Selasa, 08 Februari 2011

Marica Kecam Labbadia


BELUM GENAP dua bulan bertugas di VfB Stuttgart, Bruno Labbadia terlibat konflik dengan pemainnya. Striker Ciprian Marica terang-terangan mengkritik kebijakan sang pelatih yang tak menempatkan dirinya sebagai striker utama di tim. Hal itu diungkapkan dalam wawancara dengan Gazeta Sporturilor.

Dalam skema permainan yang dipakai Labbadia, Marica memang bukan targetman. Dia diposisikan sebagai second striker. Di sinilah perbedaan pendapat muncul. Marica menilai dirinya tak akan optimal di posisi itu. “Sebagai second striker yang juga memikul tugas agak defensif, aku tersia-sia. Aku bisa bermain sesuai keinginan Labbadia, tapi aku merasa tak bisa membantu tim,” terang dia.

Lebih lanjut, dia membandingkan Labbadia dnegan pelatih sebelumnya, Jens Keller. “Dengan Jens Keller, aku bisa berbicara banyak. Dia memahamiku, menjadikanku striker utama dan aku bermain bagus. Labbadia punya pandangan berbeda. Aku menghormati dia, tapi aku juga punya hak untuk berkomentar,” lanjut dia. “Aku adalah striker, tipikal nomor sembilan. Aku bukan nomor 10, 11, atau 8!”

Selain mengkritik sang pelatih, striker timnas Rumania itu juga membuat pernyataan yang memukul manajemen Stuttgart. Dia mengaku menyesal telah menandatangani kontrak berdurasi lima tahun saat diangkut dari Shakhtar Donetsk pada 2007 silam. Dia ingin sesegera mungkin hengkang dari Mercedes-Benz-Arena.

Pernyataan tersebut tentu saja membuat merah kuping petinggi Die Schwaben. “Seusai Cipi membela negaranya, kami akan berbicara. Saya tak akan mengomentari apa yang ditulis surat kabar Rumania,” ucap Direktur Olahraga Fredi Bobic.

Kabar yang beredar menyebutkan, Marica kemungkinan akan dijatuhi denda lumayan besar karena komentar pedasnya itu. Bisa jadi denda itu akan sama seperti saat dirinya mengumpat wasit saat Stuttgart menghadapi Hamburger SV beberapa waktu lalu. Saat itu, dia didenda 50.000 euro. (Sepp Ginz)

Foto: Bleacher Report

0 comments: