
BAN KAPTEN adalah lambang kebanggan bagi seorang pemain. Namun, di 1. FC Köln, hal itu tak ubahnya kutukan. Milivoje Novakovič dan Armando Petit pernah merasakan hal itu. Saat menjadi kapten tim, performa di atas lapangan justru menurun. Akibatnya jelas, prestasi tim pun ikut menukik.
Kutukan tersebut ternyata diwariskan kepada kapten saat ini, Youssef Mohamad. Sejak ditahbiskan sebagai kapten anyar pada awal musim ini, performa bek asal Libanon itu menukik. Alih-alih menjadi teladan, dia malah sempat diganjar kartu merah kala menghadapi 1.FC Kaiserslautern, 21 Agustus silam. Köln sendiri terus berkutat di papan bawah.
Setelah sempat mengajukan pengunduran diri kepada pelatih anyar, Frank Schaefer, kini pemain yang akrab dipanggil Dodo itu kembali mengungkapkan kesiapannya melepas jabatan kapten. Apalagi pada pemusatan latihan musim dingin yang akan segera digelar, bakal ada pemilihan komite pemain yang baru.
Hal yang membuat Dodo tak lagi nyaman adalah pemberitaan media massa yang kerap mempertanyakan kepemimpinannya. Maklum, di dalam dan luar lapangan, aktor yang lebih aktif adalah Lukas Podolski dan Martin Lanig.
“Aku selalu katakan, bukan aku atau media massa yang menentukan kapten tim. Klublah yang menentukan hal itu. Jika klub menyatakan, demi kebaikan tim, aku harus memberikan ban kapten kepada Poldi, dia bisa mendapatkanya,” ucap Dodo kepada Kölner Express. (Sepp Ginz)
Foto: Kölner Express

0 comments:
Posting Komentar