Kamis, 02 Desember 2010

Di Balik Performa Buruk Van Buyten


PEKAN LALU, Daniel van Buyten adalah pemain yang paling disorot. Meski FC Bayern München menang telak 4-1 atas Eintracht Frankfurt, bek tengah asal Belgia itu tak bermain baik dan menjadi sebab terciptanya gol lawan. Sepanjang 45 menit babak pertama, dia melakukan lima duel yang empat di antaranya gagal dimenangi.

Fakta itu membuat banyak rumor berkembang. Inikah titik akhir bagi Van Buyten? Apa sebenarnya yang membuat dia tak mampu menunjukkan kelasnya? Kepada TZ München, eks penggawa Hamburger SV itu memberikan penjelasan gamblang.

“Masalah utamaku saat ini adalah ketidakmampuan menyiapkan diri dengan baik jelang kompetisi. Sejak awal, aku diganggu cedera. Jelang musim bergulir, engkel dan punggungku bermasalah,” jelas Van Buyten. “Ini tentu tak boleh dijadikan alasan, tapi aku bukan lagi anak berumur 21 tahun.”

Lebih lanjut, pemain yang mencetak sembilan gol bagi Bayern di tiga kompetisi sepanjang musim lalu itu menyatakan, kondisi fisik pula yang memaksanya tak bermain pada babak kedua saat melawan Frankfurt. “Aku merasa tak sehat. Bukan hanya fisik, tapi pikiranku pun tak fokus. Aku menginginkan yang terbaik bagi Bayern. Dalam kondisi seperti itu, aku tak akan bisa menolong,” tambah dia.

Saat disinggung soal rumor yang mengatakan dirinya tak bisa berkonsentrasi karena peran baru sebagai ayah, pemain kelahiran Chimay (Belgia), 32 tahun itu menampiknya dengan tegas. Meski mengaku agak lebih repot, tapi konsentrasinya tak terpecah.

Menyoal kesiapannya keluar dari krisis, Van Buyten tetap percaya diri. Dia menilai pasang dan surut adalah hal biasa dalam kehidupan. Lain dari itu, dia belajar banyak dari Bastian Schweinsteiger yang sempat dicemooh oleh para fans Bayern. Juga dari Hans-Jörg Butt yang jauh lebih senior. “Bagaimanapun, aku tetaplah manusia, bukan robot,” pungkas dia. (Sepp Ginz)

Foto: TZ München

0 comments: