
Siapa bersungguh-sungguh dalam berusaha, maka Tuhan akan memberikan jalan kepadanya. Dalam bahasa Paulo Coelho, seluruh dunia akan bersatu untuk membantunya. Ungkapan itu memang terdengar klise, tapi dalam beberapa kesempatan terbukti kebenarannya.
Di Stade Gerland, Selasa (27/4) lalu, bukti itu terhampar. Tiga gol yang dibuat Ivica Olic ke gawang Hugo Lloris ternyata bukan sebuah kebetulan. Itu adalah bukti dari kesungguhan dan totalitas yang ditunjukkannya.
Malam itu, untuk kali pertama sepanjang karier Olic, tiga anaknya menonton secara penuh laga yang dilakoninya via televisi. Luka, Toni, dan Lara harus merajuk kepada ibu mereka, Natalie, untuk bisa tetap terjaga hingga larut malam guna menyaksikan kiprah sang ayah. Natalie menyerah dan membiarkan ketiganya tetap berada di depan pesawat televisi.
Olic tahu betul perjuangan ketiga anaknya. Demi membayar lunas dukungan ketiga buah hatinya itu, dia berjanji dalam hati untuk mencetak tiga gol pada malam itu. Itu sebabnya, ketika sudah menngemas dua gol, dia tetap berusaha mencetak yang ketiga. Dia tak henti berlari dan mencari ruang kosong guna mendapatkannya.
"Aku benar-benar terobsesi untuk mencetak gol ketiga setelah mempersembahkan dua gol buat kedua putraku," ujar Olic kepada Abendzeitung. "Gol ketiga adalah untuk Lara, anak perempuanku. Dia baru berumur satu tahun."
Usai laga, Olic langsung menelepon Natalie. "Lihat, aku berhasil mencetak gol untuk mereka masing-masing satu!" seru dia dengan sangat antusias. "Aku sangat bangga bisa mempersembahkan gol-gol itu buat mereka."
"Aku tahu, Ivi... Anak-naka juga sangat senang melihatmu mencetak tiga gol itu. Mereka benar-benar bahagia," jawab Natalie.
Secara profesional, Olic juga menunjukkan kesungguhan itu dalam bentuk yang nyata. Dia sangat memerhatikan diet guna menjaga kebugaran tubuhnya. "Tiga atau empat hari sebelum bertanding, aku mengurangi konsumsi Coke dan tidak memakan apa pun setelah pukul delapan malam," ujar dia kepada TZ Muenchen. "Aku sudah berumur 30 tahun. sangat penting bagiku untuk untuk menjaga berat badan. Itu sangat penting guna menunjang gaya mainku di lapangan. Setiap berat badan bertambah, aku bisa langsung merasakannya."
Berkat profesionalisme dan tekad kuat yang ditunjukkanya itu, Olic pun kini bersanding di daftar top skorer Liga Champions bersama Cristiano Ronaldo dengan koleksi tujuh gol. Dia hanya kalah dari Lionel Messi. Jika melihat fakta tersebut, Olic selalu tersenyum lebar. "Sungguh urutan yang menarik. Messi, Ronaldo, Olic..," ucap dia. (Sepp Ginz)

0 comments:
Posting Komentar