.jpg)
KUASAI BOLA dan permainan. Itulah konsep yang diusung Louis van Gaal dalam membawa Bayern München merengkuh dua gelar pada musim lalu. Namun, pada awal musim ini, konsep Louis van Gaal itu tak manjur. Faktanya, Hannover justru mampu bertengger di papan atas berkat konsep yang bertolak belakang.
Seperti diungkapkan pelatih Mirko Slomka, Hannover tidak terlalu mementingkan penguasaan bola. “Penguasaan bola kami memang selalu kalah dari para lawan. Tetapi, itu ternyata tak begitu berpengaruh. Hal terpenting bagi saya adalah tim ini mampu mencetak gol!” tegas dia seperti dikutip Neuepresse.
Faktanya memang demikian. Saat menahan imbang Bayer Leverkusen, Sabtu (11/9), penguasaan bola mereka hanya 27 persen. Ketika menang atas Frankfurt dan Schalke, penguasaan bola mereka pun hanya 35 persen dan 37 persen. Hannover menumpukan kekuatan pada kolektivitas dalam bertahan dan kecepatan dalam menyerang balik.
Sistem tersebut bisa berjalan baik berkat keberadaan dua striker cepat, Didier Ya Konan dan Mohamed Abdellaoue. “Mereka sangat ideal untuk sistem yang menuntut tim untuk menyerang cepat ke pertahanan lawan. Mereka sangat suka melakukan sprint,” terang Slomka
Di samping materi pemain, hal yang tak bisa dikesampingkan adalah analisis terhadap calon lawan secara mendetail. Salah satunya melalui rekaman video. Asisten pelatih Nestor El Maestro selalu menghabiskan banyak waktu dalam menganalisis permainan calon lawan. “Penelaahan lewat video membuat kami mengetahui masalah yang ada pada tim lawan sekaligus kekuatan terbesar mereka,” ucap El Maestro. (Sepp Ginz)
Foto: Kicker

0 comments:
Posting Komentar