.jpg)
KABAR TAK SEDAP berembus pada awal pekan ini. Studi awal yang dilakukan Bundesinstitutes für Sportwissenschaften (BISp) dan Deutschen Olympischen Sportbund (DOSB) mengindikasikan keberhasilan Jerman menjuarai Piala Dunia 1954 tak lepas dari doping. Diduga, beberapa pemain mendapat suntikan pervitin dari masseur timnas Jerman pada waktu itu.
Erik Eggers, peneliti yang khusus menelusuri kasus doping yang terjadi sepak bola dalam 50 tahun terakhir, adalah orang yang menyatakan indikasi tersebut. Menurut dia, tak seperti yang selama ini diungkapkan, beberapa pemin bukannya mendapatkan suntikan vitamin c, melainkan pervitin. Kecurigaan itu sangat berdasar karena zat doping pervitin dikenal kerap digunakan pada dekade 1930-an dan 1940-an oleh para tentara angkatan darat dan udara Jerman.
Kecurigaan tersebut bukan pertama kalinya diungkapkan ke publik. Sebelumnya, pada 2004, stasiun televisi ARD pernah membahas stimulan yang digunakan tim asuhan Sepp Herberger di Swiss tersebut. Namun, kala itu, rumor tersebut dibantah habis-habisan. Salah satunya oleh Horst Eckel, salah seorang pilar waktu itu. “Hanya glukosa yang disuntikkan. Saya bersumpah, kami tak mendapat suntikan apa pun sebelum final,” tegas dia.
Kini patut ditunggu hasil lengkap penelitian BISp dan DOSB yang dilakukan sejak Juli 2009 tersebut. Rencananya, laporan hasil penelitian tersebut bakal dikemukakan kepada publik pada tahun depan. (Sepp Ginz)
Foto: memoriavirtual.net

0 comments:
Posting Komentar