POLEMIK SOAL JULIAN DRAXLER terus berlanjut. Setelah Matthias Sammer dan Günter Netzer mengemukakan pendapat, kini giliran Vereinigung der Vertragsfußballspieler (VdV), payung para pemain profesional di Jerman, yang angkat suara.
Berbeda dengan Sammer dan Netzer yang tak secara tegas menuding pihak tertentu, VdV terang-terangan mengkritik FC Schalke 04. Managing Director VdV Ulf Baranowsky menuding Die Knappen sebagai pihak yang tak bertanggung jawab. "Sungguh tak bertanggung jawab menyuruh anak 17 tahun meninggalkan sekolahnya," ungkap dia kepada Focus. "Telah banyak talenta yang diundang untuk ikut berlatih namun akhirnya gagal."
Berdasarkan data yang ada, hanya satu dari sepuluh pesepak bola di Jerman yang bisa tetap eksis setelah karier sebagai pemain usai. Fakta itulah yang membuat VdV berharap setiap klub menaruh perhatian dan tanggung jawab lebih terhadap para pemain. "Pendidikan adalah hal yang harus diprioritaskan dan dijamin oleh klub disamping sepak bola itu sendiri," lanjut Baranowsky.
Adapun tudingan yang langsung diarahkan kepada Schalke juga bukan tak berdasar. Meski membantah sengaja meminta Draxler putus sekolah, pelatih Felix Magath pernah keceplosan berkata, "Draxler tak memerlukan lagi ijazah (pendidikan formal)." (Sepp Ginz)
Minggu, 30 Januari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar