
HASIL IMBANG 3-3 dalam lawatan ke kandang Borussia Mönchengladbach, Sabtu (6/11), membuat Bayern München kian disergap rasa frustrasi. Bermain apik tanpa dibarengi efektivitas dalam memaksimalkan peluang membuat target mereduksi jarak dengan pemimpin klasemen hingga menjadi lima poin sebelum jeda kompetisi kian sulit terwujud.
"Kami dihukum dengan sangat kejam. Hasil ini bak sebuah kekalahan bagi kami," ucap Direktur Olahraga Christian Nerlinger. "Kini, perjalanan ke puncak kian panjang dan sulit."
Mario Gomez yang mencetak gol pertama Bayern mengakui hal serupa. "Sungguh sangat buruk. Tak seharusnya kami bermain imbang. Pada babak pertama, kami bermain sangat baik, tapi justru diakhiri dengan menyakitkan," jelas dia.
Van Gaal juga meledak. Seusai laga, dia tak bisa menahan amarahnya. Pelatih yang tengah terlibat perang dingin dengan Presiden Uli Hoeneß itu sempat memberikan peringatan kepada anak-anak asuhnya. Dia menekankan pentingnya agresivitas dan motivasi untuk menang.
"Lihat Gladbach. Mereka mendapat dua peluang yang kedua-duanya menjadi gol. Jika ada hasrat dan motivasi untuk menang, kualitas tak lagi penting. Mungkin Tuhan ingin memberikan pelajaran kepada para pemain kami," terang Van Gaal.
Bayern memang pantas frustrasi. Setidaknya ada tiga peluang yang terbuang sia-sia karena hanya menerpa tiang. Salah satunya penalti Bastian Schweinsteiger pada pengujung babak pertama.
Itu kian menegaskan keangkeran Borussia Park bagi FC Hollywood. Sejak musim 2006-07, mereka tak pernah menang di sana. Sebelum lawatan kali ini, tiga lawatan lainnya juga berakhir imbang. Ketiganya adalah 1-1 pada musim 2006-07, 2-2 pada 2008-09, dan 1-1 pada 2009-10. (Sepp Ginz)
Foto: Rheinische Post

0 comments:
Posting Komentar