
SUNGGUH SERBASALAH. Itulah yang dirasakan Felix Magath pada saat ini. Apa pun yang dilakukannya selalu mendapat sorotan negatif. Setelah dituding sebagai pemimpin otoriter dengan mendepak perwakilan fans Rolf Rojek secara sepihak, kini dia kembali dihujat gara-gara langkahnya di bursa transfer musim dingin.
Pembelian dua pemain gaek, Angelos Charisteas dan Ali Karimi, adalah pangkal masalahnya. Para fans FC Schalke berteriak dan mencibir pembelian itu sebagai sebuah langkah keliru. Maklum, Charisteas adalah pemain yang November lalu diputus kontraknya oleh Arles Avignon, klub papan bawah Ligue 1. Sementara Karimi sudah 3,5 tahun tak beredar di orbit sepak bola Eropa.
“Selamat aats pembelian pemain yang juga dikejar oleh Chelsea dan Manchester City,” cibir seorang fans Schalke di sebuah forum internet Sementara seorang fans lainya dengan lantang berseru, “Pelatih sedang mengamuk!”
Pernyataan lebih keras muncul dalam sebuah artikel di website suporter klub. Dalam pengantarnya terdapat kalimat, “Kehormatan dan kebanggaan lebih penting dibanding gelar! Kekuasaan Tuanku Magath telah merusak Schalke. Kesuksesan memang harus diraih, tapi bukan dengan segala cara.”
Menanggapi kritik itu, seperti biasa, Magath tetap dingin. “Saya tidak gila!” tegas dia seperti dikutip Westline. Dia melihat kedua pemain tersebut sesuai kebutuhan dan bisa menutupi kekurangan tim. “Saat kalah 0-1 dari Hoffenheim, sangat terlihat bahwa kami tak punya striker dengan kemampuan duel udara yang baik,” terang dia soal Charisteas. Sementara itu, soal Karimi, dia berkata, “Saat ini, permainan kami mengalami hambatan dari tengah ke depan. Dia akan bisa menolong kami dalam hal itu.”
Jawaban yang hanya akan memuaskan jika kedua pemain baru tersebut membuat Schalke mampu berbuat banyak saat menjalani laga derby versus Borussia Dortmund pada akhir pekan ini. (Sepp Ginz)
Foto: Westline

0 comments:
Posting Komentar