
RABU, 3 NOVEMBER 2010, Gerd Müller genap berumur 65 tahun. Striker legendaris Bayern München dan timnas Jerman itu mendapat kado istimewa berupa hat-trick Mario Gomez dan satu gol dari pemain yang memiliki nama belakang sama, Thomas Müller. Khusus nama terakhir kerap disebut memiliki kemampuan yang mirip dengan Der Bomber.
Akan tetapi, jika menilik perjalanan musim ini, ada satu nama yang lebih pantas disebut mirip Müller. Dialah Theofanis Gekas. Striker Eintracht Frankfurt itu menunjukkan ketajaman yang luar biasa. Dalam sebelas laga pertama, dia mampu mencetak sebelas gol. Berkat ketajamannya itu, Die Adler pun terbang tinggi dengan bertengger di posisi ketiga pada spieltag ke-11. Secara pribadi, Gekas memimpin di torjägerliste.
"Pergerakan Fanis sungguh mengingatkan pada kekuatan Gerd Müller. Dia seolah tenggelam selama beberapa lama di lapangan, tapi ketika ada kesempatan, dia akan dengan cepat mencetak gol yang tak diduga-duga," puji pelatih Michael Skibbe.
Pujian serupa meluncur dari bek Marco Russ. "Fanis adalah fenomena pada saat ini. Dia bisa mencetak dari posisi apa pun," sanjung dia.
Toh, kehebatan Gekas tak bisa lepas dari peran Skibbe. Sebagai pelatih yang pernah menangani Gekas saat di Bayer 04 Leverkusen, dia tahu betul karakter striker Yunani tersebut. Gekas yang sensitif selalu membutuhkan kenyamanan di lapangan. Itulah yang diberikan oleh Skibbe. Bahkan, dia tak ragu mengubah cara bermain Frankfurt dengan menjadikan Gekas sebagai pusat permainan.
"Kami menyesuaikan permainan dengan karakter Gekas," Aku gelandang bertahan Pirmin Schwegler. "Tak seharusnya sebuah tim tergantung kapada seseorang, tapi memang begitulah adanya."
Sejauh ini, Gekas tak mengecewakan. Dia tercatat empat kali membawa Die Adler unggul 1-0. Bahkan, saat Gekas mencetak gol, Frankfurt hampir selalu menang. Hanya saat
menghadapi Leverkusen, gol Gekas tak berujung kemenangan.
Menilik perkembangan pesat itu, bukan tak mungkin Gekas mampu mengulangi prestasi musim 2006-07. Kala itu, Gekas yang membela VfL Bochum tampil sebagai pemain tertajam di Bundesliga 1 dengan koleksi 20 gol dan berhak menggondol torjägerkanone. Rekan setimnya yang juga berasal dari Yunani, Ioannis Amanatidis, yakin terhadap kemungkinan tersebut. "Bila terus mencetak gol, aku yakin dia akan mencetak 34 gol pada akhir musim," ujar dia. (Sepp Ginz)
Foto: www.bundesliga.de

0 comments:
Posting Komentar