Kamis, 27 Januari 2011

Ada Apa Dengan Bayern?


KEPERGIAN MENDADAK kapten Mark van Bommel ke AC Milan pada Selasa (25/1) saat kontraknya masih tersisa lima bulan menyisakan banyak tanya. Bukan hanya awam, orang-orang yang paham kultur Bayern juga mengernyitkan dahi. Salah satunya Mehmet Scholl, eks gendang brilian nan loyal yang kini menjadi komentator di sebuah stasiun televisi.

“Pasti ada sesuatu yang terjadi di Bayern. Akhir seperti itu (yang dialami Van Bommel) lebih mirip akhir sebuah pertarungan. Sebelumnya, Lucio pergi, lalu Martin Demichelis, Luca Toni... Mereka seperti tak punya peluang untuk diakui secara terhormat,” ungkap Scholl.

Dalam pandangan Scholl, pangkal masalahnya ada di Van Gaal. Dia menilai pelatih asal Belanda itu kurang peka dalam memperlakukan para pemain. “Performa tim tidak buruk-buruk amat, kondisi keuangan juga baik, tapi pemain juga manusia biasa,” tambah dia.

Ulasan Scholl selaras dengan rumor yang beredar selama ini. Bild secara terbuka menuding memburuknya hubungan dengan Van Gaal sebagai penyebab utama kepergian Van Bommel. Kekakuan Van Gaal dalam menerapkan filosofi juga diakui manajemen Bayern. “Kita sama-sama tahu bagimana dan siapa Louis van Gaal,” ucap Direktur Olahraga Christian Nerlinger.

Meski demikian, Van Gaal tak sepenuhnya bersalah. Ego pemain juga berperan. Lihat saja, empat pemain yang disebutkan Scholl semuanya dikenal punya ego tinggi. Toni, Lucio, Demichelis, dan Van Bommel sama-sama pergi karena tak mau berkompetisi dengan para pemain lain. Mereka menuntut sebuah garansi di tim inti. Padahal, nama besar, reputasi, dan jasa masa lalu tak masuk hitungan Can Gaal. Dia berprinsip, posisi di tim inti hanya bagi mereka yang fit dan menunjukkan performa apik. (Sepp Ginz)

Foto: TZ München

0 comments: