PROSES, WAKTU, DAN MAKNA. Itulah komponen yang bisa dijadikan ukuran keistimewaan sebuah gol. Gol yang tercipta lewat sentuhan brilian, terjadi pada masa krusial, dan membawa tim meraih kemenangan jelas bakal dinilai sangat istimewa. Di Stadion RheinEnergie, Sabtu (26/2), gol istimewa itu menjadi milik Lukas Podolski.
Gol Prinz Poldi terjadi lewat sebuah lob yang melewati kepala kiper SC Freiburg yang juga penggawa timnas U-21 Jerman, Oliver Baumann, saat laga tinggal bersisa satu menit. Gol itu pun menjadi satu-satunya yang tercipta pada laga tersebut dan meneruskan catatan positif 1.FC Köln dalam beberapa pekan terakhir. Tak heran jika Poldi merayakan dengan istimewa. Dia berteriak di depan para fans Köln dengan bola dimasukkan ke bajunya. Tak hanya itu, dia juga membawa pulang bola itu saat pertandingan usai.
"Freiburg adalah lawan tangguh dan kami tak mau mengambil risiko terlalu besar hingga akhirnya datang sebuah umpan sempurna dari Novakovic," ujar Poldi kepada Kölner Express seraya menambahkan dirinya mengelob bola karena melihat Baumann berdiri terlalu jauh dari gawang.
Lalu, apa yang membuat dia sengaja membawa bola dari laga tersebut? Bukan sekadar untuk kenang-kenangan rupanya. Itu adalah bentuk pemenuhan janji. "Aku telah berjanji kepada anakku, Louis. Baru kali ini janji itu terpenuhi," aku pemain yang dianggap gagal saat membela FC Bayern München itu.
Ah, selain kapten dan striker yang baik, Poldi ternyata seorang ayah yang baik pula rupanya. (Sepp Ginz)
Minggu, 27 Februari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar