Sabtu, 08 Januari 2011

Dekat Ke Eropa, Mainz Gamang

TAMPIL DI ANTARKLUB EROPA adalah impian terbesar hampir semua klub di Benua Biru. Baik klub-klub besar maupun kecil sama-sama ingin berlaga di Liga Champions atau Europa League. Selain bentuk eksistensi, berlaga di kancah antarklub Eropa menjanjikan pendapatan tambahan lumayan besar.

Akan tetapi, bagi 1.FSV Mainz, semakin dekat ke Liga Champions dan Europa League justru mendatangkan kegamangan. Di satu sisi, tampil di sana akan menjadi prestasi dan sejarah tersendiri. Namun, di sisi lain, mereka tak punya cukup dana untuk bersaing di sana.

Kegamangan itu tercermin dari sikap beberapa elemen klub. Playmaker Lewis Holtby menegaskan, tampil di Eropa adalah impian yang harus diraih. "Mungkin terlalu berlebihan, tapi Mainz bisa berlaga di Liga Champions," kata dia kepada Mainzer Allgemeine Zeitung.

Sementara itu, Manajer Christian Heidel justru punya pandangan berbeda. "Jika pada akhirnya kami bermain di kompetisi antarklub Eropa, saya tak tahu itu baik atau tidak," ujar dia kepada Frankfurter Allgemeine Zeitung. "Liga Eropa mungkin akan menjadi ancaman berbahaya karena kami tak punya cukup uang."

Modal besar memang dibutuhkan oleh Mainz jika harus berpartisipasi di Liga Champions atau Europa League. Terutama demi memperkuat skuad. Maklum, beberapa pilar dipastikan pergi. Striker Andre Schürrle akan membela Bayer 04 Leverkusen. Sementara itu, Holtby sepertinya bakal dipanggil pulang oleh pemiliknya, FC Schalke 04.

Holtby sebenarnya bisa saja bertahan. Eks pemain Alemannia Aachen itu mengaku mulai kerasan di Mainz. "Aku sangat nyaman berada di sini," ungkap dia. "Hal-hal lainnya tinggal mengikuti aturan yang ada."

Holtby pantas betah karena berkembang pesat selama berbaju Mainz. Sementara di Schalke, dia seolah tak punya kesempatan unjuk gigi. Masalahnya kemudian, melihat prestasi Holtby sepanjang musim ini, Schalke tentu tak ingin melepas pemainnya secara gratis atau dalam status pinjaman. Tentu ada harga yang harus dibayar Mainz dan itu tentunya memberatkan finansial Die Nullfünfer. (Sepp Ginz)

0 comments: