
SEBUAH TUNTUTAN diajukan Presiden Bayern München, Uli Hoeneß, kepada Franck Ribery. Winger asal Prancis itu diharuskan membayar lunas utang-utangnya kepada Bayern. Tentu saja bukan utang materi yang dimaksud oleh Hoeneß, melainkan jasa dan budi.
“Franck tentu tahu bahwa dia punya utang kepada kami,” cetus Hoeneß. “Klub selalu 100 persen berada di belakang dia. Dia tahu bahwa dalam segala masalah yang dihadapinya, itu tidak diberikan secara cuma-cuma.”
Menurut Hoeneß, hanya ada satu cara bagi Ribery untuk membayar semua utangnya. Itu adalah bermain total dan menunjukkan kehebatannya di atas lapangan sepanjang musim ini. Hoeneß sangat yakin dengan kondisi fisik yang lebih prima, Ribery akan mampu melakukannya.
“Saya kira dia akan sangat ambisius pada saat ini. Apalagi saya mendengar dari banyak orang bahwa dia telah berlatih dengan sangat baik,” ucap Hoeneß.
Ribery sendiri sepertinya tahu diri. Musim lalu, dia tak mampu memberikan kontribusi terbaik karena kerap dirundung cedera. Kini, dia berikrar untuk mengubur krnangan buruk itu. “Musim ini, aku akan 100 persen fit dan tampil di semua laga. Aku akan memainkan musim yang luar biasa, buatku, klub, dan semua fans,” ungkap dia.
Menyangkut perselisihan yang sempat terjadi antara dirinya dan pelatih Louis van Gaal, Ribery mengatakan hal itu juga sudah jadi kisah usang. “Pada saat itu, aku tak mengerti filosofi yang dia usung. Kini situasinya berbeda. Aku telah mengerti filosofinya dan dia telah memberikan kepercayaan kepadaku,” jelas eks pemain Olympique Marseille itu. (Sepp Ginz)
Foto: Rheinische Post

0 comments:
Posting Komentar