis dan administrasi. “Aku memang selalu tertarik kepada hal-hal di luar sepak bola,” aku kiper yang mengawali karier profesionalnya bersama Hamburger SV itu.

Terlepas dari dua resep itu, hal yang membuat Butt sangat tenang tentu saja kepastian karier berikutnya. Sejak musim lalu, manajemen Bayern sudah mengumumkan Butt sebagai calon pengganti Werner Kern sebagai koordinator tim junior. Begitu Butt pensiun, jabatan itulah yang akan disandangnya. (Sepp Ginz)

Foto: bleacherreport.com

Rabu, 29 Desember 2010

Dodo Siap Lepas Kutukan


BAN KAPTEN adalah lambang kebanggan bagi seorang pemain. Namun, di 1. FC Köln, hal itu tak ubahnya kutukan. Milivoje Novakovič dan Armando Petit pernah merasakan hal itu. Saat menjadi kapten tim, performa di atas lapangan justru menurun. Akibatnya jelas, prestasi tim pun ikut menukik.

Kutukan tersebut ternyata diwariskan kepada kapten saat ini, Youssef Mohamad. Sejak ditahbiskan sebagai kapten anyar pada awal musim ini, performa bek asal Libanon itu menukik. Alih-alih menjadi teladan, dia malah sempat diganjar kartu merah kala menghadapi 1.FC Kaiserslautern, 21 Agustus silam. Köln sendiri terus berkutat di papan bawah.

Setelah sempat mengajukan pengunduran diri kepada pelatih anyar, Frank Schaefer, kini pemain yang akrab dipanggil Dodo itu kembali mengungkapkan kesiapannya melepas jabatan kapten. Apalagi pada pemusatan latihan musim dingin yang akan segera digelar, bakal ada pemilihan komite pemain yang baru.

Hal yang membuat Dodo tak lagi nyaman adalah pemberitaan media massa yang kerap mempertanyakan kepemimpinannya. Maklum, di dalam dan luar lapangan, aktor yang lebih aktif adalah Lukas Podolski dan Martin Lanig.

“Aku selalu katakan, bukan aku atau media massa yang menentukan kapten tim. Klublah yang menentukan hal itu. Jika klub menyatakan, demi kebaikan tim, aku harus memberikan ban kapten kepada Poldi, dia bisa mendapatkanya,” ucap Dodo kepada Kölner Express. (Sepp Ginz)

Foto: Kölner Express

Mönchengladbach Luncurkan Buku Khusus


KETERPURUKAN pada paruh pertama musim ini tak membuat Borussia Mönchengladbach kehilangan gairah. Jelang Natal lalu, Die Fohlen secara resmi meluncurkan buku khusus yang berisi untaian sejarah klub itu. Judulnya sederhana, Borussia Mönchengladbach Die Chronik.

Buku yang disusun sejak dua tahun silam itu dibuat oleh tiga serangkai Stephan Giebeler, Elmar Kreuels, dan Markus Aretz. Mengingat latar belakang Giebeler sebagai ahli sejarah klub dan Kreuels-Aretz sebagai pengurus arsip klub, isi buku setebal 628 halaman ini sangatlah lengkap.

Setiap musimnya terdapat uraian mengenai perjalanan dan kisah-kisah yang dilalaui Mönchengladbach yang juag disertai foto pemain penting dan pelatih. Di samping itu, ada juga kisah-kisah kecil nan menarik , foto tim, dan detail statistik pertandingan. Bukan hanya pertandingan resmi, melainkan juga semua laga persahabatan yang dilakoni Die Fohlen!

Tiga penulis tersebut dibantu tujuh peneliti yang “mengobrak-abrik” semua arsip yang berkaitan dengan Mönchengladbach di seluruh penjuru kota, terutama mencari foto-foto yang dibutuhkan. Hasilnya, 1.000 foto mewarnai The Chronik. Demi menggali cerita secara dalam dan akurat, ketiga penulis juga mengunjungi para eks pemain dan keluarga pemain-pemain yang telah meninggal dunia.

“Kami sangat terbantu oleh para janda dan anak-anak dari para pemain yang telah meninggal dunia. Mereka secara terbuka mengizinkan kami mencari materi-materi yang sudah berdebu di basement rumah mereka,” ungkap Kreuels yang secara khusus bertanggung jawab pada pencarian foto.

Buku seharga 49,9 euro itu dicetak sebanyak 10.000 eksemplar. Sementara sebanyak 1.900 buah edisi khusus terbatas dikabarkan langsung habis “Kami mendapatkan banyak respons positif,” ujar Kreuels. (Sepp Ginz)

Foto: torfabrik.de

Van Gaal Belum Mungkin Ke Ajax


BEBERAPA HARI LALU, Louis van Gaal sempat menyatakan kembali mengabdi kepada Ajax sebagai salah satu opsi masa depannya. Saat itu, kepada Frankfurter Allgemeine Zeitung, dia menyatakan Ajax adalah opsi kedua jika dirinya gagal menjadi pelatih sebuah tim nasional.

Akan tetapi, belakangan, Van Gaal menyatakan dirinya tak mungkin kembali ke Ajax dalam waktu singkat. Sebabnya: Johan Cruyff. Kuatnya pengaruh legenda hidup Ajax itu dipandang sebagai sebuah penghalang yang nyata. Van Gaal ingat betul, bagaimana Cruyff lebih berpihak kepada Ronald Koeman dan membiarkan dia mengundurkan diri dari jabatan direktur teknik pada 2004 silam.

“Saat ini, dia (Cruyff) punya pengaruh besar berkat konstelasi yang terjadi. Saya kira dia tak akan memberikan toleransi kepada saya untuk kembali ke Ajax,” ungkap Van Gaal kepada Algemeen Dagblad.

Lebih lanjut, pelatih Bayern München itu menyatakan ada satu syarat lain yang bisa membuat dia kembali ke Ajax. Itu adalah posisi di manajemen. “Saya harus menjadi nomor satu. Frank de Boer mengatakan bahwa saya akan menjadi direktur teknik yang baik bagi Ajax saat ini. Tapi, saya tak lagi ingin berada di lapangan. Ketika kembali, saya ingin menjadi managing director,” beber dia.

Perkembangan terbaru ini tentu membuat para fans Bayern bisa bernapas lega. Pasalnya, kemungkinan Van Gaal bertahan lebih lama di Säbener Straße terbuka sangat lebar. Andai pada Juni 2012, dia tak menemukan tim nasional yang tepat untuk ditangani, sepertinya memperpanjang kontrak dengan Bayern menjadi opsi yang akan dipilihnya. (Sepp Ginz)

Foto: Algemeen Dagblad

Selasa, 28 Desember 2010

Atap Veltins Arena Rusak


MUSIM DINGIN dan guyuran salju memang tak bersahabat. Tak terkecuali bagi stadion modern milik FC Schalke 04, Veltins Arena. Saat ini, salah satu bagian atap stadion jebol. Luas atap yang rusak tak tanggung-tanggung, mencapai 6.000 meter persegi. Padahal, pada Januari lalu, kerusakan hanya 150 meter persegi.

Gara-gara kerusakan tersebut, kejuaraan biathlon World Team Challenge yang rencananya digelar pada 30 Desember dibatalkan. Alasannya, pihak penyelenggara tak bisa menjamin keamanan dan keselamatan para penonton dan atlet.

Dalam beberapa hari ini hingga jelang bergulirnya kembali Bundesliga 1 pada 15 Januari, pihak pengelola stadion bakal menugaskan beberapa pekerja untuk sebisa mungkin menyingkirkan salju yang membebani atap stadion, terutama di dekat bagian yang rusak. Pasalnya, Schalke harus menjamu Hamburger SV saat kompetisi kembali digelar.

Meski begitu, perbaikan bagian yang rusak dipastikan tak akan selesai pada saat laga Schalke vs Hamburg berlangsung. Artinya, beberapa suporter harus duduk di tribun yang tak lagi tertutup. (Sepp Ginz)

Foto: Rheinische Post

Stani Benci Winter Break


WINTER BREAK atau jeda musim dingin adalah sesuatu yang dibutuhkan demi menghindari cedera. Maklum, jika kompetisi tetap berlangsung saat musim dingin, risiko cedera memang lebih besar. Meski begitu, tak semua orang yang menyukai winter break. Pelatih St. Pauli, Holger Stanislawski adalah salah satu yang membenci winter break.

Dalam pandangan pria yang akrab dipanggil Stani itu, winter break adalah sesuatu yang tak berguna. “Jika harus jeda ya waktunya harus lama. Kalau sebentar, mending tidak sama sekali,” ucap dia kepada Hamburger Morgenpost. “Hoki es dan bola tangan bisa dilakukan saat musim dingin, kenapa sepak bola tidak?”

Menyangkut jeda musim dingin kali ini, Stani juga meragukan salju sudah benar-benar hilang saat paruh kedua Bundesliga 1 kembali bergulir. “Siapa yang bisa menjamin cuaca sudah benar-benar baik saat kompetisi kembali berputar pada 15 Januari nanti?” tambah dia.

Itu pula yang membuat Stani hanya memberikan jeda sesaat bagi anak-anak asuhnya. Sejak Senin (27/12), St. Pauli sudah kembali berlatih meski lapangan tertutupi salju tebal. Mereka menjadi klub Bundesliga 1 pertama yang kembali menggelar latihan.

Mengenai hal itu, Stani punya alasan tersendiri. “Kami akan segera mengikuti turnamen sepak bola indoor. Sangat berisiko jika kami mengikutinya tanpa persiapan sama sekali karena risiko cedera akan sangat besar,” jelas dia.

Gerald Asamoah dkk memang dijadwalkan mengikuti dua turnamen sepak bola indoor pada pekan ini. Pertama, pada 29 dan 30 Desember di Hamburg. Kedua, pada 2 Januari di Frankfurt. (Sepp Ginz)

Foto: Hamburger Morgenpost

Veh Tak Pernah Ingin Mundur

BANTAHAN KERAS diungkapkan Armin Veh menyangkut isu yang menyebutkan dirinya ingin mengundurkan diri dari jabatan pelatih Hamburger SV. Veh menegaskan, dia tak pernah berpikir untuk meninggalkan Die Rothosen saat kompetisi baru setengah jalan.

"Saya ingin menyelesaikan tugas dan tetap duduk di pinggir lapangan pada paruh kedua nanti," terang Veh kepada SID. "Saya tak berniat mundur. Hingga saat ini, saya yakin Hamburg adalah klub yang tepat bagi saya."

Di Hamburg, eks pelatih VfB Stuttgart dan VfL Wolfsburg itu terikat kontrak hingga Juni 2012. Meski begitu, jika salah satu pihak menginginkan dan tercapai kesepakatan bersama, kontrak itu bisa diputus pada Mei 2011.

Menilik prestasi Hamburg yang tak begitu mentereng dan hanya mampu berada di papan tengah pada paruh musim, tugas Veh jelas tak ringan pada putaran kedua nanti. Rencananya, Veh akan mendiskusikan kondisi tim dengan Presiden Bernd Hoffmann dan manajemen tim pada 2 Januari mendatang.

Sementara itu, legenda Hamburg, Uwe Seeler, telah terlebih dahulu menyampaikan harapannya. "Saya sangat berharap Hamburg masuk ke lima besar sehingga bisa bermain di kompetisi Eropa pada musim depan," ujar eks striker yang juga kapten kehormatan timnas Jerman itu. (Sepp Ginz)

Senin, 27 Desember 2010

Cissé Tetap di Freiburg


SALAH SATU bintang paling mengejutkan di Bundesliga 1 musim ini adalah Papiss Demba Cissé. Menghuni klub medioker, SC Freiburg, striker asal Senegal itu mampu memuncaki daftar top skorer dan mengerek klubnya ke papan atas, tepatnya peringkat keenam. Gara-gara kehebatannya, banyak rumor yang lantas mengaitkan Cissé dengan beberapa klub, terutama dari Inggris.

Menanggapi pelbagai rumor tersebut, Cissé tak terlalu ambil pusing. Dia menilai hal itu hanya spekulasi belaka. “Pemain profesional mana pun tentu sangat ingin bermain di klub besar. Tetapi, aku pribadi tak pernah mendengar apa pun. Aku terikat kontrak di Freiburg hingga 2014,” beber dia.

Lebih lanjut, Cissé menegaskan tak ada klausul buy out dalam kontraknya di Freiburg. Dia pun mengaku sangat betah berada di Jerman. “Di Jerman, aku mendapatkan kepercayaan diri. Sepertinya, aku menemukan kegembiraanku di sini,” urai pemain kelahiran Dakar itu.

Saking betahnya, dia ingin membawa adiknya, Ousmane Cissé yang kini membela FC Metz ke Freiburg. Sama seperti dirinya, Ousmane juga berposisi sebagai striker. Cissé menyatakan bakal berusaha membujuk adiknya itu untuk mengikuti jejaknya ke Freiburg. (Sepp Ginz)

Foto: Badische Zeitung

Klausul Istimewa Adler


KEBERADAAN RENE ADLER di Bayer 04 Leverkusen sepertinya tak bakal berlangsung lebih lama. Ketertarikan Manchester United adalah sebabnya. Chairman Wolfgang Holzhäuser mengakui kemungkinan tersebut meski Adler masih terikat kontrak hingga 2012.

Hal yang membuat kubu Werkself tak bisa tenang adalah klausul khusus yang ada di kontrak Adler. Di sana tercantum kiper berumur 25 tahun itu bisa pergi andai ada klub yang mau membelinya dengan harga 24 juta euro. Secara khusus, di sana juga tertera nama Manchester United. Artinya, jika MU berani mengeluarkan 24 juta euro, Adler bisa pergi dari BayArena.

Kini, Holzhäuser hanya bisa pasrah sambil terus membujuk Adler untuk tetap bertahan. “Kami tahu persis pemandu bakat MU telah memantau Rene. Kini, kita tunggu saja apa yang nanti terjadi,” ujar dia. “Kami sendiri kini tengah mulai membicarakan kemungkinan perpanjangan kontrak untuk dia.”

Lalu, apa yang membuat klausul istimewa itu terdapat dalam kontrak Adler? Itu ternyata tak terlepas dari kekaguman pemain kelahiran Leipzig itu terhadap Peter Schmeichel. “Sejak kontrak pertamanya, kalimat itu sudah ada. Itu dikarenakan MU adalah klub impian Rene. Dia selalu berkata, ‘Jika harus pergi dari Bayer, aku hanya ingin ke Manchester United!’” ungkap Holzhäuser.

Nama Adler belakangan mencuat setelah bidikan utama MU, Manuel Neuer dari FC Schalke 04 kian susah digapai. Selain terus dipertahankan pelatih Felix Magath, Neuer juga terus diburu FC Bayern München. Tanda-tanda ketertarikan Neuer ke Bayern pun lumayan besar karena pacarnya berasal dari München. (Sepp Ginz)

Foto: BZ Berlin

Bayern Bukan Prioritas Van Gaal


BAYERN MÜNCHEN sepertinya harus mulai mempersiapkan pelatih baru untuk 2012. Setidaknya, hal itu perlu dilakukan sebagai antiispasi dini. Pasalnya, kontrak Louis van Gaal akan berakhir pada pengujung musim 2011-12. Nah, seusai kontraknya itu, Van Gaal sepertinya cenderung memilih tantangan lain.

Seperti diungkapkan dalam wawancara dengan Frankfurter Allgemeine Zeitung, memperpanjang kontrak dengan Bayern bukanlah prioritas utama Van Gaal pada 2012. Dalam rancanagannya, Bayern hanyalah opsi ketiga.

“Saya memiliki empat opsi. Pertama, menangani sebuah tim nasional. Kedua, menjadi direktur di Ajax Amsterdam. Ketiga, memperpanjang kontrak di Bayern. Opsi ini tentu saja menyedot energi lebih banyak ketimbang menangani timnas, tapi saya masih menikmatinya. Sementara opsi keempat adalah pensiun,” terang dia.

Sejak mendarat di tanah Jerman pada Juni 2009, Van Gaal memang sudah menegaskan hasratnya menangani sebuah tim nasional guna berlaga di Piala Dunia 2014. Itu menjadi ambisi terbesarnya sebelum pensiun. Sementara niat kembali mengabdi kepada Ajax diutarakan beberapa waktu lalu saat terjadi revolusi kecil di manajemen De Godenzonen.

Uniknya, kepada FAZ, Van Gaal juga mengakui dirinya telah menyatu dengan Jerman. “Saya kira saya lebih cocok dengan budaya Jerman daripada budaya Belanda. Di sana (Belanda), kebanyakan orang tak terbuka terhadap sikap dan kepribadian saya,” ungkap dia.

So, adakah ini sinyal Van Gaal mengincar kursi pelatih Der Panzer yang sekarang diduduki Joachim Löw? Cukup sulit menerkanya. Namun, jika Löw gagal mempersembahkan gelar juara Piala Eropa pada 2012, kesempatan bagi Van Gaal bisa terbuka. (Sepp Ginz)

Foto: Frankfurter Allgemeine Zeitung

Sabtu, 25 Desember 2010

Puja-puji Untuk Basti

SEKELUMIT CERITA tersisa dari laga perdelapanfinal DFB Pokal antara VfB Stuttgart dan FC Bayern München, Rabu (22/12). Bastian Schweinsteiger dipuji setinggi langit oleh pelatih Bruno Labbadia. Gelandang Bayern itu disebut sebagai pemain besar. Apa pasal?

Itu tiada lain karena sikap sportif yang ditunjukkan Basti di lapangan. Saat melihat Khalid Boulahrouz diberi kartu kuning kedua oleh wasit Florian Meyer, Basti sempat memberikan pembelaan. Dalam posisi terjatuh, dia memberikan isyarat tangan yang menunjukkan ketidaksetujuan terhadap putusan wasit. Lalu, dia pun sempat berargumentasi dengan Meyer. Seusai laga, Basti menjelaskan pendapatnya soal insiden tersebut.

"Itu memang pelanggaran, tapi sama sekali tak pantas diganjar kartu kuning," ujar Basti kepada Sky seusai laga. "Aku ikut prihatin dan bersimpati kepada Khalid. Aku tahu persis dia telah diperingatkan sebelumnya."

Sikap itu mendapat apresiasi tinggi dari Labbadia. Eks striker yang pernah merumput di Bayern itu berkata, "Schweinsteiger bukan hanya pemain yang bagus, dia adalah pemain yang sangat hebat. Dia seorang pemain besar mengingat upayanya membela Khalid."

Boulahrouz sendiri mengaku terkejut atas sikap Basti yang membelanya dari hukuman Meyer. Menurut pemain senior asal Belanda tersebut, itu adalah pengalaman pertama sepanjang kariernya di sepak bola profesional. "Sayang wasit tak cukup berani untuk mengubah putusannya," ucap dia.

Sebelumnya, sikap Basti juga diulas TZ München. Harian yang berbasis di München itu antara lain menyebut, "Basti bukan hanya telah menunjukkan kedewasaannya, melainkan juga telah memperlihatkan dirinya sebagai atlet yang berjiwa besar." (Sepp Ginz)

Kamis, 23 Desember 2010

Schaaf Tak Akan Dipecat


SEBURUK APA PUN prestasi SV Werder Bremen musim ini, posisi pelatih Thomas Schaaf dipastikan aman. Hal itu telah ditegaskan oleh Direktur Olahraga Klaus Allofs. Menurut dia, Bremen masih sangat memercayai pelatih yang mengabdi sejak 1999 tersebut.

“Kami masih yakin 100 persen bahwa Thomas Schaaf adalah pelatih terbaik bagi kami. Hal itu telah saya utarakan pula kepada rekan-rekan sejawat yang ada di dewan klub. Sejauh ini, kami tak punya Rencana B,” urai Allofs seperti dikutip Rheinische Post.

Pernyataan itu sekaligus memperkuat bantahan Allofs soal pengunduran diri Schaaf yang sempat mengemuka pada November lalu. Menurut Bild, Schaaf setidaknya sekali pernah menanyakan kepada anak-anak asuhnya tentang keberadaannya di tim. Namun, para pemain bungkam, tak mau memberikan jawaban apa pun. (Sepp Ginz)

Foto: Rheinische Post

Schalke Ancam Bayern


GONJANG-GANJING TRANSFER Manuel Neuer dari FC Schalke 04 ke FC Bayern München terus berlanjut. Setelah pelatih Felix Magath menegaskan tak akan melepas Neuer sebelum 2012, kini giliran Ketua Dewan Pengawas Clemens Tonnies yang angkat suara. Secara terbuka, dia mengancam kubu Bayern bila memaksa Neuer bergabung lebih awal.

“Jika ada kesepakatan spesifik antara Manuel Neuer dan Hoeneß, itu termasuk tindakan ilegal dan tak bertanggung jawab,” ucap Tonnies kepada WAZ. “Kami akan mengambil tindakan tegas.”

Tindakan tegas itu tentu saja menuntut Bayern ke pengadilan. Meski demikian, Tonnies yakin Neuer tak akan berkhianat kepada Schalke yang telah membesarkan namanya. Dia yakin belum ada kesepakatan apa pun antara kiper timnas Jerman tersebut dengan Bayern.

Sementara itu, Chairman Bayern Karl-Heinz Rummenigge kepada Münchner Merkur menegaskan pihaknya tak terlalu tergesa-gesa membujuk Neuer menyeberang ke Allianz Arena. “Ketika Felix magath menyatakan tak akan melepas Neuer hingga 2012, kami menyimaknya dengan jelas,” terang dia. “Kami pada saat ini tak memiliki masalah di posisi penjaga gawang. Butt masih bagus sementara Thomas Kraft menunjukkan tak lama lagi bukan hanya sebagai kiper cadangan.” (Sepp Ginz)

Foto: www.spox.com

Hanke Yakin Selamatkan Die Fohlen


PENGGAWA ANYAR Borussia Mönchengladbach, Mike Hanke, menyatakan kesiapannya memanggul misi berat pada paruh kedua yang dimulai Januari mendatang. Saking yakinnya, striker yang diangkut dari Hannover 96 itu menandatangani kontrak berdurasi 2,5 musim.

Hanke yakin bisa membawa tuah bagi Die Fohlen yang kini berada di dasar klasemen dengan hanya mengolski sepuluh poin. “Aku sudah pernah menjalani perjuangan menghindari degradasi bersama Wolfsburg dan Hannover. Aku ternyata tak pernah merasakan terdegradasi. Jadi, saku yakin kali ini pun akan begitu,” ungkap dia kepada Kölner Express.

Lebih jauh, pemain yang pertama kali mengorbit bersama FC Schalke 04 itu mengungkapkan perlunya kerja keras untuk mewujudkan target tersebut. “Aku akan mengerahkan segenap kemampuanku agar klub ini tetap bermain di Bundesliga pada musim depan,” ujar dia.

Mengenai posisi Mönchengladbach pada paruh musim ini, Hanke tak khawatir. Dalam pandangannya, lolos dari jerat degradasi tetap sebuah kemungkinan yang besar. Pasalnya, menurut dia, perbedaan nilai dengan tim-tim yang berada di atas tidak terlalu jauh.

Sementara itu, menyangkut gol yang dicetaknya ke gawang Mönchengladbach pada 4 Desember lalu, dia dengan ringan berseloroh, “Jika tahu akan bergabung ke klub ini, aku tak akan mencetak gol itu.”

Keyakinan Hanke didukung fakta sejarah. Pada musim 2008-09, Die Fohlen juga terdampar di dasar klasemen pada paruh musim. Namun, mereka mampu memperbaiki peringkat dan urung terdegradasi saat musim berakhir. (Sepp Ginz)

Foto: Kölner Express

Rabu, 22 Desember 2010

Rensing Gantikan Modragon

SETENGAH TAHUN menganggur, Michael Rensing akhirnya kembali meretas karier di lapangan hijau. Eks penjaga gawang FC Bayern München itu resmi bergabung dengan 1.FC Köln, Selasa (21/12). Dia diikat kontrak berdurasi setengah musim hingga 30 Juni 2011 dengan opsi perpanjangan.

Di Köln, Rensing mengisi tempat Faryd Mondragon yang memutuskan hengkang ke Philadelphia Union gara-gara tak lagi menjadi kiper utama. Presiden Wolfgang Overath sangat yakin Rensing adalah pilihan tepat dan bisa menyelamatkan Di Geißböcke dari ancaman degradasi.

"Dia telah berpengalaman main di liga, bahkan pernah pula berlaga di Liga Champions," ungkap Overath. "Dia memiliki kualitas yang dibutuhkan oleh Köln."

Rensing jelas bahagia. "Kembali ke Bundesliga jelas sangat berarti bagiku. Aku merindukan saat-saat bermain di stadion yang penuh sesak. Aku tertantang oleh target klub ini dan sangat senang bisa kembali bersama-sama dengan Lukas Podolski. Saat Poldi pergi dari München, aku sangat kehilangan," beber dia.

Poldi pun menyambut baik kedatangan Rensing. "Aku tahu betul siapa dia saat sama-sama bermain di Bayern. Dia pemain yang bagus, aku yakin dia akan bisa membantu kami," ucap Poldi.

Meski demikian, Rensing tak otomatis mendapatkan predikat kiper utama. Dia tetap harus bersaing dengan Miro Varvodic yang sempat dipercaya mengawal gawang Köln dalam beberapa laga musim ini. (Sepp Ginz)

Senin, 20 Desember 2010

Bremen Terpuruk Karena Özil

DALAM BEBERAPA MUSIM TERAKHIR, SV Werder Bremen adalah kekuatan besar di Bundesliga 1. Klub ini menjadi langganan di papan atas dan pernah pula merengkuh gelar juara. Namun, musim ini, hal itu tak terlihat. Bremen oleng. Kekuatannya seolah menguap. Hingga paro musim, Die Werderaner terpaku di posisi ke-14 dengan hanya mengoleksi 19 poin dari 17 laga. Dalam beberapa laga, Torsten Frings cs juga menjadi bulan-bulanan lawan.

Direktur Olahraga Klaus Allofs mengakui keterpurukan tersebut disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya, secara mengejutkan, dia menunjuk kepergian Mesut Özil. "Kami kehilangan Özil. Kami tak mampu mengompensasi kepergian dia, tak seperti pada masa lalu. Misalnya, kami mampu mengganti (Johan) Micoud dengan Diego. Lalu, Diego digantikan oleh Özil," terang dia.

Selain kepergian Özil, Allofs juga menunjuk badai cedera pemain sebagai faktor lain keterpurukan Bremen. "Kami kehilangan pemain-pemain kunci macam Claudio Pizarro dan Naldo. Lalu, Tim Borowski, Sebastian Boenisch, Wesley, Per Mertesacker, Mickael Silvestre, Clemens Fritz, dan Marko Arnautovic juga pernah atau bahkan masih cedera," jelas dia lagi.

Kehilangan para pemain kunci itu, menurut Allofs, diperparah oleh kualitas para pemain baru yang tak terlalu bagus. Misalnya Arnautovic yang dinilai masih terlalu mentah. (Sepp Ginz)

Veh Setengah Menyerah


PRESTASI BURUK HAMBURGER SV pada paruh pertama musim ini membuat pelatih Armin Veh merasa tertekan. Meski mendapat dukungan dari para fans dan tak ditekan manajemen klub, dia mulai berpikir untuk mundur dari posisinya. Rencananya, putusan akhir akan dibuat pada 2 Januari 2011.

“Saya tak tahu persis apakah akan tetap lenjut atau tidak. Pada 2 Januari nanti, semuanya baru akan jelas,” ungkap Veh. “Jika seseorang telah bekerja selama 20 tahun, dia pasti akan berpikir sampai kapan bisa tetap bertahan. Ada kalanya kita berkeinginan melakukan hal yang lain.”

Di Hamburg, Veh memang seolah tak lagi punya gairah. Itu tercermin dari kata-katanya seusai Heiko Westermann cs menang 2-1 atas Borussia Mönchengladbach, Jumat (17/12). Dia menyatakan hasil maksimal yang bisa diraih Hamburg pada akhir musim nanti adalah finis di posisi kelima dan lolos ke Europa League. “Jika bermain sebagai tim, kami akan mampu meraihnya,” ucap dia. (Sepp Ginz)

Foto: Hamburger Abendblatt

Petisi Untuk Neuer


RUMOR TENTANG MASA DEPAN Manuel Neuer ternyata membuat para fans FC Schalke 04 terlecut. Demi membuat sang kapten bertahan di Veltins Arena dan tak tergiur pinangan FC Bayern München dan Manchester United, mereka menggelar petisi online mulai 9 Desember lalu. Rencananya, petisi itu ditutup pada 8 Februari 2011.

Wir für Manu! Ganz Schalke kämpft für den Verbleib von Manuel Neuer. Itulah judul petisi tersebut. Secara singkat, itu bisa diartikan mereka mendukung Schalke untuk mempertahankan Neuer. Dalam petisi itu dinyatakan, “Petisi ini ditujukan agar Manuel Neuer memenuhi kontraknya di Schalke. Idealnya, tentu untuk membuat dia memperpanjangnya.”

Hingga Senin (20/12) pukul 19.00 WIB, tercatat ada 27.662 orang yang mendukung petisi ini. Itu menjadi dukungan tak resmi terhadap sikap pelatih Felix Magath yang menyatakan, “Manuel Neuer akan tetap bertahan di sini hingga 2012. Itu sudah pasti!”

Meski begitu, menurut Rheinische Post, petisi tersebut tak akan terlalu berpengaruh andai Neuer sudah membulatkan tekad untuk pergi. Pasalnya, pada 2006, petisi yang mendukung Mehmet Scholl membela timnas Jerman ternyata tak digubris oleh Jürgen Klinsmann, pelatih waktu itu. Padahal, jumlah pendukung petisi tercatat 175.000 orang. (Sepp Ginz)

Foto: Rheinische Post

Minggu, 19 Desember 2010

Finke Kembali Ke Bundesliga

DUA TAHUN mengembara di Jepang sebagai pelatih Urawa Red Diamonds, Volker Finke akhirnya kembali ke Jerman. Namun, pria berumur 62 tahun itu tidak kembali untuk menangani SC Freiburg yang sempat dilakukannya pada 1991-2007. Sabtu (18/12), dia resmi ditunjuk sebagai direktur olahraga baru 1.FC Köln.

Finke dianggap figur yang cocok untuk menggantikan Michael Meier yang tak disukai para fans dan dipecat beberapa waktu lalu. Dalam pernyataan resminya, manajemen Die Geißböcke antara lain mengatakan, "Volker Finke sesuai dengan kebutuhan. Dia sosok yang punya visi. Dia terbukti mampu menyusun strategi dan konsep yang baik dalam menyusun sebuah tim."

Hal lain yang tentu menjadi nilai lebih, Finke bisa menjadi partner sekaligus mentor yang baik bagi pelatih Frank Schaefer yang selama ini bergulat di tim amatir. Pasalnya, dia telah 36 tahun bergelut sebagai pelatih. Dalam siaran pers yang dikeluarkan manajemen Köln, hal itu tercantum sebagai salah satu tugas dan kewenangan Finke sebagai direktur olahraga.

Tugas lain Finke antara lain sebagai koordinator tim junior, pemanduan bakat, SportsLab, dan penanganan lisensi para pemain. Tugas-tugas tersebut terbilang baru bagi Finke yang selama ini hanya berkutat dengan latihan, penentuan taktik, dan pemilihan pemain.

Finke pribadi pada akhir November lalu telah mencapai kesepakatan dengan manajemen Urawa untuk berhenti dari posisinya sebagai pelatih pada akhir musim ini. Meski begitu, dia baru akan bergabung ke Köln pada 1 Februari 2011. (Sepp Ginz)

Sabtu, 18 Desember 2010

Hummels Mungkin Kembali

DUA MUSIM LALU, Mats Hummels dilepas FC Bayern München ke Borussia Dortmund dengan nilai transfer 5 juta euro. Kini, dengan performa yang sangat apik, banyak fans Bayern yang menyesalkan putusan tersebut. Tak sedikit yang menginginkan bek tengah itu untuk kembali ke Allianz Arena.

Keinginan tersebut juga ternyata sejalan dengan kehendak manajemen Bayern. Menurut Sueddeutsche Zeitung, Hummels masuk dalam rencana jangka panjang FC Hollywood. Lalu, apakah mungkin Hummels kembali?

Berdasarkan klausul kontraknya, kemungkinan tersebut terbuka. Pasalnya, Bayern ternyata memegang opsi pembelian kembali saat kontrak Hummels bersisa satu musim dengan harga 8 juta euro. Mengingat Hummels masih terikat hingga 2013, kemungkinan tersebut baru bisa terwujud pada 2012.

Meski begitu, tentu saja realisasi transfer tak akan mulus. Chairman Dortmund, Hans-Joachim Watzke, secara terbuka mengungkapkan keberatannya. Kepada Westline, dia jelas-jelas menyangkal adanya klausul khusus dalam kontrak Hummels. "Tak ada opsi pembelian kembali ataupun kesepakatan sampingan!" tegas dia.

Resistensi Watzke sangat beralasan. Bagaimanapun, Dortmund tak ingin kehilangan salah satu pilarnya tersebut. Apalagi Hummels dalam dua musim terakhir terlihat sangat padu dengan Neven Subotic di jantung pertahanan. Boleh dikata, keduanya adalah duet bek tengah terbaik di Bundesliga 1 pada musim ini.

Menyangkut rumor yang kini beredar, Hummels yang baru merayakan ulang tahun ke-22 pada Kamis (16/12) silam tak mau berkomentar banyak. "Aku tak pernah berkata apa pun dan tak tahu apa pun soal ini. Semuanya menjadi urusan kedua klub," ujar dia.

Toh, itu bukan berarti Hummels enggan kembali ke Bayern. Kepada SportBild pada musim panas silam, dia pernah menyatakan hasrat kembali ke klub yang mendidiknya tersebut. "Seorang atlet pasti ingin mencoba kembali ketika gagal pada kesempatan pertama. Begitu pula aku dengan Bayern. Aku telah bermain di sana selama 12 tahun. Aku tentu ingin kembali mencoba membuktikan diri," papar dia. (Sepp Ginz)

Dortmund Buru Rekor Baru

SETELAH MEMBUKUKAN rekor delapan kemenangan tandang beruntun pada awal kompetisi, Borussia Dortmund kini berpeluang mencetak rekor lain. Saat menghadapi Eintracht Frankfurt, Sabtu (18/12), Die Schwarzgelben bisa menjadi kolektor poin terbanyak saat paruh musim. Syaratnya, Nuri Sahin cs harus membukukan kemenangan atas Die Adler yang diasuh eks pelatih Dortmund, Michael Skibbe.

Raihan tiga angka dari Frankfurt akan membuat koleksi nilai Dortmund menjadi 46. Jumlah tersebut dua poin lebih banyak dari rekor lama, 44 poin, yang dibukukan FC Bayern München pada musim 2005-06. Meski harus melawat ke kandang lawan, kans Dortmund terbuka. Dalam lima lawatan terakhir ke Commerzbank Arena, mereka tak pernah kehilangan poin. Dalam lima lawatan tersebut, Dortmund membukukan empat kali imbang dan sekali menang.

Dortmund sendiri telah memastikan diri sebagai juara paruh musim alias herbstmeister pada spieltag ke-15. Sementara keberhasilan meraup 40 poin atau lebih pada paruh musim adalah untuk kali ketiga. Dalam dua kesempatan sebelumnya, pada 1994-95 dan 1995-96, mereka selalu berhasil merengkuh Die Meisterschale. Dalam sejarah Bundesliga 1 sendiri, 31 dari 47 herbstmeister mengakhiri musim sebagai juara. (Sepp Ginz)

Jones Kian Tersisih

NASIB JERMAINE JONES di FC Schalke 04 kian tak menentu. Setelah didegradasi ke tim amatir karena dianggap tak menunjukkan preforma apik, kini dia dipastikan tak akan ikut dalam pemusatan latihan di Belek (Turki) yang digelar 5-14 Januari 2011. Hal itu diungkapkan secara terbuka oleh pelatih Felix Magath.

"Jones dipastikan tak akan dibawa ke pemusatan latihan," ungkap Magath seperti dikutip Bild. "Saya telah mendapatkan laporan dari pelatih tim amatir bahwa dia tak menunjukkan performa yang baik."

Sejak akhir November, Jones bersama Hans Sarpei dan Alexander Baumjohann didegradasi ke tim amatir. Mereka dianggap tak memenuhi syarat untuk berada di tim utama. Jones dianggap tak menunjukkan perilaku dan penampilan apik saat Schalke dihajar 1.FC Kaiserslautern dengan skor 0-5. Sementara Sarpei dan Baumjohann dinilai tak serius dalam menjalani latihan.

Kondisi ini jelas membuat Jones berang. Sangat mungkin pemain yang kini berpaspor Amerika Serikat tersebut bakal hengkang jika ada tawaran yang datang pada bursa transfer musim dingin meski kontraknya masih tersisa 2,5 musim. (Sepp Ginz)

Trio Köln Dipersilakan Pergi

JELANG BURSA TRANSFER, sebuah putusan besar diambil pelatih 1.FC Köln, Frank Schaefer. Tiga pemain dipersilakan mencari klub baru. Ketiganya adalah striker Manasseh Ishiaku serta defender Andrezinho dan Konstantinos Giannoulis.

Schaefer menilai ketiganya tak lagi punya prospek di Köln. Pasalnya, ketiga pemain tersebut tak sesuai dengan kebijakan yang berlaku saat ini. "Kami ingin terus mengorbitkan para pemain muda," terang dia kepada Kölner Express.

Kebijakan tersebut memperlihatkan kesalahan transfer yang dilakukan Köln pada masa pelatih sebelumnya, Zvonimir Soldo. Sekadar info, Andrezinho dan Giannoulis adalah bagian dari pembelian awal musim ini. Akan tetapi, pada kenyataannya, keduanya tak memberikan kontribusi dan hanya menjadi penghias bangku cadangan. (Sepp Ginz)

Jumat, 17 Desember 2010

Van Gaal Tidak Gaptek


UMUR BOLEH MENJELANG 60 TAHUN namun Louis van Gaal ternyata tidak ketinggalan zaman. Salah satunya dalam urusan teknologi. Dia merasa tak tertinggal dari para pemain FC Bayern München yang jauh lebih muda.

“Saya adalah orang yang progresif dan sangat inovatif. Saya memang tak punya PlayStation, tapi saya yakin bisa memainkannya dengan baik,” ungkap Van Gaal kepada TZ München. “Di rumah, saya memiliki lebih banyak barang-barang berteknologi dibandingkan dengan para pemain. Saat ini, saya baru saja memiliki Apple TV.”

Selain soal teknologi, Van Gaal juga memiliki ambisi bak anak muda. Gelora semangatnya tetap berkobar-kobar. Meski telah 19 tahun berkiprah sebagai pelatih dan meraih banyak gelar, ambisinya tak pernah padam.

“Saya belum mau berhenti. Saat ini, saya masih sangat menikmati pekerjaan ini. Bayern adalah tantangan yang sangat besar. Meski begitu, ada tantangan lain dalam hidup saya, yaitu menjadi pelatih tim nasional. Lalu, jika semua kondisi mendukung, saya juga ingin kembali bekerja untuk Ajax,” jelas pelatih asal Belanda itu.

Lalu, apakah itu berarti Van Gaal akan lebih cepat meninggalkan Bayern? Tidak juga. “Itu akan bisa dilakukan hanya ketika kontrak saya di Bayern telah usai. Tapi, saya juga masih mungkin memperbarui kontrak dengan Bayern. Saya mencintai München dan menyukai orang-orang München. Mungkin juga saya akan tinggal selamanya di sini,” urai dia. (Sepp Ginz)

Foto: TZ München

Frings Setahun Lagi


MESKI TERBILANG GAEK dan kerap dilanda cedera, Torsten Frings ternyata masih sangat dibutuhkan oleh SV Werder Bremen. Itu terbukti dari rencana yang dibeberkan Direktur Olahraga Klaus Allofs. Bremen akan berusaha mempertahankan gelandang bertahan yang kontraknya habis pada Juni 2011 tersebut. Setidaknya untuk satu musim ke depan.

Itu seolah menjawab keraguan Frings yang sebelumnya mengisyaratkan bakal gantung sepatu pada akhir musim nanti. “Kami akan melakukan pembicaraan secepatnya. Mungkin bukan pada akhir tahun ini, melainkan saat pemusatan latihan jelang paruh kedua,” ungkap Allofs. “Tak ada tua atau muda. Yang berlaku adalah bagus atau buruk. Saya kira Torsten masih tergolong bagus.”

Lebih jauh, Allofs membuka kemungkinan kerjasama lebih panjang dengan Frings. Ada dua kemungkinan bagi pemain yang juga sempat memperkuat Bayern München dan Borussia Dortmund tersebut. Pertama, masuk ke manajemen klub seperti halnya Frank Baumann. Kedua, masuk ke staf pelatih seperti hanya Thomas Schaaf pada akhir kariernya dahulu. (Sepp Ginz)

Foto: www.spox.com

Rabu, 15 Desember 2010

Rahasia Basti di Kamar Ganti


BASTIAN SCHWEINSTEIGER adalah sosok bintang di FC Bayern München. Namun, siapa sangka, dia ternyata sempat menjadi sosok yang selalu menjadi korban di kamar ganti. Hal itu terungkap dalam acara Audi Star Talk. Dia mengungkapkan sebuah rahasia kamar ganti yang dialaminya beberapa tahun silam.

“Setiap pemain mendapatkan satu handuk di ruang ganti. Lucunya, handukku tak pernah ada di tempatnya,” kisah Basti.

Selidik punya selidik, handuk itu “dibajak” oleh kiper Oliver Kahn. “Aku selalu berpikir, ‘Di mana handukku?’ Lalu, aku melihat ke arah Olli (Oliver Kahn) yang ada di sampingku. Dia selalu merapikan rambutnya, mengelap sarung tangannya, dan segala peralatannya. Ternyata dia menggunakan dua buah handuk untuk melakukan itu semua!” lanjut Basti sambil tertawa.

Uniknya, kejadian itu tak lantas membuat Basti membenci Kahn. Dia malah menjadikan Kahn sebagai figur pembimbing. Kini, seiring mundurnya Kahn pada akhir musim 2007-08, Basti tentu tak lagi kahilangan handuk di kamar ganti. (Sepp Ginz)

Foto: Rheinische Post

Selasa, 14 Desember 2010

Basti Merayu Neuer


NIAT BAYERN MÜNCHEN menggaet Manuel Neuer mendapat dukungan dari para pemain. Salah satunya gelandang Bastian Schweinsteiger. Dalam sebuah acara di stasiun televisi Sport1, dia merayu kiper FC Schalke 04 itu untuk bergabung di Säbener Straße. Menurut Basti, Bayern adalah tempat terbaik bagi pemain bintang seperti Neuer.

“Kami tak punya masalah di posisi penjaga gawang, tapi pada saat ini kami punya peluang merekrut kiper terbaik Jerman, yakni Manuel Neuer,” ungkap Basti. “Aku selalu setuju bila klub mendatangkan pemain-pemain terbaik Jerman.”

Mengenai kemungkinan terjadinya penolakan dari para fans, Basti yakin hal itu bisa dihindari. “Di tim nasional, aku tahu Manuel punya karakter yang snagat bagus. Jika terjadi kesepakatan, aku berharap para fans kami akan menerima dia dengan baik,” tambah dia.

Pernyataan Schweinsteiger itu tentu kembali menghangatkan isu kepindahan Neuer dari Schalke. Sebelumnya, seusai laga versus 1.FSV Mainz, Minggu (12/12), Neuer sempat menyatakan dirinya mungkin akan tetap bermain untuk Die Königsblauen pada musim depan. (Sepp Ginz)

Foto: Daylife

Veh Masih Aman


GELOMBANG PEMECATAN PELATIH mulai menggelegak di Bundesliga 1. Jens Keller menjadi korban terbaru. Sabtu (11/12), dia didepak oleh manajemen VfB Stuttgart. Kabarnya, posisi Michael Frontzeck di Borussia Mönchengladbach pun tengah terancam karena performa buruk yang diperlihatkan timnya.

Hal serupa sebenarnya dialami Armin Veh. Dalam lima laga terakhir, Hamburger SV menuai empat kekalahan. Namun, menariknya, Veh masih aman dari pemecatan. Setidaknya, itulah yang tercermin dari polling online yang dilakukan Hamburger Morgenpost. Dari 8.920 suara yang masuk hingga Selasa (14/12), hanya 7% atau 613 yang menyatakan pelatih sebagai faktor kemerosotan Die Rothosen.

Sisanya, 51% menuding para pemain sebagai sebab utama, sementara sisanya menunjuk ketidakbecusan manajemen sebagai pangkal masalah. Hasil polling itu sejalan dengan protes yang ditunjukkan para fans saat Hamburg kalah 2-4 dari Bayer 04 Leverkusen pun, para fans tidak menyuarakan pemecatan terhadap eks pelatih VfB Stuttgart tersebut. Mereka malah meminta Chairman Bernd Hoffmann untuk mundur.

Para fans sepertinya tak melupakan dinamika yang terjadi di Imtech Arena dalam empat tahun terakhir. Sejak Januari 2007, tercatat ada lima pelatih yang pernah menangani Hamburg dan semuanya tak berdaya. Di antara mereka terdapat nama-nama beken macam Huub Stevens dan Martin Jol.

Menanggapi hal itu, Veh menilai protes yang disuarakans ekitar 150 fans tersebut sebagai hal yang tak masuk akal. “Jelas sekali mereka kecewa, tapi performa saat melawan Leverkusen tak ada kaitannya sama sekali dengan Hoffmann,” tegas dia di Hamburger Morgenpost. “Di lapangan, kamilah yang bertanggung jawab.” (Sepp Ginz)

Foto: Hamburger Abendblatt

Weidenfeller Minta Kontrak Jangka Panjang


DI TENGAH UPAYA mempertahankan skuad yang ada dengan mengikat para pemain muda yang menjadi pilar, manajemen Borussia Dortmund tak jua memberikan sinyal bagus kepada kiper Roman Weidenfeller. Padahal, kontrak pemain berumur 30 tahun itu akan habis pada akhir musim ini. Apa sebenarnya yang terjadi?

Selidik punya selidik, itu disebabkan oleh permintaan Weidenfeller sendiri. Seperti diungkapkan kepada Bild, dia menginginkan kontrak jangka panjang, yakni tiga tahun. Dia pun meminta kenaikan gaji, tak lagi 2 juta euro per musim seperti yang diterimanya saat ini.

Weiden feller punya alasan tersendiri. “Aku sudah berumur 30 tahun. Itu artinya kontrak berikut mungkin akan menjadi yang terakhir,” ungkap dia. “Mengenai tawaran yang datang dan negosiasi yang dilakukan, aku tak bisa berkomentar.”

Saat ini, sejumlah klub sudah menyatakan siap menarik eks kiper 1.FC Kaiserslautern itu bila kontraknya tak diperpanjang oleh Dortmund. Aston Villa, Paris St. Germain, dan AS Roma adalah tiga klub yang telah menyatakan minatnya. Meski begitu, kubu Dortmund tetap yakin Weidenfeller tak akan pindah.

“Kami tengah melakukan negosiasi dengan Roman dan agennya. Sejauh ini, pembicaraan berlangsung sangat baik. Saya berharap akans egera tercapai kesepakatan,” ungkap Direktur Olahraga Michael Zorc.

Dortmund memang bakal berpikir ratusan kali untuk melepas Weidenfeller begitu saja. Bukan apa-apa, performa apik Die Schwarzgelben musim ini tak terlepas dari kesigapan Weidenfeller di bawah mistar gawang. Berkat dia, Dortmund baru kebobolan sembilan gol hingga pekan ke-16. Eks kiper timnas Jerman, Jens Lehmann, tak ragu melabeli Weidenfeller sebagai kiper terbaik Jerman pada saat ini. (Sepp Ginz)

Foto: Westline

Senin, 13 Desember 2010

Leverkusen Bisa Jegal Dortmund


UNGGUL SEBELAS POIN membuat Borussia dortmund kian dijagokan untuk merengkuh gelar juara. Apalagi fakta sejarah menunjukkan, Die Schwarzgelben tak pernah gagal merebut Die Meisterschale setiap kali mampu meraih 40 poin atau lebih saat paruh musim. Pada 1994-95 dan 1995-96, mereka mampu juara. Kini, saat paruh musim tinggal menyisakan satu laga, mereka telah mengoleksi 43 poin.

Pelatih legendaris Udo Lattek punya keyakinan serupa. Dalam kolomnya di Sport1.de, dia menyebut Dortmund sebagai tim yang mampu mengubah karakter dalam permainan dengan cepat. “Mereka bisa bermain sangat tenang, tiba-tiba saja meningkatkan kecepatan dan menyerang balik bak kilat,” urai dia.

Meski begitu, Lattek menilai masih ada satu tim yang berpotensi besar menjegal skuad Jürgen Klopp. “Satu-satunya kompetitor pada saat ini adalah Bayer Leverkusen. Tapi, apakah mereka benar-benar bisa bersaing merebut gelar masihlah sebuah pertanyaan besar,” ulas pelatih yang sempat menjuarai Bundesliga besrama dua klub berbeda itu.

Dalam pandangan Lattek, Die Werkself punya segala syarat untuk juara. Selain pelatih bermental juara, mereka juga punya pemain-pemain muda yang sangat berkualitas. “Satu hal yang menjadi kendala, setiap musimnya, mereka selalu menelan kekalahan saat diharuskan menang. Jika mampu memperbaiki hal tersebut, saya yakin mereka bisa juara,” pungkas pelatih yang pernah menangani Barcelona pada awal 1980-an itu. (Sepp Ginz)

Foto: Der Spiegel

Minggu, 12 Desember 2010

Asa Baru Bersama Labbadia

HANYA SATU HARI setelah pemecatan Jens Keller dari kursi pelatih, manajemen VfB Stuttgart menunjuk pelatih baru. Dialah Bruno Labbadia, sosok yang pernah menangani Bayer 04 Leverkusen dan Hamburger SV. Dia diikat hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan hingga 2013 bila menunjukkan performa apik.

Sudah barang tentu, itu menjadi tantangan yang tidak mudah bagi Labbadia yang sempat menanggur sejak didepak Hamburg pada April silam. Pasalnya, Stuttgart berada di zona degradasi. Padahal, sepanjang sejarah Bundesliga 1, Stuttgart hanya pernah satu kali terdegradasi.

Presiden Erwin Staudt dan Direktur Olahraga Fredi Bobic sudah menegaskan tugas utama Labbadia adalah menghindarkan klub dari mimpi buruk terdegradasi untuk kali kedua. "Ini adalah salah satu masa terburuk. Kami tak punya waktu lagi dan harus segera melakukan sesuatu," ujar Staudt.

Labbadia sadar betul besarnya tantangan yang ada di Stutggart. Namun, dia yakin mampu melampauinya dengan baik. "Saya merasakan antusiasme luar biasa. Ketika kami tiba, hujan turun. Tapi, ketika kami masuk ke stadion, matahari bersinar terang. Saya berharap matahari akan tetap bersinar setengah tahun ke depan," beber dia.

Meski begitu, eks striker 1.FC Kaiserslautern, FC Bayern München, FC 1.FC Köln, SV Werder Bremen, dan DSC Arminia Bielefeld itu tetap realistis. "Hanya meraup 12 poin dari 16 laga jelas tidak bagus. Situasinya tidak baik, tapi di situlah sisi menariknya," ungkap dia. "Jika kami bekerja keras den sungguh-sungguh, saya yakin keadaan akan berubah."

Menariknya, Labbadia tak punya rekor bagus saat memasuki paruh kedua musim kompetisi. Semasa di Leverkusen, dia gagal mempertahankan posisi klub hingga akhirnya gagal meraih tiket Eropa. Sementara di Hamburg, dia malah dipecat jelang akhir kompetisi. (Sepp Ginz)

Basti Tak Jadi Pergi

SPEKULASI SOAL masa depan Bastian Schweinsteiger berakhir sudah. Seusai laga versus St. Pauli yang dimenangi Bayern München dengan skor 3-0, Basti mengumumkan hal itu secara langsung kepada para penonton. Dengan mikrofon di tangan, dia menyatakan telah memperpanjang kontrak hingga 2016.

Kala diwawancarai Sky, Schweinsteiger menjelaskan alasan bertahan di Allianz Arena. Padahal, sebelumnya beredar kabar dia sempat menanyakan keadaan di Real Madrid kepada Sami Khedira. "Aku kira ini adalah putusan yang sama-sama menguntungkan," ujar dia.

Lebih jauh, gelandang serbabisa berumur 26 tahun berkata, "Kami berada di trek yang tepat. Aku yakin kami dalam jangka panjang akan berkali-kali mengulangi kesuksesan seperti musim lalu. Tentu saja kondisi tim dan keberadaan pelatih menjadi penentu juga dalam putusanku ini."

Sementara itu, ketika disinggung soal ketertarikan Madrid yang langsung diutarakan oleh pelatih Jose Mourinho, Basti mengaku tertarik. Akan tetapi, pada akhirnya kata hati menentukan lain. "Akan lebih indah merebut Liga Champions bersama Bayern dibanding bersama Real Madrid. Di sinilah hatiku berdetak. Hatiku tetap merah!" papar dia.

Basti menjadi pemain ketiga yang menyatakan bertahan di Bayern untuk jangka waktu lama. Sebelumnya, Philipp Lahm dan Franck Ribery telah terlebih dahulu memperpanjang kontrak pada akhir musim lalu. (Sepp Ginz)

Sabtu, 11 Desember 2010

Gelar Löw Untuk Tim

AKHIR PEKAN INI, sebuah kejutan menghampiri Joachim Löw. Pelatih timnas Jerman itu terpilih sebagai Pelatih Terbaik 2010 versi L'Equipe, media olahraga Prancis. Itu mengejutkan karena Löw mengalahkan Vicente del Bosque yang membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia. Dia juga menyisihkan Jose Mourinho, pemberi tiga gelar bagi Internazionale Milan. Padahal, bersama Josep Guardiola, keduanya adalah kandidat peraih gelar pelatih terbaik dalam FIFA Ballon d'Or.

Alasan yang mengemuka tentu saja kemampuan Löw melakukan revolusi dan membawa Der Panzer berprestasi di Piala Dunia silam. Meski hanya meraih posisi ketiga, dia mampu mengorbitkan para pemain muda macam Thomas Müller, Mesut Özil, dan Sami Khedira. Selain itu, Jerman sanggup menghajar dua tim tangguh, Inggris dan Argentina, dalam perjalanan merebut posisi ketiga.

Menyikapi gelar tersebut, Löw merasa bangga. "Saya sangat senang. Saya menerima penghargaan itu atas nama seluruh anggota tim, staf pelatih, para pelatih, dan para fans," ungkap dia kepada Kölner Express. "Penghargaan ini untuk tim." (Sepp Ginz)

Rabu, 08 Desember 2010

Basti Pecandu Keripik Kentang


DIAM-DIAM, Bastian Schweinsteiger termasuk orang yang suka mengemil. Hal itu terungkap kala dia diwawancarai soal keterlibatannya sebagai bintang iklan produk makanan ringan dari funny-frisch, yakni keripik kentang.

“Aku dan saudaraku adalah penggila keripik kentang sejak masih kanak-kanak. Hingga sekarang pun, aku masih melahap banyak keripik kentang,” ungkap Schweinsteiger seperti dikutip Kölner Express.

Kabarnya, Basti diikat oleh funny-frisch setidaknya untuk masa dua tahun. Managing Director Christopher Ferkinghoff tak memungkiri pihaknya memilih Basti karena popularitas yang meningkat pesat. “Bastian Schweinsteiger telah menjadi salah satu pemain terbaik sekaligus yang paling disukai di Jerman,” ujar dia. (Sepp Ginz)

Foto: www.food-monitor.de

Senin, 06 Desember 2010

Nasib Sial Penggawa Köln


SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA. Ungkapan itu sangat tepat ditujukan kepada para penggawa 1.FC Köln saat melawat ke kandang Bayer 04 Leverkusen, BayArena. Selain takluk 2-3, mereka juga harus kehilangan beberapa barang berharga yang disimpan di ruang ganti pemain.

Seusai laga, kiper Faryd Mondragon dengan tergesa-gesa berlari keluar dari ruang ganti dengan hanya menggunakan sehelai handuk. “Gila, benar-benar gila apa yang terjadi di sini. Kami baru saja disatroni pencuri. Tas-tas, dompet-dompet, juga ponsel-ponsel lenyap!” teriak dia seperti dikutip Kölner Express.

Hal itu dibenarkan oleh bek Miso Brečko. “Tasku yang seharga 500 euro dicuri, kini aku pulang dengan kantung plastik,” keluh pemain asal Slovenia itu.

Toh, tak semua pemain menderita kerugian. Beberapa yang disiplin menyimpan barang-barang berharganya di locker yang terkunci tak sampai kehilangan. Salah satunya Lukas Podolski. “Sangat sulit mencuri barangku. Aku mengunci rapat sekeliling tasku,” ungkap dia.

Selain poldi, pelatih Frank Schaefer dan asisten pelatih Dirk Lottner juga tak kehilangan barang-barangnya. Meski begitu, Lottner yang lama berkiprah di Bundesliga 1 sungguh terkejut. “Selama 25 berkiprah di sepak bola profesional, saya tak pernah mengalami hal seperti ini,” ujar dia. Sementara itu, fisioterapis Köln, Dieter Trzolek, merasa heran karena si pencuri seharusnya tahu tak akan mendapatkan banyak uang dari para penggawa Die Geißbocke.

Tak pelak, kejadian itu membuat kubu Leverkusen malu. Chairman Wolfgang Holzhauser sampai meminta maaf secara khusus sambil berjanji akan segera menyelidiki kasus tersebut. (Sepp Ginz)

Foto: Bild

Minggu, 05 Desember 2010

Bayern Lagi-lagi Cetak Rekor Buruk

KEKALAHAN 0-2 di kandang FC Schalke 04, Sabtu (4/11), membuat Bayern München hanya merebut 23 poin dari 15 laga. Berdasarkan Infostrada Sports, itu adalah catatan terburuk dalam dua dekade terakhir. Catatan tersebut hanya lebih baik dari musim 1991-92. Ketika itu, Bayern hanya meraup lima kemenangan dan empat kali imbang dari 15 laga pertama. Jika dikonversi dengan sistem penilaian saat ini, nilai yang dikumpulkan hanya 19.

Rekor buruk Bayern tak berhenti di sana. Dalam perolehan nilai di kandang lawan, FC Hollywood juga sangat jeblok dengan hanya menuai satu kemenangan dari tujuh lawatan. Sisanya, tiga kali imbang dan tiga kali kalah. Masih menurut Infostrada Sports, kali terakhir Bayern hanya membukukan satu kemenangan dalam tujuh laga tandang pertama adalah pada musim 1993-94. Bedanya, dari enam lawatan sisanya, Bayern meraup empat imbang dan dua kekalahan.

Untungnya, itu bukanlah catatan terburuk. Pada musim 1977-78, Bayern pernah mengalami hal yang jauh lebih buruk, yakni tak menang dalam tujuh laga tandang awal di Bundesliga 1. Lain dari itu, meski hanya meraup satu kemenangan dari tujuh laga tandang awal pada 1993-94, Bayern ternyata mampu menjadi juara pada akhir musim.

Rekor tandang yang buruk ini sempat disoroti Louis van Gaal sebelum timnya meladeni Schalke. Secara kontroversial, dia menuding tim-tim lawan sengaja memperkecil lapangan sehingga menghambat pola permainan dari kaki ke kaki yang dianut Bayern. "Saya pernah mengalaminya saat di Belanda dan Spanyol. Mereka membuat garis putih lebih ke dalam dari yang biasanya," tuding dia. (Sepp Ginz)

Kamis, 02 Desember 2010

Janji Setia Wiese


BOLEH-BOLEH SAJA SV Werder Bremen terpuruk di Bundesliga 1 dan Liga Chmapions. Hingga spieltag ke-14 Bundesliga 1, Die Werderaner terseok di posisi ke-11. Sementara di Liga Champions, hingga Matchday V, pasukan Thomas Schaaf terpuruk sebagai juru kunci Grup A dengan hanya mengoleksi dua angka. Namun hal itu tak menggoyahkan kesetiaan kiper Tim Wiese.

“Selalu ada naik-turun di klub. Itu haruslah dilalui. Aku siap melewati masa-masa pahit itu. Aku akan tetap bersama Werder dalam saat baik dan buruk,” tegas Wiese kepada Skyer Kreiszeitung.

Eks kiper 1.FC Kaiserslautern yang juga salah satu murid Gerry Ehrmann itu malah tak tanggung-tanggung dalam membuktikan loyalitasnya. “Aku tak keberatan jika ada kontrak jangka panjang yang membuatku berada di sini hingga akhir karierku,” ungkap pemain yang bergabung sejak 2005-06 itu.

Bagi Bremen, ungkapan janji setia ini jelas sangat menggembirakan. Pasalnya, Wiese adalah satu dari sedikit pemain yang tetap menunjukkan performa apik sepanjang musim ini. Berdasarkan statistik Kickwelt, dia telah 14 kali menggagalkan peluang emas. Itu adalah jumlah terbanyak di Bundesliga 1.

Selain itu, dia pun tercatat menahan 62,5 persen tendangan yang mengarah ke gawang Bremen dalam sebelas laga yang dilakoninya. So, bisa dipastikan, Bremen bakal lebih terpuruk bila Wiese hengkang. (Sepp Ginz)

Foto: Weser Kurier

Di Balik Performa Buruk Van Buyten


PEKAN LALU, Daniel van Buyten adalah pemain yang paling disorot. Meski FC Bayern München menang telak 4-1 atas Eintracht Frankfurt, bek tengah asal Belgia itu tak bermain baik dan menjadi sebab terciptanya gol lawan. Sepanjang 45 menit babak pertama, dia melakukan lima duel yang empat di antaranya gagal dimenangi.

Fakta itu membuat banyak rumor berkembang. Inikah titik akhir bagi Van Buyten? Apa sebenarnya yang membuat dia tak mampu menunjukkan kelasnya? Kepada TZ München, eks penggawa Hamburger SV itu memberikan penjelasan gamblang.

“Masalah utamaku saat ini adalah ketidakmampuan menyiapkan diri dengan baik jelang kompetisi. Sejak awal, aku diganggu cedera. Jelang musim bergulir, engkel dan punggungku bermasalah,” jelas Van Buyten. “Ini tentu tak boleh dijadikan alasan, tapi aku bukan lagi anak berumur 21 tahun.”

Lebih lanjut, pemain yang mencetak sembilan gol bagi Bayern di tiga kompetisi sepanjang musim lalu itu menyatakan, kondisi fisik pula yang memaksanya tak bermain pada babak kedua saat melawan Frankfurt. “Aku merasa tak sehat. Bukan hanya fisik, tapi pikiranku pun tak fokus. Aku menginginkan yang terbaik bagi Bayern. Dalam kondisi seperti itu, aku tak akan bisa menolong,” tambah dia.

Saat disinggung soal rumor yang mengatakan dirinya tak bisa berkonsentrasi karena peran baru sebagai ayah, pemain kelahiran Chimay (Belgia), 32 tahun itu menampiknya dengan tegas. Meski mengaku agak lebih repot, tapi konsentrasinya tak terpecah.

Menyoal kesiapannya keluar dari krisis, Van Buyten tetap percaya diri. Dia menilai pasang dan surut adalah hal biasa dalam kehidupan. Lain dari itu, dia belajar banyak dari Bastian Schweinsteiger yang sempat dicemooh oleh para fans Bayern. Juga dari Hans-Jörg Butt yang jauh lebih senior. “Bagaimanapun, aku tetaplah manusia, bukan robot,” pungkas dia. (Sepp Ginz)

Foto: TZ München

Senin, 29 November 2010

Stuttgart Denda Dua Pemain


KEKALAHAN 2-4 yang diderita VfB Stuttgart dari Hamburger SV menyisakan cerita tak sedap. Die Schwaben menjatuhkan hukuman kepada dua pemainnya gara-gara berulah pada laga tersebut. Mereka adalah striker Ciprian Marica dan gelandang Zdravko Kuzmanovic.

Marica didenda 50.000 euro karena kartu merah yang diterimanya dari wasit Wolfgang Stark. Saat laga berjalan 17 menit, Marica mendapat kartu kuning gara-gara menghardik Stark saat rekannya, bek Georg Niedermeier, melanggar Mladen Petric. Kartu kuning itu segera berubah menjai merah ketika striker asal Rumania itu mengeluarkan kata-kata tak senonoh.

Marica membantah keterangan yang diungkapkan Stark. "Siapa pun yang mengenalku pasti tahu betapa aku selalu menjunjung tinggi sikap. Menghina wasit adalah sebuah kemustahilan. Itu hanya terjadi dalam mimpi," terang dia.

Denda yang harus dibayar Marica menjadi rekor tersendiri. Sebelumnya, denda terbesar yang dijatuhkan manajemen Stuttgart adalah 40.000 euro. Itu terjadi setahun silam kala kiper Jens Lehmann mengkritik petinggi klub.

Sementara itu, Kuzmanovic harus membayar 10.000 euro atas penolakannya menghampiri para pendukung Stuttgart seusai laga. Meski telah diperintahkan, gelandang timnas Serbia itu tetap bergeming. Itu dilakukan sebagai protes atas kebijakan caretaker Jens Keller yang tak menurunkan dia di starting line-up. (Sepp Ginz)

Foto: Stuttgarter Nachrichten

Minggu, 28 November 2010

Van Buyten di Titik Nadir


"VAN BUYTEN RAUS!" Teriakan itu menjadi salah satu warna saat FC Bayern München menang 4-1 atas Eintracht Frankfurt. Teriakan meminta Van Buyten ditarik keluar itu berasal dari sebagian fans yang merasa kesal atas performa buruk bek asal Belgia itu.

Pada laga itu, Van Buyten memang tampil sangat buruk. Sejak menit awal, dia kerap melakukan kesalahan. Itu sangat kontras dengan Breno yang tampil penuh percaya diri. Dari lima duel yang dilakoni sepanjang babak pertama, Van Buyten hanya sekali menang. Hal yang membuat para fans kesal, dia tiga kali kalah dalam duel udara dari Theofanis Gekas dan Halil Altintop yang berpostur lebih pendek.

Statistik itu rupanya tak lepas dari pengamatan Louis van Gaal. Itu sebabnya, dia mengganti Van Buyten dengan Martin Demichelis saat babak kedua dimulai. Sial bagi Van Buyten, Demichelis mampu membentuk benteng yang solid bersama Breno. Tak heran bila banyak yang memperkirakan dia akan kehilangan tempat di tim utama.

Untungnya, Van Buyten tetap mendapat dukungan dari dalam tim. "Saya berharap dia akan segera kembali ke performa terbaiknya," ucap Van Gaal. Sementara itu, Direktur Olahraga Christian Nerlinger berkata, "Setiap orang pasti mengalami penurunan performa."

Ini bukan kali pertama Van Buyten mendapat sorotan tajam. Sebelumnya, pada awal musim, dia juga menunjukkan performa buruk. Kala itu, dia seperti tak bisa berkonsentrasi di lapangan. Nah, mengingat saat itu dia baru mendapatkan seorang anak, Van Gaal sempat berseloroh, mungkin Van Buyten terlalu sering begadang.

Penurunan performa Van Buyten jelas memperkuat tuntutan agar Bayern membeli bek anyar pada bursa transfer musim dingin. Terakhir, mencuat nama Alvaro Dominguez dari Atletico Madrid. Namun, hingga saat ini, manajemen Bayern masih bungkam. (Sepp Ginz)

Foto: TZ München

Bayern Incar Posisi Ketiga


KEMENANGAN BESAR 4-1 atas Eintracht Frankfurt, Sabtu (27/11), membuat FC Bayern München kembali bergairah. Meski masih terpaut 14 angka dari Borussia Dortmund yang berada di puncak klasemen, FC Hollywood yakin bisa mencapai prestasi lebih baik sebelum jeda musim dingin.

Secara khusus, pelatih Louis van Gaal menyatakan target timnya saat ini adalah berada di posisi ketiga. "Saat ini, kami hanya terpaut tiga poin dari posisi ketiga. Seburuk-buruknya, kami harus berada di posisi tersebut," terang dia seusai laga.

Optimisme itu diamini Thomas Müller yang menyumbang satu assist dan satu gol pada laga tersebut. Namun, top skorer Piala Dunia 2010 itu menyebut satu syarat mutlak. "Kami bermain bagus pada babak pertama dan tak seharusnya hanya imbang 1-1. Kami harus menghindari itu saat menghadapi Schalke dan Stuttgart. Jika menang lawan Schalke, semuanya akan kembali normal dan kami bisa kembali melihat klasemen," tutur dia.

Müller benar. Schalke dan Stuttgart tetaplah lawan tangguh meski kini terseok-seok di papan bawah. Gagal memaksimalkan peluang pada babak pertama seperti yang terjadi akhir-akhir ini, Bayern bisa saja tersungkur. Apalagi kedua laga tersebut akan dilakoni di kandang lawan. Sepanjang musim ini, Bayern tak punya rekor tandang bagus. Dari enam lawatan ke kandang lawan, mereka hanya sekali menang, yakni atas TSG 1899 Hoffenheim pada spieltag ke-5. (Sepp Ginz)

Foto: www.sportschau.de

Kamis, 25 November 2010

Szalai Takkan Pulang ke Madrid


ISU SEPUTAR rencana pembelian kembali Adam Szalai oleh Real Madrid ternyata cukup mengganggu manajemen 1.FSV Mainz. Manajer Christian Heidel benar-benar terusik oleh rumor yang pertama kali dilansir harian olehraga Spanyol, As, tersebut. Buktinya, dia sampai memberikan tanggapan agak emosional.

“Szalai kembali ke Real? Itu benar-benar omong kosong!” tegas Heidel seraya menegaskan pihaknya tak akan membiarkan striker asal Hungaria itu meninggalkan Stadion Bruchweg begitu saja.

Mainz memang dipastikan bakal mati-matian memagari Szalai. Pasalnya, mereka sudah dipastikan kehilangan dua pemain andalan pada musim depan. Andre Schürrle telah diikat Bayer 04 Leverkusen, sementara playmaker Lewis Holtby bakal dipanggil pulang oleh pemiliknya, FC Schalke 04.

Toh, kemungkinan Szalai kembali ke Madrid sebenarnya tetap terbuka. Sesuai perjanjian awal, jika Szalai tampil apik di Budnesliga 1 dan timnas Hungaria, El Real bisa membelinya lagi dengan harga 5 juta euro. Sebelumnya, status Szalai memang pinjaman pada tengah musim 2009-10. Namun, pada awal musim ini, dia dibeli secara penuh dengan harga hanya 600 ribu euro. (Sepp Ginz)

Foto: Allgemeine Zeitung

Bremen Dua Kali Sial


KEKALAHAN TELAK 0-3 ternyata bukan satu-satunya kesialan yang diperoleh SV Werder Bremen kala menyambangi markas Tottenham Hotspur di London (Inggris). Sebelum kekalahan yang membuat Bremen harus gigit jari dan tak bisa melangkah ke babak 16-besar Liga Champions tersebut, sebuah kesialan lain didapatkan oleh Per Mertesacker cs.

Saat hendak menuju Stadion White Hart Lane guna menjalani latihan pada Selasa (23/11) atau sehari jelang laga, bus yang membawa para pemain mengalami kecelakaan lalu-lintas. Bus Bremen bertabrakan dengan sebuah van.

Akibatnya, lampu depan dan pintu di kanan bus mengalami kerusakan. Bahkan, guna melanjutkan perjalanan, lampu terpaksa ditempel dengan selotip. Untungnya, tak ada yang terluka dalam kecelakaan ringan tersebut. (Sepp Ginz)

Foto: Kölner Express

Babi di Kandang Kambing


ADA-ADA SAJA ulah yang dilakukan suporter sepak bola dalam mendukung timnya. Tak percaya? Tengok saja ulah para fans 1.FC Köln pada Selasa lalu. Guna mendoakan Die Geißbocke mengakhiri krisis dan merebut hasil positif, mereka menderetkan boneka babi di dekat pintu masuk kompleks olahraga RheinEnergie, markas Köln.

Babi-babi di kandang kambing –maskot Köln adalah kambing– itu pun spesial. Di bagian depan terdapat tulisan Viel Glück, sementara di belakang ada yang ditulisi inisial Presiden Wolfgang Overath, pelatih Frank Schaefer, dan asisten pelatih Dirk Lottner, ada pula yang ditulisi nomor punggung beberapa pemain.

Harapan para fans sederhana saja. Mereka ingin Lukas Podolski melanjutkan keberuntungan yang didapatkan akhir pekan lalu saat menghadapi VfB Stuttgart. Saat itu, mereka menang 1-0 lewat penalti Podolski. Kemenangan tersebut mengakhiri rentetan dua kekalahan telak yang didapatkan dari 1.FC Nürnberg dan Borussia Mönchengladbach.

Menariknya, akhir pekan nanti, Die Geißbocke akan kedatangan kawanan serigala Wolfsburg. Akankah kawanan babi itu sanggup menjadi penangkal kegananasan para serigala? Kita tunggu saja. “Satu hal yang pasti, andai tampil seperti melawan Stuttgart, kami akan memetik hasil saat melawan Wolfsburg,” ujar Poldi. (Sepp Ginz)

Foto: Kölner Express

Rabu, 24 November 2010

Dortmund Tak Punya Lawan


MEMIMPIN KLASEMEN sejak spieltag ke-10 dengan keunggulan tujuh angka dari peringkat kedua plus rekor tujuh kemenangan tandang beruntun membuat banyak pihak mulai meramalkan Borussia Dortmund tak bakal teradang untuk menjadi juara. Salah satunya Huub Stevens, pelatih asal Belanda yang lama berkiprah di Bundesliga 1.

Kepada Sport1, Stevens mengungkapkan, Dortmund tak lagi punya lawan sepaadn di Bundesliga 1 musim ini. “Saat ini timbul pertanyaan, ‘Siapa yang bisa menghentikan Dortmund?’ Jawabannya, diri mereka sendiri!”

Dalam pandangan Stevens, Die Schwarzgelben punya semua syarat untuk merengkuh Die Meisterschale. Mereka punya skuad yang didominasi anak-anak muda, lapar kemenangan, sangat bersemangat, memiliki kemampuan merata, dan ditukangi pelatih jempolan.

“Aliran bola mereka sangat baik dan sangat mematikan kala melakukan serangan ke pertahanan lawan,” ulas Stevens. “Belum lagi dukungan dari manajemen tim. Hans-Joachim Waltzke selalu mampu menjaga kabin tetap dingin dan tak memberikan tekanan berat.”

Keyakinan Stevens kian kuat setelah melihat Dortmund menang 2-1 atas SC Freiburg setelah terlebih dahulu tertinggal satu gol. Kemenangan itu, di mata Stevens, menunjukkan kekuatan mental Nuri Sahin cs. “Jika mampu meraih kemenangan seperti ini, tak pelak lagi, mereka bisa jadi juara.” (Sepp Ginz)

Foto: Westline

Aogo Tegar Karena Pacar


ABSEN SEJAK AWAL MUSIM karena cedera pangkal paha dan harus menjalani operasi jelas bukan hal yang mudah bagi Dennis Aogo. Tak bisa bermain dalam waktu yang lama potensial membuat dia dilanda frustrasi. Untungnya, bek kiri Hamburger SV itu punya pacar Alessia Walch, penyanyi yang juga mahasiswi bidang psikologi.

“Dia selalu memberikan semangat dan tak henti mengatakan bahwa aku akan bisa berbuat lebih dari sebelumnya saat pulih nanti. Aku sungguh beruntung memiliki dia sebagai pacar,” ungkap Aogo kepada Hamburger Morgenpost.

Kini, kondisi fisik pemain yang sempat diminati Juventus itu kian membaik. Bahkan, belakangan, pelatih Armin Veh mengisyaratkan bakal segera mengikutsertakan Aogo dalam latihan. Itu tentu saja membuat Aogo kian bersemangat. “Sangat menyenangkan mengetahui diriku masih dibutuhkan,” ungkap dia. “Namun, setelah absen selama beberapa bulan, aku tentu harus hati-hati.” (Sepp Ginz)

Foto: www.mirror.co.uk

Matahari Untuk Moa


CEDERA OTOT PAHA yang tak kunjung sembuh memaksa Mohamed Abdellaoue tak bisa bermain sejak spieltag ke-12. Kondisi itu rupanya meresahkan pelatih Mirko Slomka yang memang sangat mengandalkan duet Moa dengan Didier Ya Konan di lini depan.

Sebagai solusi, Slomka mengambil langkah mengejutkan. Dia mengirim Moa ke Mesir untuk menjalani terapi. Dia menilai kondisi Moa akan jauh lebih baik jika mendapatkan sorotan sinar matahari Timur Tengah.

“Masalah otot pahanya tak berubah. Kini, kami mengirim dia ke Mesir selama seminggu. Kami yakin istirahat selama sepekan membuat dia lebih baik,” ungkap Slomka. “Saya berharap dia akan kembali siap dimainkan dalam dua laga ke depan.”

Slomka menduga, lambatnya pemulihan cedera Moa diakibatkan oleh kondisi psikis yang kurang baik. Maklum, sejak bergabung dari Valerenga pada awal musim ini, Moa tak pernah menikmati liburan. (Sepp Ginz)

Foto: www.1asport.de