.jpg)
PERANG DINGIN antara Uli Hoeneß dan Louis van Gaal hanya berlangsung sesaat. Hanya dua hari setelah Hoeneß melancarkan kritik pedas kepada Van Gaal, kedua sosok itu kembali berjabat tangan. Itu terjadi setelah keduanya melakukan konferensi bersama Karl-Heinz Rummenigge, Karl Hopfner, dan Christian Nerlinger di Hotel Opera, Cluj-Napoca.
Rilis resmi Bayern yang dimuat di situs resmi klub menyatakan, "Dalam diskusi, kedua pihak mengemukakan pendapatnya secara panjang-lebar. Telah tercapai kesepakatan, pada masa yang akan datang, kami akan lebih sering bertemu untuk mendiskusikan hal-hal yang masih tertunda. Pada akhir diskusi, Van Gaal dan Hoeneß berjabat tangan dan setuju untuk lebih mengedepankan kepentingan klub."
Perdamaian di Cluj-Napoca itu cukup mengejutkan. Pasalnya, sejak keberangkatan dari München, Senin (1/11), indikasi eskalasi konflik terlihat jelas. Hoeneß dan Van Gaal tak bertegur sapa. Saat konferensi pers yang biasa dilakukan sehari sebelum laga pun, Van Gaal sempat melancarkan kritik balik.
"Saya baru setahun dan tiga bulan di FC Bayern. Saya tak akan dan tak ingin berkonflik dengan orang seperti Hoeneß," ucap Van Gaal. "Tentu saja saya sangat kecewa bahwa presiden klub mengkritik saya. Padahal, saya yakin komunikasi adalah salah satu keahlian saya."
Lebih jauh, Van Gaal menilai Hoeneß tidak bijaksana dan kehilangan sense of crisis. "Saya sungguh terkejut presiden klub melancarkan kritik saat kami tengah berada dalam situasi sulit karena sembilan pemain yang cedera," beber dia. "Uli Hoeneß, orang yang sangat berarti di klub ini, tahu betul konsekuensi dari pernyataannya itu."
Kini, patut ditunggu apakah perdamaian yang tercipta sehari sebelum laga versus CFR Cluj itu sanggup menjadi tonik bagi Bastian Schweinsteiger dkk. untuk meraih kemenangan dan memastikan lolos ke fase knock out. (Sepp Ginz)
Foto: TZ München

0 comments:
Posting Komentar