Rabu, 20 Oktober 2010

Kembalinya Bayern-Dusel


HARAPAN BAYERN MÜNCHEN untuk sesegera mungkin memastikan tiket ke fase knock out Liga Champions kian mulus. Kemenangan 3-2 atas CFR Cluj pada Matchday III membuat FC Hollywood berada di atas angin. Apalagi pada saat yang bersamaan, AS Roma tumbang 1-3 di tangan FC Basel.

Satu hal yang menarik dari kemenangan Bayern itu, aroma Bayern-Dusel alias "keberuntungan Bayern" sangat terasa. Bukan apa-apa, dua gol pertama tercipta lewat bunuh diri pemain lawan. Lalu, gol ketiga dari Mario Gomez tercipta dari bola muntah hasil sepakan Toni Kroos. Lain dari itu, sebuah peluanh Lacina Traore pada akhir babak pertama yang potensial menyamakan kedudukan menjadi 2-2 hanya membentur tiang gawang.

Media-media massa Jerman mengulas kemenangan itu dengan menarik. TZ München menampilkan judul "Para Badut Sepak Bola dari Cluj Memberikan Kemenangan Kepada Bayern", sementara Spox.com menulis, "Cluj membagi-bagikan hadiah kepada Bayern". Rheinische Post lebih pedas dengan menulis, "Cluj mencetak empat gol, Bayern menang."

Kubu Bayern tak memungkiri dekapan mesra Dewi Fortuna di Allianz Arena tersebut. "Musim ini, keberuntungan sangat jarang menemani kami. Tetapi, hari ini kami justru beruntung. Sungguh pertandingan yang tidak mudah, tapi kami pantas untuk menang," aku pelatih Louis van Gaal.

Ucapan pelatih asal Belanda itu diamini Gomez. "Hari ini, kami sepatutnya bersyukur," terang striker timnas Jerman itu. "Begitulah sepak bola. Berpekan-pekan selalu gagal mencetak gol, kini gol malah seperti datang dengan sendirinya."

Gomez benar. Masih segar dalam ingatan betapa jengkelnya para penggawa Bayern saat gagal mengonversi banyak peluang menjadi gol di depan gawang Borussia Dortmund, tiga pekan silam. Bahkan, hingga spieltag ke-7 Bundesliga 1, rasio peluang yang menjadi gol hanya 20 persen.

Terlepas dari mulai akrabnya Dewi Fortuna dengan mereka, masih banyak kelemahan yang harus diperbaiki Van Gaal jika ingin merebut trofi juara. Instabilitas lini belakang dan faktor kelelahan masih sangat terlihat. Di samping itu, masih banyaknya pemain yang absen karena cedera membuat Van Gaal tak punya banyak pilihan. Pada laga itu, dia terpaksa menyertakan Christoph Knasmüllner dan Nicolas Jüllich dari tim amatir sebagai cadangan.

Pertimbangan kondisi fisik itu pula yang membuat Van Gaal harus menarik Bastian Schweinsteiger pada menit ke-79. "Saya terpaksa harus mengganti Bastian karena Dr. Müller-Wohlfarth mengatakan, dia tak bisa dipaksa bermain lebih lama (karena baru pulih dari cedera, -Red.)," beber dia. (Sepp Ginz)

Foto: Die Welt

0 comments: