
KAPTEN 1.FC KÖLN, Youssef Mohamad, memprotes keras rekor kartu merah tercepat di Bundesliga 1 kala timnya ditaklukkan 1.FC Kaiserslautern, Sabtu (21/8). Dia menilai wasit Felix Brych terlalu berlebihan dalam menilai pelanggaran yang dilakukannya kepada Erwin Hoffer pada detik ke-87.
Kepada Express, pemain yang akrab disapa Dodo itu berkata, "Aku sungguh tak mengerti. Pelanggaran yang kulakukan kepada striker lawan tak pantas diganjar katu merah," tegas bek asal Libanon itu. "Gara-gara kartu merah itu, anak-anak harus kalah. Wasit telah membunuh kami!"
Keluhan kapten Köln itu diamini Manajer Michael Meier dan pelatih Zvonimir Soldo. "Saya tak melihat pelanggaran serius," ucap Meier. Sementara Soldo berkata, "Jika itu dikartu merah, seharusnya wasit konsisten."
Soldo merujuk pada pelanggaran bek Die Roten Teufel, Rodnei, kepada striker Köln, Milivoje Novakovic, beberapa saat setelah kartu merah yang didapatkan Dodo. Pelanggarannya serupa, tapi Brych justru tak mengeluarkan kartu hukuman. Hal yang membuat kubu Köln kian berang, Brych justru mengusir asisten pelatih Michael Henke karena melancarkan protes keras.
Dalam sejarah Bundesliga 1, kartu merah yang diterima Dodo tercatat lebih cepat 101 detik dari rekor sebelumnya. Dodo melewati gelandang FSV Mainz 05, Andreas Ivanschitz, yang musim lalu menerima kartu merah pada detik ke-188. (Sepp Ginz)
Foto: Der Spiegel

0 comments:
Posting Komentar