JUMAT (3/9), Lukas Podolski tampil buruk saat Jerman menghadapi Belgia. Pada laga yang dimenangi Jerman dengan skor tipis 1-0 itu, dia tak mampu berbuat banyak. Determinasi dan keuletannya di sisi kiri tak terlihat. Bahkan, saat laga tersisa 20 menit, dia akhirnya digantikan oleh Toni Kroos.
Performa buruk itu menjadi utang tersendiri bagi Prinz Poldi saat Jerman menjamu Azerbaijan, Selasa (7/9). Bukan apa-apa, dia akan berlaga di hadapan para pendukung fanatik dari kota dan klub asalnya, Köln. Sudah dapat dipastikan, meski tampil buruk saat melawan Belgia, Poldi bakal tetap berada di starting eleven. Pelatih Joachim Löw tentu tak mau mengecewakan publik sepak bola Köln.
Poldi patut menjadi sorotan pada laga nanti. Selain berlaga di hadapan publik sendiri, dia punya memori indah dengan Azerbaijan. Pada Pra-Piala Dunia 2010, September 2009, dia mencetak salah satu gol kemenangan 4-0 atas tim asuhan Berti Vogts tersebut. Pada laga yang berlangsung di Hannover itu, dia mencetak gol keempat dan membuahkan penalti yang dieksekusi sempurna oleh Michael Ballack menjadi gol pertama.
Selain faktor lawan, Poldi juga punya memori khusus saat Der Panzer berlaga di Köln. Pada laga terakhir Jerman di kota itu, 12 September 2007, dia juga menyumbang gol pada laga melawan Rumania yang berakhir 3-1.
Der Panzer sendiri punya rekor bagus saat bermain di Köln. Dari 23 kali, hanya satu kekalahan yang dialami. Itu terjadi pada 1935 dari Spanyol. Tak pelak, Der Panzer bisa berharap banyak untuk menuai angka penuh, bahkan dengan koleksi banyak gol.
Menyikapi pelbagai catatan tersebut, Poldi tak terlalu ambil pusing. "Hal terpenting bagiku adalah kemenangan buat tim," ungkap dia. "Andai bisa mencetak gol, tentu saja akan sangat baik." (Sepp Ginz)
Senin, 06 September 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar