
BANYAKNYA kontroversi wasit di Piala Dunia lalu yang dieksploitasi habis-habisan oleh media massa membuat Ketua Komisi Wasit Deutscher Fussball Bund (DFB) Herbert Fandel cemas. Kepada Tagesspiegel, eks wasit jempolan itu meminta stasiun televisi untuk tak lagi menampilkan tayangan lambat dalam beberapa insiden saat menyiarkan Bundesliga musim 2010-11.
“Saya lebih suka bila tayangan lambat dihapuskan. Hal itu akan membuat wasit tak terbebani tekanan mahabesar walaupun tentu saja hal itu membuat tontotan kurang menarik,” jelas Fandel
Hal yang membuat Fandel tak nyaman adalah pembahasan media yang terlalu berlebihan terhadap kesalahan yang dilakukan wasit. “Satu kesalahan wasit bisa menghias surat kabar selama tiga minggu. Akan tetapi, striker yang menendang bola hingga tiga meter di atas mistar kala berada dalam posisi yang sangat bebas justru dilupakan pada keesokan harinya,” papar dia lagi.
Tentu saja gugatan Fandel tersebut mendapat tentangan dari praktisi pertelevisian. “Putusan wasit seperti halnya gol dan penyelamatan kiper adalah bagian dari budaya sepak bola dan perlu didiskusikan,” terang Dieter Gruschwitz dari ZDF. “Kami tidak bermaksud menyudutkan wasit, tetapi menjelaskan kepada para penonton tentang putusan kontroversial yang terjadi di lapangan.”
Dalam poling di spiegel.de, para fans pun ternyata cenderung masih menginginkan pemutaran tayangan lambat dalam siaran langsung sepak bola. Buktinya, hingga Selasa (3/8), 99 dari 113 responden menilai tayangan lambat adalah hal yang masih diperlukan oleh para penonton televisi. (Sepp Ginz)
Foto: dpa/www.spiegel.de

0 comments:
Posting Komentar