
PENDATANG BARU tak selamanya harus berada paling belakang. Contohnya St. Pauli. Jelang bergulirnya musim 2010-11, klub baru Gerald Asamoah itu telah merebut satu gelar, yakni sebagai klub dengan kostum termodis menurut empat juri dari sekolah mode di Berlin, München, dan Berlin.
Kostum kandang St. Pauli dinilai paling menarik oleh para juri tersebut. Menurut pakar mode Julia Schnitzer, kostum tersebut sangat mencolok dan cocok dikenakan dalam segala situasi. Bahan yang berkilau membuat kostum St. Pauli sangat menarik.
Di belakang St. Pauli adalah kostum SC Freiburg yang dianggap mencerminkan sosok pesepak bola masa kini sebagai selebritas dan sex symbol. Sementara kostum di peringkat ketiga milik Hamburger SV dinilai memenuhi unsur klasik modern dengan desain sederhana namun menarik.
Sementara itu, kostum terburuk menjadi milik Borussia Mönchengladbach. Niat menampilkan kostum bernuansa klasik menjadi blunder. “Kostum itu menyalahi aturan desain. Sungguh tanpa sentuhan inovasi sama sekali,” kecam Antje Osterburg yang juga menyebut kostum Mainz sebagai tas merah besar yang diberi lengan.
Lalu, bagaimana dengan kostum Bayern München? Kostum ini terbilang medioker dari segi desain. Schnitzer bahkan mengkritik agak pedas. “Mereka tak peduli dengan yang mereka pakai. Sepertinya, itu sudah menjadi moto para petinggi Bayern sejak lama,” ujar dia. (Sepp Ginz)
Foto: Hamburger Morgenpost

0 comments:
Posting Komentar