DUNIA MAYA page dan dunia nyata belum tentu sejalan. Realitas yang ada di dunia maya bisa saja berbeda dengan apa yang terjadi di realitas sejati. Itu pula yang kini dirasakan Felix Magath, pelatih FC Schalke 04.
Di dunia maya, banyak orang menyukainya. Itu tercermin dari 14.000 orang yang mengklik tanda "Like" di page Facebook-nya hanya dalam waktu beberapa hari. Namun, di Veltins Arena, faktanya berbeda. Dia sosok yang tak disukai. Saat FC Schalke ditahan imbang 1-1 oleh 1.FC Nürnberg, para fans fanatik Die Knappen kembali menunjukkan hal itu.
Di tribun utara, sebuah spanduk putih besar terbentang. Di sana terpampang tanda jempol mengarah ke bawah dan tulisan "Magath" di sampingnya. Sementara itu, seusai laga, para fans juga ramai-ramai membuat koor Magath raus! alias 'Magath pergi!'. Itu jelas pukulan telak mengingat tribun utara adalah tempat para loyalis sejati Schalke.
Popularitas Magath memang menurun drastis sejak awal musim ini. Kebijakannya menurunkan Rolf Rojek dari dewan klub dan pembelian pemain-pemain karatan saat bursa transfer musim dingin membuat para fans kian sinis. Apalagi performa Schalke di Bundesliga 1 amburadul. Tiket berlaga di kompetisi antarklub Eropa kian menjauh saja.
Lalu, akankah hal itu membuat pelatih berjuluk Qualix itu terdepak? Belum tentu! Magath masih punya dua kartu truf di tangannya. Pertama, laga semifinal DFB Pokal menghadapi FC Bayern München, Rabu (2/3). Kedua, tentu saja partai versus Valencia di leg II babak 16-besar Liga Champions. Bila Manuel Neuer cs. mampu lolos memenangi kedua laga itu, Magath dipastikan bakal langgeng di kursinya. (Sepp Ginz)
Minggu, 27 Februari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 comments:
ayo schalke fokus ke ucl.
Posting Komentar