.jpg)
SETELAH SEKIAN LAMA DIAM, akhirnya Lukas Podolski angkat suara menyangkut performa klubnya, 1.FC Köln. Secara terbuka, dia menyalahkan para petinggi klub yang dianggapnya tak punya strategi jelas. Secara khusus, dia mempertanyakan strategi transfer Die Geißbocke.
“Klub-klub lain punya konsep dan perkembangan yang sangat jelas, sementara kami terus saja berbicara soal fans yang luar biasa dan stadion yang hebat,” keluh Poldi kepada Sport Bild.
Lebih jauh, penggawa timnas Jerman itu tak bisa menerima alasan minimnya kas seperti yang diutarakan Manajer Michael Meier. “Hannover dan Mainz adalah contoh yang sangat bagus. Mereka juga punya keterbatasan finansial,” ujar dia. “Marco Reus dan Kevin Großkreutz hampir kami dapatkan. Tapi lihat sekarang, mereka ada di klub lain. Lalu, mengapa kami tak bisa membeli pemain seperti Kagawa?”
Poldi mengaku sangat kesal karena selama ini para petinggi selalu menuntut lebih pada para pemain, tapi tak pernah ada komunikasi yang baik. Dia pun merasa agak menyesali putusannya kembali ke Köln pada musim lalu.
“Aku berharap kembalinya aku ke sini menjadi sinyal bagus untuk masa depan. Oleh karena itulah, aku menolak pelbagai tawaran yang datang. Patut dicatat, sesudah Piala Dunia, ada banyak tawaran dari Inggris dan Italia,” terang Poldi lagi. “Kami dikejar waktu. Jika tetap begini saja, aku tentu harus juga memikirkan masa depanku.”
Patut ditunggu apakah kecaman dan ancaman Poldi akan didengar oleh para petinggi Köln atau tidak. Andaai mereka balik meneyrang sang bintang, bisa saja Poldi pergi pada bursa transfer musim dingin nanti. (Sepp Ginz)
Foto: www.ran.de

0 comments:
Posting Komentar