
BANYAK ORANG yang tersentak dan mengernyitkan dahi ketika SV Werder Bremen melepas Hugo Almedia ke Besiktas pada bursa transfer ini. Pasalnya, striker asal Portugal itu merupakan mesin gol utama Die Werderaner. Dari 13 kali tampil, dia mengemas sembilan gol.
Ternyata, penjualan itu memang memiliki maksud lain. Seperti diungkapkan Direktur Olahraga Klaus Allofs kepada Weser Kurier, hal itu dilakukan atas pertimbangan ekonomi. Dengan melepas Almeida, Bremen bisa menghemat 1 juta euro. “Kami harus memanfaatkan kesempatan ini. Hugo dilepas atas pertimbangan ekonomi,” ucap dia.
Lebih jauh, Allofs menyiratkan tindakan itu bukan yang terakhir. Pasalnya, dia mengemukakan rencana pemangkasan gaji secara signifikan guna membuat keuangan klub sehat. Saat ini, Bremen harus menanggung beban gaji 48 juta euro per tahun. Itu pengeluaran yang cukup besar mengingat pendapatan Bremen hanya 126,4 juta euro.
Jika Bremen gagal meraih tiket Liga Champions, sangat mungkin beberapa pemain bergaji tinggi akan mengalami nasib seperti Almeida. “Kami hanya berusaha mengamankan posisi keuangan. Semua rencana harus didasarkan pada seberapa banyak uang yang kami punya,” lanjut Allofs.
Memburuknya keuangan Die Werderaner tak terlepas dari upaya memelihara kekuatan tim dan renovasi stadion. Pembelian pemain-pemain mahal macam Marko Marin (8 juta euro), Wesley (7,5 juta euro), dan Marko Arnautović (6,5 juta euro) jelas menyedot uang Bremen. Belum lagi renovasi sebagian tribun Stadion Weser yang dikabarkan menghabiskan dana 76 juta euro.
“Kami harus memangkas anggaran untuk gaji. Hal lain adalah prioritas berikutnya!” tegas Allofs. So, jangan heran bila gelombang eksodus terjadi pada Juni nanti. (Sepp Ginz)
Foto: Weser Kurier

0 comments:
Posting Komentar