PELATIH 1.FC Köln, Zvonimir Soldo, punya pe-er tambahan. Selain menggenjot para pemainnya agar siap menghadapi kompetisi yang sebentar lagi bergulir, dia pun harus mengurusi temperamen para pemainnya. Seperti tabung gas elpiji di Indonesia, Milivoje Novakovic cs. mudah naik pitam jika mendapat provokasi.
Itulah yang terjadi dalam dua laga persahabatan yang dilakoni sepekan terakhir. Pada Kamis (22/7), Matin Lanig berkelahi dengan Ahmed Alfreedi, penggawa Al Hilal. Tak terima atas tekel keras Lanig, Alfreedi naik pitam. Lanig yang terpancing langsung melakukan perlawanan. Petit yang melihat Lanig diserang, langsung ikut membantu rekannya itu.
Belum seminggu berlalu, insiden serupa terulang pada Senin (26/7). Kali ini, emosi Kevin McKenna yang tak terkendali saat menghadapi Racing Lens. Dia bersitegang dengan Alaidine Yahia. Bagai banteng aduan, keduanya beradu kening.
Menurut McKenna, dia tak bisa menahan emosi karena Yahia meludahi mukanya. “Dia meludahiku tepat di muka. Itu tak pernah kualami sebelumnya. Aku pernah dipukul, tapi tidak diludahi. Anehnya, dia tak meminta maaf kepadaku setelah insiden tersebut,” terang dia.
Menanggapi insiden tersebut, Manajer Michael Meier bisa memakluminya. Menurut dia, diludahi adalah penghinaan yang besar. “Karena itu, tak pada tempatnya membicarakan perilaku pemain kami. Saya bisa memaklumi reaksi Kevin,” ungkap dia.
Akan tetapi, Soldo punya pandangan berbeda. “Meludahi orang lain memang hal yang sangat buruk. Tapi, saya menilai Kevin juga bereksi terlalu berlebihan,” jelas eks gelandang bertahan VfB Stuttgart itu. “Meski begitu, saya tak akan menghukum dia.”
Untuk itu, Soldo sepertinya harus membuat sesi khusus guna membenahi emosi para pemainnya. Bukan apa-apa, hal itu akan sangat berbahaya bila terbawa ke kompetisi resmi. (Sepp Ginz)
Foto: Express

0 comments:
Posting Komentar