Sabtu, 30 Oktober 2010

Tanda Cinta dari Micho


SESAAT SETELAH MENCETAK GOL ke gawang SC Freiburg, Jumat (29/10), Martin Demichelis tampak emosional. Dengan histeris, bek Bayern München itu menarik logo Bayern di kostum dan menunjukkannya ke arah para fans yang memadati Stadion Allianz Arena. Itulah tanda cinta yang sangat besar dari pemain yang mulai terpinggirkan tersebut.

"Aku ingin menunjukkan bahwa aku masih ada. Ini juga bukti bahwa aku akan melakukan apa pun bagi tim," tegas pemain yang akrab dipanggil Micho itu seusai laga seperti dikutip Munchner Abendzeitung.

Micho pantas berkata demikian. Maklum, laga versus Freiburg itu merupakan kali pertama dirinya bermain sebagai starter. Itu pun karena Holger Badstuber mengalami cedera saat pemanasan jelang kick-off. Dalam sembilan pekan sebelumnya, dia kerap menghiasi bangku cadangan. Bahkan, dia sempat diabaikan oleh pelatih Louis van Gaal gara-gara menolak berada di sana.

Performa Micho yang membuka kemenangan 4-2 Bayern atas Freiburg itu tak pelak membuat Van Gaal tak kuasa menahan pujian. "Satu-satunya orang yang mengatakan dia bisa bertahan adalah saya. Kalian tentu ingat, saya katakan, 'Jika Demichelis mampu menjadi pemain utama pada musim pertama di bawah Louis van Gaal, dia tentu mampu juga melakukannya pada musim kedua.' Dia telah menunjukkan bahwa dirinya adalah bek yang sangat bagus," papar dia.

Toh, performa apik itu tak lantas membuat Micho yakin untuk bertahan di Bayern. "Aku mencintai Bayern. Aku telah berada di sini selama delapan tahun dan selalu mensyukuri hal itu," ujar dia. "Tapi, situasi saat ini jelas tak menyenangkan. Ini mungkin laga terakhirku bagi Bayern. Akan lebih baik bagiku dan klub untuk segera mencari solusi terbaik. Jika situasi tak berubah, aku akan pergi."

Ini jelas dilema tersendiri bagi Bayern dan Van Gaal. Di satu sisi, kurangnya stok pemain belakang membuat Demichelis sangat dibutuhkan. Namun, di sisi lain, Micho mengalami penurunan performa. Sejak musim lalu, dia terlihat lambat dan tidak lugas lagi dalam mengawal lini pertahanan. Bahkan, tak jarang dia membuat blunder yang berakibat fatal. (Sepp Ginz)

Foto: Die Welt

0 comments: