Minggu, 02 Januari 2011

Perjudian Hoffenheim

KEPERGIAN MENDADAK Ralf Rangnick dari kursi pelatih akibat berselisih dengan bos besar, Dietmar Hopp, membuat TSG 1899 Hoffenheim berada di simpang jalan. Maklum, selama ini, Rangnick dipandang sebagai sosok sentral dalam sensasi Hoffe. Mengabdi sejak 2006, eks pelatih VfB Stuttgart itu memang punya peran mahabesar.

Reputasi mentereng yang dibuat Rangnick itu tentu menjadi beban tersendiri bagi sang pengganti, Marco Pezzaiuoli. Apalagi ini adalah tugas pertamanya menangani klub Bundesliga 1. Sebelumnya, pelatih yang aslinya dikontrak sebagai asisten pelatih hingga Juni 2014 itu aktif sebagai salah satu pelatih timnas junior Jerman. Namanya mencuat saat mengantar timnas U-17 Jerman menjuarai Piala Eropa pada 2009.

Menilik reputasi Pezzaiuoli yang hanya pernah menangani Suwon Samsung Blue Wings dan Eintracht Frankfurt selain timnas junior Jerman, penunjukannya sebagai pengganti Rangnick jelas bak perjudian besar yang dilakukan Hoffe. Secara khusus, ada beban tersendiri yang dipanggul Pezzaiuoli.

Itu adalah hantu kegagalan koleganya sesama eks pelatih timnas junior Jerman. Musim lalu, Heiko Herrlich yang mengarsiteki timnas Jerman U-17 saat menjadi juara III Piala Dunia 2007 itu tak sanggup menyelamatkan VfL Bochum dari ancaman degaradasi dan dipecat dari posisinya. Sebelumnya, pada 2005, Jürgen Kohler juga hanya bertahan semusim menangani MSV Duisburg setelah sebelumnya menangani timnas U-21 Jerman.

Meski begitu, penunjukan Pezzaiuoli bukan tanpa alasan kuat. "Kami ingin bekerja dengan talenta-talenta muda. Marco adalah salah satu ahlinya di Jerman," ungkap Manajer Ernst Tanner.

Patut ditunggu apakah Pezzaiuoli mampu meneruskan sukses Rangnick atau malah mengulang nasib nahas Herrlich. (Sepp Ginz)

0 comments: